" Bund... Elsa berangkat dulu ya..."
" Iya, hati-hati sayang..."
Namanya Elsa, sekarang dia duduk di bangku kelas 3 SMA. Begitulah aktivitasnya sehari-hari, seperti gadis biasanya.
Ketika di jalan...
" 1 Minggu lagi pesta Halloween, aku harus persiapin kostum aku dari awal nih. Aku nggak mau kalah lagi seperti tahun-tahun lalu. Tapi tahun ini harus ngerayain di rumah aku, sekalian ngerayain ulang tahun aku." Kata Elsa di dalam hatinya, sembari memikirkan persiapan pesta Halloween
Ketika di kelas...
" Guys sebentar lagi Halloween, kita rayain dimana? di rumah aku aja ya. Kan nggak pernah ngerayain di rumah aku." Tanya Elsa kepada sahabat-sahabat nya itu.
"Aduh... maaf banget kali ini aku nggak bisa ngerayain bareng kalian, soalnya aku di ajak sama keuargaku ke rumah pamanku. Disana bakalan ngerayain bareng keluarga." Kata Albert
"Oh... jadi gitu, gapapa kalau nggak bisa. Kalau yang lain gimana?" Tanya Elsa lagi
"Kalau aku gabisa juga kali ini, sama kayak Albert pesta keluarga." Sahut Gracelin
"Aku juga gabisa karna di ajak liburan sama papah aku ke luar negeri." Kata Daniel
"Nah... aku juga sama kayak Daniel, papah aku juga ngajak aku sekeluarga liburan ke Jepang. Papah aku kan juga sibuk banget, jarang-jarang ngajak liburan kayak gini." Ujar Georgino
"Sibuk semuanya ya. Tapi gapapa masih ada Becca."
" Emm... aku juga kali ini nggak bisa. Aku harus di rumah mendiang kakek aku. Karena tepat pesta Halloween ada peringatan hari meninggalnya kakek." Kata Becca
" Yah... semuanya sibuk. Padahal aku itu pengen Halloween kali ini ngerayain di rumah aku. Aku pengen buat pesta Halloween di rumah aku sekalian ngerayain ulang tahun aku." Kata Elsa dengan wajah murung
" Sebenernya kita juga mau sih, malah seneng banget kalau di undang ke rumah kamu. Tpi ya mau gimana lagi, mau di paksain datang juga nggak bisa." Kata Albert
"Nggak papa kok. Kalian ngga usah paksain datang ke rumah aku, kalian rayain aja sama keluarga kalian. Kalian kan punya urusan tersendiri yang lebih penting." Kata Elsa
"Beneran nggak papa nih? Soalnya kami nggak enak sama kamu, kamu niatnya ngundang kami, malah kami sibuk semua." Kata Georgino
"Beneran nggak papa kok. Tapi kalian harus janji ya tahun depan pokoknya harus ngerayain sama-sama." Kata Elsa
" Iya-iya kami janji. Tapi kamu juga harus janji juga ya ngerayain bersama pokoknya." Kata sahabat-sahabatnya itu
" Iya janji deh pokoknya." Jawab Elsa dengan wajah tersenyumnya
*****
Hari demi hari sudah berlalu, sekarang tiba waktunya pesta Halloween. Seharian Elsa membantu bundanya menyiapkan pesta Halloween di rumahnya sendiri. Walau Halloween tahun ini di rayakan dengan keluarganya, rasanya tidak lengkap tanpa ada kehadiran sahabat-sahabat Elsa.
"Padahal ku sudah mempersiapkan kostum ini jauh-jauh hari, tapi mereka malah nggak bisa datang tahun ini. Rasanya Halloween kali ini kurang lengkap tanpa adanya kehadiran mereka. Tapi gapapa deh, aku kan masih ada ayah sama bunda." Ujar Elsa di dalam hatinya
" Elsa... apa kamu sudah menata mejanya dan menaruh semua makanannya di sana?" Tanya bunda Elsa.
"Udah bun, ini tinggal dikit lagi." Jawab Elsa sambil menaruh makanan di meja
Pettt.....
Tiba-tiba terjadi pemadaman listrik di komplek perumahan Elsa.
" Kenapa tiba-tiba mati lampu, di hari Halloween pula, kan jadinya serem. Sepertinya satu komplek ada pemadaman listrik satu komplek deh." Kata Elsa sambil melihat rumah di samping kanan kirinya dari jendela.
"Bunnn... ini kayaknya pemadaman listrik satu komplek deh." Teriak Elsa ke bundanya
" Iya sepertinya satu komplek, kenapa pak RT nggak bilang dulu ya, biasanya kalau satu komplek gini sebelumnya pak RT bilang-bilang dulu. Bunda sama ayah ke rumah pak RT dulu ya, takutnya nanti ada konslet listrik, kan bahaya, nanti bisa satu komplek kebakaran. Kamu di rumah aja ya, biar ayah sama bunda yang pergi. Kamu tunggu di meja makan aja, udah bunda nyalain lilinnya di sana." Kata bundanya sambil membawa senter.
" Iya-iya bun. Bunda nggak usah khawatir, aku kan udah gede, bisa jaga diri aku sendiri, lagian ini kan di rumah sendiri." Kata Elsa kepada bundanya
"Iya anak bunda emang udah gede. Ayah.... cepetan keburu malem nih." Kata bunda Elsa
Lalu orang tua Elsa pergi keluar ke rumah pak RT.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.55, sudah 3 jam lebih Elsa menunggu orang tuanya yang tak kunjung pulang. Elsa yang menunggu di rumah merasa sangat bosan dan kesepian.
" Mana sih ayah sama bunda lama banget. Katanya cuma sebentar tapi udah 3 jam lebih aku nunggu. Bentar lagi jam 12 malem, anginnya dingin banget hari ini, mana hari Halloween, mati lampu juga, kan jadinya serem ini." Gerutu Elsa di meja makan
Tidak lama kemudian tepat pukul 00.15 angin berhembus sangat kencang sampai-sampai terbuka jendela rumah Elsa. Lilin Elsa pun sampai padam terkena hembusan angin yang sangat kencang ini.
Gubrak...Gubrakkk...
Wussss......Wussss......
" Apa itu?" Elsa penasaran dengan suara itu
" Oh... ternyata cuma jendela. Hari ini anginnya kencang banget, sampai-sampai bisa kebuka jendelanya, padahal ini tadi aku udah kunci. Lilin juga sampai padam." Lalu Elsa menutup jendela dan menyalakan lilin yang sudah padam tadi.
" Ih.... susah banget sih. Kenapa nggak nyala-nyala ini lilin. Angin tolong jangan tiup lilin ini dong." Berkali-kali Elsa menyalakan lilin tetapi tetap tidak bisa menyala.
Tiba-tiba terdengar seperti seseorang mengetuk pintu.
Tok...Tok...Tok...
" Itu siapa ya? apa mungkin ayah sama bunda? tapi kan ayah udah bawa kuncinya ngapain, ketuk pintu, langsung buka aja kan bisa." Kata Elsa di dalam hatinya
Seketika bulu kuduk Elsa berdiri, Elsa merinding ketika suara itu terdengar makin keras. Lalu Elsa berjalan pelan-pelan dan membuka pintu. Elsa sangat terkejut ternyata yang datang...
" Happy Halloween and Happy birthday Elsa!!!"
Ya ternyata yang datang adalah sahabat-sahabat Elsa. Seketika Elsa langsung tertawa bahagia melihat temannya datang tiba-tiba.
" Kalian? Kalian bukannya sibuk nggak bisa datang?" Tanya Elsa heran
"Haha... itu semua adalah rencana dari kami. Sejak dari awal kami rencanain hal ini. Kami ingin kasih kejutan ke kamu. Kami juga lo yang buat padam listrik satu komplek ini" Kata Becca
" Jadi liburan, acara keluarga, dan peringatan meninggal kakek itu cuma bohongan? Ya ampun kalian ini. Ayo masuk-masuk dulu. Bentar ya aku nyalain lilin dulu, tadi mati kena angin."
Ketika Elsa berbalik badan, dia kaget lilin yang ada di meja sudah menyala tanpa tau siapa yang menyalakannya.
"Ha... sudah nyala? kapan nyalanya? ah... mungkin tadi udah nyala pas aku nyalain, dan aku nggak lihat karna temen-temen datang." Ujar Elsa di dalam hati.
Tanpa rasa curiga Elsa duduk di meja makan bersama sahabat- sahabatnya itu.
Ketika di meja makan perasaan Elsa tidak enak. Tidak tahu kenapa sepertinya dia merasakan ada yang aneh dari sahabat-sahabatnya ini. Dia memerhatikan kostum dan riasan yang mereka gunakan. Wajah yang sangat pucat, tubuh yang sangat dingin, serta bau-bau tanah yang tercium membuat Elsa penasaran. Tetapi Elsa menganggap itu hanya kostum dan riasan biasa.
" Teman-teman kostum sama riasan kalian serem banget, kelihatan nyata, apalagi tubuh kalian yang sangat dingin dan bau-bau tanah ini, kayak mayat hidup tau." Kata Elsa sambil tertawa
"Emang ini asli nyata, beneran. Riasannya juga asli." Ujar Albert lalu tertawa dengan temannya.
" Ha.... apa maksudmu?" tanya Elsa
Tok....Tok...Tok ...Tok .. Tok....
Elsa....Elsa....Elsa...Elsa....
tiba-tiba terdengar suara mengetuk pintu dan memanggil nama Elsa sangat keras. Ternyata itu suara orang tua Elsa. Orang tuanya terlihat sangat panik dan tergesa-gesa.
Ceklek...Ceklek...Ceklek...
Terlihat ayah Elsa berusaha membuka pintu tapi tidak bisa.
" Ayah.... ayah ada apa? kenapa ayah sangat panik?" Teriak Elsa dari jendela
" Elsa! temen kamu tadi kecelakaan di jalan. Mereka kecelakaan saat menuju kesini. Mobil mereka menabrak tiang listrik yang ada di pinggir jalan, itu sebabnya satu komplek listriknya padam. Di antara mereka semua tidak ada yang selamat." Ujar ayah Elsa yang terlihat sangat panik.
" Ayah...temen yang mana?" Tanya Elsa terkejut, dan ragu-ragu kalau yang di maksud ayahnya itu adalah sahabatnya
" Temen deket kamu! Albert, Gracelin, Georgino, Becca, dan Daniel." Jawab ayah Elsa.
" Apa? Nggak mungkin! Mereka ada disini ayah! Lihat mereka semua ada di meja makan."
Ketika Elsa berbalik badan, dia kaget melihat sahabatnya sudah di belakangnya dengan tatapan dingin.
" Teman-teman yang ayah bilang salah kan? Mungkin ayah, mengira yang kecelakaan itu kalian." Tanya Elsa kepada sahabatnya
"Ha...ha...ha... Elsa yang ayah kamu katakan itu benar, kami semua meninggal karna kecelakaan. Wajah yang pucat, tubuh dingin, bau tanah itu semua asli. Ini semua terjadi karna kami ingin memberikan kejutan untuk kamu. Gimana kamu seneng nggak sama kejutan ini?" Jawab Daniel dengan tertawa
" Jadi maksud kalian pemadaman listrik gara-gara kalian itu, karna kalian kecelakaan? Kalian semua ini sudah menjadi arwah?" Tanya Elsa ketakutan
" Ya, benar sekali Elsa, kita semua sudah menjadi arwah. Dan ini semua demi memberikan kejutan untuk kamu. Sekarang kamu harus ikut kami juga bersama-sama. Bukankah kamu sudah berjanji tahun depan akan merayakan Halloween bersama? Seorang sahabat akan selalu bersama dimanapun dan dalam kondisi apa pun bukan?" kata Gracelin dengan tersenyum ke arah Elsa.
Lalu mereka berjalan ke arah Elsa pelan-pelan. Mereka tersenyum menggandeng tangan Elsa menaiki anak tangga menuju lantai atas. Elsa seakan terhipnotis dan ikut dengan mereka tanpa rasa takut. Orang tuanya yang melihat itu berusaha untuk masuk tetapi tidak bisa, seakan pintu itu dikunci oleh arwah-arwah para sahabatnya
" Elsa!!!Elsa!!! sadar nak! dengarkan kata-kata orang tua mu ini! Elsa sayang, tolong sadarlah, jangan ikuti mereka!" Teriak orang tua Elsa yang melihat dengan pandangan kosong mengikuti langkah sahabatnya.
Sesampainya di lantai atas, temannya menyuruh Elsa ke arah balkon
" Nah, sekarang udah sampai. Elsa sekarang ikut kami merayakan Halloween bersama. Setelah ini kita semua akan terus bersama, tidak ada kata tidak untuk merayakan Halloween bersama. Bukankah kamu sudah berjanji tahun depan akan merayakan bersama, jadi ikutlah dengan kami. Loncatlah, dan turunlah Elsa." Kata para arwah sahabatnya dengan tertawaan menyeringai.
Orang tuanya yang melihat anaknya bersiap meloncat, berteriak histeris. Orang tuanya terus meneriaki Elsa agar sadar. Tetapi usaha apapun yang di lakukan orang tuanya sia-sia, Elsa tidak mendengarkan dia terus mengikuti langkah sahabatnya itu.
Brukkkk........
ELSA..............
Orang tua Elsa berteriak ketika melihat anaknya jatuh dari balkon. Bunda Elsa menangis histeris melihat anaknya mati dengan cara yang tragis. Orang tuanya memeluk erat Elsa yang sudah tak bernyawa lagi.
Darah mengalir kemana-mana dari tubuh Elsa. Elsa yang malang itu tak bernyawa dengan cara yang sangat tragis. Sekarang hanyalah mayat yang terbujur kaku dengan berlumuran darah. Tidak ada yang menyangka kejadian ini bisa sampai seperti ini. Pesta Halloween yang di persiapkan, kini tinggallah menyisakan kejadian yang amat tragis. Malam hari itu benar-benar malam Halloween yang sesungguhnya, kejadian itu benar-benar sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan daripada orang yang berpakaian kostum.
Sedangkan dari kejauhan nampak Elsa dan sahabat-sahabatnya berkumpul di pinggir jalan depan rumahnya. Elsa mengucapkan " Happy Halloween ayah bunda... aku akan pergi dulu sama teman-teman". Setelah itu Elsa tersenyum ke arah sahabatnya. " Happy Halloween Elsa...." Kata para arwah sahabatnya dengan tersenyum ke arah Elsa. Lalu mereka berjalan entah tak tau kemana. Arwah mereka mungkin gentayangan di luar sana.
Inilah akhir cerita menyeramkan di malam Halloween.....
END
JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMENNYA YA.....
THANKS...
(◠‿◕)