Bab 05
Tattoo Melati
Wanita itu menatap boneka – boneka yang baru didapatkan, 3 berbentuk wanita dan 1 berbentuk laki – laki. Foto Angel, Lina, Yolanda dan Rico terpasang pada bagian wajah boneka tersebut. 3 boneka wanita ia letakkan pada lantai sementara boneka pria ia pandang tanpa berkedip. Setelah sekian lama memandangi boneka Rico sambil bibirnya komat – kamit, ia membuka tutup tungku dan memasukkan beberapa helai rambut bercampur dengan serbuk putih ke dalam tungku tersebut, mendadak saja dari dalam tungku memercik api dan membakar rambut serta serbuk tersebut.
Asap tipis mengepul, memenuhi seisi ruangan, bau rambut terbakar bercampur aroma wangi yang aneh segera tercium, wanita itu mengucap mantera,
“Niat ingsun amatek ajiku jaran goyang, jaran goyang ... kedanan yen durung ketemu aku, yen ketemu kinasihan, yen pisahan tinangisan... nini emong sing ngemong aku tak jaluk pinulungmu. Sido katut, manut, nurut luluh si jabang bayine RICO KENCONO. Saking kerso sang pangeran,”
Selesai mengucap mantera ia membuka penutup botol yang berisikan cairan putih kental dan menyiramkannya ke dalam tungku memadamkan bara api di dalamnya hingga tersisa kepulan asap dengan aroma wanginya.
Wanita itu masih terus menatap boneka Rico sambil tersenyum, “Rico, sekarang kau tak mungkin lagi melupakanku. Datanglah kepadaku, sayang... aku akan memberimu segala sesuatu yang kaubutuhkan melebihi si Angel itu. Datanglah kepadaku, sayang .... dan jangan tinggalkan aku lagi,”
katanya sambil mendekatkan bibirnya ke bibir boneka Rico, “Kau kini milikku, sayang...”
Pagi itu udara begitu cerah dan sejuk, jam pada dinding kantor menunjukkan pukul 09:00 WIB.
Setelah kejadian dimana Lina memarahi Rico habis – habisan, suasana tampak lengang. Para pegawai yang biasanya sibuk bersliweran kesana – kemari, tampak hanya duduk – duduk saja sambil sesekali menjawab telepon saat berdering satu dua kali. Yah, biasanya pada jam – jam seperti itu kantor tampak sibuk, tapi, kini tampak santai.
Sementara itu, di dalam kantor pribadinya, Lina hanya bisa menghela nafas panjang, wajahnya makin kusut. Diam – diam ia merasa menyesal karena telah memarahi Rico di hadapan banyak orang, ia menyesal dengan sikapnya yang boleh dibilang keterlaluan dan memalukan.
Seumur hidup, baru kali pertama melakukan itu. Diraihnya gagang telepon setelah menekan beberapa nomor, iapun tersambung pada bagian operator, “Operator, saya minta tolong ... jika bu Yolan dan Pak Setya ada waktu, dimohon untuk ke kantor saya, terima kasih,”
Tanpa menunggu lama, Setya dan Yolan yang saat itu sedang menikmati secangkir espresso dan makanan ringan di beranda memasuki kantor Lina dan duduk di hadapan Lina. “Kayaknya, gue salah besar marahin si Rico, ya? Hari ini die ga masuk lagi, kan ?”
Yolan tersenyum, “Ya, begitulah... Rico emang ga masuk ini sudah 1 minggu. Kenapa Elo tampak bingung sekali, Lin ?”
“Elo, kan tahu gue, Yol... apapun masalah yang datang, masih bisa mengendalikan diri. Tapi, gara – gara si Rico itu, gue jadi kayak orang gila,”
“Gue sudah bilang ke elu, Lin... pasti ada kesalah pahaman,” Setya menimpali.
“Salah paham apa, Tya ? Jelas – jelas kita sudah lihat dengan mata kepala sendiri, masih saja bilang salah paham. Elu ada di pihak siapa ?” tanya Lina ketus.
“Gue ga berpihak pada siapapun. Tapi, kalo diceritakan, elu mungkin kagak percaya,”
“Apa maksud elu, Tya ?” kini Yolan ganti bertanya.
“Baik akan gue ceritakan, kalian berdua boleh percaya boleh tidak, ini kenyataan,”
***
Berikut, inilah yang diceritakan Setya pada Yolan dan Lina. 2 wanita itu mendengarkan dengan penuh rasa penasaran. Kejadian serupa juga dialami oleh seorang pria, sahabat karib Setya, namanya : Richie. Itu terjadi sewaktu mereka masih duduk di bangku SMA. Wajah pemuda tersebut mirip salah satu personel SUJU ( Super Junior ), Choi Si-Won.
Banyak kaum hawa yang terpikat olehnya, salah satunya TETA, adik kelasnya di kelas XII. Semuanya bersaing untuk mendapatkan cinta Richie. Segala hal ditempuh untuk mendapatkannya, terang – terangan maupun cara halus bahkan nekad sekalipun. Di saat semuanya pada berusaha mati – matian, Teta hanya memilih diam, bahkan dicaci dan dihina sekalipun, ‘Lo naksir ame Richie ? Lihat diri lo ... apa yang punya ? wajah dan bodi mirip kambing begitu. Eh, kalo lo naksir orang ngaca, dech .... malu – maluin,” itulah yang selalu didapatnya, bahkan menurutnya Richie pun takkan mempedulikannya.
Hati Teta hancur manakala mendengar bahwa Tika, sahabat karibnya menjadi pacar Richie. Setiap kali melihat mereka berduaan, Teta menangis sendiri. Lebih parah lagi saat mendengar mereka hendak menikah, kemarahannya memuncak, “Tika, lo janji hendak memperkenalkan gue kepada Richie, tetapi, mengapa lo malah merebutnya dari tanganku,” kata Teta suatu hari.
“Sorry, Ta... gue telanjur jatuh hati banget sama doi,” perkataan Tika yang acuh tak acuh ini membuatnya semakin gusar dan, “Gue takkan membiarkan elo, merebut Richie. Gue akan halalkan segala cara untuk merebutnya kembali dari tangan elo, Ka...” perkataan Teta ini bukanlah omong kosong belaka, maka, Teta mengambil jalan pintas. Dengan mempertaruhkan seluruh harta kekayaan orang tuanya untuk merubah penampilan menjadi wanita tercantik dan berusaha keras untuk menggaet Richie.
Perubahan pada diri Teta, membuat Richie dan kaum adam lainnya tergila – gila. Tapi, Tika tidak mau menyerah begitu saja, ia tak peduli dengan persahabatannya dengan Teta yang sudah terjalin nyaris seumur hidup mereka, hancur berantakan. Dukun. Yah, salah satunya dengan menemui dukun. Ia harus menukar segala yang ia punya kepada dukun tersebut untuk membuat Richie tergila – gila padanya.
Konon, banyak wanita cantik yang sedang kasmaran menggunakan dukun untuk belajar ilmu pelet dan sebagai barter atas ilmu tersebut mereka rela kehilangan kehormatannya. Dan akhirnya mereka berhasil mendapatkan pemuda idamannya. Sebagai tanda bahwa wanita itu menggunakan pelet yaitu tattoo bunga melati berwarna merah hati pada bagian tertentu di badannya. Tattoo yang sengaja disembunyikan : pergelangan tangan, ketiak, dada atau yang lain. Tattoo itu bisa dilihat dengan mata telanjang sekalipun seukuran tahi lalat.
Kelak wanita – wanita bertattoo itu akan menjadi budak seks seumur hidupnya, dan akan mati secara mengenaskan apabila tak bisa melampiaskan hasrat atau nafsu birahinya. Dan, apa yang dialami oleh Tika, begitulah adanya, menurut otopsi, dokter menyatakan bahwa Tika meninggal karena kekurangan cairan dalam tubuhnya. Kulitnya pucat, mengering dan keriput. Saat ditemukan hanya tinggal tulang terbungkus kulit. Tattoo itu ditemukan di pinggul kanannya. Teta mendapatkan pujaan hatinya, akan tetapi, tak memiliki seorang anak pun.
***
Setya menutup ceritanya dengan helaan nafas panjang. Lina dan Yolan saling pandang. “Trus, apa hubungannya dengan Rico en Angel ?” tanya Lina. Setya memandang Lina dalam – dalam, “Gue punya dugaan... Angel yang kita lihat beberapa waktu lalu, bukanlah Angel yang sebenarnya,” katanya.
Lina tertawa kecut, “Gue lihat lo kayaknya ngebelain Angel, dech,”
“Kagak, gue kagak bela siapa – siapa. Lu en Yolan tahu Angel luar – dalem ... mestinye, kalian tahu apa yang harus dilakuin. Apalagi lu sodaranye Angel, Lin. Gerak – gerik, kebiasaan dan segala – galanya. Semua lu tahu... yang terpenting adalah kalo di bagian tubuh Angel ada semacem tattoo bunga melati merah hati, jelas...”
“Iye, iye kami ngerti, kok. Ucapan elu barusan ngebuat kite semua ingin segera nemuin si Angel. Inget, ye ... ini urusan cewek, cowok kayak elu ga perlu ikut campur, paham ?” tanya Lina. Setya tersenyum sambil menggeleng – gelengkan kepala, “Yes, Mam ....”
“Udahan dulu, dech ... gue mau nerusin kerjaan gue... kalo kagak dikerjain... ntar elu marah – marah lagi,” goda Setya.
“Gimana, Yol ?” tanya Lina.
“Kalo emang elo berniat baik, segera saja temui Angel. Persahabatan kite lebih penting daripada ego. Tul, ga ? Kalo emang si Rico itu jodoh.. kalian pasti bisa bersatu, kok. Percaya ini,” Yolan menghibur.
“Gue akan coba menemui Rico,” kata Setya.
“Emangnye, ada urusan apa lu nyari Rico,” tanya Lina ketus.
“Ini, mah ... urusan cowok. Lu, ga usah khawatir. Focus ke kerjaan lu. Gue harap, apa yang gue lakuin, bisa memperbaiki kembali hubungan kalian,”
***
Tattoo bunga melati. Disebut juga sebagai susuk Kembang Melati.
Susuk kembang Melati itu merupakan jenis tanaman khusus yang memiliki khasiat memikat dan mengikat cinta lawan jenis, berbeda dengan tanaman biasa. Kembang Melati secara alami memiliki energi yang terserap dari alam semesta, melihat potensi tersebut ekstrak, sari atau inti dari energi kembang Melati di campur dengan bibit minyak khusus sehingga terciptalah sarana berenergi ilmu pelet pemikat wanita dan pria yang di sebut susuk kembang Melati.
Setiap manusia butuh kewibawaan agar hidupnya terhormat di hadapan lain. Bahkan bagian tubuhnya menarik orang lain dan menjadi aset untuk menaklukkan hati orang lain. Orang mengenal susuk sebagai sarana untuk memunculkan pesona diri secara instan. Ketertarikan lawan jenis karena melihat bagian tubuh yang dipasang susuk akan semakin menggila dan menciptakan halusinasi yang tak berkesudahan.
Susuk sudah dipergunakan di Indonesia sejak jaman kerajaan.Dipakai oleh para perempuan untuk memikat laki-laki dengan berbagai keperluan. Pesona yang terlihat pada perempuan yang anggota tubuh yang dipasang susuk akan membuat lelaki tergila-gila. Bisa dipasang dimana saja menurut keinginan pengguna. Bisa di dahi, mata, bibir, pipi, bahkan pada organ vital bagi mereka yang punya pekerjaan menjual kehangatan tubuh. Pada umumnya berupa benda kecil mirip jarum, sebagai alat perlindungan spiritual. Menjadi kelebihan bagi seseorang yang memakainya. Bahannya bisa dari berbagai macam logam, emas, perak, besi, raksa, bahkan kuningan. Adapula yang terbuat dari berlian, susu, ataupun organik.
Sebelum dipasang susuk, si pemakai harus melakukan beberapa macam ritual. Salah satunya adalah Tirakat Mutih 3 hari ( melakukan puasa dengan menghindari makanan dan minuman yang berwarna selain putih ). Dan pada hari yang ke tiga setelah maghrib ritual pemasangan susuk dimulai. Awalnya calon pengguna susuk dibasuh menggunakan air yang dicampur dengan bunga kanthil yang berjumlah 9 biji, dan bunga melati dengan jumlah 900 biji.
Sayangnya, di jaman modern seperti ini, orang cenderung lebih suka memilih cara instant, tanpa mempedulikan apapun resikonya, mereka tak perlu repot – repot melakukan tirakat atau apalah. Menghalalkan segala cara demi memenuhi ambisinya. Datang kepada orang pintar, jika orang berduit ... tinggal pasang terus bayar, selesai. Itulah sebabnya, banyak para dukun atau orang pintar, menjadikannya sebagai ajang bisnis. Maka, jangan heran jika banyak orang – orang yang mengenakan susuk.... bisa melakukan banyak hal yang membawanya menuju kemakmuran, tapi, toh akhirnya, mereka harus dihadapkan pada kenyataan, bahwa semuanya tidak ada yang abadi. Memperoleh sesuatu yang diinginkan tapi, harus mengorbankan hal yang paling berharga, apalah artinya ?
***