di tengah malam di mana saat semua orang udah tidur lelap seorang pria dan bundar mandi di depan pintu IGD dengan wajah khawatirnya. di tengah-tengah kekhawatirannya terdengar suara tangisan seorang bayi " ue ue ue " kang sorban yang sangat kencang di tengah malam sunyi. emang perlu mengucap syukur atas kebahagiaan yang dirasakan. orang baik sudah lama ditunggu-tunggu kehadirannya dalam hidupnya sekarang sudah lahir ke dunianya.
di tengah-tengah kau bahagia keluarlah sekarang suster " permisi pak kita sudah boleh masuk menjenguk istri dan anak bapak, saya ucapkan selamat ya atas kelahiran bayinya pak " "iya sus terima kasih atas bantuannya" " iya pak ,silahkan masuk pak "
sesaat setelah masuk dalam ruangan terdengar orang mengucap "selamat ya pak atas kelahiran anaknya semoga ketika anaknya dewasa bisa membahagiakan orang tuanya" "iya dok terima kasih atas bantuannya" "iya pak ini sudah tanggung jawab saya sebagai seorang dokter ,kalau gitu berdiri dulu ya pak" "iya dok".
sesaat setelah dokter itu keluar " gimana Bu masih sakit" "nggak papa udah mendingan sekarang" "oh iya gimana baik kita" "masa bisa lihat sendiri , bayi cantik ya pak" "iya Bu, kira-kira menulis nama siapa ya Bu" " he, menurut bapak gimana mau ngasih nama siapa " "kalau menurut bapak Inggris nama apa ya kira-kira , Wulan Sari " "Wulan Sari nama yang bagus ibu suka pak "
dari malam berganti pagi berganti hari hari berganti bulan bulan berganti tahun. saat ini bulan sudah tumbuh menjadi anak yang ceria dikelilingi banyak teman aktif cerdas dan nakal seperti anak bayinya. 2 tahun telah berlalu bulan pun mulai masuk sekolah dasar . bulan memiliki banyak teman tapi tidak ada orang pun dari temannya dianggap istimewa.
sekarang sudah mulai masuk sekolah menengah pertama di hari pertama masuk bulan sudah memiliki banyak sekali teman tapi tetap saja nihil dia masih belum memiliki seorang sahabat. 3 tahun berlalu " ha , sekarang sudah berlalu 3 tahun aku masih belum memiliki seorang sahabat pun waktu aku sekolah dasar aku pun tidak menemukannya padahal aku hanya memiliki satu permohonan aku hanya ingin menjadi seorang sahabat yang mengerti suka dan dukaku menjadi teman curhatku , tahu aku , dan bertengkar sesuai ke sahabat orang mengingatkannya , melihat mereka yang menyusul sahabat membuatku iri pada mereka padahal mereka menyia-nyiakan sahabat mereka. tetapi tetap saja mereka memiliki sosok seorang sahabat yang selalu mengerti mereka. aku sangat iri pada mereka kapan aku memiliki sosok seorang sahabat seperti itu"
"yah hari ini hujan pada hari ini hari pertama aku masuk sekolah SMA apakah ini pertanda bahwa aku juga tidak akan mendapatkan sosok seorang sahabat , ya sudahlah jalan saja" "ibu aku berangkat ya" "tunggu Wulan kamu berangkat dengan ayahmu saja" "ya Bu".
"Wulan nanti ayah tidak bisa menjemputmu ya sepertinya ayah akan lembur malam ini" "ya yah tidak apa-apa, ayah hati-hati ya" "ya malaikat kecil ayah , belajar yang giat ya" "udah ayah" "dada dada"
"beginilah keluarga aku selalu tinggal ayah dan ibuku kerja aku di rumah sendiri kalau gitu aku sangat mengharapkan sama seseorang sahabat yang bisa menjadi saudara untuk mengusir rasa kesepian ku "
"selamat pagi anak-anak perkenalkan nama saya Rara saya akan menjadi wali kelas kalian di tahun ini, kalau begitu hari mulai perkenalannya satu persatu" setelah perkenalan nama kami pun mulai tur lingkungan sekolah tidak dispensial dengan sekolah kami pelajaran sekolah pada umumnya hanya saja murid-murid di sini memiliki kecerdasan di atas rata-rata karena sekolah ini termasuk sekolah yang menerima murid dengan kepintaran rata-rata kalau dari itu prestasi sekolah ini banyak.
jenis istirahat kan berbunyi menandakan sudah waktunya . di saat aku sedang makan tiba-tiba ada seorang wanita mendesain tiba-tiba saja dia mengeluarkan tangannya "hai , hai perkenalkan namaku Sintia , apa kamu jadi temanku" dengan rapat aja bingung aku melihat terlihat normal sih hanya saja aneh menurutku aneh saat memperkenalkan namanya langsung to the point "hei kenapa kamu diam saja aku sudah bicara dengan kamu loh ,ayo jabat tanganku . tanganku tidak kotor ko" "ah bukan seperti itu aku hanya saja aku terkejut" "kalau gitu aku perkenalkan namaku sekali lagi ya , hai perkenalkan namaku Sintia, apa kamu aja temanku" "hai namaku Wulan, aku mau jadi temanmu" "oh namamu Wulan namanya cantik seperti orangnya" "terima kasih kamu jadi cantik" mereka pun berbincang lama sampai jam istirahat "Wahyu Wulan kamu sudah minta nomorku kan" "iya udah aku simpan angkat aja"
hari ini sungguh hari istimewa aku mendapatkan sosok seorang sahabat dari sosok Sintia aku senang mengetahui apa yang aku inginkan kata kamu pulang aku udah di sekolah aku juga mendapatkan kabar bahagia dari kedua orang tuaku mengetahui bahwa sebentar lagi aku akan memiliki seorang adik bertambah-tambah lah kebahagiaan dalam hidupku dapat seorang sahabat dan sekarang mendapatkan seorang adik aku mulai merasakan yang namanya kebahagiaan hubunganku dengan semakin dekat kamu mulai bercerita tentang keluarga ,kami keseharian kami, hobi kami, aku kan sudah tidak merasa kesepian apalagi semenjak ibuku mengandung ibu sering ada di rumah jadi di rumah tidak terasa hampa biasanya jika ibu pergi bekerja aku hanya sendiri di rumah lagi dulu aku tidak bisa seseorang sahabat.
9 bulan pun berlalu adikku pun lahir ternyata, adikku ada seorang laki-laki senang dengan kehadirannya walau aku sedikit kecewa karena yang aku inginkan adalah adik perempuan tidak masalah lagian mau laki ataupun perempuan aku akan tetap mencintainya karena dengan kehadiran mereka hidupku tidak sepi lagi aku dapat teman bercanda.
sudah setahun hubungan pertemanan kami hari ini aku akan memperingati hari persahabatan kamu yang kasih tahu aku sudah menunggu-nunggu hari ini , membawa kue dan menyimpan hadiah untuk sahabat pertamaku. kami akan berjanji nanti malam ketemu di cafe untuk merayakan persahabatan kami . tapi saat aku lagi di depan kelasnya dia mengucapkan sesuatu yang buat hatiku sangat hancur dan keping kenapa tidak menganggap diri spesial ternyata dia yang menganggapku mainan dengan mudahnya dia bertarung dengan teman-temannya untuk menjadi sahabatku aku tidak tahu kamu dulu pernah satu sekolah dia tahu kalau aku punya kesulitan bersosialisasi dia bertarung dengan temannya untuk menjadi sahabat dalam waktu 1 tahun. hancur hancur hatiku dibuat olehnya aku pikir hubungan kita spesial ternyata hanya mainan. aku pun sadar loh aku memang di depan sahabat.
hari ini pulang sekolah hujan turun dengan aku pun pulang di bawah hujan tanpa keinginan untuk berteduh karna perasaan ku yang sedang hancur aku merasa cuaca pun melindungi ku supaya tidak ada yang tahu jika aku menangis hari ini padahal aku mengharapkan sesuatu yang lanjutkan tapi kejutan aku harapkan bukan kejutan seperti ini sungguh ini melukai hatiku .
aku pulang dan pada basah kuyup karena tidak berteduh aku berjalan di bawah hujan ketika aku pulang aku melihat sekeliling tiada kedua orang tuaku yang kulihat hanya suster menjaga adikku aku belum pergi ke kamarku di sana aku menangis jadinya "mengapa kenapa terjadi padaku apa kesalahanku , aku hanya ingin sahabat tapi apa begitu sulit " Wulan pun menangis jadinya.
"ayo Wulan kau harus bangkit kau harus membalas apa yang mereka lakukan padamu buat mereka menyesal terus apa yang mereka lakukan" bangun turun dari atas kasur pergi ke kamar mandi dia pun berganti pakaian secantik mungkin make up supaya menutupi matanya bengkak membawa kue karena dia yang sudah dia siapkan untuk hari ini. sebelum dia pergi dia pun mengunjungi kamar adiknya "adik, Kaka sayang kamu tapi kakak tidak bisa merekam maafkan kakak, kakak harap kamu bisa menjaga ibu dan ayah, kamu itu laki-laki sama perempuan ya maaf kakak meninggalkan kamu sendirian perawat ayah dan ibu kakak sayang kamu" Wulan pun mencium adiknya untuk yang terakhir kalinya.
bulan bungkus dari rumah daerah harus pergi menuju cafe yang sudah mereka janjikan.
sampainya mulai di cafe sintia sudah menunggunya "sini Wulan aku di sini" bangun pagi menuju arah lambaian tangan itu"wah kamu menyiapkan kue ya siapa yang ulang tahun bahkan kamu bawa hadiah lagi untuk siapa itu" "untukmu untuk merayakan hari persahabatan kita " "wah manisnya" "ayo tiup lilinnya bersama-sama makan ku nyalakan lilinnya" "ayo cepat nyalakan aku" "ini sudah menyala kita hidup mundur ya" "3 2 1" "hu " " ye , tapi bulan rohani untukmu padahal kamu bawa kue dan hadiah untukku" " tidak masalah kedatanganmu dalam hidupku spesial untukmu kamu tahu dari dulu aku mengharapkan seorang sahabat dan aku mendapatkan sekarang" "benarkah Wulan jadi aku sosok sahabat seperti apa menurutmu" "sosok sahabat yang mempertaruhkan kata sahabat sebagai taruhan" "eh apa maksud mu Wulan " "tidak dimaksud apa-apa aku hanya bercanda jangan anggap serius" "he he kira apa ceritanya bercanda ini, aku buka ya hadiah darimu wow imut sekali jam tangan ini kan keluaran terbaru pasti mahal harganya" "tidak semahal harga persahabatan menurutku" "eh maksudnya " " kau pastimengerti maksudku suatu hari nanti " .
sungguh mengecewakan tidak ada rasa besar dan bawa wajahnya bahkan aku aku sudah mengatakan aku sudah mengetahui niat yang sebenarnya tapi tetap saja tidak ada rambutnya bersalah sungguh menjijikan tapi begitu ini lagi aku sudah kecewa aku sangat-sangat kecewa dengan apa yang dilakukan padahal aku sudah sangat berharap padamu tapi tidak menyangka apa yang kuharapkan ternyata hanya harapan.
menurutku sahabat istimewa tidak ada nilainya makan seorang sahabat segalanya untuk sahabatnya aku siap untuk menjadi sahabat itu tapi kenapa sahabatku seperti ini jadikan aku sebagai taruhan. dunia dunia sepanjang padaku pada tidak pernah melakukan kesalahan adanya tapi dia menyakiti hatiku apa uang uang lagi kalau lulus hanya kerja batal dia akan menjualku tidak aku akan mengakhiri persahabatan ini ingin jadi mainannya.
"sintia, ada katakan pada mu " " apa Wulan" "selamat tinggal" " eh kamu sudah mau pergi padahal kamu nggak baru datang" "iya tapi boleh kok bertanya apa arti aku di dalam hidupmu" " Wulan tahukah kamukalo aku tidak pernah serius aku bisa bantuin kita sungguhnya aku hanya mendekatimu karena taruhan dari teman-temanku" bagaikan disambar petir di malam hari apa yang didengar waktu di kelas itu sungguhan hatinya benar-benar hancur. "kenapa kenapa kau makan itu" "maaf" .
proses beranjak dari kain kafe pergi keluar dengan perasaan kecil tanpa sadar dia berlari menuju jalan raya tiba-tiba laju sebuah truk kontainer yang langsung nabraknya Wulan pun terlempari jauh Sintia yang melihat kejadian itu aku berteriak. untuk memperingati Wulan tapi sayang dirinya telah terlambat Wulan sudah tertabrak . Sintia pun terpaku atas apa yang baru saja dia saksikan seseorang yang begitu percaya akan persahabatan tergeletak di aspal bengan berumuran darah . Sintia pun menghampiri Wulan "Sintia sesunguh nya aku tidak pernah membenci mu tapi aku sungguh berterimakasih atas waktunya kau memberi warna untuk hidup ku terima kasih banyak " Wulan pun menutup mata nya untuk selama lamanya. "Wulan Wulan bangun aku minta maaf pada mu aku mengaku aku salah tolong maafkan aku , aku juga bersyukur karna aku mendapatkan sosok sahabat seperti dirimu bangun ya Wulan kita mulai persahabatan kita bari awal" tangis nya pecah seketika setelah mengatakan apa yang dia rasakan selama ini .
hari ini hujan turun bengan deras sealat tau jika ada yang salah berduk dengan pakaian serba hitam mereka mengirim jasat Wulan menuju tempat peristirahatan terakhirnya tangis terus terbengar sepanjang jalan menuju pemakaman ban sang ibu ya memegang foto sang putri bengan erat menambahkan betapa terlukanya hatinya .
Sintia pun mengikuti pemakaman sahabat yang dijadikannya sebagai taruhan selama ini .
sata Sintia senang merenungi kesalahannya ada yang menepuk pundak nya "nak apa kamu yang nama nya Sintia " " iya pak ada apa ya pak " "ini ada titipan surat bari seseorang " "apa , eh terimakasi pak " " iya sama sama "
sepulangnya Sintia dari pemakaman Sintia pun membuka surat yang diberikan pria tua tabi di dalamnya tertulis " Sintia sesunguh nya aku sudah menunggu sosok seorang sahabat selama ini taukakau aku memiliki banyak teman tapi tidak memiliki sahabat sungguh ironis bukan tau kah kau ketika kau memperkenalkan nama mu pertama kali aku kira kita hanya akan jadi tema biasa tapi dugaan ku salah kita malah jadi sahabat waktu itu sungguh sangat menyenangkan terimakasi sahabat ku . bari Wulan untuk sahabat istimewa ku" Sintia pun menangis sejadi jadinya tanpa sadar dia telah kehilangan sosok yang sangat mencintainya hanya karna teman teman ya tidak pernah peduli padanya .
(tamat)
tambahan :
seorang sahabat itu bukan hanya bari perilaku tapi juga dari perhatian nya terhadap kita jangan lah menyia-nyiakan sahabat hanya karna sesuatu yang belom pasti sesunguh nya mereka adalah keluarga kedua mu !