Namaku Rere, aku adalah anak SMP kelas 9. Aku adalah anak dari keluarga biasa. Aku adalah anak yang kadang cukup pendiam tapi juga ceria. Namun dibalik kecerianku, aku anak yang suka memendam semua hal. Dan salah satunya aku sebenarnya diam-diam membenci paman, bibi, dan nenek ku.
Aku awalnya tidak membenci mereka, tetapi seiringnya waktu dan aku menginjak usia remaja, aku mulai membenci mereka. Mereka yang kubenci adalah nenek dan para paman & bibiku dari pihak ayahku. Aku memang tidak suka dan membenci mereka, tapi aku harus tetap berterima kasih dengan mereka. Karena mereka sering membantu keluargaku yang kurang mampu, walaupun mereka sering tidak tulus dan ikhlas membantu, tapi mereka tetap sudah membantu keluargaku, jadi aku harus berterima kasih pada mereka.
Suatu hari aku diajak ke rumah nenek, karena ada acara keluarga. Jadi aku terpaksa ikut walau tidak mau dan enggan pergi ke sana. Namun saat di sana lagi-lagi aku merasa kami seperti dikucilkan. Saat berkumpul bersama keluarga besar, aku selalu bersikap dingin, cuek, pendiam, dan selalu duduk di pojok, aku akan berbicara saat ada yang mengajak aku berbicara. Mengapa aku harus melakukan itu? Karena kalau aku berbicara dan bergaul dengan sanak saudara, aku selalu disalahkan walau tidak melakukan apapun. Tapi hari ini aku mendengar mereka menghina orang tuaku dan keluargaku. Paman Bibiku selalu menekan kami agar kami segera melunasi hutang kami kepada mereka. Sekarang mereka benar-benar menghina kami dan menuntut kami untuk segera melunasi hutang, padahal mereka sudah tahu keadaan kami yang kekurangan. Yang tidak aku suka dari nenekku adalah beliau selalu diam saat paman dan bibi berperilaku seperti itu dan nenekku selalu seperti membela mereka.
Karena paman dan bibi sudah seperti itu, orang tuaku sudah tidak tahan dengan perilaku mereka, dan akhirnya kami terpaksa mengontrakkan rumah kami yang belum lunas itu. Orang tuaku dan adikku pergi ke kampung halaman ibuku. Karena aku sudah kelas 3 SMP, jadi aku tidak bisa ikut pindah. Untung ada teman ayahku yang ingin menjagaku sampai aku benar-benar lulus sekolah ( lulus SMA ). Sejak kejadian itu aku bertekad untuk menjadi sukses dan meraih cita-cita ku serta melunasi semua hutang orang tuaku, dan aku ingin bilang kepada mereka “ Apa sekarang kalian masih ingin menghina kami lagi? Dan mungkin orang tuaku mau memaafkan kalian, tapi aku tidak ingin memaafkan kalian yang sudah menghina keluarga berhargaku”.
Bertahun-tahun berlalu akhirnya aku menjadi sukses saat aku menginjak umur 19 tahun saat aku berkuliah di Singapura. Akhirnya aku sukses meraih cita-cita ku, aku menjadi seorang pembisnis terkenal dan Band yang aku pimpin dan aku dirikan juga menjadi terkenal. Saat liburan aku kembali ke tanah airku tempat di mana aku dilahirkan. Aku bertemu orang tuaku yang sedang menjemputku di bandara, saat melihat mereka aku segera memeluk mereka dengan rindu. Setelah melepas rindu, aku dan orang tuaku pulang ke rumah, saat sampai di rumah aku melihat adikku yang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.
Keesokan harinya aku pamit ke orang tuaku karena ingin berjumpa dengan teman-temanku yang sudah mendukungku dan sekalian pergi ke bandara untuk menjemput teman-teman kuliahku sekaligus teman Band ku. Setelah menjemput mereka kami pergi berjalan-jalan. Tapi tidak lama kemudian aku ditelepon orang tuaku agar kembali dan ikut mereka pergi ke rumah nenekku, karena di sana ada acara keluarga. Dan di saat itu aku berpikir agar saat di sana sekalian membayar hutang keluargaku kepada mereka dan sekaligus aku membalas perbuatan mereka kepada kami.
Saat sampai di sana paman dan bibiku masih tidak berubah, dan mereka masih menagih hutang dan menghina kami. Mungkin mereka masih berpikir kalo kami masih orang yang tidak sukses, namun aku membiarkan mereka. Telah mereka puas mengoceh, Aku mengeluarkan sejumlah uang Tunai dan mentransfer ke sejumlah uang besar kepada mereka. Dan setelah itu aku berkata “ Jangan meremehkan kami, saat itu kami memang tidak punya uang dan kekurangan, Tapi saat ini tidak. Kami sudah berhasil menjadi orang sukses”. “ Jadi tolong jangan meremehkan orang seenaknya”.
Setelah itu aku memberitahukan mereka hal-hal lain kalau di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan dan kurang mampu. Setelah itu mereka sadar akan perbuatan mereka, dan mereka pun meminta maaf kepada kami.
♥TAMAT♥