TTM (Tewas Tertimbun Masa lalu) —Fanfic SasuSaku
Hujan deras mengiringi proses pemakamannya, seakan alam ikut menangisi kepergiannya. Air mata dari seluruh penduduk Konohagakure mengiringi kepergiannya. Rangkaian bunga menghiasi batu nisannya, menandakan bahwa dia sudah diterima di tanah kelahirannya.
Uchiha Sasuke, pemuda keturunan Uchiha yang melegenda karena kekuatan matanya kini sudah menyusul keluarganya yang sudah tenang di alam sana.
Meskipun pernah berkhianat pada tanah kelahirannya, semua orang sudah menerima dirinya kembali dengan baik, bahkan menangisi dirinya ketika gugur di medan perang besar yang terjadi akibat perebutan rampasan perang besar ninja, meskipun dengan perasaan yang tentu saja tidak dapat diungkapkan. Meski begitu semua orang telah merelakan kepergiannya
Semua orang, sepertinya bukan kata yang tepat. Seorang gadis bersurai merah muda dengan mata emerald malah mendekati makam orang yang dicintainya sejak masih di akademi. Dia menangis dan menundukkan kepalanya ke makam tersebut.
Butiran air mata jatuh dengan derasnya dan menyatu dengan tetesan air hujan. Dia menangis dan terus menangis sampai seorang gadis berambut pirang dengan model ekor kuda mendekati gadis itu dengan membawa sebuah payung hitam.
"Sakura,"panggil gadis pirang itu, Yamanaka Ino.
Namun gadis bersurai merah muda itu tidak menjawab dan melanjutkan kegiatan menangisnya.
"Ayo pulang!"ajak Ino.
"Kamu duluan saja Ino!"jawab Sakura.
"Baiklah. Kamu cepat pulang ya!"kata Ino. Kemudian Ino melangkahkan kakinya meninggalkan Sakura sendirian.
"Sakura...,"gumam Ino sambil melangkahkan kakinya keluar dari area pemakaman.
Di sebuah toko, Ino bertemu dengan pemuda berambut blonde dengan tiga kumis di masing-masing pipinya.
"Sakura-chan dimana?"tanya pemuda itu, Uzumaki Naruto.
"Dia masih di pemakaman. Kau tahu keadaan dirinya kan?"kata Ino
"Dia tidak bisa merelakan Sasuke,"sambung Ino.
"Kau benar. Dia mencintai si Teme itu sejak masuk akademi,"kata Naruto.
Di otaknya kini terputar memori saat masuk akademi dan membayangkan bagaimana mata Sakura berbinar-binar saat melihat Sasuke.
"Sayang sekali. Sampai kini Sasuke-kun tidak pernah menyadari hal itu,"kata Ino dengan wajah murung.
"Kau salah Ino-chan. Dia menyadari semua itu"kata Naruto.
"Apa maksudmu?"tanya Ino meminta penjelasan lebih.
"Saat aku bertarung dengan Sasuke. Aku dan dia menyatukan tinju agar aku bisa tahu isi otak jeniusnya itu, "kata Naruto.
"Dia menyadari cinta Sakura-chan. Dia juga mencintai Sakura-chan, tapi dia tidak mau Sakura-chan terjerat ke dunianya yang penuh kegelapan."sambung Naruto.
"Dan dia bahkan berusaha membunuh Sakura-chan agar Sakura-chan membencinya"sambung Naruto lagi dengan wajah yang sulit dipahami.
"Tapi jangan bilang pada Sakura-chan. Aku takut dia tidak bisa merelakan kepergian Sasuke dan membuat keadaannya memburuk"pinta Naruto.
"Aku tahu Naruto"jawab Ino
Kemudian mereka berpisah. Ino membawa makanan ringan yang dibelinya tadi, sedangkan Naruto pergi membawa hasil belanjanya, Ramen Instan.
Mereka pergi ke rumah masing-masing karena sebentar lagi malam. Harusnya mereka bisa menikmati indahnya sunset dari atas tebing pahatan wajah Hokage. Namun karena masih hujan ditambah rasa sedih di hati mereka membuat mereka tak bisa menikmati sunset indah itu.
---------------------------
Malam ini sangat indah, cahaya rembulan menerangi gelapnya malam ditemani ribuan bintang yang sangat indah di angkasa sana. Padahal tadi hujan, tapi sekarang malah menjadi malam yang cerah.
Di sebuah balkon rumah nampak seorang gadis tengah melamun sambil menatap ke arah langit malam. Gadis itu, Haruno Sakura nampak belum bisa menghilangkan kesedihannya.
"Sasuke-kun......"gumam gadis itu.
Mata emeraldnya yang indah kini nampak sembab dan terus mengalirkan butiran air mata. Rambut merah muda seindah bunga kebanggaan negeri mentari terbit itu juga nampak tidak terurus.
Dia terus menangis hingga larut malam dan angin malam yang dingin semakin menusuk kulit. Karena sudah tidak tahan lagi dengan angin malam itu, gadis itu akhirnya masuk ke kamarnya dan bersiap mendatangi dunia mimpinya.
-----------------------------------------------------
Suara burung menjadi alarm yang membangunkan tidurnya. Gadis itu bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi. Setelah itu, dia keluar rumah tanpa sarapan terlebih dahulu. Ketika ditanya ibunya, Haruno Mebuki dia mengatakan sedang tidak nafsu makan.
Dia lalu menuju ke sebuah toko bunga. Dia sengaja tidak pergi ke toko bunga Ino karena dia tahu bakal dihujani 1000 pertanyaan.
Tak lama kemudian dia keluar dari toko bunga itu dengan membawa sebuah bunga krisan putih. Mengingat fungsi bunga itu, bisa ditebak dia mau melakukan apa.
Dia lalu menuju ke area makam dan menuju makam Sasuke. Meletakkan bunga itu diiringi rangkaian doa. Setelah itu dia pergi ke rumah sakit untuk bekerja.
Dia bekerja di rumah sakit sampai malam menjemput. Wajahnya masih terlihat sedih. Seharian dia belum memakan apapun, meskipun hanya sebutir nasi.
Malam harinya, dia kembali berdiri di balkon rumahnya dan menangis sambil menatap langit malam yang kini tidak secerah malam sebelumnya. Setelah tidak mampu bertahan dari angin malam, dia baru masuk ke kamar dan menuju ke dunianya.
Seminggu telah berlalu, namun kegiatan gadis ini masih sama seperti sebelumnya. Dia bahkan hanya memakan sedikit makanan
Tubuhnya kini sangat kurus dan tidak terurus. Keadaan ini membuat kedua orang tuanya sangat khawatir. Namun apa daya ? Sakura seolah mengacuhkan mereka.
---------------------------------------
Esok harinya, tepatnya delapan hari setelah pemakaman Sasuke. Sakura ditemukan tergeletak di makam Sasuke oleh Tsunade, sang Godaime Hokage.
Awalnya Tsunade mengira gadis itu tertidur di makam itu. Namun setelah dicek, dia sangat terkejut mengetahui gadis musim semi itu tidak lagi bernyawa. Dia menangis, murid berbakatnya telah tiada.
Tak lama kemudian, muncul sosok pemuda dengan seragam jounin dengan memakai kacamata hitam menghampiri Tsunade.
"Aoba. Beritahu para penduduk bahwa Haruno Sakura telah tiada. Beritahu juga bahwa pemakamannya dilakukan hari ini juga!"perintah Tsunade.
Awalnya Aoba terlihat kaget. "Baiklah Tsunade-sama."jawab Aoba akhirnya.
-------------------------------
Seluruh penduduk Konohagakure berkumpul. Air mata kembali mengalir, tangisan kembali terdengar, rasa sakit kehilangan seseorang kembali terasa.
"Sakura-chan. Semoga kau bisa bertemu dengan Sasuke disana. Kami tak akan melupakanmu"kata Naruto
"Sungguh ironis. Kenapa kau begitu tega membiarkan kami kehilangan dirimu ? Kenapa kau meninggalkan kami ?"kata Ino dalam tangisannya.
"Selamat Ulang Tahun Sasuke. Aku harap kau bisa bahagia dengan kedatangannya. Aku harap kita semua bisa berkumpul nanti. Sasuke, aku berterima kasih karena kau sudah membuatku sampai disini. Hontou ni Arigatou Sasuke."kata Naruto, air mata mengalir dari matanya.
Hari ini, 23 Juli adalah hari kelahiran Sasuke. Dan kini, 23 Juli juga merupakan hari yang mungkin akan menjadi ulang tahun terbaik bagi Sasuke.
-----OWARI-----
Gimana menurut kalian ? Maaf ya kalau jelek. Ini adalah FF yang pertama kali kutulis pada 23 Juni 2016 di sebuah grup fanfic. Yeah, anggap aja sebuah kenangan :v