#Malam menakutkan Halloween
Sore itu, semua anggota keluarga Jack sibuk mendekorasi rumah mereka dengan berbagai pernak-pernik khas Halloween. Malam ini, seperti tahun-tahun sebelumnya mereka ikut merayakan malam Halloween. Menyiapkan banyak cemilan, kostum seram yang keren, dan juga menyiapkan banyak rencana untuk merayakan Halloween tahun ini. Jack sendiri memiliki seorang istri bernama Freya dan mereka memiliki 2 orang anak yaitu Zen dan Celine.
Ditengah kegiatan mereka, suara seorang laki-laki bertubuh tegap, berkulit putih pucat dan pahatan wajahnya tidak tampak seperti orang Amerika mampu membuat semua atensi hanya tertuju padanya dalam sekejap.
“Permisi?”
“Ada keperluan apa anak muda?”
“Maaf, menggangu waktu Anda Tuan. Perkenalkan, nama saya Saint. Boleh saya meminta sesuatu?” tanyanya sopan.
Jack menatapnya penuh tanya begitupun dengan anggota keluarganya yang masih setia memperhatikan laki-laki asing tersebut.
“Baiklah, Saint. Jadi, apa yang kau inginkan?”
Laki-laki yang memperkenalkan dirinya bernama Saint tampak tersenyum sejenak. Memperhatikan sekitar dan menyelisik setiap sudut rumah Jack yang sudah dihiasi berbagai pernak-pernik Halloween. Kemudian, Saint memperhatikan anggota keluarga Jack satu persatu sebelum menjawab pertanyaan dari Jack.
“Aku pendatang baru disini. Aku seorang blasteran Inggris dan Jepang. Aku juga ingin menghias rumahku untuk merayakan Halloween dilingkungan baruku. Dan, kudengar jarak lingkungan ini untuk bisa sampai pasar sangat jauh dan memakan waktu lama. Aku sangat membutuhkan labu untuk membuat sebuah Jack O’Lantern. Jika aku pergi ke pasar untuk membeli beberapa labu, itu akan memakan waktu cukup lama dan waktu perayaan Halloween akan dimulai beberapa menit lagi. Aku bisa terlambat jika pergi. Boleh aku meminta satu atau dua buah labu? Kudengar dari tetanggaku, Tuan memiliki kebun labu terbesar dilingkungan ini.”
Mendengar penjelasan Saint, Jack tampak mengerti dengan tujuan utama laki-laki itu. Jack melirik sejenak kearah istrinya, Freya tampak gelisah akan satu hal. Akan tetapi, Jack merasa kasihan dengan laki-laki asing didepannya. Dengan begitu, Jack mengizinkan Saint untuk memetik secara langsung labu dikebun miliknya. Menoleh kearah Freya sambil mengangguk kecil, kemudian menoleh kearah Saint sambil tersenyum ramah padanya.
“Baiklah, kau bisa memetik beberapa labu di kebunku. Ayo, akan aku antar.”
“Terima kasih, Tuan.”
Tanpa mereka sadari, terpatri seringai mengerikan dibibir Saint.
🎃🎃🎃
Selama perjalanan menuju kebun labu, tak ada percakapan sama sekali diantara Jack dan Saint. Sesampainya di kebun, Jack mencari labu yang akan dia petik untuk diberikan pada Saint tanpa mengetahui jika laki-laki asing tersebut tak ada disekitarnya.
“Kurasa, ini yang paling cocok untuk membuat Jack O’Lantern.” ucap Jack sambil memegang salah satu labu yang lumayan besar. Tak mendapatkan respon apapun, Jack menoleh dan tak melihat eksistensi Saint disekitarnya. Tiba-tiba, bulu kuduk Jack seakan berdiri tiba-tiba. Ada sebuah sinyal
Detik itu juga, senja seakan menyurut menjadi gelap. Keluar kepulan asap tebal disekitar kebun labu milik Jack. Dan, tiba-tiba terdengar suara burung gagak yang terbang melintas kebunnya. Jack semakin dibuat merinding dengan suara burung tersebut. Ditambah lagi, suara lolongan anjing liar terdengar memekakan telinga.
“Jack? Kau bodoh saat tak mengenaliku sekali tatap.”
Jack berbalik dengan tergesa dan melihat seringai menyeramkan dari Saint yang tampak berdiri tak jauh darinya. Melihat raut wajah Jack yang ketakutan, Saint terbahak cukup keras.
“Siapa kau!? Apa yang kau inginkan?”
Saint kembali terbahak. Jack semakin dibuat bergidik dan bergetar.
“Kau tidak pernah dengar rumor sejak ratusan tahun lalu?”
“Apa maksudmu?”
Seringai Saint lebih menyeramkan dari sebelumnya. Tiba-tiba, wajah Saint berubah menjadi sangat menyeramkan. Sebelah bola mata laki-laki asing itu keluar dengan darah menghiasinya. Wajahnya terdapat banyak sayatan dan bahkan kulitnya mengelupas. Dan tubuhnya berubah menjadi kurus kering seolah dibalik jubah hitam yang dia kenakan hanya tulang belulang saja. Tangannya memegang sebuah pisau bergerigi.
Tiba-tiba, Jack mengingat satu rumor tentang malam Halloween dilingkungan nya. Dimana, pada hari itu tiba siapapun yang menerima tamu seorang laki-laki yang memiliki alibi meminta labu untuk membuat sebuah Jack O'Lantern, maka ajal mereka akan terenggut dan menjadi pengganti hiasan lambang Halloween tersebut. Dan bodohnya, Jack melupakan rumor tersebut. Kesialan yang sangat menyedihkan, pikirnya.
“Jadi Jack, aku tak butuh labu milikmu. Yang aku inginkan hanya tengkorak kepalamu yang akan menjadi Jack O’Lantern Halloween ku tahun ini. Bersiaplah, Jack! Untuk menjemput ajalmu.”
“TIDAAAAAAK!!!!!!”
🎃🎃🎃
Perasaan Freya benar-benar kacau setelah mengingat tentang rumor setiap tahun malam Halloween. Tanpa pikir panjang, Freya segera menyusul suaminya. Tanpa dia sadari, kedua anaknya mengikutinya dari belakang. Sesampainya di kebun labu, Freya menjerit dan ambruk ditempat saat melihat sesosok makhluk menyeramkan baginya tampak mengoyak habis tubuh yang dia yakini adalah suaminya.
“JACK!”
Saint menyadari kehadiran Freya. Laki-laki itu mendongak dan menyeringai kearah wanita tersebut.
“Anda terkejut, Nyonya Freya?”
Dia Saint, Freya benar-benar yakin dia adalah iblis perenggut nyawa. Tak ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan suaminya. Karena saat ini, Saint tampak mencongkel kedua bola mata Jack dengan sebuah pisau yang sudah berlumuran darah. Yang bisa dia lakukan hanya menangis dengan tubuh bergetar hebat.
“Menarik bukan? Jack, suamimu aku jadikan Jack O’Latern tahun ini. Karena dia orang baik yang sudah berniat untuk memberikan labu padaku, aku akan membuatkan sebuah Jack O’Lantern dengan tengkorak kepalanya sangat istimewa. Kau tahu, keluargamu terlalu bodoh. Orang lain belum tentu memberikan labu untukku, karena mereka selalu mengingat rumor Halloween setiap tahun dilingkungan ini.”
Setelah mengatakan itu, Saint tampak mengulum jemarinya yang dilumuri darah dengan wajah menikmati seolah itu adalah makanan terlezat. Bulan purnama menjadi saksi keabadian Saint, seorang iblis perenggut nyawa yang berhasil mendapatkan tambahan masa hidupnya. Freya menangis semakin keras melihatnya, dia terlalu syok saat ini.
“AYAAAAH!!!!”
Freya terkejut, dia kira kedua anaknya tak akan ikut menjemputnya kemari. Wanita itu menoleh kearah Saint yang menyeringai dan berpaling kembali kearah kedua anaknya.
“CELINE! ZEN! PERGI DARI SINI!!”
“Bersiaplah, untuk menjemput ayah kalian.”
Setelah mengucapkan itu, Saint membuka telapak tangannya dan mengeluarkan banyak laba-laba beracun dari sana. Dan laba-laba itu bergerak dengan cepat menyerang Freya dan kedua anaknya. Mereka lari tergopoh-gopoh untuk menghindari serangan laba-laba menyeramkan tersebut. Namun, sangat disayangkan karena pada akhirnya mereka meninggal setelah diserang laba-laba tersebut.
Malam itu, Saint bersantai didalam rumah Jack ditemani satu gelas darah segar. Pandangannya tertuju pada sebuah tengkorak menyala menyerupai Jack O’Lantern yang tak lain adalah tengkorak kepala Jack.
“Saatnya bersulang untuk keabadian, Saint.”
Setelahnya, hanya terdengar suara tawa Saint dan lolongan anjing.
TAMAT