Selamat Membaca!!
Semoga Suka😂😂
⚡
⚡⚡
⚡⚡⚡
⚡⚡⚡⚡
"Kenapa kamu merahasiakan semua ini dariku, Dra?" kesal Burhan pada Indra, adik iparnya.
Indra yang merasa bersalah hanya bisa terdiam menatap sang kakak ipar.
"Sejak kapan?" tanya Burhan dengan suara yang terdengar memilukan di telinga.
"Sejak kapan, Ndra?"
"Sejak sebulan setelah kepergian kak Nadya," jawab Indra pelan.
Aarrrkkhhhh....
Burhan hanya bisa berteriak keras untuk mengurangi rasa sesak yang ada di dadanya.
"Benarkah selama itu kau membohongi ku, Sesya?" tanya Burhan dalam hati
Selama berbulan-bulan, hampir setahun kepergian mendiang sepupu iparnya Nadya, Burhan merasa di bohongi sama istrinya sendiri.
Sesya, istri Burhan menjalin hubungan gelap bersama sepupu, anak dari adik kandung ayahnya sendiri setelah kepergian istrinya.
Awalnya Indra gak percaya kakaknya bisa berbuat sekeji itu kepada iparnya. Namun dia melihat sendiri kenyataannya saat tak sengaja dia bertemu di kafe yang sama saat itu. Dia melihat sang kakak Sesya sedang bermesraan dengan sepupu iparnya, bang Satya.
flashback on
" Ini mata gue yang rabun apa gimana sih? Yang benar saja itu kak Sesya?" gumam Indra saat tak sengaja melihat dua sejoli yang lagi berta*tan b*bir di sudut pojok kafe.
Masih tak percaya akan apa yang dilihatnya, sontak dia mengehentikan pelayan yang sedang lewat di sampingnya.
"Mbak, boleh minta tolong cubit saya," ucap Indra tanpa mengalihkan pandangannya.
Merasa tak ada respon dia kembali meminta bantuan orang yang berdiri di sampingnya.
"Mbak, tolong tampar saya saja lah kalo mbak gak mau cubit saya," tegas Indra sambil meraba tangan waiters yang masih setia berdiri di sampingnya. Tanpa sengaja Indra melakukan kesalahan dengan meraba dua gunung kembar sang waiters.
Plak... plak..
Bukan hanya sekali, namun dua tamparan sekaligus meluncur di pipi mulus Indra hingga meninggalkan bekas jari-jari tangan si waiters.
" Mas bisa sopan gak sih? Kalo gak bisa, silahkan keluar dari kafe kami," Teriak waiters itu tepat di telinga Indra.
"Anjirr... bisa lebih pelan sedikit gak sih, ngomongnya," seketika Indra mengambil posisi memunggungi kedua sejoli yang lagi bermesraan itu.
" Mas yang keterlaluan kenapa marah-marah ke saya. Harusnya saya yang lebih marah disini. Saya yang anda rugikan saat ini,"
"Hah, rugi?" Indra membeo sendiri lantaran tidak menyadari apa yang telah di perbuat tadi.
Beruntung kafe saat ini hanya ada sedikit pengunjung. Itupun kursi yang di ambil pelanggan lumayan berjarak. Sehingga perdebatan Indra dan waiters tidak begitu menarik perhatian pengunjung lainnya.
Plakkk..
Sekali lagi waiters itu menampol tangan Indra yang tidak berada di tempat semestinya.
"Itu tangan minta di potong kah? Kalo iya dengan senang hati saya akan mengambil pisau di dapur," ketus waiters dengan amarah yang telah memuncak.
"Astaghfirullahaladziim.... Maaf mbak, saya gak sengaja. Beneran mbak sumpah saya gak bermaksud berbuat kotor ke mbak."
Indra merasa bersalah terus saja memohon maaf ke waiters tersebut.
"Mbak, saya minta maaf. Saya gak berniat berbuat keji seperti itu ke mbak," mohon Indra dengan menghela nafas berat karena merasa di abaikan.
"Sebenarnya saya sedang merasa berhalusinasi tadi mbak. Jadi saya berniat meminta bantuan ke mbak untuk menyadarkan saya. Tapi mbak nya kenapa gak melakukan apa yang saya minta tadi sih," Ucap Indra dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.
"Ini orang gak waras apa gimana sih? Kenapa coba tiba-tiba mellow begitu," batin si waiters merasa heran dengan perubahan ekspresi pelanggan di depannya. Seketika waiters itu menyadari apa yang terjadi dengan pelanggan di depannya setelah mengikuti arah pandang mata Indra.
"Oh... pantas saja jadi gesrek nih orang. Ternyata lagi di selingkuhi sama ceweknya," batin waiters itu lagi terkekeh geli mengira bahwa Indra sedang di selingkuhi kekasihnya.
"Tau ah... mending balik kerja lagi daripada meladeni orang tak waras seperti anda," Ketus waiters itu ke Indra.
"Ehh.. mbak mau kemana?" tanya Indra yang menyadari akan kepergian waiters.
" Balik kerja lah, mau apa lagi coba,"
" Tapi mbak, saya minta maaf ke mbak. please?!" lagi dan lagi Indra memohon ke waiters itu. Entah sudah keberapa kali Indra mengucapkan kata maaf sehingga membuat waiters itu merasa jengah dengan kata-kata Indra.
"Udahlah lupakan. Kali ini aku maaf kan, tapi tidak untuk lain kali," terang waiters.
"Oh iya, satu lagi. Kalo mas nya di khianati, ya cari yang baru saja lagi," Ucap waiters sebelum pergi meninggalkan Indra.
"Whattttttt!!!!!!!!" pekik Indra seketika.
"Mbak, tunggu," Indra mencoba menghentikan langkah waiters itu. "Apa yang mbak maksud?!" teriaknya lagi.
Beruntung Sesya dan Satya sudah keluar dari kafe itu, jadi Indra bisa dengan leluasa berteriak keras ke waiters yang sejak tadi menjadi teman ngobrolnya.
"Udahlah mas, saya paham kok. Kalo mas nya sakit hati ya balas saja dia dengan hal yang sama. Beres kan?!" teriak waiters juga.
"Sakit hati? Apa maksudnya coba?"
tanya Indra pada dirinya sendiri karena tidak mengerti apa yang di maksud waiters.
Karena merasa penasaran akhirnya Indra menyusul si waiters itu untuk menanyakan maksud dari ucapannya tadi.
Setelah menerima penjelasan dari waiters itu, yang mengatakan bahwa kak Sesya dan bang Satya telah menjadi pelanggan kafe hampir setiap lewat di jam makan. Seperti saat ini yang baru jam 10.00 pagi. Ini sudah lewat jam sarapan dan belum waktunya makan siang. Namun kedua sejoli itu akan balik lagi di jam 2.00 siang untuk makan siang. Dan waktu makan malamnya mereka akan datang di jam 22.30.
Dan yang bikin syok Indra saat ini adalah pernyataan si waiters yang bilang bahwa mereka melakukan semua itu setiap hari sejak sembilan bulan terakhir.
Sebenarnya gadis berpakaian waiters itu bukanlah waiters sesungguhnya di kafe itu. Tapi dia adalah pemilik kafe yang menyamar sebagai waiters demi mengawasi dua sejoli yang selalu bertindak tak senonoh di kafe nya.
Semenjak ada yang melapor kegiatan yang mereka lakukan di kafe, gadis itu memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri dengan turun tangan mengawasi orang itu. Takut mereka berbuat hal yang tak senonoh yang mengakibatkan mencoreng nama baik usaha kafe miliknya. Tapi selama dia mengawasi pasangan itu, belum ada hal-hal yang aneh yang dapat merugikan tempat usahanya. Maka dari itu, dia masih biasa saja melayani pasangan sejoli itu layaknya pelanggan yang lainnya.
Mau lanjutan dari kisah mereka seperti apa?
Aku juga gak tahu, udah bingung bikin alur nya. Baru ngetik sedikit sudah berasa pegel jari-jarinya 😂
Kapan-kapan saja ya kalo ingat bakal up lagi kelanjutannya 😂