Sara dan Bimo merupakan sahabat dari kecil hingga dewasa. Bimo anaknya kaku dan sara malah sebaliknya anak nya perian.
mereka bisa temanan ya, karena gak ada satu pun anak anak waktu itu yang berteman sama Bimo kecil yang pendiam.
Dan hanya Sarah kecil yang mau berteman dengan, hingga saat tamat SMA Bimo memutuskan kuliah di luar negeri.
Bimo terlahir dari keluarga kolomerat yang terkenal dan terpandang.
Berbanding balik dengan sara terlahir dari keluarga sederhana.
Bimo sepulang sekolah selalu mampir ke rumah sara dan di sambut baik oleh kedua orang tua sara yang ramah.
orang tua sara udah menganggap Bimo seperti anak sendiri.
terkadang Bimo akan berangkat ke sekolah barengan sama sara .
Tidak dengan sara yang belum mengenal orang tua Bimo sebab sara belum pernah bertemu orang tua Bimo , karena setiap Bimo ngajak ke rumah nya selalu di tolak oleh sara.
Bukan tanpa sebab , karena sara minder aja.
seperti pagi ini Bimo memarkirkan motor nya di depan rumah sara untuk menjemput sahabatnya itu untuk ujian akhir semester.
pagi Bu ,yah ada sara ? sapa Bimo sambil mencium tangan orang tua sara.
udah datang nak, sini duduk sambil nungguin sara " jawab ibu sara.
biasa nakk sara kalau dandan lama banget,liat cermin trusss " di timpalin sang ayah.
mereka bertiga tertawa bersama, saat itu juga sara keluar .
tak selang lama sara keluar dari kamar menuju ke luar sambil mendumel.
pasti lagi ghibah in sara kan " ketusss nya
setelah itu sara menarik tangan Bimo mengajak nya pergi ,Bimo pergi sambil berpamitan.
Tiba di sekolah mereka turun, yang memisahkan mereka hanya kelas dan jurusan.
***
seminggu kemudian Bimo berpamitan keluarga sara bawah dia akan melanjutkan pendidikan nya ke luar negeri.
sara yang saat itu hanya menatap kepergian Bimo.
sedangkan sara tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya dia memilih bekerja di kafe.
hari Dami hari sara menjalani kehidupan nya seperti biasa bangun pagi untuk bekerja, malam untuk istirahat .
kadang sara merindukan sok sok Bimo si kaku
sara melihat handphone menatap nama yang tertera,kaku.
di kontak handphone sara membuat nama Bimo dengan kaku.
sara hanya menghembus kan nafas dengan kasar.
Bimo apa kah kamu berubah, semenjak kamu pergi ke luar negeri satu pesan saja gak pernah ngabarin apakah kamu baik baik saja " cicit sara pasrah.
empat tahun berlalu seperti biasanya sara setiap malam akan memandang handphone hanya melihat nama kaku saja samping tertidur mungkin karena kecapean kerja.
karena sara sekarang menjadi pekerja keras demi kelangsungan hidup mereka
dia juga kerja paruh waktu di perusahaan sebagai cleaning service di hari Minggu saja.
sara melakukan itu demi pengobatan sang ayah , ayah nya di tabrak lari saat mengantar pesanan ke pelanggan nya seminggu yang lalu.
udah tiga hari ayah sara belum siuman, jadi membutuhkan biaya yang sangat banyak.
hari Minggu sara akan bersiap siap pergi bekerja dengan naik angkutan umum.
karena perusahaan yang sara berkerja mengadakan penyambutan CEO baru ,jadi sara di suruh lembur bantu bantu, biasanya sara akan pulang kerja jam 6 sore.
tepat jam 8 baru sara akan pulang ,sambil menunggu angkutan umum,dan satu angkutan umum gak ada yang lewat.
sara berdiri di halte dengan keadaan frustasi.
ini kemana sih angkutan nya , apa mereka pada demo ya " kesel sara.
lama sara berdiri , hingga sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan sara.
Sara,sara kan !!! kamu ngapain di sini sendiri" sapa Bimo heran.
detik kemudian, sara melihat lawan bicara nya dengan kaget' tanpa membalas ucapan Bimo sara berhamburan memeluk Bimo.
lho dari mana aja aku kangen tau , lho sih gak ada kabar sama sekali " omel sara terisak
udah udah yok naik biar aku anter lho pulang " balas Bimo
Di mobil Bimo menceritakan ,gak bisa ngasih kabar karena handphone Bimo di sita oleh mami Bimo.
Bimo juga minta maaf ke sara dan turut prihatin yang menimpah ayah sara.
Bimo juga bercerita tentang kekasih nya kepada sara, atau lebih tepatnya wanita pilihan sang mami untuk Bimo.
ya pada saat Bimo bercerita tentang wanita lain,sara merasa hatinya tersayat pisau.
ini kah yang di namakan sakit tak berdarah " batin sara.
sara menyukai Bimo dari dulu hingga sekarang.
tanpa Bimo sadari ,Bimo telah menyakiti hati sara.
Bimo juga mengatakan, bahwa sungguh sungguh sama pacar nya yang bernama bela.
tapi yang buat Bimo kesel itu pacaran setiap keluar kota jarang ngasih kabar.
“sar lho tau gak gue kesel banget sama bela”
"emangnya pacar lho Napa"sara
“masak gue jarang banget di hubungin sama dia” tambah Bimo lagi“seakan akan gue itu gak punya pacar gitu loh”
“mangkanya kalau punya pacar milih milih”kesel sara
“eh maksud lho gue gak pinter milih gitu” tanya Bimo
“emang iya buktinya ini sekali pacaran langsung gak ada kabar , mungkin pacar lho udah di karungin kuda nill” jawab sara mengejek bimo
“iiihhhhhhh” Bimo mencubit pipi sara dengan gemass
" sakit tau Bim "
" iya kah , maaf maaf "
percakapan mereka pun tidak berlangsung lama , karena mereka telah sampai ke rumah sara.
sara menyuruh Bimo mampir di tolak karena Bimo masih ada urusan mendadak.
Bimo berjanji akan menjenguk ayah sara lusa.
Tuuutttt..tuuutttt.. tuuttttt
" iya , halo bun" jawab sara sambil mengusap air matanya.
“hiks…. Hikksss… hikkksss” ibu menangis di seberang.
" Napa Bu,apa ayah' baik baik aja aja kan Bun"
" sara, ayah .... ayah udah gak ada " tangis ibu pecah
" Apa aaa,ibu jangan bercanda,ibu.." tenggorokan sara tercengang
" halo sara, nak kamu masih di sana"
" tidak tidak ibu pasti bohong "
malam itu juga sara pergi ke rumah sakit menggunakan taksi.
tiba di sana menatap jenazah sang ayah seolah olah tidak percaya kalau itu ayahnya.
***
sara hanya menatap pusaran gundukan tanah
tanpa bergeming,sang ibu memanggil namanya tak di hiraukan.
" kalau menangis , nangis aja sayang jangan diam begini ibu takut" ibu menangis pilu melihat anaknya dari semalam hanya diam aja.
MAlAM ITU KETIKA SARA MENANGIS ....
Tuuuuttttt….tuuuuttt…tuuuttt
dering telepon sara yang diabaikan.
Tuuuuttttt….tuuuuttt…tuuuttt
“angkat dong ra, jangan bikin gue khawatir dong sa”
Bimo menelfon sara untuk mengabari bahwa besok di gak sempet jenguk ayah nya.
malam ini Bimo akan berangkat ke luar kota, karena urusan mendadak.
seminggu kemudian...
sara berhenti bekerja sebagai cleaning service
iya memutuskan untuk tetap karya di kafe.
secara kebetulan Bimo mampir di sana gak sengaja melihat sok sok sara
" Napa bebbb lho lagi liatin apaan sih" bela
" lagi liatin sara temen gwe, gak apa apa kan kalau gwe samperin "
" gapapa dong bebb, kalau bisa ajak duduk di sini sekalian " bales bela
" sara ,sara" Bimo
" lho Bimo" sara sambil duduk
" oh iya Ra ini kenalin ne bela pacar gwe" Bimo
" gwe bela" jawab bela
" sara" senyum kecut
hening...
" oh iya lho teman nya Bimo kan , gimana kalo gwe juga jadi teman lho juga" memecahkan ke heningan di antara mereka.
" boleh kok" jawab sara singkat
" sara habis ini Lo ke mana , pulang jam berapa" tanya bela gak sabaran
" gwe pulang entar lagi kok"
" giman kalau lho ikut kita deh jalan jalan, sapaya kita makin akrab gimana????"
" oke,gw ganti baju dulu sekalian mu ambil tas gwe"
saat tiba di mall sara banyak diam
sampai kening Bimo berkerut, heran sikap sara
sara yang dia kenal selalu ceria.
" sara lho gak papa kan , tumben diam aja" tanya Bimo heran.
"aku gak papa kok ,Bim"
sara mengbiarkan bela dan Bimo berjalan duluan
" mungkin Bimo akan bahagia dengan wanita pilihan nya, cukup aku mencintai nya dalam diam"
" akan Kucoba melupakan mu Bim"
batin sara truss peran dalam dirinya
secara berlahan sara mundur dan kembali ke parkiran untuk pulang, apalagi sara telah kehilangan cinta pertama yaitu ayah.
dia gak mau semakin terluka, lebih baik dia menyerah dan menerima takdir bahwa Bimo tak pernah mencintai nya.