Malam yg menyedihkan, aku sudah merias diriku agar terlihat menarik perhatian suamiku. aku duduk di atas ranjang sambil menunggu nya pulang kerja.
klakk.. suara kenop pintu kamar terbuka
menampilkan wajah lelaki yg sudah menikahi ku selama 2 tahun. dia adalah Derrel lelaki yg sudah sah di mata hukum menjadi suamiku namun tak pernah menyentuh ku.
aku tersenyum saat dia menghampiri ku.
" ada apa denganmu?, knp berdandan seperti itu?ucap Derrel lalu meletakkan tasnya di atas meja lalu berlalu masuk kedalam kamar mandi.
rasanya sakit, aku sudah berusaha untuk tampil cantik dan sexy dihadapannya namun sayang, tak sedikit pun Derrel bergairah padaku.
yah... aku akui Derrel memang memiliki kelainan, tapi aku terus berusaha untuk menghilangkan penyakit nya itu. sudah 2 tahun lamanya setiap malam aku mencoba untuk membangkitkan gairah suamiku namun hasilnya tetap sama.
Derrel keluar dari kamar mandi lalu segera duduk di meja kerjanya, menghiraukan ku yg sedari tadi menunggu nya. aku menghampiri nya dan memegang pipinya " apakah kamu baik2 saja"? tanyaku melihat raut wajah Derrel seperti memikul banyak beban.
Dia memegang tanganku lalu mengecupnya, hatiku serasa senang ini pertama kalinya dia memperlakukan ku layaknya orang yg sangat ia cintai. Derrel menatapku tiba2 dia memeluk ku, jantungku berdetak kencang tidak tahu ada angin apa dengan suamiku ini sampai dia ingin menyentuhku.
" ada apa?, cerita kepadaku siapa tau aku bisa membantu mu. ucap ku ikut menatap matanya.
" apa kau yakin bisa membantuku"? tanya nya dengan mata yg mulai berkaca kaca.
aku melihat nya dengan perasaan yg bercampur aduk. aku hanya mengangguk kan kepalaku.
Derrel membuang nafasnya kasar lalu memegang tanganku. Deggg... detak jantungku kembali tak beraturan.
" Arisha perusahaan ku sebentar lagi akan hancur" ucapnya lalu menundukkan kepalanya.
" jadi apa yang harus aku lakukan untukmu, kamu tahu kan keluargaku tidak memiliki harta yg banyak" ucapku sambil mengangkat wajah suamiku.
" seseorang akan menolong ku untuk menyuntikkan dana nya agar perusahaan kembali normal" jelas nya dengan raut wajah yg masih sedih.
" baguslah, trus knp kamu sampai bersedih bgni, toh akan akan ada yg membantu perusahaan mu" ucapku senang tapi juga bingung.
" Tapi orang yg akan membantu perusahaan ku meminta imbalan" ucap Derrel kembali menatapku dan sekali saja berkedip mungkin air mata itu akan keluar diujung matanya.
aku tidak mengerti dengan maksud Derrel, dengan segera aku memeluk tubuhnya untuk menguatkannya.
" apa yg bisa aku bantu untukmu?, jika ada aku akan lakukan itu". ucapku tersenyum datar.
Derrel tersenyum senang lalu membalas pelukan ku." baiklah.. tapi apa kamu yakin akan melakukan nya? tanya nya sambil mengelus rambut panjangku.
" akan aku usahakan selama itu bisa membantu perusahaan mu kembali normal" ucapku dengan perasaan sedikit gugup
Derrel menarik nafasnya lalu membuang nya. "Temani seseorang itu semalam saja, setelah itu perusahaan ku akan kembali normal" ucap nya enteng Tampa merasa bersalah.
Tubuhku bergetar lalu segera melepaskan pelukanku dan melihatnya " maksud kamu aku harus tidur dengan nya"? tanyaku membelalakkan mataku tidak percaya dengan kalimat yg Derrel ucapkan.
Derrel kembali memelukku namun aku mendorong tubuhnya.
Derrel menautkan kedua alisnya lalu kembali mendekati ku" sekali ini saja, aku mohon Risha. selama kita menikah aku tidak pernah minta apapun padamu." ucapnya tiba2 langsung bersujud di hadapan ku.
sontak membuat ku terkejut" jangan seperti ini, bangun lah. ucapku tanpa menatap nya.
namun Derrel tetap diam menggeleng kan kepalanya" tidak.. Risha ... aku tidak akan pernah berdiri sebelum kamu menyetujui nya" ucapnya dengan air mata yg mengalir di pipinya.
Demi membuatku setuju dia sampai tidak memperdulikan harga diri seorang lelaki. bersujud dihadapan ku dengan air mata yg mengalir dipipinya. hatiku sungguh sangat sakit, selama 2 tahun kami menikah ini pertama kali Derrel melakukan hal serendah ini dihadapan ku.
semula aku tidak menyetujui keinginan nya, namun Krn mengingat kebaikan orgtuanya dan melihat' nya seperti itu membuat hatiku luluh.
aku ikut duduk di hadapannya mengangkat wajahnya agar melihatku.
" aku akan menyetujui keinginan kamu, tapi dengan satu syarat" ucapku sambil menggigit bibir bawahku.
raut wajah Derrel yg semula sangat sedih kini berubah senang. " apapun yg kamu minta Risha?". ucap derrel dengan senyuman di wajahnya.
" setelah ini aku ingin kita berpisah" ucapku menatap mata Derrel.
sontak Derrel menggelengkan kepalanya tanda ia tidak setuju.
" tidak, Risha itu tidak mungkin. bagaimana bisa aku menjelaskan nya kepada mama dan papaku, kamu tahu kan Risha klo orgtuaku sangat menyayangi mu. ucapnya dengan raut wajah kembali sedih.
aku sungguh muak melihat wajah Derrel menurutku dia adalah lelaki ter' egosi yg pernah kutemui.
namun bayangan wajah mama dan papa Derrel kembali membuat hatiku luluh. selama ini keluarga Derrel sudah menanggap ku seperti anak mereka sendiri, apalagi saat kedua orgtuaku pergi meninggalkan ku untuk selamanya orgtua Derrel yg menampung ku drmh mereka sampai aku dan Derrel dijodohkan.
aku berdiri dan kembali ke atas ranjang " knp Derrel?, apa alasan mu tidak ingin berpisah dariku. padahal setelah aku menemani lelaki itu saat itu juga aku sudah tidak layak menjadi istrimu. ucapku tiba2 air mataku lolos di pelupuk mata ku.
Derrel mendekati Ku lalu kembali memeluk ku, kali ini aku diam tanpa membalas pelukan nya.
" maafkan aku Risha, tapi aku mencintaimu" ucap nya sambil mengelus punggung ku.
mendengar ucapan Derrel membuat ku tersenyum sinis, mana ada seorang suami yg mencintai istrinya tapi rela menukar istrinya dengan uang. apa itu yg di namakan cinta.
" baiklah kalau kamu tidak ingin berpisah, aku tunggu kamu yg akan memintanya nanti. ucapku lalu melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamar mandi.
tiba2 Derrel mengetuk pinta kamar mandi, dan aku membukanya" ada apa lagi? tanyaku
" mandilah yg bersih Krn orang yg akan membantu perusahaan ku sudah menunggu mu" ucapnya tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
aku terkejut lalu tersenyum sinis dan kembali menutup pintu.
Didalam kamar mandi aku menangis sejadi jadinya
tidak menyangka bahwa masih ada lelaki yg tega menukar istrinya sendiri dengan lelaki lain.
selesai dengan mandi ku aku berjalan keluar dengan langkah gontai menuju keruang ganti pakaian tanpa menoleh sekalipun ke arah Derrel yg tengah sibuk dengan handphone nya.
aku memilih dress selutut tanpa lengan berwarna putih, dengan memakai sepatu hak tinggi dan memakai sedikit aksesoris lalu merias wajahku agar membuat tampilan Ku sedikit berbeda. aku menatap wajahku di cermin dengan perasaan yg teramat sakit.
aku melangkah kan kaki ku keluar menuju Derrel.
Derrel terkesiap melihat penampilan ku kali ini, pasalnya baru pertamakali aku menggunakan dress tanpa lengan dan sepatu hak tinggi.
" bagaiman dengan penampilan ku? tanyaku kepadanya.
lamunan Derrel buyar saat mendengar pertanyaan dari ku" cantik.. kamu sangat cantik malam ini. tiba2 Derrel memegang tanganku. " aku yakin dia akan bertekut lutut di hadapan mu" ucapnya.
aku hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan Derrel. lalu segera melepaskan tanganku dari genggaman tangan nya.
Derrel mengendarai mobilnya menuju sebuah apartemen mewah tempat di mana lelaki itu berada.
dalam perjalanan aku hanya diam, sesekali Derrel menatapku namun ku hiraukan.
akhirnya kami sampai di apartemen mewah Langham Resindence. Derrel memberiku access card milik lelaki itu.
" maafkan aku, ucapnya. namun aku hanya diam dan membuka pintu mobil Derrel dan membantingnya dengan keras.
aku memandangi mobil Derrel yg sudah menjauh, masih terlintas dipikiran ku wajah Derrel yg sama sekali tidak khawatir dengan diriku.
aku menarik lalu membuang nafasku kasar lalu segera masuk kedalam apartemen.
Ting, suara pintu lift terbuka dan aku segera masuk
menekan tombol yg akan aku tuju, Ting kembali suara pintu lift terbuka dan aku segera keluar.
aku mencari kamar lelaki itu, dan 2 menit kemudian aku menemukan nya. di depan pintu kamar lelaki itu aku terdiam antara ingin masuk atau Segera pergi. namun bayangan orgtua Derrel seakan membuat hatiku terdorong untuk membuka pintu kamar lelaki itu. yah... mungkin ini sebagai balas Budi ku untuk mereka yg selama ini sudah menolong ku.
aku membuka pintu kamar dengan menggunakan card dan pintu pun terbuka, didalam sangat gelap tak ada cahaya sedikitpun aku mencari tombol lampu. saat aku akan menekan tombol lampu tiba2 ..
" jangan nyalakan lampu, Kemarilah " ucap seseorang lelaki dengan suara berat.
membuat ku terkejut dan sontak pintu kamar tertutup rapat, sangat gelap, tak ada cahaya sedikitpun.
terdengar langkah kaki seseorang menuju kearah ku, aku sangat gugup dan merasa takut.
bagaimana ini, gumam ku meremas ujung dressku.
" si.. siapa disana? tanyaku. namun tak ada jawaban. langkah kaki seseorang itu terhenti tepat di hadapan ku.
sesekali dia membuang nafas nya, tercium aroma mint yg menyegarkan.
tiba tiba dia mencium telinga ku." Akh, apa yg kau lakukan? tanyaku merasa geli
" ini baru permulaan sayang" ucap lelaki itu lalu menarik tanganku dan menghempaskan tubuhku di atas kasur.
tubuhku bergetar hebat " jangan aku mohon" ucapku dengan menutup mataku.
hening... tak ada suara, aku langsung bangun dan ingin segera keluar dari kamar ini. namun tiba2 lelaki itu kembali menarik tangan ku dan menyeret ku sampai ke tembok.
" apa Derrel tidak memberi tahu tugas mu? tanya lelaki itu mencengkram erat pipiku dan mengigit pelan daun telinga ku. membuat seluruh tubuh ku bergetar.
" tapi tuan, aku belum pernah melakukan nya". ucapku mengigit bibir bawahku..
lelaki itu tertawa" hei nona, berhenti berlaga polos, kamu seorang istri mana mungkin tidak pernah melayani suamimu.
" sungguh tuan, aku masih p***n, Derrel tidak pernah menyentuh ku. ucapku menundukkan mataku.
lelaki itu kembali tertawa, bahkan tawanya kini terdengar lebih mengerikan." bagaimana aku bisa tahu, klo tidak mencobanya. bisik nya tepat ditelinga ku. membuat bulu kuduk ku berdiri.
awas kamu Derrel klo sampai dia sudah tidak suci lagi. gumam lelaki itu
lelaki itu mencium bibirku, pelan sangat pelan. aku menggeleng kan kepalaku menolak ciuman nya. namun lelaki itu memegang tengkuk leher ku dan kembali mencium ku dengan rakus.
"mmm..., aku berusaha mendorong tubuh lelaki itu namun tidak ada hasil.
" buka mulutmu" ucap lelaki itu. namun aku menghiraukan nya. tiba2 dia mengigit pelan bibirku membuat ku membuka mulutku dan, slupp.. dia memasukan l**a nya melumat habis bibirku dan lidah nya menari nari didalam mulut ku.
tiba2 dia mengehentikan aksinya, lalu memegang pipiku, kali ini lebih lembut" kalau kamu tidak suci lagi aku pastikan Derrel dan keluarga nya akan mendekam di penjara seumur hidup. ucap lelaki itu lalu kembali melanjutkan aksinya.
aku terkejut mendengar ucapan lelaki itu.
lelaki itu mencium pipi dan menjilat telingaku, kemudian kembali mencium bibir ku. satu tangannya menahan tengkuk leher ku, dan satu tangannya lagi masuk kedalam dressku.
aku yg sama sekali belum pernah melakukan hal seperti ini, merasakan sesuatu yg aneh. lelaki itu mengangkat tubuh ku tanpa melepaskan ciuman nya dengan pelan menghempaskan tubuh ku di atas kasur.
dia mulai membuka satu persatu pakaian yg menutupi tubuhku.
tiba2 lelaki itu menyalahkan lampu reflek membuat ku menutup p***a ku menggunakan tanganku.
aku melihat wajahnya, wajah lelaki yg sebentar lagi akan merenggut kesucian ku. bibir tipis dengan hidung mancung, dan mata yg berwarna biru sungguh membuat siapapun wanita tanpa di bayar pun akan menyerahkan dirinya.
dia menatapku dalam, tatapan kami bertemu. dengan cepat dia mengelucuti pakaian nya.
tangannya memulai, memegangi pipi bibir dan 2 g***n ku yg masih sintal. bibirnya menjelajahi setiap inci lekuk tubuh ku.
aku merasa geli seperti akan ada yg keluar dari bawah Miss v ku.
dia tersenyum, lalu mencium dua g***n ku secara bergantian dan sesekali menggigit nya pelan.
akhhh.... sungguh membuat ku melayang.
dengan cepat aku menepis pikiran kotorku aku takut terbawa suasana, namun saat dia mulai membuka lebar Miss v ku dan m***t nya dan m**t nya pelan tiba2 tubuhku menggelinjang hebat dan sesuatu keluar dari Miss v.
skrng dia berada di atas tubuhku menatapku dalam dalam,
dengan pelan lelaki itu memasukan junior nya,
aku berteriak kecil menahan perih di bagian Miss v ku, beberapa kali dia mencoba namun belum juga berhasil. keringat bercucuran di wajah kami berdua.
" ini terasa sedikit sakit, kamu harus bisa menahan nya" ucap lelaki itu
aku tersenyum kemudian mengangguk kan kepalaku
astaga bodoh bodoh knp tiba2 aku mengangguk kepala ku gumam ku.
lelaki itu tersenyum lalu kembali memasukan juniornya, pelan sangat pelan...
aku mengigit bibir bawahku lalu tanganku meremas seprei menahan rasa sakit itu,
" akh..." aku terkejut dan berteriak kecil Krn sesuatu yg cukup besar merobek miss v ku. terasa bagian intim ku sangat perih membuat lelaki itu memeluk ku dan mencium pipi jidat dan terakhir bibirku.
dia melakukan nya dengan sangat pelan dan hati2 membuat ku hanyut dalam suasana tanpa aku sadari mulutku mengeluarkan suara desahan. lelaki itu tambah bersemangat mendengar nya lalu bibirnya kembali tersenyum sampai saat puncaknya lelaki itu melakukan yg sedikit lebih cepat membuat ku merasa nikmat yg luar biasa.
dia melakukan nya beberapa kali membuat seluruh tubuh ku kesakitan dan kelelahan.
dia menghentikan permainan nya sambil menatapku dan mencium jidatku, lalu ikut berbaring di samping ku dan memeluk ku.
" ayo mandi dlu, Setelah itu kembali tidur" ucapnya sambil mengelus rambut panjangku.
ini pertama kalinya aku mendapat perhatian dari seorang lelaki. sungguh membuat ku terharu.
aku mengangguk kan kepalaku lalu membalut tubuh ku dengan selimut, namun saat aku ingin berdiri tiba2 tangan kekar lelaki itu menahan ku dan langsung menarik selimut yg membalut tubuh ku, sontak aku terkejut dan menutup p***a ku.
" akhh.. dasar mesum" ucapku sambil menutup mata.
lelaki itu tertawa" apa yg kamu tutupi itu, semua nya sudah aku lihat "
seketika wajahku memerah menahan malu lalu dengan cepat aku berlari namun tiba2 kakiku kesandung membuat ku hampir terjatuh namun dengan sigap lelaki itu merangkul tubuhku.
tatapan kami bertemu. " sungguh pemandangan yg indah" ucap lelaki itu tersenyum mesum.
akhhhh... aku langsung berlari menuju kamar mandi, tanpa sehelai benang pun.
Jimmy duduk di atas kursinya lalu mengetik sebuah pesan dan mengirim nya kepada seseorang.
" Aku sudah transfer sejumlah uang di rekening mu" isi pesan Jimmy
sebuah balasan pesan masuk.
" Thankyou bro, gimana tadi enak kan? isi balasan dari seseorang itu.
Jimmy tersenyum sinis membaca isi pesan dari Derrel.
Risha sudah selesai dengan mandinya, dia berjalan' menuju ranjang dengan rambut basah yg terurai serta wajah Risha tanpa make up membuat Jimmy kagum. " cantik, Sangat cantik" batin Jimmy tersenyum
" knp dia menatapku seperti itu, jangan jangan dia menginginkan nya lagi. akhhh... tidak, tidak, aku sudah tidak sanggup lagi" batinku sambil menggeleng kan kepala.
" kemari lah" pinta lelaki itu menepuk pahanya.
apa maksudnya, dia menyuruh Ku duduk di atas pahanya . tidak . tidak . gumam ku lalu berjalan menuju lelaki itu.
kejadian tadi terus terngiang-ngiang di kepalaku. " Yah.. ada apa tuan? tanyaku sambil tersenyum kikuk.
dia hanya menepuk nepuk paha nya,
" akhh... jangan bilang klo dia akhhh... aku bisa frustasi. gumam ku menutup mata".
" ada apa"? tanyanya lalu menarik tubuhku dan aku sudah berada di atas pahanya.
aku hanya geleng geleng kepala, tidak tau harus menjawab apa.
" hmm.. apakah ini cukup untuk mu"? tanya nya sambil memberikan ku selembar cek.
aku tersenyum miris" tidak tuan terimakasih" tolakku mengembalikan selembar cek itu.
" jangan menolak, anggap saja ini kompensasi buatmu Krn sudah membuat ku sangat puas" ucapnya.
" tidak tuan, sudah cukup tuan membantu perusahaan suamiku, itu sudah lebih dari cukup" ucapku tanpa ekspresi apapun.
lelaki itu menatap ku, " baiklah.. anggap saja uang ini untuk biaya operasi mu kelak, siapa tau saja kamu mengandung anakku. segera gugurkan aku tidak ingin seseorang perempuan yg bukan istriku mengandung dara dagingku" ucap lelaki itu dengan tegas.
JLEPPP.. bagaikan tersambar petir, ucapan lelaki itu sungguh lebih menyakitkan dibandingkan ucapan Derrel tadi.
aku mengambil selembar cek itu, lalu segera memakai pakaian ku dan pergi meninggalkan lelaki itu, tapi sebelum benar2 pergi aku menoleh ke arahnya " terimakasih tuan, tapi jika nanti aku mengandung bayimu aku tidak akan mengugurkan nya. Krn sangat dosa jika harus membunuh seorang anak yg sama skli tidak berdosa, tenang saja tuan aku tidak akan meminta pertanggung jawaban anda". ucapku sambil tersenyum sinis lalu menutup pintu.
aku berjalan gontai tanpa memakai alas kaki menyusuri jalanan yg sangat sepi, hanya ada beberapa kendaraan yg lalu lalang. hembusan angin menusuk pori pori ku Krn pakaian ku sangat tipis hingga membuat ku menggigil kedinginan
aku mencoba menghubungi Derrel agar ia menjemput ku. namun ternyata handphone nya tidak aktif. " kemana dia" ucapku lalu duduk di sebuah halte bus.
aku melirik kiri dan kanan ku berharap ada kendaraan yg bisa mengantar ku pulang.
namun tiba2 sebuah mobil sport mewah menghampiri ku. aku menautkan kedua alisku bingung siapa pemilik mobil itu dan mengapa ia berhenti tepat di dekatku.
seorang lelaki membuka pintu mobilnya lalu segera menghampiri ku.
DEGG... dia .. dia.. lelaki yg sudah merenggut keperawanan ku, lelaki yg hampir sama jahatnya dengan Derrel.
" ada apa"? tanyaku . " ayo naik, aku akan mengantarmu pulang" ucap nya lalu menarik tangan ku.
aku menepis nya, dan dia menatap ku tajam.
" tidak ada yg pernah menolak ku" ucapnya tegas lalu membuka pintu mobilnya dan mendorong ku membuat kepalaku terbentur.
" Auh..." ucapku memegangi kepalaku.
dia melihat ku lalu mengusap pelan kepalaku yg terbentur tadi namun tak ada satu kalimat pun yg keluar dari mulut nya.
sontak membuat ku terkejut, detak jantung ku berdegup lebih kencang.
akhirnya kami sampa