Hai pangeran tampan, semua orang memujimu begitu?. taukah mereka siapa kau yg sebenarnya?. pernahkah kau tunjukkan sisi burukmu ke semua orang.
Namun pernahkah juga kau perlihatkan sisi menyedihkanmu juga?. bisakah kau jawab pertanyaanku ini, kalau bisa maka jawablah..ku butuh jawabanmu bukan diammu.
Hari itu di pagi yg indah seorang pemuda berseragam sekolah, dengan senyuman indah di wajahnya. melewati gerbang sekolah bersama teman masa kecilnya.
tiba² seorang gadis menghampiri mereka. "hai, selamat pagi kenzi" ujar sang gadis. namun kenzi dengan wajah dinginnya "hmm" ujar kenzi dengan majah masam.
mereka pun meninggalkan wanita tadi dan berjalan menuju kelas mereka. dari kejauhan gadis tadi melihat dengan tatapan kecewa. "haah, dia mengabaikanku berani sekali..aku ini primadona sekolah, takkan ada yg berani menolakku..kenzi kaulah yg pertama menolakku" ujar gadis dengan senyuman sinisnya.
disekolah kenzi adalah murid terpintar, dia juga populer karna parasnya yg tampan. disamping itu dia memiliki seorang teman masa kecil yg sama dinginnya dengannya. gadis itu juga sangat cantik, tapi karna sikap juteknya tidak seorangpun berani mendekati apalagi mengganggunya. namanya fiona, mereka juga teman sekelas dan mereka sudah berteman dari tk.
"cih, dasar kau ini kenapa kau dingin sekali. hmm taukah kau siapa yg kau tolak tadi itu, dia itu primadona sekolah sekaligus anak kepala sekolah ini" ujar fiona dengan wajah agak kesal.
"kenapa, apa kau cemburu aku di sukai banyak orang" ujar kenzi dengan ekspresi mengejek.
"Haah, gila juga ada batasnya juga kali ken..kenapa coba kamu berpikir aku ini suka sama kamu" ucap fiona dengan wajah kesal.
"pfft, aku bercanda kok...hahahahah, jangan memasang ekspresi begitu juga kali fi" ucap kenzi menahan tawa.
"haah, sudahlah jangan bercanda lagi...aku ingjn meletakkan ini di lokerku dulu" ujar fiona. "hmm, baiklah" ujar kenzi. fiona pun berjalan menuju lokernya dia pun membuka lokernya dan melihat ada beberapa surat lagi di lokernya..yaah lagi² tanpa nama tentunya.
"eh, surat lagi..apakah mereka tidak capek menulis ya ini sudah yg ke berapa kalinya..." ujar fiona sambil mengeluh. kenzi yg melihat itu hanya bisa terdiam. "hmm, kau kenapa ken..apa kau suka padaku" ujar fiona sambil mengejek.
"haah, tidak kata siapa..bagaimana mungkin aku suka padamu" ujar kenzi memalingkan wajahnya.
"oh, ya sudah ngak usah marah juga kalik" ucap fiona sedikit bersalah. " mana ada aku ngak mungkin marah untuk hal bodoh ini...hmm" ujar kenzi sambil melirik fiona.
Beberapa waktu berlalu, mereka hampir lulus dari sekolah ini..namun hubungan mereka masih sama seperti dulu.
"hei ken kita kesana yuk" ujar fiona kepada kenzi. "ngapain kita keliling sekolah sih fi, ngak ada kerjaan banget sih" ujar kenzi dengan nada kesal. "ya udah kalau ngak mau ikut, aku pergi sendiri sajalah" ujar fiona sambil marah.
"fi...tung.."ucap kenzi terpotong. "fiona kamu mau kemana nih" ujar satria dengan wajah tersenyum. "huh, aku mau pergi ke pohon besar di sana sat" ujar fiona agak kesal. "oh, benarkah..aku juga suka memanjat pohon itu. apalagi pohon itu besar, tinggi, dan juga buahnya lebat" ujar satria sambil tersenyum.
"yah, kau benar juga tentang hal ini sat" ucap fiona dengan wajah tersenyum. "baiklah ayo kita pergi bersama kesana sat" ujar fiona dengan wajah berseri. kenzi yg melihat itu pun tercengang, karna selama ini tidak ada yg pernah melihat ekspresi bahagia fiona..selain dia, hal ini membuatnya kesal dia pun pergi menghampiri fiona.
"fi, ngapain kamu kesana" ujar kenzi dengan amarah. fiona yg sedang memanjat pohon terkaget hingga terjatuh dari atas pohon itu..semua orang terkejut, namun satria yg ada di dekat pohon pun..menangkap fiona yg jatuh.
"fiuh, kamu ngak papa fi" ujar satria. "iya, ngak papa sat" ujar fiona. "kenapa kamu memanggilnya akrab sekali hah" ujat kenzi sambil emosi. "kamu kenapa sih ken..." saat fiona mengatakan itu, dia baru sadar bahwa ekspresi kenzi ini adalah ekspresi yg paling berbahaya.
"ke..ken, kamu tenang dulu ya" ujar fiona dengan wajah pucat. "haah fi kamu kenapa?"ujar satria penasaran. "sat bisa jangan manggil aku akrab begini, kita ini baru aja berteman" ujar fiona dengan wajah dingin, menyembunyikan ketakutannya.
kenzi pun berjalan menuju arah mereka dengan emosi dan langsung menarik fiona, pergi dari sana. "ken jangan buru², tenang aku ngak akan kabur kok.."ujar fiona merasa cemas. "hmm..., aku........." ucap ken bergumam.
"haah, kamu bilang apa ken" ujar fiona penasaran. "aku bilang AKU SUKA KAMU fi.."ujar kenzi dengan ekspresi serius, sambil menyudutkan fiona ke arah dinding. "haah, kamu bilang apa ken..kamu bercanda kan?"ujar fiona tidak percaya.
"hmmm, apa aku kelihatan lagi becanda fi" ujar kenzi sambil menundukkan kepalanya. "hmm, tidak tapi bagaimana bisa kamu suka sama aku ken?" ujar fiona penasaran. "apakah menyukai seseorang membutuhkan alasan"ujar kenzi. "tentu saja ken, kalau tidak mana buktinya" ucap fiona.
"baiklah, aku punya satu bukti..yaitu aku itu cemburu dan kesal saat melihatmu bersama orang lain...apakah alasan ini sudah cukup"ujar kenzi menanyakan pendapat fiona. "hmm, i..ini kamu beneran cemburu, aku ngak percaya tuh." ujar fiona menyangkal.
"hmm, kau ingat saat kecil aku pernah bilang bahwa aku sangat membenci wanita" ujar kenzi dengan wajah sedih. "ya aku ingat ini karna ibumu kan ken..waktu itu kau bilang ibumu meninggalkanmu dan ayahmu demi laki² lain, setelah kejadian itu ayahmu pun jatuh sakit..dan akhirnya meninggal, benar kan"ujar fiona sambil menundukkan kepalanya.
"kau benar, dan karna kejadian itu aku sangat sedih, sampai² membeci wanita sedalam ini...akan tetapi saat melihat kau dan si satria tadi, hatiku sangat sakit..sehingga amarahku pun memuncak..maaf fi"ujar kenzi sedikit bersalah.
"aku mengerti ken, dan sejujurnya mungkin aku juga suka sama kamu ken" ujar fiona tersenyum. "mungkin ya fi, ya sudah ngak papa aku akan coba buat kamu suka sama aku" ujar kenzi sambil tersenyum tipis.
Beberapa bulan kemudian, mereka pun lulus dari universitas..lalu kenzi pun melamar fiona, dan fiona pun menerima lamaran kenzi tersebut dengan bahagia. akhirnya mereka menikah dan bahagia bersama.
♥︎ "TAMAT" ♥︎
"Thanks for reading this short story"