Semua bilang tak ada gunanya melihat kebelakang atau masa lalu apalagi berharap kembali ke masa itu. Hidup berjalan kedepan bukannya mundur kebelakang, sesuai dengan arah jarum jam yang berputar ke kanan bukan ke kini. Namun masihkah kau memegang prinsip itu? Bila dalam kenyataanya, masa lalu lah yang telah membuat dirimu bertahan dan semangat menjalani hari-harimu...
Langit cerah menghiasi hari yang penuh sejarah ini. Hari dimana aku akan pergi berlibur ke prancis, hanya untuk melihat konser idola kesayanganku. Aku mutuskan untuk memakai jaket yang biasa saja dari pada jaket yang aku beli khusus dari klub fans. Tempat pertama yang aku tuju setelah sampai di Prancis adalah menara Eiffel. Saat aku sampai disana aku sengaja datang ke tepi Sungai Seine, Paris tempat dimana menara Eiffel telah berdiri dengan kokoh. Aku belum mengerti benar soal arti hidup, saat aku telah dipaksa untuk mengerti arti sebuah perpisahan. Dulu aku sering sekali bermain biola bersama teman yang aku kenal secara online dan tak ku ketahui siapa nama aslinya.
Walau aku tak mengerti sepenuhnya tentang permainan biola, tapi aku tetap bisa bermain. Karena aku tau, setiap permainan dimulai seseorang akan mengajariku dengan sabar. Walau aku selalu membuat permainan itu kacau, walau aku sering keluar dari nada dan kunci yang sudah diajarkannya, walau aku menangis bila dia membentak ku dengan keras, tapi dia tetap sabar mengajariku lagi dan menenangkan ku. Seseorang yang selalu bersikap dingin saat mengajariku namun sebenarnya hatinya tulus dan juga baik. Dia selalu saja dengan sabar dan telaten merekam setiap kunci yang dia ajarkan agar aku bisa mempelajarinya dengan baik.
Kadang aku sering menghayal bertemu dengannya. Tapi kenyataan tak pernah berpihak padaku. Dan kini aku berharap bertemu dengannya. Terakhir aku berbicara dengan dia adalah 10 tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Setelah itu aku tak mendengar kabarnya, la menghilang begitu saja, seperti angin yang berlalu tanpa meninggalkan jejak. Ya, aku rindu seseorang itu. Seseorang yang selalu menemani ku disetiap penghujung malam ku dan selalu mengucapkan selamat di hati ulang tahunku.
Kiara Putri itulah namaku dan kini aku sudah 22 tahun dan bekerja sebagai karyawan swasta disebuah perusahaan yang berjalan di bidang periklanan. Dan tahun ini adalah tahun yang sengaja aku mengambil cuti tahunan untuk memanjakan diriku dengan berlibur ke kota yang selalu disebut - sebut sebagai kota romantis untuk para pasangan.
Pandanganku menyapu seluruh kawasan disekitar penata Eiffel. Malam itu pemandangan sungguh sangat indah dan juga penuh dengan para pasangan muda yang sedang berkencan dan juga para keluarga yang menghabiskan malam spesial, karena hari ini adalah tanggal 14 februari yang merupakan hati valentine atau hari kasih sayang.
Dan hari ini juga adalah hari ulang tahun ku. Ku perhatikan sekeliling, orang - orang terlihat sangat bahagia menghabiskan moment indah bersama dengan pasangan dan keluarga mereka. Hanya aku yang duduk seorang diri sambil memegang sebuah balon yang tadi ku beli dari seorang anak kecil yang menjualnya berkeliling.
Dengan malas aku berjalan mengelilingi tepi Sungai Seine. Baju putih dan rok biru dongker berjalan dengan sesekali aku mengambil foto Selfi untuk ku lirik ke temanku bernama Lia, Sita, Andra, dan Gilang yang selalu ada untukmu sejak kami bertemu dan berteman dari awal aku masuk sekolah menengah pertama.
"Ara, apa kamu baik disana?"
Aku tersenyum melihat video call dengan Andara yang langsung menghubungi ku saat aku mengiriminya foto selfiku. "Aku baik Ndra." Kataku
Senja hampir menghilang saat aku telah berjalan lumayan cukup lama. Debur ombak pantai ini terdengar masih sama. Hempasannya lemah dan berirama. Tempat ini adalah favorit anak muda untuk menghabiskan separuh malam mereka. Entah berdua dengan gebetan, atau dengan teman – teman sebaya. Ada juga yang datang sekeluarga untuk sekedar berbagi kegembiraan. Di tempat ini kita bisa makan dan bercengkrama sembari menikmati lautan dan debur ombaknya yang khas.
"Konsernya mau tiba Ndra, aku mau mengambil tepat paling depan agar bisa melihat idolaku yang tersayang, salam untuk yang lainnya dan nanti aku bawakan oleh - oleh saat aku kembali, bye..." Aku mematikan video call dengan Andra dan langsung berlari ke depan panggung untuk bisa melihat idolaku.
Teriakan semua orang sungguh sangat seru saat beberapa personil dari grup K-Pop itu telah tampil. Dan aku pun juga sangat antusias karena menyaksikan penampilan dari idolaku. Gemerlap lampu dan suara sound yang menggema menambah keseruan dan kemeriahan malam itu.
"Ini benar - benar malam valentine yang sangat seru, tak sia - sia aku datang kemari tahun ini. Karena hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membuktikan rasa cintaku pada idolaku."
Aku bergumam dan dan berjalan untuk kembali ke hotel dengan bersenandung lagi - lagi dari idolaku yang tadi dinyanyikan oleh mereka diatas panggung.
Aku berhenti tepat dibawah menara Eiffel dan menatap keatas dengan menghela nafas dalam, ku tutup mataku dan ku lipat kedua tanganku lalu membuat ucapan untuk diriku sendiri. "Selamat ulang tahun Ara."
Saat aku berbalik tiba - tiba saja ada seseorang yang menabrak ku hingga aku terjatuh, dan anehnya orang itu bukannya lari sendiri dia malah menarik untuk lari bersamanya saat mendengar orang - orang memanggil nama seseorang.
"Tunggu." Nafasku tersengal karena lari bersama dengannya, saat ku lihat dia memakai masker hitam, topi hitam dan juga jaket hitam. Semua pakaiannya serba hitam, dan anehnya aku tak terlalu takut dengannya karena aku tau dari sorot matanya dia bukanlah orang jahat.
"Sebenarnya siapa anda?" aku bertanya dengan bahasa Inggris karena aku rasa dia adalah orang asing.
"Ceritanya akan panjang, tolong bawah aku pergi dulu baru akan ku ceritakan padamu siapa aku Ara." jawabnya dan hal itu membuatku bingung karena dia memanggil namaku. "Berhenti berfikir pergi dulu." dia menarik kembali dan kami pun kembali berlari.
"Hei, kau penipu ya!" teriakku dengan kesal dan menarik tanganku.
"Sial, kau sangat berisik ya." jawabnya dan kembali membuatku kaget karena dia juga bisa bahasa indonesia.
"Aku tau namamu karena tadi kamu menyebutkan namu mu saat mengucapkan ulang tahun." jawabnya.
"Baiklah, sekarang kau mau kemana. Aku akan mengantarkan mu ke hotel mu." ucapku dan berjalan lagi dengan santai.
"Aku tak mau kembali ke hotel, bisakah kamu membawaku ke tempatmu saja, aku mohon ya ya ya."
Aku menatap aneh pada orang ini, bagaimana aku bisa membawah orang asing yang tak ku kenal ke hotel, ini akan sangat tak baik baikku.
"Kau disana kook, cepat kembali." teriak seseorang dengan beberapa orang lainnya berbaju serba hitam.
"Ah sial mereka telah menyusul, cepat lari lagi."
"Eh, hei...kenapa kau terus menari ku." teriakku dengan kesal sambil mengikuti dia lari.
"Dimana hotel mu, cepat katakan kalau tidak maka kita akan dalam bahaya." jelasnya dan aku pun langsung mengatakan karena aku tak ingin dalam masalah dan bahaya sesuai dengan apa yang dia katakan.
Sesampainya didalam kamar hotel aku terus saja menggerutu pada orang itu dan aku merasa sangat kesal padanya. Namun dia seperti orang tak tau malu dengan santainya duduk dan menatapku dengan tatapan tanpa dosa.
"Aku lapar, bisakah kau membelikan ku makanan untuk ku makan." pintanya padaku tanpa rasa malu.
"Apa kau sangat lapar hah? Kau menarik kesana kemari dan sekarang minta aku untuk membelikan mu makanan yang benar saja." kesal ku dan menatapnya tajam.
"Katakan apa yang ingin kau makan." Ara
"Berikan ponselmu, aku aka memesannya sendiri." orang asing.
"Jangan pesan yang terlalu mahal aku gak punya uang." Ara
"Hem." orang asing
Aku meninggalkan dia dan aku membersihkan diriku karena aku merasa sangat gerah sebab dari sejak sampai tadi aku belum sempat mandi dan langsung pergi jalan - jalan sampai sekarang baru bisa kabali ke hotel.
"Selamat ulang tahun Ara, aku tak punya kejutan spesial untukmu tapi aku bisa memainkan satu lagi untuk mu dan semoga kamu suka."
Betapa terkejutnya aku saat aku keluar dari kamar mandi ruangan kamarku sudah penuh dengan makanan dan juga seorang pemain musik. Amarahku hampir meledak saat aku melihat semua itu, namun tiba - tiba air mataku mengalir saat aku mendengarkan permainan biola orang itu yang sudah sangat lama tak pernah ku dengarkan selama 10 tahun lamanya.
Aku duduk didepannya dan jantungku berdetak semakin cepat saat aku tau kalau lagu itu bukan hanya sama tapi itu memang lagu yang selalu dimainkan oleh Bee untukku disetiap ulang tahunku.
Tangisku pecah dan seketika dia menghentikan permainannya lalu menyuruh orang pemain musik itu keluar dari kamar, dia mendekatiku dengan bingung karena melihatku menangis.
"Bee, apakah kamu Bee? Tolong katakan pada ku apa kamu adalah Bee?" tanyaku dengan tangis yang semakin pecah.
"Kamu...darimana kamu tau nama itu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau jangan - jangan kamu adalah Kia."
Suaranya terdengar bergetar dan aku hanya bisa mengangguk untuk menjawab pertanyaannya, ku lihat dia melepaskan jaketnya dan juga topinya serta masker yang dari tadi dia pakai tanpa melepaskannya.
Mataku terbelalak lebar saat kuntau siapa yang ada di hadapanku, personil BTS vokalis dan juga penari utama Jeong Jungkook orang yang telah menjadi satu - satunya menempati singgasana tahta hatiku selama 10 tahun ini.
"Kia, aku tak menyangka kalau aku akhirnya bisa bertemu dengan mu." ucap Jungkook yang membuatku semakin menangis.
"Bee..." Aku tanpa ragu melompat dan tenggelam dalam pelukannya.
Malam itu menjadi malam terindah dan hadiah ulang tahun termahal yang tak akan pernah aku lupakan. Kami menghabiskan malam dengan bercerita banyak hal setelah kami berpisah selama 10 tahun tanpa kabar sama sekali.
"Aku selalu mencintaimu, dan selalu berharap kalau aku bisa bertemu dengan mu suatu hari nanti, maaf aku pergi tanpa kabar." Jungkook
"Aku juga sangat mencintaimu, dan selalu merindukanmu hingga membuatku putus asa dalam cinta." Kiara
"Selamat ulang tahun Kia, jadilah kekasihku." Jungkook
"Hem..." Aku kembali menangis karena merasa bahagia.
"Maaf aku tak memberimu hadiah dan menghabiskan banyak uang mu." Jungkook
"Tidak, kau sudah menjadi sebuah hadiah kejutan yang sangat spesial untuk ku dan aku tak menginginkan apa pun lagi." Kiara
Kami pun menghabiskan sisa hari liburku bersama dengan sangat seru dan dia menemaniku berbelanja oleh - oleh untuk para teman - temanku, serta kami pergi kebanyak tempat hiburan bersama. Kami juga banyak mengambil moment kami bersama. Sampai pada akhirnya kami harus berpisah dan keesokan harinya Jungkook kembali kepada personilnya dan aku bersiap - siap untuk kembali ke indonesia, yang sebelumnya kami berjanji akan bertemu lagi saat dia tak sibuk dan kami juga saling bertukar nomer telepon.
"Nona Kiara?" Seseorang menghampiriku di lobby hotel saat aku mau cek in dari hotel itu.
"Iya, anda siapa ya?" Aku dengan bingung bertanya.
"Mari biar saya membawah barang anda, mobil sudah disiapkan untuk anda." Orang itu membawah barang ku dan dia bilang itu disiapkan hotel.
"Terima kasih banyak." ucapku pada orang itu saat kami sampai di bandara.
Aku melangkah masuk dan aku tak menyangka kalau aku mendapatkan penerbangan dengan fasilitas vip dimana hanya ada beberapa orang saja yang bisa menempati tempat duduk itu.
"Happy valentines day honey." ucap Jungkook yang menyambut ku dan penerbangan ku menjadi penerbangan yang sungguh luar biasa dengan hanya duduk berdua dengan idolaku yang kini telah menjadi kekasihku seorang.