aku adalah seorang wanita yang selalu memakai kacamata, semua orang berfikir bahwa aku tidak seperti mereka. aku adalah seorang wanita biasa, keluarga ku mempunyai kedai kopi yang begitu terkenal, meskipun tempat nya yang begitu kecil.
"hai, kamu mau beli kopi ya?" tanyaku pada seseorang
"engga, aku cuman mau ngasih ini untuk kamu dari ibuku. aku pulang dulu ya" jawab seorang lelaki
"hati - hati ya"
lelaki itu hanya tersenyum
dia adalah Adhitama, teman sekelas ku. Dia sangat terkenal disekolah, apalagi dia adalah pemain basket. Banyak wanita yang menyukainya.
"ibu kedai nya udah sepi nih, udah habis juga stoknya, apa kita tutup aja kedainya, biar putri yang belanja kebutuhan kedai ini, sekalian putri beli keperluan untuk praktek besok" ucap putri. yaa namaku putri, aku kelas 12 MIPA di SMAN 1 bandung. cita cita adalah seorang dokter.
"iya put, tutup aja. sebelum berangkat kamu catet dulu keperluan yang akan dibeli, nanti uangnya minta ke ibu, ibu mau ke kamar mandi dulu." ucap ibu putri, dia bernama Rania. Papa putri sudah meninggal waktu putri berumur 5 tahun, putri adalah anak pertama, dia mempunyai adik yang bernama Anggi.
"iya bu" jawab putri
"ini udah, kayanya cuman segini doank deh."
"ibu ini catetannya"
"nih uangnya, kembalian nya buat kamu"
"makasih ibu"
Putri berangkat ke pasar tradisional, disana banyak bahan yang putri butuhan, jadi dia tidak usah capek-capek. Satu persatu ia ambil dan dimasukkan ke keranjang.
"aduh kok gaada angkutan umum ya, mana mau hujan lagi" disana putri kebingungan, apa dia harus berjalan kaki, tapi jarak dari pasar tradisional ke rumahnya sangat jauh.
"kok gaada sih, aku duduk dulu aja deh disini, sambil cek satu persatu barang. Takutnya ada yang tertinggal."
"hei, putri kamu ngapain disitu. Ayok ikut aku, sekalian aku mau ketemu ibu kamu" teriak Adhitama
"emang gapapa Adhitama, aku gaenak sama kamu"
"gapapa, ayok naik, kaca mata Lo basah ya, copot aja. kamu culun banget sih pake kacamata, beda dari anak lain tau gak. untung ada aku yang mau temenan sama kamu" ucap Adhitama, putri sangat kaget dengan kata kata itu. hati nya sakit ketika Adhitama mengucapkan itu, air matanya mengalir, tetapi karena hujan, dia tidak terlihat menangis.
"Yee, tanpa kaca mata ini aku gabisa liat tau. Kan kamu tau dari dulu kalau aku itu minus. jadi kamu gak usah ledekin aku deh" ucap Putri, sambil menutupi luka hatinya.
"assalamualaikum ibu, ini ada Adhitama mau ketemu ibu"
"waalaikumsalam, eh ada Adhitama mau apa nak mau ketemu ibu?" tanya Rania
"ibu Adhitama mau ngobrol sama ibu, boleh?" sepertinya Adhitama akan membicarakan hal yang penting kepada Rania.
"boleh donk, ayok masuk" Ajak Rania
*besok
"Putri ayok bangun sayang, nanti kamu telat"
"emmmm iya bu."
"astagfirullah, kok udah jam 6 sih, aghhh aku bisa telat nih. mana belum diberesin lagi untuk Persiapan sekarang." Putri cepat-cepat membereskan tempat tidurnya, dan memasukan alat-alat untuk hari ini, karena hari ini dia ada praktek.
" ibu kayanya putri gabisa sarapan deh, soalnya udah telat"
"yaudah ini bekel aja, Sama ini tolong kasih ke Adhitama ya sayang"
"iya ibu, nanti Putri kasih ke Adhitama"
"oke"
"putri berangkat ya Bu, assalamualaikum" pamit Putri
"waalaikumsalam, hati-hati sayang"
"iya ibu"
*Sekolah
"Aduh mana ya Adhitama" Putri sedang mencari Adhitama, tetapi dikelas tidak ada. Lalu putri pergi ke Lapangan basket disana ada Adhitama, banyak cewek-cewek yang sedang menyemangati nya, Putri sangat malu untuk menghampiri Adhitama
"emmm, aku harus berani" "Adhitama ini ada makanan dari ibu aku"
"ouh iya, thanks" Jawab Adhitama lalu pergi
"dhi, kamu ngapain Nerima makanan dari anak itu?" tanya Sindi, pacarnya Adhitama
"ouh ini, inimah dari mamah nya dia, mamah aku itu temen mamahnya Putri, lagian gamasalah kan. Dan kamu harus nyobain makanan ini byy, enak banget tau, nih aku suapin."
"gamau ah byy, aku mau ke kelas aja"
"dih malah ngambek"
"au ah" Sindi pergi ke kelas, dia sudah tau kalau pacarnya itu dekat dengan Putri.
*********
"hahahaha, ada cewe culun nih" "lah dia sekolah dikira engga sekolah" "Weh anak tukang kopi masuk sekolah" "aku kira kagak sekolah" itulah kata-kata yang sering Putri dengar di sekolah.
Putri berjalan dengan cepat, karena praktek hari sudah selesai, ia berjalan ke taman belakang sekolah untuk menenangkan dirinya. kata-kata yang selalu ia dengar, selalu membuat hatinya sakit, kadang ia sampai dibawa kerumah sakit.
"hiks hiks hiks, aku gatau harus gimana, aku gapunya temen, semua orang mengatakan itu, ibu Putri pengen pergi dari dunia ini." Putri terus menangis.
"Put kamu kamu kenapa" Tanya seorang lelaki dibelakang putri
"eh Adhitama, gapapa kok" Putri menghapus air matanya.
"kamu cerita put sama aku, aku kan temen kamu"
"gapapa, lagian aku gabutuh temen buat cerita."
"yaudah gapapa, kalau kamu mau cerita, cerita aja ya sama aku"
"iya Adhitama"
"yuk ke kelas, sebentar lagi bel masuk" Ajak Adhitama
"eh iya put, kaca mata kamu mana?"
"kaca mata aku patah Adhitama, tapi kamu jangan bilang ke ibu ya, aku takut dimarin. "
"loh kok gitu, siapa yang marahin?"
"aku gaakan kasih tau siapa orang nya dhi, hiks hiks"
"Putri jangan nangis, aku beliin kamu kacamata mau?"
"gausah Adhitama, aku bisa ngumpulin uang sendiri kok, hiks hiks hiks" Air matanya terus mengalir, ingat kejadian dikelas, waktu putri sedang mencopot kacamata nya, tiba-tiba ada yang membawa kacamata putri, dan langsung dipatahin.
"yaudah kamu jangan nangis lagi ya"
"iya"
***************
"Adhitama, aku mau ngomong sama kamu"
"mau ngomong apa byy"
"dhi maafin aku ya, kita sampa sini aja ya dhi"
"kok gitu si, emang kenapa?"
"maaf, aku udah nyaman sama yang lain" Sindi merasa bersalah telah mengatakan itu. "Adhitama aku pulang duluan ya, udah ditungguin" Pamit Sindi lalu pergi.
*********
"Putri, hari ini keluarga Adhitama akan datang kesini, mereka bakalan makan malam sama kita loh" ucap Rania
"iya ibu"
*Makan malam
"Putri, kamu sama Adhitama sekelas kan?" tanya ibu Adhitama
"sekelas Tante" jawab Putri
Ibu Adhitama hanya tersenyum
"Putri kaca mata kamu mana?" tanya Rania
"emm ada di kamar Bu"
"ouh, oke jangan sampai hilang"
"iya Bu"
**********
"Put, aku mau ngomong sama kamu"
"mau ngomong apa Adhitama?"
" aku suka sama kamu" Adhitama sudah lama suka dengan Putri, tapi dia sangat malu mengucapkan itu, dia tau kalau ia menembak putri mungkin sebagian temannya akan menjauhi dia, karena putri adalah wanita yang dibenci oleh satu sekolah.
"Dhi, bukannya kamu punya pacar?"
"aku udah putus, dia udah nyaman sama cowo lain."
"ih maaf ya, aku gatau"
"iya gapapa, terus gimana?" tanya Adhitama
"gimana apanya dhi?"
"kamu mau ga jadi pacar aku?"
"emang kamu gak malu punya pacar kaya aku, bukannya kamu pernah bilang kalau aku itu cewek culun? terus banyak yang benci juga ke aku disekolah, banyak yang ngeledekin aku" Putri terus bertanya tentang itu.
"aku gamalu, jadi gimana diterima gak?"
"emmm gimana ya, oke aku terima hahah"
"yess, aku janji aku gabakalan bilang kamu cewe culun lagi, dan aku bakalan beliin keca mata buat kamu. biar kamu gak dimarahin sama ibu yaaa"
"iyaa, makasih ya, dan makasih kamu udah selalu ada di samping aku"
"iyaa byy"
- mereka pun berpacaran, kuliah bareng, lalu menikah
*Tamat_________
maaf ya kalau gak seru, ini pertama kalinya aku buat cerpen.🙏