Asyilla Maharani adalah seorang anak yang tidak diakui oleh ayah kandungnya itu,dia tinggal bersama dengan ibunya yang seorang single mother itu.ibunya asyilla bukanlah berasal dari keluarga kaya raya, berbeda dengan sang ayah yang berasal dari keluarga kaya raya dan serba kecukupan.sedangkan dirinya dan sang ibu harus bekerja keras demi sesuap nasi.
apakah itu! sebuah alasan kenapa sang ayah tega meninggalkan dirinya dan sang ibu.karena sang ibu yang miskin dan tidak punya harta benda yang bisa dibanggakan kepada siapapun juga saat ini.
pernikahan kedua orang tuanya tidak mendapat restu dari keluarga besar ayahnya itu.setiap hari sang ibu hanya dijadikan seorang pembantu oleh mereka semua,hingga dimana aku lahir pun kedunia ini perlakuan mereka bahkan jauh lebih kejam dari sebelumnya.
aku kira ayah akan membela ibu tapi nyata tidak.ayah pun ikut-ikutan mereka membuat ibu menderita,dengan semua ucapan kasar dan hinaan yang selalu mereka lontarkan.membuat fisik dan bathin ibu tersiksa,setiap malam ibu akan selalu menangis dalam diam dengan perlakuan mereka itu.
puncaknya hati ibu sangat hancur saat dengan teganya ayah menjatuhkan talak kepada ibu dan mengusir kami berdua dari rumah itu.saat itu aku masihlah sesosok bayi mungil yang tidak tahu tentang peliknya kehidupan rumah tangga dan penderitaan ibuku semasa beliau menikah dengan ayah yang begitu sangat kejam dan tanpa perasaan itu.
suatu saat nanti kalian pasti akan sangat menyesal karena telah menyakiti hati dan fisik ibuku saat ini.
suatu saat nanti kalian akan mendapatkan sebuah karma.yang bisa membuat kalian semua hidup jauh lebih menderita dari yang ibuku rasakan saat ini,terutama kau ayah!!
tunggu saja pembalasan dari Tuhan untuk kalian semua!!!!
" Bu...hari ini ibu pulang kerja jam berapa." tanya asyilla kepada ibunya itu.
"seperti biasa sore. ibu pulang kerjanya! itupun kalau warung nasi tidak rame pengunjung yang berdatangan." jawab sang ibu Arumi.
" ibu jangan.terlalu lelah bekerja? ingat ibu juga harus menjaga kesehatan diri ibu sendiri." jawab asyilla kepada sang ibu.
arumi tersenyum melihat sang putri yang begitu cerewet dan memperhatikan dengan baik kesehatan dirinya itu.
" iya...sayang ibu pasti akan selalu menjaga kesehatan ibu." jawab sang ibu arumi sambil mengelus kepala sang anak penuh sayang.
" ya...sudah kalau begitu! asyilla berangkat dulu bu.takut terlambat datang kesekolah.
" iya...nak! hati-hati dijalannya.dan jangan lupa dimakan bekal yang sudah ibu siapkan ibu." jawab ibu Arumi sambil memberikan bekal makan siang kepada putrinya itu.
" ashiap...pasti akan asyilla habiskan semua makanan yang sudah ibu kasih.sebab tidak akan ada yang bisa berpaling dari makanan yang super lezat ini,apalagi buatan ibu asyilla sendiri." jawab asyilla memberi hormat ala militer itu.
" kamu ini." jawab sang ibu Arumi sambil mencubit hidung putrinya itu.
asyilla hanya tersenyum menanggapi ucapan sang ibu.setelah berpamitan dengan sang ibu,asyilla buru-buru pergi ke halte bis.sebelum ketinggalacn dan padat oleh penumpang,yang menyebabkan dia akan datang terlambat kesekolah.
begitu pun dengan sang ibu.yang juga bersiap-siap untuk pergi bekerja mencari cuan untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah sang putri,walaupun tanpa adanya campur tangan dari sang mantan suami.arumi tetap bekerja keras demi menghidupi mereka berdua.
masa depan putrinya jauh lebih penting dari apa pun.dia yakin suatu saat nanti sang putri akan sukses dan mengangkat derajat dia menjadi jauh lebih baik lagi.
akhirnya asyilla pun.sampai sekolah tepat waktu,jadi tidak akan ada drama yang namanya saling kejar-kejaran dengan sang guru.bak film-film Bollywood sang saling kejar-kejaran,sambil bernyanyi itu.
asyilla pun berjalan santai menuju kelasnya itu.walaupun disepanjang jalan banyak,pasang mata yang memandang dirinya itu sinis.
asyilla pun tahu dan sadar diri.dengan kehidupannya saat ini? dia bukanlah seorang gadis kaya raya melainkan gadis miskin dan sederhana.walaupun keluarga besar ayahnya,sangatlah kaya raya.tapi dia tidak peduli sama sekali,sama seperti mereka yang tidak peduli terhadap dirinya dan sang ibu.
disekolah elite ini? kasta,tahta dan derajat paling utama. dibandingkan dengan dirinya yang hanya seorang murid beasiswa,yang tidak sebanding dengan mereka yang berasal dari keluarga kolongmerat itu.
"as....syukurlah kamu sudah datang."tanya Melani kepada sahabat sebangkunya itu.
"ya....Mel! gue bersyukur banget hari ini tidak datang terlambat." jawab asyilla sambil mendudukan dirinya disamping sang sahabat.
"gak...kebayang! kalo loe datang terlambat." jawab Melani sambil menahan tawa.
"auto....dijadiin ikan asin ditengah lapangan.kalau gue sampai datang terlambat." jawab asyilla yang juga ikut tertawa.
akhirnya kedua sahabat itu tertawa lepas.tidak peduli dengan yang lain melihat kearah mereka,karena merasa sangat terganggu sekali.
bell tanda masuk berbunyi semua murid.yang masih diluar sekolah dan kelas berhamburan masuk kedalam,berbeda dengan asyilla dan Melani yang sudah duduk di bangkunya.dengan mengeluarkan buku serta alat tulisnya itu diatas meja,tinggal menunggu sang guru datang.
dilain tempat sang ibu pun sudah sampai ditempat kerja dengan tepat waktu.sang ibu Arumi pun langsung memulai pekerjaannya sebelum ada pelanggan yang datang kerumah makan milik sang majikannya itu.
lain halnya dengan sang ayah Angga yang juga sudah berangkat kekantor dari tadi.
sudah 17 tahun lamanya dia berpisah dari sang istri pertama dan memilih menikah lagi dengan wanita pilihan keluarganya.seorang wanita dari keluarga yang sama dengan dirinya itu,tapi sayang seribu sayang pernikahan mereka tidaklah mulus seperti usahanya saat ini.dipernikahan yang keduanya Angga tidak dikaruniai seorang anak satupun,selama 16 tahun lamanya dia menikah dengan istri keduanya itu.
Angga dan sang istri pernah mengusulkan.untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan,tapi sayang aksinya itu tidak disetujui oleh seluruh keluarga besarnya itu.yang mereka inginkan adalah anak serta cucu kandung bukan anak atau cucu angkat,itulah yang selalu membuat Angga merasa pusing dengan semua masalah pelik keluarga yang dia hadapi saat ini.
padahal kalau seandainya dia sadar dan sedikit saja membuka matanya itu.dia sudah memiliki satu orang putri dari pernikahannya terdahulu,tapi sayang dia dibutakan oleh harta serta kekuasaan milik keluarga besarnya itu.
ternyata bener tuhan. membayar secar cash atas semua karma yang dia perbuat dulu,dan sekarang dia merasakan karmanya itu.yang telah melentarkan sang mantan istri.serta tidak ingin mengakui anak yang dilahirkan oleh sang mantan istri,harta kekayaan membuat dirinya begitu gelap mata.
"hah....,apa kabarnya kalian berdua!."jawab Angga mendesah lelah.
tak terasa,akhirnya mobilnya yang membawa dirinya telah sampai diperataran perusahaan miliknya itu.
***sekolah Asyilla****
para murid begitu serius berkutat dengan alat tulisnya,mencatat semua pelajaran yang ada di papan tulis yang sudah ditulis terlebih dahulu oleh sang guru.setelah lama berkutat,tak terasa jam istirahat pun berbunyi.
semua murid berhamburan membereskan alat tulis dan memasukkannya kedalam tas mereka masing-masing.
termasuk asyilla dan juga Melani yang melakukan sama.
" syil...kantin yuk,lapar gue." ujar Melani kepada asyilla.
" tunggu sebentar...yuk,kita kekantin sekarang.sama gue juga dah lapar banget." jawab asyilla setelah memasukan alat tulisnya itu kedalam tas.
asyilla dan Melani pun pergi meninggalkan kelas menuju kantin,tapi sayang ditengah jalan dia dihadang oleh sang most wanted Scholl siapa lagi kalau bukan Bianca sang musuh bebuyutan.yanv selalu menghina dan membully dirinya itu.
" mau apa...kalian menghadang jalan kami berdua." ucap Melani kepada Bianca and the gank.
" wah...dah berani loe pada sama kami." jawab Bianca tak terima.
" buat apa kami berdua harus takut....toh sama-sama makan nasi dan bukan makan tanah." jawab Melani acuh.
" berani sekali loe ngomong kaya gitu sama gue.... mau hidup loe berdua menderita,berani melawan gue." jawab Bianca dangan sombongnya.
" untuk apa kami takut." ujar Melani menantang.
"loe..." jawab bianca emosi sambil menunjuk Melani dengan jari telunjuknya itu.
" udahlah mel...gak usah ribut,malu diliatin semua orang." jawab asyilla menengahi.
" wah hebat juga loe..sudah mulai berani melawan gue." ucap Bianca emosi.
" bukan maksud gue berani melawan loe...tapi gue gak mau sampai kita jadi tontonan semu orang,apa loe gak merasa malu sedikitpun." jawab asyilla lembut.
" loe.."jawab Bianca sambil geram.
" ada apa ini...kenapa disini ribut sekali." ujar sang guru BK,yang kebetulan lewat kesitu.
" mampus...bi pak Ridwan bagaimana ini." jawab teman satu genknya dengan cemas.