WARNING!!
21+☝️🔥
"Lepaskan.. siapa kalian, aku di mana!" Teriak Syafira.
"Diam!.. kalau tidak, besi tajam ini akan memberimu pelajaran" ucap Devidson El Barack.
*
*
Devidson El Barack adalah seorang pengusaha muda. Devid memiliki paras yang sangat tampan karena blasteran dari ayahnya yang merupakan orang barat dan ibunya orang Asia. Ia sukses di usianya yang ke 25 tahun. Devid seorang anak tunggal dari seorang wanita pengusaha kenamaan. namun dibalik itu semua ia memiliki masa lalu yang menyedihkan.
Laras (Ibunya) bunuh diri karena kedapatan ayahnya telah berselingkuh dan menikahi seorang wanita panggilan yang memiliki satu anak perempuan. wanita tersebut adalah mantan kekasih Ayah Devid di masalalu. Devid begitu membenci ayahnya dan mengusir ayahnya dari rumah megah mereka. Devid lebih memilih tinggal bersama kakek dan neneknya. Devid adalah satu satunya pewaris tunggal dari ibunya yang kaya raya.
Ibu Devid wanita yang begitu cerdas dan terkenal maka dari itu, ia begitu di kagumi dan di hormati oleh kalangan pebisnis. menjadi wanita karir membuatnya sibuk bahkan jarang ada waktu berduaan dengan ayah Devid. meski sibuk, ia selalu dekat dengan putra semata wayangnya (Devid)
Dengan adanya perselingkuhan suaminya, ia begitu hancur, malu dan harga dirinya jatuh berkeping keping. banyak sekali wartawan meliputnya semakin membuatnya merasa terpojok hingga tak kuasa menahan kesedihannya hingga memilih jalan pintas untuk mengakhirinya.
Devid kecil orang pertama yang mengetahui bahwa ibunya berlumuran darah di bathube. sebelum meninggal ibu Devid telah banyak bercerita dengan ketidak kuasanya yang terjadi antara dirinya dan ayah Devid. ibunya sempat meminta maaf dan memeluk erat Devid yang terakhir kalinya di malam itu. Devid tak menyangka bahwa malam hari itu adalah malam terakhir ia bersama ibunya. ibunya selalu berpesan, bahwa ia harus bisa menjadi seperti ibunya. ia tak akan membiarkan ayah Devid yang menguasainya. apalagi ia telah berselingkuh dan menikah diam diam dengan mantan pacar terdahulunya.
Devid dewasa begitu masih sangat membenci ayahnya. bahkan hingga ayahnya meninggal pun ia tetap tidak peduli untuk menemuinya. sangat miris memang, namun apalah daya jika rasa sakit dan dendam itu masih menjalar hingga ia dewasa.
Setelah sepeninggalan ayahnya beberapa tahun lalu. kini giliran pembalasan dendam Devid kepada Ibu sambung dan saudari tirinya (Syafira). kehidupan keduanya begitu miris, ibu Syafira memiliki riwayat penyakit cancer paru paru basah dan sementara Sayafira 18 tahun bekerja di Restaurant cepat saji. untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan pengobatan ibunya tidaklah cukup. hingga membuat Syafira mencari pekerjaan sampingan hingga larut.
***
Frans adalah salah satu orang kepercayaan Devid. bisa di sebut sebagai kaki tangannya. apapun yang di tugaskan Devid, Frans tidak pernah menolaknya.
"Frans, apa kamu sudah menemukan wanita tua dan gadis tersebut?" tanya Devid kepada Frans.
"Belum tuan Devid. kabarnya wanita tersebut dan putrinya berpindah tempat setelah sepeninggalan tuan besar"Jawab Frans.
"Cepat!.. temukan, pasti mereka tidak jauh dari lingkungan tersebut".
"saya mendengar kabar jika putrinya bekerja di Restaurant cepat saji tuan. ia bekerja pada pagi hari hingga sore hari, lalu berlanjut pada malam harinya ia bekerja di kelab malam sebagai peracik minuman tuan".
"Kerja bagus. selidiki dengan benar, jebak dia, lalu sekap".
"Baik, segara tuan Dev. malam ini saya akan berusaha mendapatkan gadis tersebut".
"hati hatilah jangan gegabah apalagi memaksanya. pakailah orang dalam, gunakan kecerdasanmu Frans"
"Baik tuan" ucap Frans.
____________
KELAB MALAM
Sesampainya di kelap malam Frans segera masuk gedung tersebut dan mencari Syafira. ia bertanya beberapa teman satu profesi dengan Syafira. tak butuh waktu lama Frans dapat menemui gadis tersebut.
"Hey!.. nona, satu gelas dan satu botol *** untukku" pinta Frans kepada Fira.
Fira mengangguk tanpa ragu ia melayani Frans meracik minuman dan menyodorkan gelas tersebut. semua tamu yang datang ia perlakukan seperti tamu pada umumnya. sama dengan tamu lainnya tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun kepada Frans.
"Nona kecil, larut seperti ini kenapa kau masih bekerja. apakah orang tuamu tidak memberimu makan? tidakkah khawatir dengan anak gadisnya? berapa usiamu?" Frans terus bertanya kepada Syafira.
"Apa urusanmu mengenai hidupku?" gadis tersebut menjawab ketus tanpa menjawab satupun pertanyaan dari Frans lalu meninggalkan Frans begitu saja.
"Hey!.. aku hanya bertanya, dasar gadis yang sombong" Frans memiringkan senyumannya kepada gadis tersebut sambil menggoyangkan gelas yang berisi minuman.
Frans begitu penasaran dengan Syafira, mengapa Devid begitu ingin sekali menculik gadis biasa tersebut yang tampak tidaklah istimewa jika di bandingkan pria sekelas Devidson El Barack. apalagi dari segi pekerjaan dan tampilan.
Berselang 1 jam saatnya Frans melancarkan aksinya hendak menyekap dan membawa kabur Syafira.
"Aaargh!... tolong pelayan antarkan aku ke mobil, kepalaku sungguh berat" Frans mengedipkan mata kepada salah satu teman pria Syafira. sebelumnya Frans dan teman satu pekerjaan dengan Syafira telah bersekongkol agar Syafira mau mengikutinya menuju mobil Frans. jumlah uang yang di berikan kepada teman Syafira pun nominalnya tidaklah sedikit.
Teman lelaki Syafira menyuruh Sayafira Dengan dirinya memapah dan membawa Frans menuju mobil. ketika sesampainya di mobil sungguh naas, justru Syafira di bekap dan di bius oleh Frans dan di dampingi beberapa orang lainnya. karena pengaruh bius, hingga Syafira tidak sadarkan diri untuk sementara waktu.
Setelah dimasukin ke mobil, kaki dan tangan Syafira di ikat, mata di tutup dengan kain dan mulut di tutup oleh lakban. setelah Syafira menyadarinya ia telah duduk di bangku tidak dapat bergerak, berbicara dan melihat.
______________
TEMPAT RAHASIA
"Cepat!..ayo, angkat gadis tersebut. dudukkan ia lalu ikat lagi. sebentar lagi tuan Devid akan datang" perintah Frans kepada orang orangnya.
Ciiiiitttt... suara mobil
Devid menghentikan mobilnya dan menuju keruangan dimana Syafira di sekap. ia tak sabar segera ingin menemui gadis tersebut. rasa benci dan dendamnya kepada ibu Syafira pun semakin memuncak dikala benar benar bahwa ia telah menemui saudari tirinya yang tak lain adalah putri dari seorang wanita penghibur yang telah merebut ayahnya dari Devid dan ibunya. dulu Syafira masih kecil tapi kini telah menjelma menjadi seorang gadis. sudah sepantasnya Devid saatnya membalaskan dendam untuk ibunya yang telah meninggal secara tragis.
Prok!..
Prok!..
Prok!..
Tepuk tangan Devid menyambut kedatangan Syafira.betapa bahagianya Ia telah berjumpa kembali dengan adik tiri yang begitu amat di bencinya.
"Setelah beberapa tahun lalu akhirnya kita berjumpa lagi saudari tiriku. Bagaimana kabarmu selama ini?" Ucap Devid menyambut pertemuannya dengan Syafira.
"Mmmm...mmmm" teriak Syafira yang mana mulutnya masih Tertutup lakban.
Kraaaaak!... Devid membuka lakban Syafira.
"Siapa kamu?!... ka...ka ..kamu siapa, lepaskan aku!! hig...hig...hig..." teriak Syafira yang tengah ketakutan dan menangis karena waktu telah menjelang pagi. ia mengkhawatirkan ibunya yang sedang sakit parah sendirian dirumah.
"Apa... saudari tirimu? tolong buka ikatan di mataku, aku ingin melihatmu dan siapa kamu sebenarnya?".
"Baiklah, semoga kau tidak pura pura lupa dengan kenangan beberapa tahun lalu".
apakah maksudmu? Apa kau putra ayah Barack? tolong bebaskan aku kak,aku mohon ibuku sedang sakit" pinta Syafira.
"Apa kau pikir aku tidaklah merasakan rasa sakit yang lebih dari ibumu yang jal*Ng itu hah?!. Aku merasakan hal itu Hingga belasan tahun lamanya Fir!".
Plaaaak!..
tamparan mendarat dipipi Syafira.hingga pipi putihnya menjadi kemerahan di sertai tangisan Syafira yang begitu ketakutan.
"Arghhhh... sakit! pria macam apa kau ini, dasar pengecut tidak tahu malu. bahkan kau tega menampar seorang wanita!" teriak Syafira.
"Wanita? Wanita mana dulu yang pantas di perlakukan dengan baik. Kau itu hanya anak seorang wanita Jal*Ng bukan? lihat foto itu, lihatlah baik baik Syafira!.. dulu mereka adalah keluarga yang utuh dan sempurna" Devid membuka kain lukisan keluarganya dengan penuh amarah.
"Namun semua itu telah hancur seketika karena ulah seorang wanita mu***an!.. dia adalah Ibumu" Devid menunjuk Syafira penuh kemarahan.
"Ibumu merebut semua yang ku miliki, bahkan ayah kandungku sendiri melupakan putra kandungnya, istri sahnya demi merawat wanita mur*han dan putri sambungnya".
"Jaga ucapanmu!.. ibuku tidak seperti yang kau tau Dev, Hig..hig..hig.. kumohon biarkan aku menjelaskannya. kita bisa berbicara baik baik" timpal Syafira.
Criiiiing!..
Sebuah sebilah benda tajam Devid todongkan di depan mata Syafira. Hingga membuatnya mendelik ketakutan. Devid mengusap benda tajam tersebut lalu memainkannya di sekitar area leher Syafira. Tak ayal membuat Syafira begitu sangat ketakutan melihat ujung benda yang runcing mengkilat dan sangat dingin menyentuh di setiap bagian permukaan kulitnya.
Craaak...Craaaak... Pisau tajam telah menyobek baju yang Syafira kenakan di beberapa bagian area dada dan tangan.
"Arghhhh...kau dasar lelaki gila!!.. lepaskan aku!!.." teriak Syafira. yang mulai terekspos bagian dekat area sencitifnya.
"Ha ha ha! aku belum banyak bercerita kau sudah begitu ketakutan Ciiiih..." Devid tengah menikmati perannya untuk memulai menyiksa Syafira dengan gusar.
"Berapa harga keperawananmu Syafira? Apakah sama dengan ibumu Mirna?" Devid mendekati wajah gadis mungil tersebut sambil menjambak rambutnya hingga mendongak keatas.
"Awwww....Arghhh sakit! dasar pria sikopat gila!.. lepaskan aku".
"nyawa dibayar nyawa, harga diri dibayar oleh harga diri dan kehilangan harus di bayar dengan kehilangan pula" Devid memainkan benda tajam tersebut hingga membuat Syafira bergidik. benda tersebut begitu dingin dan sesekali melukai kecil di bagian kulitnya.
"Aku mohon kak!.. apa salahku, tolong kita masih bisa bicarakan baik baik kak Devid" mohon Syafira dengan ibah.
Devid menyalakan api di ujung kertas dan menyalakan sebatang rokok, lalu Ia hisap dan membuangnya di depan Syafira. ia sejenak menghentikan aksinya. ia begitu bahagia melihat Syafira begitu ketakutan.
Hufff..
fuuih...
Devid memainkan asap tersebut di wajah Syafira hingga membuatnya batuk karena kesulitan bernafas.
Uhuk!...uhuk!..
Syafira begitu membenci asap tersebut.
Karena Ia juga memiliki riwayat Asma.
"Apa jaminanmu untuk berbicara baik baik denganku Syafira? apakah dengan tubuhmu?. meskipun kau adik tiriku tetapi aku tidak pernah mengakui itu. kau adalah musuhku dan kini adalah mangsaku" ancam Devid dengan tatapan tajam bag singa mendapatkan mangsanya.
seketika Syafira menggenggam tangannya penuh kemarahan. namun apa daya karena tangannya terikat kuat.
"Apa maumu? sekali lagi aku tanya, apa maumu dan tujuanmu mengapa kau menyekapku begini!" teriak Syafira seraya menggertakkan gigi giginya dengan penuh kemarahan.
"Untuk sebuah pembalasan dendam atas ibuku, dan kau sebagai tumbal atas kelakuan ibumu dimasalalu" bisik Devid.
"Mainkan tubuhmu adik tiriku, maka separuhnya akan infas" bisik Devid tepat di telinga Syafira dengan menatap tajam penuh gairah dan dendam. hingga membuat Syafira bergidik.
"Breng sek sekali kau Devid!".
"Ya! Aku memang breng sek dan semua itu karena Ibumu".
"Kau salah paham, ibuku tidak merebut Ayahmu! Tetapi Ayahmu yang terus mengejar Ibuku".
"Omong kosong apa itu? Tidak ada Riwayat seorang pria kaya raya dan terkenal menggilai perempuan Mura Han".
"Cukup Devid! Cukup!" Teriak Syafira.
"Oh,ya.. Aku dengar ibumu tengah menderita dengan penyakitnya. bukankan itu hukuman yang telak untuknya? bagaimana jika aku tambah dengan penderitaan putrinya ha.. ha.. ha..
"Aku ingin bagaimana ekspresinya ketika mengetahui bahwa putrinya tidak pulang semalaman. justru pulang dengan keadaan tidak suci lagi, mungkin akan sama seperti dirinya di masalalu bukan? lalu melanjutkan pekerjaannya di tempat hiburan malam, setelah itu mencari pria kaya raya dan tak peduli bagaimana cara ia mendapatkannya" bisik kembali Devid di telinga Syafira.
Perlahan Devid terus membuka kancing baju Syafira satu persatu. lalu mengunci ruangan kamar tersebut.
Syafira sudah betul betul sangat marah dan benci atas situasi tersebut. hingga ia meludahi Devid.
Cuiiiiiih... Syafira meludahi Devid.
"Sial.. Diam!.. berhenti meludahiku. jangan melawanku jika kau tidak mau celaka" Devid meremas rahang dan mulut Syafira dengan ukuran tangannya yang besar.
"Argh!.. lepaskan ikatanku" Syafira berteriak kembali.
"Diam!.. bertahun tahun Fira, aku harus menanggung penderitaan dan dendam hingga kini. jika bukan ulah ibumu mungkin aku tidak akan seperti ini. Aargh kepar*t!.
Braaaak!...
Devid menggebrak sebuah meja kecil.
ia begitu membenci situasinya sendiri. ia membenci pengkhianatan ayahnya namun ia sungguh tak sampai hati jika merusak seorang gadis. apalagi gadis tersebut adalah adiknya sendiri walaupun hanyalah Adik sambung. namun jika ia tidak membuat gadis tersebut hancur. ia tidak akan puas dengan rasa sakit yang selama ini ia pendam.
perlahan Devid semakin mendekati Syafira. tanpa aba aba ia menyiram begitu saja ke tubuh Syafira Dengan setengah botol Wine. seketika membuat Syafira terkesan seksi hingga membuat Devid terbelalak melihat tubuh Syafira.
"Kau lebih seksi seperti ini Fira" bisik Devid seraya menjulurkan tangan nakalnya dan menyusup ke area perut dan dada Syafira
"Jangan kak Devid, tolong jangan lakukan ini. Aku mohon kak hig..hig..hig.." Syafira memohon agar Devid tidak berbuat lebih kepadanya.
"Arghhh..sialan! Jangan panggil aku kakak. Aku bukan kakakmu!" Devid mengacak rambutnya karena frustasi dengan ucapan Syafira karena memanggilnya kakak yang membuat hati Devid tak tega dan hampir menggagalkan rencananya.
Meskipun tujuan awal Devid untuk membalas dendam, nyatanya ia begitu kasihan dan hancur. melihat gadis tersebut menangis ketakutan dan memohon. ia merasa menjadi pria paling Breng**k di dunia karena tega hendak nemper**sa adiknya sendiri meskipun hanyalah adik karena pernikahan ayah Devid dan ibu Syafira. namun disisi lain ia ingin ibu Mirna hancur sehancur hancurnya seperti yang di alami ibunya dahulu.
perlahan lahan Devid membuka ikatan Syafira satu persatu. disaat itu justru kesempatan emas Syafira untuk berusaha mencari celah untuk kabur.
klak..klak..klak.. Syafira berusaha membuka pintu yang telah di kunci.
"Aargh sial!.. dia menguncinya" gumam Syafira.
"Mana kuncinya biarkan aku pergi!.." pinta Syafira pada Devid yang justru tengah terduduk santai dengan senyuman liciknya.
"Hey..Kemari, kemarilah gadis" Devid menepuk ranjang tersebut agar Syafira tetap menurut padanya.
"Tidak tahu malu beraninya kau menguasaiku. cepat keluarkan aku!" Syafira terus memukul lengan Devid.
"Diam!.. " Devid menatap kejam Syafira dengan menjambak rambut panjang syafira. hingga membuat Syafira begitu kesakitan dan menangis tanpa ada suara sepatahpun dari mulutnya. lalu melemparkan kembali tubuh Syafira dengan kasar ke ranjang.
"Aarghh... Breng**k! jangan sentuh aku" teriak Syafira yang tengah berontak dan meronta.
Syafira menunduk dan memohon belas kasih dari Devid agar tidak berniat untuk merusaknya, namun sudah terlambat karena Devid sudah telanjur menerjang dan melumat habis bibir Syafira dengan paksa dan mengunci tangan Syafira. Devid terus membuka dasi, jas dan bagian bagian kancing di kemejanya, lalu menatap beringas penuh gairah kepada Syafira gadis 18 tahun tersebut. Devid terus menjarah dan mem*er*osanya dengan paksa. ia berhasil mendapatkan sesuatu yang berharga dari Syafira. setelah Devid melepaskan sesuatu di dalam tubuh Syafira, ia mendesah panjang penuh kenikmatan hingga meramaikan sudut kamar tersebut.
Sungguh malang nasib Syafira kali ini, ia seharian bekerja keras bukan hasil yang ia bawa. justru ia membawa sebuah awal petaka dalam hidupnya.
sekuat apapun ia berontak tetapi kenyataanya ia telah ter*o*a oleh lelaki yang mengorbankannya sebagai sebuah pembalasan dendam.
"Sudah jangan menangis, simpan saja rasa sesakmu, setidaknya kau tidak banyak berhutang dendam kepadaku. Pakailah bajumu itu" Devid melempar pakaian milik Syafira tepat di wajahnya sembari tersenyum penuh kemenangan setelah berhasil menggagahi gadis tersebut.
Syafira menatap tajam Devid. air matanya tak berhenti mengalir, betapa ia membenci lelaki tersebut.
"Terimakasih Syafira, kau sudah memberiku sebuah kenikmatan yang tak terlupakan. sudahlah jangan kau sesali. dan tidak perlu kau menatapku seperti itu, bukankan barusan sebuah kenikmatan bersama?" ucapnya lagi.
Dengan wajah sendu, rambut berantakan, dan pakaian tidak karuan membuat Syafira tampak seperti wanita yang telah kehilangan akal. ia menatap sprey yang ada di ranjang dengan tatapan sesak saat melihat sebuah bercak merah disana. tubuhnya gemetar seperti tidak ada tenaga. ia sungguh tak percaya bahwa pada malam itu, adalah malam dimana yang akhirnya hal paling berharga dalam hidupnya telah di renggut paksa oleh pria kejam yang menganggapnya sebagai musuh besar.
"Dengar Devid kepar*t!.. aku akan segera membun*hmu!.. aku akan melaporkanmu ke polisi!.." Teriak Syafira sembari memegang segera sebuah benda tajam yang sebelumnya untuk mengancam Syafira.
Dengan tubuh dan bibir bergetar, Syafira memberanikan diri menodongkan benda tajam tersebut tepat di perut Devid yang membuat Devid hanya tersenyum sinis dengan ancaman Syafira.
"Bunu*h saja, dan Laporkan saja. sebelum kau membun*hku dan melaporkannya, kau lebih dulu akan segera melihat raga ibumu yang terkapar di lantai setelah tahu jika putri semata wayangnya telah tidur bersama seorang pria semalaman ha..ha..ha.." Devid menimpal kembali ancaman Syafira.
BERSAMBUNG...
Lanjut jika ada 10 like 😘