dokter menyatakan Elmira Revalina Putri meninggal dunia . Seolah bagaikan runtuhan yang bertubi tubi perasaan penyesalan adrian semakin tinggi. Hanya rasa penyesalan yang ia rasakan sekarang
”va, maafkan aku . Maafkan semua sikap aku yang membuatmu menjadi seperti ini. Aku menyesal va sangat menyesal. Sekarang aku sadar kamu adalah sosok perempuan sekaligus malaikat yang baik mau nerima aku dengan segala kekuranganku, tetapi dengan jahatnya aku selingkuh dibelakangmu dan sampe begini va. Andai waktu bisa diulang lagi aku mau bersujud di hadapan kamu meminta maaf atas kesalahan aku saat ini.” ujar Adrian dengan rasa penyesalan amat panjang.
Setelah bertemu dengan jasad reva yang sesudah terbujur kaku dan di baluti oleh kain putih di atas tubuhnya didalam sebuah ruangan, hanya terdengar suara tangisan yang menghiasi ruangan tersebut. Keluarga, sahabat dan teman-teman reva, serta adrian stevano farenzo pacar reva. Mereka menangis sejadi-jadinya ketika kain putih itu di baluti di tubuh reva. Hanya ada tangisan dan sekaligus penyesalan yang amat dirasakan oleh pihak keluarga, sahabat dan sekaligus pacar reva yaitu adrian. Setelah itu seseorang dokter datang dan menyampaikan sesuatu pesan terakhir reva kepada pihak keluarga.
” oh iya saya juga ingin menyampaikan pesan yang selama ini Reva sembunyikan kalo dia diagnosa yaitu tumor otak atau bisa kenal dengan kanker otak” ucap dokter tersebut.
” reva adalah salah satu pasien kami yang berjuang menyembuhkan dirinya sendiri tanpa meminta kasihan terhadap orang lain. Dia setiap hari datang kerumah sakit ini buat menjalankan kemoterapi untuk mengatasi kanker tersebut menjadi stadium yang lebih tinggi. Reva menyembunyikan penyakit yang cukup parah ini karena ia tidak mau menyusahkan orang-orang di sekitarnya terutama buat pacarnya , jadi saya ingin memberi tahunya sekarang karena tuhan lebih sayang kepada reva. Saya ucapkan turut berbelasungkawa atas kepergian reva yaa” ucap dokter tersebut
” terimakasih banyak dokter sudah berjasa kepada reva, udah mau mambantu reva sampe di titik terakhirnya. Semoga Reva disana sudah tidak merasakan sakit yang ia rasakan dulu ketika masih hidup dan semoga amal ibadah reva diterima oleh tuhan. Terimakasih banyak dokter.” ucap ayah reva yang sangat sedih dan harus ikhlas terhadap anak perempuan pertamanya.
” sama-sama bapak ibu dan semua. Yaudah hanya itu saja yang saya sampaikan. Saya permisi dulu” ucap dokter tersebut dengan senyum yang ramah.
Setelah mengurus semua perlengkapan pemakaman reva tiba saatnya dimana semua orang mengantar kan reva ketempat peristirahatan terakhirnya. Adrian yang selalu menemani jenazah reva dan mengadzani mayat Reva di liang lahat karena reva adalah salah satu anak perempuan pertama dikeluarganya dan atas izin dari ayah reva.
Dalam hati adrian berucap dengan air mata yang berlinang saat melihat jasad orang ia cintai berada di dalam bawah tanah ” reva cantiknya Adrian, maafkan adrian ya sayang sudah membuat kamu menjadi seperti ini. Adrian sangat menyesal va dengan semua ini. Andai adrian tidak melakukan itu dulu reva sekarang masih ada di sini bersamanya. Reva kalo masih ada disekitar sini dengar ya va cinta adrian hanya untuk reva . Perempuan itu memang selingkuhan adrian tapi, dia tidak seperti reva. Dia gabisa ngertiin adrian va. Tenang disana ya cantiknya adrian. See you reva tunggu adrian disana ya”
Setelah kepergian Elmira Revalina Putri setahun yang lalu membuat keluarga masih belum bisa mengikhlaskan kepergian reva. Beberapa minggu yang lalu adek dari Elmira Revalina Putri yaitu Elmira revilina putri kembaran dari elmira revalina putri.
” akhirnya aku tiba di negara ini walaupun aku sangat sedih tidak bisa bertemu dengan kakakku” ucap revi
Dibandara yang penuh dengan banyak orang. Aku pun berjalan menuju pintu keluar untuk mencari keberadaan mobil pribadi milik keluargaku.
” huftt, apakah ayah sama bunda lupa yaa kalo aku datang hari. Mana cuaca hari ini panas banget ishh. ” ucap revi dengan nada sedikit kesal.
Setelah beberapa menit ia menunggu di halte dekat bandaran tersebut, terdengar suara klakson mobil yang arahnya tak jauh dari tempat revi duduk.
” nah dia baru sampe disaat gue udah mulai emosi” ujar revi
Setelah mobil itu berhenti di depan revi, revi pun berucap ” bapak kok lama datang kesininya, revi udh nungguin dari berapa menit yang lalu tau pak.” ucap revi.
” maaf non revi, tadi pas mau menuju kesini jalan raya macet padahal bapak teh udah dari tadi pagi berangkat tapi kena macet. Sekali lagi maaf ya teh revi.” ucap pak yanto, supir pribadi sekaligus kepercayaan keluarga revi.
” yaudah pak revi maafin. Ini juga bukan kesalahan bapak, apalagi jalanan macet jadi revi maklumin. Kalo tadi bukan karena macet revi marah sama bapak.” ucap revi dengan nada sedikit bercanda.
” haha maaf atuh teh sok atuh masuk. Bapak sama ibu udah nungguin dirumah.” ucap pak Yanto
” ayok pak. Revi udah kangen banget sama ayah dan bunda apalagi dengan berita kak reva meninggal membuat revi sangat sedih. Revi harap dengan kedatangan revi di Jakarta bisa membuat ayah dan bunda tidak merasakan kesedihan lagi setelah kepergian kak reva.” ucap revi dengan sedih.
Setelah 15 menit dalam perjalan dan ada kebaikan apa yang kita lakukan macetnya sedikit berkurang kata pak yanto tidak seperti macet pas jalan mau jemput ke bandara dan akhirnya sampe di kediaman rumah yang ia rindukan sejak bertahun-tahun.
” ayah bunda.” panggil revi
” ayah bunda revi udah pulang.” ucap revi dengan nada teriak
” anak ayah sama bunda akhirnya datang juga.” ucap ayah bunda menyambut kedatanganku.
” bunda ayah, revi kangen banget sama bunda ayah.” ucap revi
” bunda sama ayah kangen juga sama revi, gimana keadaan revi di singapura sama kakek nenek, sayang?” ucap bunda
” revi, kakek, sama nenek baik kok bun. Oh iya nenek juga titip salam buat ayah bunda. Waktu pas kak reva meninggal nenek sama kakek terpukul bun sampe gamau makan karna kepikiran sama kak reva.” ucap revi sedih
” kasian kakek nenek vi. Bunda harap dengan semua ini bisa merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.” ucap bunda
” amin bun, semoga tuhan mendengar kan.”
Setelah berbincang dengan ayah bunda, revi pun bergegas masuk kedalam kamarnya dan membersihkan diri untuk makan malam. Sekarang ia berada didalam sebuah kamar yang berisi semua kenangan masa kecilnya dengan reva. Sejak usia 4 tahun reva dan revi dipisahkan dikarenakan kakek nenek mereka yang tidak bisa tinggal di jakarta karena pekerjaan kakek mereka yang tidak bisa ditinggalkan terpaksa mereka berdua harus dipisahkan. Hari-hari revi di singapura sangat indah walaupun harus menahan rindu dengan negara yang dimana ia dilahirkan. Berbanding terbalik dengan reva yang selalu gagal dalam hal. Terkadang sering mendapatkan bentakan oleh sih ayah karena sering gagal dalam pendidikan. Kalo diliat liat revi sangat beruntung dalam berbagai hal mulai dari pendidikan yang selalu peringkat 1, gapernah di bentak oleh ayah, dan memiliki banyak teman. Tapi tidak dengan percintaan, ia sama seperti kembarannya yaitu reva. Kisah cinta mereka ga pernah jauh hampir sama. Ketika merenungin kenangan terindah oleh kakaknya tiba' ada yang mengetuk pintu didepan kamar
” tok tok... Non revi dipanggil ayah sama bunda buat makan malam. Makan malamnya sudah siap non.” ucap pelayan revi
Aku pun membuka pintu itu ” baik bi. Sebentar revi turun yaa.” ucap revi dengan senyuman
” baik non.” ucap bibi yang turun kebawah
Setelah membereskan semua pakaian didalam koper. Revi pun turun kebawah kemeja makan terlihat bunda dan ayah sedang menunggu dirinya di meja makan Dan terlihat pelayan sedikit dejavu ketika melihat revi karna cara jalan dan muka yang sangat mirip membuat oara pelayan sekaligus ayah dan bunda sedikit sedih karna salah satu dari mereka tidak ada disini.
” duduk sayang makanan sudah siap.” ucap bunda dengan senyuman
” baik bunda.” ucapku
” revi besok ikut ayah daftar sekolah yaa. Kamu sekolah ditempat Reva dulu. Gapapa kan, disana tempatnya juga bagus makanya ayah sama bunda dulu masukin reva ke sekolah itu.”
” iya ayah gapapa kok, revi mau ditarok kemana aja revi terima.” ucapku
” yaudah ayah bunda revi mau kekamar dulu. Mau istirahat kan besok revi mau kesekolah baru hihi.” ucapku
” yaudah sayang good night mimpi indah.” ucap bunda
Keesokan paginya, revi sudah siap dan sudah makan pagi bersama. Tiba dimana disekolah SMA negeri 3 Jakarta tempat dimana dulu reva bersekolah.
” sayang kita udah sampe disekolah baru kamu. Ini dulu tempat reva juga sekolah.” ucap ayah
Aku dan ayah terlebih dahulu masuk ke ruangan kepala sekolah. Setelah menyetujui peraturan dan persyaratan disekolah ini, akhirnya aku diterima di sekolah ini. Aku masuk ruangan jurusan yakni ipa.
Setelah beberapa minggu aku bersekolah di SMA ini banyak teman-teman aku dari berbagai jurusan. Dan pada suatu hari teman-teman kak reva mengajakku untuk pergi ke cafe buat berkumpul. Karena memang aku dan teman-teman kak reva udah lama dekat sejak kepindahanku dari Singapura.
” hari ini kita jalan yok vi.” ajak clara
” ayok . Revi mah ayok ayok aja .” ucapku
” yaudah kakak jemput ya nanti dirumah.” ucap clara
” oke clara.” ucapku
Setelah berkomunikasi dengan clara, aku memutuskan untuk mandi karna aku merasa badanku lengket dikarenakan tadi jadwal olahraga di kelasku. Setelah habis mandi aku pun istirahat sebentar. Karena janjian untuk bertemu masih ada 2 jam lagi. pada pukul 6 aku terbangun dari tidurku dan akhirnya aku bersiap-siap.
” haii guyss, sory yaa tdi dijalan macet.” ucap clara
Yaa buat kalian gatau aku dan teman-teman kak reva sudah akrab walaupun umur kita seumuran tapi aku gamau mereka menganggap aku sebagai kak reva karna revi tetap revi kalo kak reva tetap kak reva. Mereka juga sering sekali dejavu ketika bersamaku karna bagi mereka sikapku dan kak reva mirip, apalagi dengan wajah kita yang kembar.
” kalian udah pada pesan belum?” tanyaku
” udah kok, tinggal kalian berdua aja yang belum pesan makanan. Kita semua sudah pada pesan.” ucap elena
” yaudah kalo begitu.” ucapku
Setelah memilih makanan kesukaan masing-masing aku pun izin ke toilet buat benerin jilbab yang ia gunakan
” sebentar yaa aku mau ke toilet, liat jilbab aku udah jelek banget mana rambutnya keluaran.” ucapku
” yaudah sana sok atuh benerin tuh jilbab.” ucap clara
Dan aku pun pergi ke toilet untuk memperbaiki jilbab yang aku gunakan dan menaruh polesan sedikit liptin merah jambu ke bibirku karna sedikit hilang. Setelah habis memakai liptin aku pun bergegas keluar untuk kembali bersama teman-temanku dan disaat aku keluar aku pun ga sengaja nabrak seorang laki laki
” aduh maaf banget saya ga sengaja. Ada yang luka? Biar saya antarkan ke rumah sakit.” ucapku panik
” gapapa, aku gapapa kok. Gausah repot-repot antarin ke rumah sakit cuman kakiku tadi sakit karena kamu injak.” ujar laki laki itu
” hahaha, maaf banget ya emang kakinya gabisa diajak kerjasama.” ucapku dengan nada ketawa
” hadehh, btw nama lo siapa?” ucap laki-laki tersebut
” nama? , Nama saya Elmira revilina putri. Panggil aja revi. Salam kenal.” ucapku
” hayy revi, gue gama. Gama Mahendra Nugroho. Salam kenal juga” ujarnya
” yaudah gam aku pamit dulu udah ditungguin sama teman-teman aku disana.” ucapku sambil menunjuk pada tempat yang ditempati oleh teman-temannya
” yaudah hati-hati kalo jalan entar nabrak lagi.” ucap laki-laki itu dengan kekehannya
” IYAAA makasih udah diingatin.” ucapku
” sepertinya aku kayak kenal dari salah satu teman revi.” ujarnya
” nah kan bener clara anak jurusan ipa sebelah. Ternyata dia teman revi.” ujarnya
Setelah berbincang dengan sosok gama, akupun kembali bersama teman-temanku
” heh lo kok lama sekali sih dikamar mandi vi? Apa kamu sedang bertapa didalam sana?” tanya alexa
” ngadi ngadi ngapain juga aku bertapa didalam kamar mandi iya kalo langsung jadi.” ucapku
” mending kita makan aja yuk, revi udah lapar banget nih.” ucapku
Setelah memakan makanan yang dipesan, berbincang, dan sudah puas dengan semuanya kita semua memutuskan untuk pergi pulang.
” vi, maaf ya aku gabisa antar kamu pulang soalnya aku harus kerumah temanku ambil tugas kelompok.” ucap clara
” yaudah gapapa kok clara. Revi nanti minta jemput supir rumah aja.” ucapku
Memutuskan untuk menunggu supirnya datang ternyata membuat revi kecewa karna kata pak yanto mobil yang di pake ban bocor dan harus menunggu beberapa jam. Revi sangat takut apalagi dengan keadaan jalanan cafe tersebut mulai sepi dan sunyi tak ada satu pun orang lewat. Tiba-tiba ada sebuah motor hitam yang menghampirinya dipinggir jalan. Dengan keadaan takut Revi pun mulai menangis karna laki-laki yang tepat didepannya itu menggunakan baju hitam karna menurut revi biasanya orang pake baju hitam malam-malam gini penggoda tante girang. Revi pun mulai menangis.
” jangan mendekat kamu. Kalo kamu mencoba-coba mendekati saya, saya akan teriak disini biar semua orang datang dan mukulin kamu.” ucapku. Tanpa ada kata suara yang keluar laki-laki itu mendekatiku dan yaaa aku menangis sejadi-jadinya
” hiksss...hikss ayah bunda revi takut. Jemput revi disini.” ucapku dengan suara tangisan seperti seorang anak yang tidak dibelikan jajan oleh orang tuanya.
” hey ... Heyy kamu ngapain nangis sih orang ini aku .” ucap laki-laki itu sambil membuka jaket dan helm yang ia gunakan.
” coba kamu liat aku siapa. Kamu jangan ngira aku penculik yaa.” ucap laki-laki itu
Aku pun membuka mataku yang aku tutupi dengan kedua tangan mungilku ” g-gama... Hikss gam aku takut disini. Ga ada orang gelap gam.” ucapku sambil memeluknya tanpa sadar ” Aku kira kamu tadi penculik kayak di drakor drakor gitu makanya tadi aku nangis.” ucapku dengan nada menangis
” aneh banget lo, gue dikata penculik. Kamu juga disini ngapain? Ini uda jam berapa sekarang kamu ga pulang? Ini udah tengah malam revi ngapain sendirian disini, kmu tuh cewe entar kalo di lo digodain sama pria-pria brengsek disini gimnaa? ” ujarnya dengan penuh pertanyaan
” a- aku disini lagi nungguin supir aku gam. Kata supir aku disuruh tunggu sebentar soalnya ban mobil aku kempes jadi aku disuruh tunggu disini dan sampai sekarang dia belum datang juga hikss...hikss.” ucapku
Tanpa sadari gama memelukku dengan erat dan berbisik di telingaku ” yaudah yaa disini ada aku kamu tenang. Kamu gapapa sekarang aku ada disini. Sekarang tenangin pikirannmu dan atur napasmu ya.” ucapnya
Setelah mendengar perkataan gama akupun mengikuti perkataannya dan lama kelamaan napasku udah mulai teratur.
” gimana sekarang udah tenang? Kalo sudah tenang ayok aku antar pulang.” ucapnya
” iyaa gam aku udah sedikit baikkan. Kamu mau antar revi pulang?” ucapku
” iya ayok ini udah malam ga baik buat cewe disini entar di culik sama penunggu disini.” ucap gama dengan kekehannya
” lap dulu air matamu entar aku dikira apa-apain anak orang lagi. ” ujarnya
” iyaa.” ucapku
Dan aku pun mengikuti perkataannya gama untuk naik ke atas motornya. Dengan susana dingin dan sunyinya jalanan membuatku semakin takut.
” kamu kedinginan?” ucapnya
” ga kok gam. Aku ga kedinginan.” ucapku. Aku tersadar ketika tanganku diambil oleh gama dan ” ini kamu bilang ga revi.” dengan suara sedikit nyaring
Dan habis memegang tanganku tiba-tiba gama berhenti di pinggir jalan ” gam ngapain kita berhenti?” tanyaku
Gama tidak menjawab pertanyaan ku mau tidak mau aku pun harus ikut turun.
” ini pake jaketku. Nanti kamu masuk angin revi. Angin malam ga baik buat kamu.” ucapnya
” terus kamu gimana? Ini kan jaketmu gam. Nanti kamu kedinginan masuk angin gimana?” tanyaku
” kamu gausah mikirin aku yang terpenting dirimu sendiri yang kamu harus lindungi.” ucapnya
Setelah drama memakai jaket aku dan gama pun melanjutkan perjalanan menuju kerumahku. Dan setelah 15 menitan diperjalanan akhirnya tiba juga di rumah
” revi bangun, ini kita udah sampai di rumah kamu.” ucap gama
” ehmm, bener kah gam? Yaudah Terimakasih banyak ya gam uda antar revi sampai rumah. Kalo tadi gama entah apa yang terjadi selanjutnya.” ucapku
” iya sama-sama. Yaudah masuk gih jangan lupa cuci tangan, muka, gosok gigi, dan jangan lupa sebelum tidur berdoa biar mimpi indah. Good night revi.” ujarnya
” makasih gam. Kmu juga jangan lupa gitu juga.” ucapku
Gama membalas perkataan ku dengan senyum manisnya. Setelah aku menunggu gama sudah sedikit jauh dari perkarangan rumah, aku memutuskan masuk dan menuju kamar untuk membersihkan diri mulai dari cuci kaki, cuci muka, gosok muka dan menggunakan skincare. Disaat aku ingin melelapkan mataku tiba-tiba ada notifikasi hp masuk dan aku pun mencoba membuka notifikasi itu. Ternyata ada sebuah nomor yang tidak aku kenal mengechat diriku. Aku pun bertanya kepada orang yang mempunyai nomor itu. Ternyata nomor itu milik seorang pria yang menyelamatkan aku ketika di pinggir jalan dan mengantarkan aku pulang yaitu Gama Mahendra Nugroho. Aku pun terheran-heran kenapa dia bisa mendapatkan nomor ku ditengah malam sunyi seperti ini.
” kamu mendapatkan nomorku dari mana gam?” ucapku
” aku mendapatkan nomor ini dari salah teman akrabmu yaitu clara. Clara adalah teman SMA ku di jurusan yang sama. Dia anak jurusan ipa sebelah. Oh iya kamu itu pasti dari sekolah sma negeri 3 dekat stadion gbk kan?” ucapnya
” lo kok kamu tau aku sekolah di sma 3 dekat stadion gbk. Clara kasih tau kamu ya gam?” ucapku
” iya clara memberi tahu ku awalnya dia terkejut karena aku kenal sama kamu. Tadi juga aku sempat marahi dia karena udah ninggalin kamu sendirian didepan cafe tengah malam. Dia minta maaf dan merasa bersalah kepada mu Revi.” ujarnya
” yaudah kalo begitu kamu istirahat ya vi, besok kan kamu harus sekolah nanti bangunnya kesiangan lagi. Good night revi mimpi indah.” ucapnya
Dan setelah percakapan itu, aku memutuskan untuk tidur karena ini sudah sangat larut malam aku takut besok pagi aku ga bisa bangun pagi. Jadi aku memutuskan untuk tidur. Keesokan harinya dipagi yang cerah dan matahari terik yang sangat indah dan didalam ruangan kelas yang begitu rame , aku pun terduduk di kursi ku dengan rasa ngantuk dikarenakan tadi malam aku bisa tidur jam 1 malam
” revi, lo kenapa kok kayak orang gapunya semangat hidup?” tanya salah satu teman kelasku
” ah iya aku tadi malam gabisa tidur, karena aku baru bisa tidur jam 1 malam jadinya sekarang ngantuk banget.” ucapku
” oalah begadang toh, yaudah tidur sebentar aja kamu. Ini mata pelajaran pertama gurunya ga ada jadi jamkos.” ujarnya
” hahhh? Yang bener kamu kita ga belajar biologi kan?? Akhirnya ya tuhan .” ucapku dengan nada berterimakasih
” iya katanya ketua kelas dia lagi sakit makanya jamkos.”ujarnya
Setelah akupun tertidur selama jam pertama habis. Setelah pelajaran biologi aku pun bangun karena gurunya datang. Sehabis pelajaran sejarah aku pun dan teman-teman ku pergi ke kantin untuk istirahat. Disana kita belanja dan sambil bertukar cerita. Buat alexa dan elena dia beda jurusan dengan aku. Mereka berdua di jurusan ips tapi beda ruangan sedangkan aku jurusan ipa yang jelas beda gedung dengan mereka, jadi kita bertiga jarang bertemu dikarenakan beda jurusan. Kalo pun aku bertemu dengan mereka itu karna ketidak sengaja bertemu di kantin atas atau juga aku sering ke kelas mereka untuk berkumpul dan bermain bersama. Setelah istirahat selesai akhirnya kita masuk dan melanjutkan pelajaran selanjutnya. Dan istirahat kedua waktunya untuk sholat Dzuhur bersama. Sehabis solat Dzuhur bersama bel berbunyi dan pertanda untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya dan tiba dimana bel pulangan berbunyi.
” akhirnya bel pulangan berbunyi, entah kenapa hari ini sangat melelahkan bagiku. Dari panas dan kegiatan sekolah yang membuat ku badmood mendadak.” ucapku
Aku pun bergegas simpuli barang-barangku ke dalam tas dan aku pun dengan teman-teman sekelas serta guru yang mengajar berdoa bersama untuk keselamatan saat pulang. Setelah berdoa bersama kita pun keluar dari ruangan kelas dan adapun sebagian Teman kelasku harus piket karena itu sudah jadwal mereka piket hari ini. Aku pun bersama salah satu teman sebangku ku yaitu Feby menuruni tangga sekolah menuju parkiran untuk menunggu jemputan. Dan ketidaksengajaan aku bertemu dengan Alexa di salah satu pos satpam di dekat pagar sekolah dia sedang menunggu jemputannya yang tak kunjung datang.
” eh Revi kamu udah dijemput belum?” tanya Alexa kepada diriku
” udah kok xa supir aku udah nungguin di luar tuh aku duluan ya bye bye.” ucapku
Setelah di dalam mobil aku pun merasakan hal yang sangat menyenangkan dikarenakan aku bisa rebahan di dalam mobil dan bisa kayak AC karena kan cuaca hari ini sangat panas dan aku pun membuka room chat yang bertuliskan nama gama. Ternyata kamu berapa jam yang lalu menanyakan kabarku karena HP yang aku bawa itu harus dikumpulkan ke ketua kelas untuk ditaruh di sebuah loker HP yang dikhususkan oleh pihak kelas. Karena aku tahu juga kalau si gama ini masuk sekolah itu pada siang hari jadi dia sempat memberikan aku kabar.
” Revi kamu lagi sekolah ya, semangat sekolahnya jangan nangis terus kalau kamu nangis nanti kamu dibuang ke laut sama teman-temanmu jadi semangat sekolahnya.” isi dari room chat gama
Dalam hati aku pun berkata ”ih lucu banget sih ini manusia satu dia masih sempat-sempatnya menyemangati orang sekolah buat kamu tetap semangat sekolah.” ucapku dalam hati.
Dan aku pun membalas chat dari kamu itu itu adalah ”terima kasih banyak udah menyemangati aku hari ini buat kamu tetap semangat, jangan jadi penculik tengah malam apa lagi suka pakai jaket hitam persis deh seperti penculik di drakor.” ucapku
Dan pada akhirnya aku pun telah sampai di dalam kawasan rumah. Aku pun bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju kamar untuk mandi karena hari ini cuacanya panas sekali dan membuat tubuhku menjadi lengket dan bau. sehabis aku selesai mandi aku pun turun ke bawah untuk kemeja makan dan aku melihat bunda sedang membantu para pelayan di dapur memasak.
” eh non Revi silakan duduk non Ibu lagi mempersiapkan hidangannya dan sebentar lagi makanannya datang.” salah satu pelayan di rumahku
Dan baru saja dipersilakan duduk bunda dan beberapa pelayan datang membawa makanan untuk ditaruh di atas meja. Aku dan bunda menyantap makanan itu dan ayah datang selepas habis maghrib dikarenakan tugas kantornya yang begitu banyak sehingga membuat dia harus lembur kerja. Aku pun berbicara mengenai hari ini kepada bunda dan bunda pun mendengarkan ceritaku. Selesai habis makan aku pun minta izin kepada bunda untuk kembali ke kamar dikarena kan aku mau mengerjakan salah satu pekerjaan sekolahku yang harus dikumpul besok. Saat aku mengerjakan tugas sekolah tiba-tiba ada sebuah notifikasi masuk ke dalam hp-ku yang bertuliskan gama
” gimana hari ini vi, baik atau tidak?” ujarnya
” Alhamdulillah baik kok ga terlalu bruntal sih wkwk.” ucapku ketika membalas chat gama
” syukur dehh ” ucapnya
Sejak hari dimana aku diantar pulang oleh gama aku pun mulai nyaman dengan dia. Hari-hari kita selalu lewati dengan adanya status. Hingga pada suatu hari gama menyatakan hatinya kalo dia sayang sama aku .
” revi, aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?.” ucapnya
” iya gam ngomong aja.” ucapku lewat saluran telepon dan nyemil jajanan yang aku beli
” revi. Aku udah terlanjur nyaman dan sayang sama kamu vi. Aku gama yang dulu suka ajak kamu bercanda sampai bercerita tentang impian kamu. Tapi karena suatu alasan kamu kehilangan semua ingatanmu Revi. Waktu aku mendengar kabar bahwa kembaran kamu sih reva meninggal aku sedih banget dan disaat itu juga aku mendengar kabar bahwa kamu harus pindah ke Jakarta karena sudah waktunya kamu bersama orang tua kamu. Setelah dari kabar itu aku pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan masuk ke salah satu sekolah yang disitu juga temannmu tempati. Kenapa aku gamau satu sekolah sama kamu? Karna aku ga mau buat kamu risih vi. Aku gamau buat kamu menjauh dari aku. Selama ini aku selalu mengawasi kamu dari jarak jauh hingga saat kemarin aku benar-benar bersama kamu.” ujarnya
” ternyata kamu selama ini yang menjadi bayangan di setiap ingatanku gam? Apa kamu benar-benar mencintaiku seperti omongan yang kamu katakan tadi.” ucapku
” lebih dari omongan yang aku katakan tadi revi. Aku ingin kamu selalu bersamaku. Aku gamau kamu menangis dan membuang air matamu itu cuman karna aku. Aku ga mau itu terjadi vi. Udah saatnya kita kembali bersatu lagi revi. Untuk saat ini aku benar-benar gamau kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Apa kamu mau mau bersamaku lagi revi melewati semua masalah bersama-bersama. Dan aku janji tidak akan meninggalkan atau selingkuh dibelakangmu.” ujarnya
” hiks..hikss gam aku takut apa yang dulu kak reva rasakan nanti aku rasakan. Aku gamau entar aku kecewa sama kamu. Aku tipe cewe kalo udah kecewa gabakal mau nerima lagi apa lagi untuk percaya.” ucapku
” aku akan melawan rasa kecewa mu revi ketika suatu hari nanti itu terjadi dan aku kembalikan kepercayaan mu seperti sedia kala. apa kamu bersama ku revi?” Tanyanya
” i-iyaa gam aku mau tapi kamu harus janji jangan pernah menyepelekan hal-hal yang menurut kamu itu kecil.” ucapku
Setelah beberapa hari menyatakan perasaan bahwa dirinya selama 4 tahun menyukai sosok Elmira revilina putri. Gama sangat senang. Semua hari ia lewati bersama dengan wanita yang ia sayang. Semua rencana dari mulai kuliah dan sebagainya mereka rancang. Hingga pada akhirnya tepat di 3 bulan menjalani hidup sebagai pasangan kekasih tiba-tiba gama menelepon revi untuk membicarakan sesuatu hal yang penting. Dan disaat itu revi masih tengah sibuk menyetrika jilbab yang ia nanti kenakan buat besok sekolah.
” revi aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?” ucap gama
” bentar ya gam aku lagi nyetrika jilbab buat besok.” ucap revi
” oke kalo begitu kalo udah kabarin yaa.” ujarnya
Setelah habis menyetrika jilbab yang dipake buat sekolah akhirnya aku memutuskan untuk selesai dan menelpon gama karena sejak tadi dia meneleponku dan tepatnya gama menelepon ku lagi.
” hallo gam. Kamu mau ngomong apa sok atuh bilang.” ucapku
” revi aku mau ngomong sesuatu tapi aku takut vi.” ujarnya
” ngomong aja gam, aku gapapa kok.” ucapku
” revi aku minta maaf vi. Aku gagal menjadi pasangan yang baik buat kamu vi. Aku melanggar semua janji ku vi. Gama minta hari ini kita selesai ya vi. Gama minta maaf.” ujarnya
” its okeyy gam. Revi juga ga terlalu berharap lebih dalam sebuah hubungan karna menurut revi semakin kita sayang sama orang, orang itu tidak akan bisa bertahan sama kita gam. Revi percaya adanya people on go karna semua orang berhak datang dan pergi. Jadi gama gausah khawatir yaa. Revi ga marah kok gam. Malah revi takut kalo orang stay sama revi dalam keadaan waktu yang cukup lama. Gama jaga kesehatan ya disana. Disaat revi gaada disamping gama, gama harus tetap sehat. Gama jangan lupa makan, jangan terlalu ngegame mulu, terutama merokok gam. Gama boleh kok merokok sepuas gama mau tapi ingat paru-paru gama juga butuh hidup seperti paru-paru yang lainnya. Kasian gam dia udah bertahan hidup sampai sejauh ini. Gama juga jangan suka begadang larut malam sampai terkadang ga tidur. Jangan suka makan-makanan yang pedas ya gam kalo ga mau perutnya sakit lagi. Dan satu lagi revi minta jangan kebanyakan minum kopi apalagi saat belum makan. Kasian perutnya entar sakit. Ingat gam kesehatan itu jauh lebih mahal dibandingkan rumah bermiliar-miliar. Tetap bahagia gamanya revi karna senyuman yang terpancar dari wajah gama sangat berarti buat revi. Bayangan Revi selalu ada disamping gama.” ucapku
Dengan kata demi keluar untuk mengucapkan kalimat perpisahan membuat revi semakin sedih dan kata terakhir yang ingin diucapkan Revi adalah ” gama apa aku boleh menuliskan cerita kisah kita di buku selanjutnya ” ucapku dengan kalimat terakhir itu
Dengan kekehan serta suara yang menahan nangis diluar telpon sana gama berucap ” silahkan revi. Gama akan menunggu cerita itu menjadi sebuah buku tentang kita berdua.” ucap gama dan ini lah akhir segalanya buat revi dan gama.