"ulfa nanti papa ada meeting khusus sama temen papa...nnti papa gak bisa jemput..pulang nya nanti bareng mbk mila aja ya,,," ujar papa..
"ahh lebih baik ulfa bawa mobil sendiri aja " ujar ku ketus "kmu ini kenapa sih masih sinis aja sama mbk mila padahal seminggu lagi papa sama mbk mila nikah,bentar lagi jadi calon mama baru kamu" ujar papa. " calon istri baru papa bukan calon mama baru ulfa ...bagi ulfa mama itu hanya ada satu..walau sekarang udh ga ada tetep aja ga ada yg bisa gantiin posisi mama! " ujar ku kesal
"heh kmu ini mbk mila itu orang baik loh" jelas papa
"tau ah pa mls debatin dia,ga penting..! " ujar ku
papa hanya menatap ku lekat seraya menggelengkan kepalanya. " jadi aku bawa mobil aja ya pa " pinta ku
"ga ulfa kmu itu baru belajar naik mobil papa ga mau kmu kenapa napa"! ujar papa
aku hanya diam dengan seribu kekesalan andai aja pak doni ga cuti.. gumam ku dalam hati
"pak doni hanya ambil cuti 3 hari..apa salah nya sih beberapa hari ini papa yang anter kmu sekolah pulangnya di jemput mbk mila.." ayo ujar papa seraya membuka kan pintu mobil untuk ku.. " huh desah ku kasar aku benar" tidak busa menolak semua ini
sesampai ku di sekolah aku hanya diam tanpa berinteraksi dengan siapa pun hari ini aku benar"kehilangan mood belajar hingga jam mapel pun berlalu akhirnya bel pulang pum berbunyi aku mrlirik jam tangan ku yang menujukkan tepat pukul 13: 00..aku segera berjalan menuju pintu gerbang " ahh pasti bentar lagi mbk mila datang males bgt pulang bareng dia" gerutu ku dlm hati seraya berdiri tepat di depan pintu gerbang. tiba" sebuah mobil berwarna putih pun berhenti tepat di depan ku.." ulfa..sapa seorang wanita seraya turun dari mobil itu dan menghampiri ku "untung aja mbk ga telat pulang yuk"! ajak nya pada ku. " hari ini ulfa lagi ada tugas kelompok jadi ga langsung pulang ke rumah,ngerjain tugas dulu di rmh temen " ujar ku ketus. " emm gitu yaudah biar mbk anter ke rumah temen nya " tawar nya pada ku. " ga usah mbk rumah nya deket dari sini jalan juga nyampek" ujar ku
"serius,? kmu ga lagi bohongin embak kan,?" ujar nya
"ihh apaan sih mbk..ya gak lah," ujar ku ketus seraya meninggalkan wanita itu begitu saja
sementara mbk mila yang masih tetap berdiri di tempat menatap kepergian gadis mungil dengan seragam putih abu yang berjalan menjauh tanpa menghiraukan nya ...." ulfa..andai kmu tau mbk beneran sayang sama kmu bukan karena ayah kmu..huhh meluluhkan hati kamu sulit juga yaa" gumam nya seraya tersenyum..
aku masih berjalan gontai menyusuri jalanan " eh seriusan nih aku jalan..? mana aku lupa lagi,tadi pagi kan aku menolak uang jajan dari papa terus naik apa dong yang gratis?" gerutu ku dalam hati aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh punggung jalan tiba " ku menangkap sosok wanita keibuan yang sedang memunguti sesuatu sepertinya barang belanjaan nya terjatuh dan berserakan di mana mana ..entah kenapa hati ku terketuk untuk membantunya..aku pun menghampirinya " biar saya bantu ya bu , ujar ku seraya ikut membantu nya". eh iya neng makasih ya" ujarnya."sama sama buk." jawab ku dengan mengulas sedikit senyum di bibir ku. " emang nya neng mau kemana,?" tanya nya padaku " mau pulang ke rumah bu". "emg rumah nya mna neng,?". "kompleks garuda buk" jawab ku. "wah klo begitu kita searah neng saya tinggal di ponpes nurul ulum barengan aja neng kebetulan saya bawa mobil" tawar nya pada ku..aku yg kebetulan membutuhkan tumpangan pun segera mengangguk setuju. selama di dalam mobil terjadi percakapan ringan antara aku dan ibu itu.." btw ibu sebagai apa di ponpes nurul ulum,? " tanya. ibu itu tersenyum dan kemudian menjawab " saya istri nya kiyai amar pimpinan ponpes nurul ulum". " berati ibu ini buk nyai nya,?..ujar ku kaget aku tak mengira sama sekali bahwa yang sedang bersama ku ini buk nyai ponpes nurul ulum.. "iya ujar nya".. ohh maaf bu nyai saya tidak tau" ujar ku.. " wehh biasa saja neng jangan panggil bu nyai panggil umik aja ya" pinta nya.. " emm baik umiik" jawab ku kekeh..."oh iya nma kamu siapa neng dan ngomong" udh kls berapa,?.. " nama aku ulfa mik sekarang kls 12.. " ohh iya ".. " iya umik,bentar lagi ulfa lulus..oh iya umik ga punya anak cowok,pengen deh punya camer kayak umiik...xixxi" ujar ku terkekeh
"haha ulfa"gemes bgt sih kmu..." ujar umiik..aku hanya tersenyum geli mengoreksi perkataanku tadi yang asal nyeplos...
***
akhirnya aku pun sampai di rumah...
aku berjalan memasuki rumah baru saja aku sampai di mulut pintu langkah ku pun terhenti saat melihat sosok pria yg sepertinya lebih tua dari ayahku berpakaian jubah layak nya kiyai ia terlihat mengobrol dengan ayah ku.." nah itu ulfa pak kiyai..anak saya.." ujar ayah sontak mengundang atensi beberapa orang disana termasuk ayah,mbk mila dan pria tua itu...mereka menatap ku dengan tersenyum...aku sedikit canggung risih dan gugup di tatap seperti itu..." ada apa tanya ku,,?... "ulfa ayo duduk dulu...ujar ayah" aku pun menurut aku duduk di samping ayah. " ulfa emm jadi kedatangan kiyai amar ini untuk melamar kmu untuk salah seorang putra nya,,,bagaimana menurut mu,?" tanya ayah..padaku. " hah kiyai amar,? kiyai pimpinan ponpes nurul ulum,? tanya ku
" iya ulfa ,?" jawab nya. "ulfa kok kmu tau klo kiyai amar ini pimpinan pondok nurul ulum,? bukanya kmu ga pernah tau"ya tentang orang"pondok,? papa
" hehe..." ujar ku meresepon pertanyaan papa
"kalau begitu aku menerima nya" ujar ku mantap
"hah,??" apa kamu yakin ulfa ,? kmu kan masih muda ,? ayah pikir kmu akan menolaknya,? hmm kmu juga blum melihat putra daripada kiyai ini kan...,? bagaimana jika tidak sesuai kriteria mu,? cerocos papa yang sepertinya tidak rela dgn keputusan ku...
"aku yakin papa,," ujar ku...
"apa alasan nya kmu menerima nya ulfa,?" papa
" ulfa pengen punya mertua kaya kiyai dan umiik..bagi ulfa lebih baik tinggal bersama mertua baik seperti umiik daripada dengan ibu tiri.." ujar ku dengan tersenyum kecil...
" apa kmu mengenal umiik ulfa,? tanya kiyai
"hehe kenal pak kiyai tadi pulangnya ulfa dianterin umiik" jelas ku
"ulfa menikah itu bukan sehari dua hari..apa kmu yakin,? kmu melakukan ini bukan karena marah dengan pernikahan papa,?
" enggak kok pa,, emg ulfa pengen punya camer kaya umiik dan pak kiyai...ga perduli seperti apa rupa dan kriteria lelaki yg akan menjadi suami ulfa,,
"baiklah besok kita akan adakan pertemuan keluarga" ujar pak kiyai..
****
malam ini akan diadakan pertemuan keluarga,,aku benar"gugup..."non ayo keluar keluarga dari pak kiyai sudah datang..." ujar bik tina salah satu art di rumah ku" iya bik...ujar ku seraya merapikan hijab ku..yeah aku harus belajar memakai hijab ..bagaimana mungkin calon mantu kiyai tidak berhijab...
aku mulai berjalan menuju ruang tamu..sontak semua mata memandang kuu..."ulfa....masyaallah cantik banget..." ujar umiik seraya menghampiri ku
"ahhh mksih umiik ehhh calon mertua😆" ujar ku kekeh
"semua orang tersenyum melihat sikap bar"ku..
"oh tidak aku harus anggun dan kalem di depan gus ku" bisik ku dalam hati...setelah aku duduk aku pun mulai memperhatikan satu"di antara mereka ...aku tidak melihat seorang pemuda...ujar ku bingung...
"gus masuk gus" titah pak kiyai pada seseorang dengan sebutan gus....
tak lama kemudian masuk lah sosok pria bertubuh tegap....pria itu sangat tampan......
"nah ini calon suami mu ulfa,anak umiik namanya Gus azmi" ujar umiik
"masyaallah....paket komplit nih...camer idaman plus suami pangeran.." bisik ku dalam hati.
SELESAI
Mira azira zira..