Wanita itu keluar dari mobilnya dengan tergesa-gesa. Kecelakaan yang hampir membunuhnya, untung saja ia dapat menghindarinya dengan cepat.
Wajahnya yang cantik itu terlihat tegang, dengan earphone putih ditelinganya.
Dilihatnya, kecelakaan itu nampak beruntun, karena banyak mobil yang juga terkena dampak disana.
Mobil Polisi tiba lebih cepat, yang di ikuti dengan Mobil Pemadam Kebakaran yang langsung melakukan tugasnya, untuk menghentikan api yang mulai menjalar kemana-mana. Lalu beberapa Ambulans dari berbagai Rumah Sakit mulai berdatangan, orang-orang keluar dari mobil itu mulai menyerbu mencari Pasien yang akan mereka angkut.
Wanita itu tertegun, baru kali ini ia melihat pemandangan mencekamkan seperti itu dari dekat dan benar-benar nyata, biasanya ia akan melihat hal seperti ini hanya di film dan siaran berita TV sebagainya.
"Astaga..." gumam nya.
Tangan nya bergetar, memikirkan berapa banyak korban dari kecelakaan ini? Saat melihat lebih dari sepuluh mobil yang mengalami kecelakaan. Ia lalu memutarkan kepalanya, di lihatnya kembali mobil miliknya yang juga terlihat mengalami kerusakan parah. Berapa bulan gaji nya yang harus ia pakai untuk perbaikan mobilnya itu? Tak sanggup rasa nya jika ia harus berhutang ke bank untuk memperbaiki mobilnya yang rusak. Ia akan meminta pertanggungjawaban pada orang yang memulai kecelakaan ini sejak awal, awas saja nanti!
Telinga nya lalu mendengar kericuhan hebat disekitar nya, oleh Warga yang heboh berteriak-teriak tidak jelas dan bergerombol tidak jauh disana.
"Korban?"
Wanita itu penasaran, ia membagusi rambutnya yang panjang terurai nampak kusut akibat angin yang bersemilir, sambil berjalan mendekati gerombolan warga-warga.
Ia mencoba menoleh kesana kemari, tidak dapat melihat apa yang diricuhkan oleh warga-warga.
Tidak lama dirinya pun akhirnya juga sudah mulai kesal karena sendari tadi tidak dapat melihat 'apa itu'.
Hingga akhirnya Warga-warga itu nampak memundurkan badan mereka memberikan jalan lebar, mendapati anggota Rumah Sakit dengan tandu menghampiri mereka cepat.
Anggota Rumah Sakit itu sedikit memeriksa korban tersebut, setelahnya mereka dengan Petugas Damkar nampak bekerja sama mengangkat Korban tersebut, lalu menutupi Korban tersebut dengan penutup jenazah, yang berarti menjelaskan bahwa Korban tersebut sudah meregang nyawa.
Semua warga nampak tegang melihat kejadian itu, entah kenapa Wanita itu menjadi sangat penasaran siapa dan bagaimana orang yang sudah meninggal tersebut, namun sayangnya ia sudah tidak dapat melihat karena orang itu telah ditutupi oleh mereka. Hingga akhirnya ternyata dirinya diberi kesempatan.
Tiba-tiba saja Angin bersemilir kencang, membuat penutup mayat itu terbuka lebar akibat Angin yang menerpanya.
Menampilkan seorang wanita cantik berambut panjang dengan kaki yang tidak utuh dan lengan yang terputar, serta earphone putih ditelinganya, bergelimang banyak darah. Salah satu Petugas Damkar yang melihat itu langsung membagusi penutup mayat tersebut, dan mereka pun langsung bergegas memasukan Korban itu ke dalam Ambulans.
Hayoo kenapa tuhh? ada yang paham?>_<
Maaf cerita nya rada ngga jelas, sengaja emang :D
Biar membingungkan kalian, para pembaca.