Dunia bukan hanya mengenai cinta dan kasih sayang, namun juga perjuangan.
banyak dari kita yang bermimpi dan berharap setiap saat, mengharapkan kehidupan lebih baik sesuai yang diinginkan. namun nyatanya dunia tak semudah itu.
aku Seli, anak remaja yang memiliki segudang harapan. siapa sangka bahwa aku akan menjadi anak brokenhome. hal yang sangat menyakitkan. aku selalu merasa kesepian bahkan saat berada di keramaian.
ketakutan yang selalu menghantui, rasa bersalah terus menerus, bahkan menangis tanpa suara. apakah aku dilarang merasakan kebahagiaan?
kini bahkan aku tidak tahu bagaimana cara tersenyum dengan tulus.
aku tahu banyak diluar sana anak brokenhome yang mampu keluar dari lingkaran toxic home namun, mengapa itu semua terasa sulit untukku?
sakit yang bahkan tidak terlihat secara fisik.
aku terkekang dalam ruang yang bahkan sepertinya tidak memiliki pintu. berdiam dalam ruang kosong seperti perasaan ini hanya mendengar amarah dari orang tua yang menuntut kesempurnaan dari aku.
kini aku merasa lelah dan putus asa. seperti tidak memiliki harapan untuk bangkit, tuhan seolah menutup jalan untukku.
bukankah sangat menyakitkan? aku bakan tidak memiliki arah.
namun, seseorang hadir membantu aku bertahan. dia adalah Bayu.
pertemuan yang tidak pernah terbayang sebelumnya. disaat aku menangis malam hari di sebuah taman indah karena saat malam taman itu tampak sepi, dia datang menghampiriku. sontak aku menutup wajah dengan kedua telapak tangan.
dengan pakaian olahraganya dia terduduk di sampingku dan mengulurkan sapu tangannya.
"ambil ini" ucap Bayu tanpa melihatku.
"makasih" jawabku dan mengambil sapu tangannya.
"apa yang kau lakukan sendirian disini?"
"oh tidak ada hanya bersantai"
"mana ada bersantai dengan air mata di pipi"
"itu bahkan bukan urusanmu"
"ya... aku bukan tipikal yang mengurusi hidup orang"
"terus kenapa masih disini?"
"apakah aku terlihat menakutkan untukmu?"
"kenapa tanya hal itu?"
"kamu terlihat tidak nyaman tapi aku tahu kau sedang menangis"
"terus apa urusanmu? kita bahkan bukan teman"
"biasanya aku tak pernah peduli dengan urusan orang lain tapi melihatmu menangis tersedu sedu seperti sedang melepas beban, entah kenapa membuat hatiku sedikit sedih"
"hei kau itu laki laki atau perempuan sih, lebay amat"
"aku tahu kamu sedang tidak baik"
"cukup, aku bahkan gak kenal kamu jadi pergilah"
"namaku Bayu. jika kamu butuh teman cerita, kamu bisa hubungi aku" ucap Bayu sambil memberikan kertas berisi nomor telepon.
"eh apaan sih, aku baik baik aja"
"ya terserah kamu, asal kamu tahu aku bukan orang yang sembarangan memberikan nomor telepon"
"ya terus ngapain kasih aku"
"memang aku tak boleh membuat pertemanan baru dengan siapa pun? lagipula kau sendirian disini, bukankah lebih baik menemukan teman baru daripada hantu"
"hah, omong kosong apa ini?"
"ngomong ngomong siapa namamu?"
"haruskah aku beritahu?"
"apa kau selalu seperti itu setiap ada yang bertanya namamu?
"gak kok"
"lalu?"
"oke, namaku Seli"
"Seli kau banyak menutupi semuanya, jadi kau sendiri yang tersiksa"
"hei kau tahu apa tentang aku"
"sepertinya aku harus pergi, sampai jumpa" ucap Bayu sambil berlari meninggalkanku.
"hah sumpah, apa ini perkenalan yang konyol" keluhku sambil menghela napas panjang.
pertemuan aneh dengan Bayu. awalnya aku tidak berniat menghubunginya namun tuhan selalu punya cara untuk membuatku bertemu dengannya.
kupikir saat itu dia bercanda dan hanya iseng memberikan nomornya sampai aku berpikir dia senang tebar pesona. tapi kenyataannya dia laki laki yang cuek terhadap hal yang tidak dia inginkan.
aku tidak tahu hal apa yang membuatku semakin dekat dengannya hingga berani berbagi cerita hidupku, sebelumnya aku orang yang sangat tertutup. awalnya kupikir dia akan menganggapku berlebihan dan memandangku buruk dengan streotip "brokenhome" karena kutahu banyak orang yang tidak menyukainya.
Bayu justru menyemangatiku, selalu membuatku tersenyum hingga aku melupakan rasa sedihku. aku tidak tahu mengapa dia mau berada di sisiku?
hari berganti hari. aku semakin dekat dengannya bagaikan seorang pasangan.
hari ini dia mengajakku berkeliling mulai dari nonton bioskop, berbelanja, mengunjungi taman bermain hingga kuliner.
mengunjungi taman di dekat pantai bukanlah hal yang buruk untuk diakhir pertemuan, dengan memegang cup minuman untuk melepas lelah seharian.
"Sel apa yang membuat kita jadi dekat?"
"aku bahkan gak tahu, kenapa kamu tanya itu?
"entah mengapa aku merasa semakin nyaman"
"bukankah setiap pertemanan jika sudah dekat memang akan terasa nyaman"
"ya benar, bahkan aku berharap lebih"
"hah? apa sih yang kau maksud. mengapa kata katanya berbelit"
"kamu benar gak paham?"
"hah? kamu lagi berlatih buat puisi? serius aku tak paham mengenai puisi"
"apa kau pernah mengenal laki laki sebelumnya?"
"aku kenal tapi tidak pernah dekat, kenapa memangnya?"
"ah pantas kau tak paham"
"haduh, jadi apa maksudnya? jika butuh bantuan membuat puisi aku tak bisa"
tiba tiba Bayu menghentikan langkahnya, mengarahkan tubuhnya menghadapku bahkan menarik napasnya panjang.
"kau kenapa sih?"
"Sel aku ingin jadi orang pertama dan terakhir yang bisa membuatmu nyaman"
"hah? kau semakin membuatku terasa aneh"
"bolehkan aku berharap lebih?"
"apa yang kau harapkan?"
"entah mengapa aku semakin menyukaimu"
"Bay apaan sih, candaannya aneh tau ga"
"aku serius Sel"
"kalo mau latihan jangan ke aku, lihat aja cermin"
"sumpah aku serius, ini bukan candaan"
awalnya tidak ada kata yang mampu keluar dari mulutku, aku merasa bingung sekaligus kaget.
"hem Bay, boleh beri aku waktu dulu"
"iya tidak apa apa, kau tidak harus menjawab sekarang"
"oke"
"apa ini! mengapa jadi terasa canggung?"
"hadeh kau yang memulai kau juga yang protes, aneh"
"aku gak suka suasana canggung"
"sepertinya aku harus segera pulang, adikku mencariku"
"aku juga, oke sampai ketemu lagi"
"terimakasih untuk hari ini Bayu"
"santai aja"
aku pulang dengan arah yang berbeda dengannya jantungku berdegup kencang. entah mengapa hal ini membuatku terasa senang dan bahagia.
seperti inikah rasanya bahagia? seolah aku tidak memiliki masalah.
banyak cerita tak terduga dibalik kisah pilu kehidupan. awalnya kupikir tuhan membenciku karena memberiku masalah yang tak berujung.
namun, kini aku percaya bahwa semuanya akan tergantikan di waktu yang tepat.
jadi aku tak pernah salah dan menyesal selalu bermimpi dan berharap akan ada hari yang lebih baik lagi untuk esok maupun seterusnya.
aku tahu kita tak bisa memilih kemana kita ingin dilahirkan, aku juga tak bisa menolak untuk tidak merasakan tekanan dalam hidup. tapi tidak ada salahnya kita terus berharap.
karena pengalaman membuatku belajar merubah segalanya.
*terimakasih yang sudah mau membaca, mohon maaf apabila ceritanya aneh. silahkan tinggalkan like dan komentarnya, aku harap kalian bisa memberikan saran untuk aku kedepannya