"Seseorang dalam mimpiku" Pagi har...
Author: IsF🐼
"Seseorang dalam mimpiku"
Pagi hari yang cerah dan hangat menembus jendela kamar si wanita pemimpi itu, membuatnya terganggu dan terbangun dengan cahayanya yang tajam.
"Aaahh.. Bisakah kau membangunkanku dengan benar! Kau merusak mimpi ku!! "
"Ck.ck.ck. justru itu yang aku inginkan, karena tidak dengan cara ini kau tidak akan bangun-bangun, sudah sana cept mandi, apa kau lupa kita punya kelas pagi?! "
"Aaahh.. (Merengek) aku masih mengantuk, apa kau tidak tau aku semalam tidur jam 2 malam aku.. " Sudah jangan banyak bicara, siapa suruh kamu tidak tidur, udah sana cepetan, atau aku tinggalin nih! " Sambung temannya itu.
" Ooh atau kau mau satu kelas sama si cupu? Ciee ciee "
Celline si wanita pemimpi itu langsung terbangun.
"Iihh Sa!!, bisa gak sih alasan lo jangan itu mulu, kesel gue dengernya, lo tau kan gue paling gak suka sama tuh orang! Jangan bikin pagi gue buruk deh" Kesal.
" Gue kan cuman ngomong aja, lo nya aja yang sensian, udah sana buru kalo gak mau kesiangan! Gue udah nih tinggal tunggu lo!" Ucap temannya yang bernama salsa.
"Iyaa.. " Berjalan dengan malas dan kesal.
#Kamar mandi#
" Si cupu,si cupu (menye-menye), kesel banget gue sama si salsa, gak ada hal lain gitu selain tuh orang, euhhh baru aja mimpi indah udah di rusak aja! SALSAAA!!! " Teriaknya membuat salsa terkejut dan segera menghampiri pintu kamar mandi.
" Ada apa? ("KEPO" Teriak Celline)" Salsa terheran dan kembali membantu bereskan kamarnya Celline, karena dia sudah terbiasa dengan rumahnya Celline, dia juga sudah dari kecil bersama jadi seperti keluarga.
Beberapa menit sudah salsa berteriak kembali memanggil Celline, " Cell cepetan kita udah kesiangan nih, bentar lagi masuk kelas!!" tanpa ia melirik ke belakang, Celline sudah di belakangnya sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Salsa terkejut saat berbalik ternyata dia dari tadi sudah di belakangnya, " Ehh dari kapan lo di sini? "
"Dari kemarin. Kenapa!? " Jawab Celline membuat salsa cengengesan mendengarnya.
"Hehe, iya maaf maaf, janji deh gak ngomongin si cup.. " Suttt! Udah udah sekali lagi lo bilang itu! Gue biarin lo jalan kaki" Sambung Celline.
"Jangan cell! Nanti gue telat, iya gue janji deh mulai sekarang gue gak ngomong lagi. Mmmm" Menutup mulutnya.
Celline segera memakai bajunya dan menata rambutnya.
"Di dalam mobil"
"Sa kira-kira tugas akhir kita apa ya? Gue takut makin susah, menurut lo kita di kasih tugas kayak apa? "
Salsa melirik dan menggelengkan kepala nya, Celline merasa heran dengan Salsa. " Lo kenapa Sa? Sariawan? " Masih menggelengkan kepalanya.
"Ehh yang bener dong sa!! "
"Iya maaf, kan tadi lo suruh gue diem". ("Kapan?") udah udah deh, kalo menurut gue sih pasti kita bakalan buat perakter lagi gitu tapi mungkin sekarang lebih nyata gitu, ke orang bukan ke patung lagi"
"Eummm (mengangguk)"
Celline memarkirkan mobilnya di tempat biasa dan segera pergi berjalan ke kelasnya.
"Celline,Salsa,rasya. Untuk tugas akhir kalian kali ini. kalian akan berliburan ketempat baru dan memberikan ilmu yang selama ini kalian rangkum selama kalian sekolah disini, jadilah dokter gigi sesungguhnya. Kalian bisa kan? "
" Siap pak!! " Dengan semangatnya mereka menjawab.
"Oh dan kalian tidak usah khawatir untuk tempat tinggalnya pihak kepala desa dan rt setempat sudah menyiapkan semuanya, yang kalian lakukan sekarang berbenah apa saja yang akan kalian bawa dan bapak beritahu banyakin bawa makanan soalnya kalian akan tinggal disana selama tiga hari, sebagai tamu terhormat kalian harus mengikuti peraturan yang berlaku disana ya, jangan lupa bersikap baik dan ajarkan mereka bagaimana caranya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kalian paham!! "
"Ya pak siap"
"Nanti saat kalian sampai sana jangan lupa kasih tau bapak ya, dan bawa minum yang banyak soalnya kalian akan mendaki! "
" HAHH " Mereka serempak terkejut.
" Mendaki? Maksudnya gimana pak? " Tanya Celline yang benar-benar tidak tau.
"Ah iya bapak belum memberitahu tempatnya, kalian bapak tugaskan di sebuah perdesaan yang tempatnya di pegunungan, kalian di sana menjadi sukarelawan,memberikan bantuan warga disana secara gratis"
" Hahh " Mereka mendadak melesu dan menjadikan tugas terakhir mereka sangatlah sulit, apalagi mereka tidak diperbolehkan membawa mobil atau kendaraan lain karena tidak bisa masuk jalannya kecil.
" Bapak percaya kalian pasti bisa, kalo sampai gagal, kalian bertiga tinggal di kelas! Paham? Celline sebagai ketua harus lulus jika kamu tidak lulus maka teman mu juga ikut berpengaruh, karena, ini tugas kelompok bukan individu, jadi butuh gotong royong. Fhiting "
"Bapak permisi dulu " Sambil tersenyum senang.
" Aaahh kenapa gak boleh bawa mobil? Kita kan gak pernah jalan jauh, apalagi mendaki!! "
Salsa sangat tertekan dan rasya hanya bisa menenangkan Salsa, sedangkan Celline hanya terdiam sangat tertekan.
" Udah dong kalian Jagan kayak gini, kita pasti bisa kok, yukk semangat yukk ("RASYAAA"(Teriak mereka) " Rasya masih tenang mengucapkan kata semangat.
Karena, Rasya sudah terbiasa mendaki gunung berjalan jauh dan terbiasa berjalan kaki, jadi menurut rasya tidak terlalu sulit, tapi untuk Celline dan Salsa itu sangatlah rintangan besar.
"Hehe udah nanti aku bantu sekuat aku, sekarang kita harus menyiapkan semuanya besok pagi kita harus sudah siap siap bergegas pergi, jangan sampai ada yang kelupaan atau salah bawa barang, ingatt!! Kita tiga hari di sana. Setau aku di sana.. "
" Cukup cukup kau membuat aku makin pusing rasya, sudah sana kau menyiapkan peralatan untuk besok kita bawa, aku merasakan tidak bisa bernafas " Ucap Celline sangat lesu, lalu rasya dengan semangat nya menghormat siap.
" Oke kalian dinginkan dulu otaknya, atau kalian pulang saja, biar aku yang mengurus semuanya " Ucap rasya tersenyum lebar.
Celline menarik nafas melirik rasya " Entah kodam apa yang merasuki tubuhnya, kenapa dia begitu semangat dan tidak merasa tertekan? "
" Cell dia kan udah biasa berjalan kaki dia juga tinggal di gunung jadi dia merasa baik baik saja " Jawab Salsa.
" Ya udah rasya, aku sama Salsa pulang dulu ya, kita mau siapkan peralatan kita, untuk makanan biar kita aja yang urus kamu urus peralatan praktek saja "
" Oke ".
" Ahhh Sa aku sudah muak dengan raut wajah rasya, ayo cepat kita pulang " Celline sudah sangat kesal dengan raut wajah rasya yang penuh dengan semangat tinggi.
...
Pagi tiba semuanya sudah bersiap untuk pergi, pak guru mengantar ke bandara dan memperkenalkan salah satu warga atau orang yang paling penting di desa tersebut.
"Celline,Salsa, dan rasya, perkenalkan ini pak hardi dia orang yang paling tau di desa yang akan kalian kunjungi, bisa dibilang sesepuhnya, jadi kalian kalo ada apa-apa jangan segan-segan memberitahu beliau, oke? "
Mereka hanya menganggukkan kepalanya sambil menganggukan kepalanya sedikit menyapa pak hardi.
" Pak saya titip mereka ya, jika ada apa-apa bisa hubungi saya nanti, bapak kepala desa dan rt setemoat juga sudah mengijinkan "
"Iya Pak baik, jangan khawatir, mereka sudah berbicara pada saya juga, dan saya disini akan menjaga mereka dengan baik, bapak tidak usah khawatir semuanya akan aman" Ucap pak hardi sangat sopan.
" Syukur deh pak, kalo gitu saya titip Celline, Salsa dan rasya ya pak "
" Saya pamit dulu ya pak Terima kasih " Pak dosen itu berpamitan dan meninggalkan mereka bertiga tidak lupa juga dia memberika semangat dulu pada Celline, Salsa dan rasya.
Langkah pak dosen sudah tidak terlihat mereka di ajak pak hardi untuk mengikutinya.
" Kalian tidak usah takut, anggap saja kalian sedang liburan dan saya yakin warga juga akan menyambut dengan hangat. Mari ikut saya "
Mereka mengangguk berterimakasih,
dan mengikuti pak hardi ke sebuah mobil butut tapi masih bisa digunakan.
" Ini mobil siapa pak? " Tanya Celline merasa aneh karena terlihat sangat jelek dan seperti barang bekas yang tidak bisa digunakan lagi.
" Ini mobil yang akan kita tunggangi, tenang meskipun mobil ini rongsokan tapi tidak akan mogok kok tenang saja, silahkan masuk barang barang simpan di bagasi "
Mereka mengangguk dan duduk segera di mobil, Celline duduk di depan, Salsa dan rasya di belakang.
" Pak apakah bapak yakin mobil ini tidak akan mogok di jalan? " Tanya Celline sangat ragu benar-benar ragu.
" Tentu saja tidak akan kalian duduk yang tenang saja ya, bapak akan menyalakan mobilnya dan segera mengantar kalian agar segera beristirahat ".
Belum beberapa kilo mobil ini melaju, hal yang terkenal di kepala Celline terjadi, mobil itu mogok.
Celline yang sendiri tadi bengong dan hanya bisa menatap kaca mobil berteriak merengek.
" Aaaaa sudah kuduga ini terjadi " Salsa dan rasya terkejut dan segera menenangkan Celline, pak hardi yang terus sibuk membenarkan mobil itu merasa tidak enak hati pada mereka.
" Tenang cell tenang pasti ada jalannya kok, kamu tenang dulu " Ucap salsa.
" Gimana aku bisa tenang, disini gerah! Mobil ini tidak ada AC nya " Mereka sibuk dan segera mengipas wajah Celline yang sudah memerah karena gerah.
Seseorang datang menghampiri pak hardi dan menanyakan apa yang terjadi.
" Kenapa pak mobilnya? "
" Aduh untung aja kamu datang den, ini mobil abah mogok lagi, padahal kata bapak bengkel nya gak akan mogok lagi, tapi malah gini lagi. Bapak gak enak hati sama mereka, seharusnya mereka istirahat sekarang tapi abah malah merusaknya "
" Eumm mbah gak usah nyalahin diri sendiri, itu musibah bukan semau abah, sini biar saya liat " Orang yang dikenal oleh pak hardi itu melihat mobil itu dan mengecek nya, tapi dia sama sekali tidak paham apa yang terjadi di mobilnya.
" Aduh pak maaf saya gak paham soal beginian "
" Aduh gimana atuh den? Kesian mereka kepanasan "
" Yaudah mbah bawa mobil ini kebengkel, mereka biar jalan kaki aja bareng saya lumayan gak jauh kan!? "
" Tapi mbah gak tega nurunin merekanya "
" Ya udah biar Denis bantu ya "
Denis adalah namanya dia seorang dokter umum yang akan menghadiri acara di pedesaan, pas sekali desa itu sama dengan desa yang akan dikunjungi Celline.
" Eumm kalian bisa turun!! " Ucap Denis pada mereka yang masih sibuk kipas kipas, mereka melirik ke arah Denis sasya dan rasya terkejut.
Dia lelki tampan pujaan semua wanita, makanya Salsa dan rasya terkejut melihatnya, Tiba-tiba rasya menyapanya dengan sangat semangat dan segera turun.
" Aa, kapan pulang jakarta, ih rasya seneng banget bisa ketemu lagi " Salsa terheran dan segera ikut turun dari mobil dan menarik rasya.
" Rasya kamu kenal sama dia? "
" Kenal dong, dia.. "
" Alangkah baik nya kita segera pergi takut nanti kemaleman, saya akan antar kalian sampai sana, tapi jalan kaki, tidak jauh kok hanya beberapa meter lagi sampai. Mari "
" Oke aku bawa tas dulu ya " Ucap rasya senang.
Mereka siap dan segera berjalan tanpa menghiraukan Celline yang masih di dalam mobil.
" Salsa!! " Merengek, Celline berusaha membuka pintu mobilnya tapi dia tidak bisa kebuka, pintu mobil depan memang suka tiba tiba-tiba rusak kata pak hendi jadi susah di buka dengan cepat.
" Celline kamu ngapain masih di mobil, ati turun " Ucap Salsa yang terbentang melihat Celline yang mulai berkaca-kaca menangis karena tidak sanggup pergi, belum sampai ke pedesaan dia sudah mendapatkan kesialan.
" Pintunya gak bisa dibuka " Celline terus menariknya tapi tidak bisa, pak hardi ikut membantu.
" Aduh neng maaf ya, emang suka susah gini tapi tenang pasti bisa kok " Ucap pak hardi sekuat membantu.
Denis melihat Celline yang sedikit lagi mengeluarkan air mata membuatnya merasa lucu dan imut, ia tersenyum tipis melihat Celline yang seperti anak kecil itu.
" Eumm mbah, biar saya bantu " Ucap Denis dengan sopan. Lalu saat pintu mobik itu ia buka dengan pelan oleh Denis pintu itu terbuka dengan lancar tanpa kendala, semuanya terkejut dan Celline segera mengusal air matanya.
" Gitu aja cengeng " Bisik Denis menggoda Celline dengan senyum tipisnya.
Celline yang mendengarnya hnaya menatap tajam tanpa mengatakan apapun, lalu Denis kembali tersenyum melihatnya.
" Heumm udah ayo nanti keburu malam, mbah saya tinggal dulu gak papa? " Ucap pamit Denis.
" Iya gak papa, nanti den kalo udah sampe kasih tau saya ya, saya mau bawa mobil ini ke bengkel terdekat keburu malem juga ".
" Iya baik mbah, kami duluan ya mbah " Mereka pun ikut berpamitan pada mbah hardi, semuanya jalan kaki mengikuti Denis yang menuntunnya di depan.
" Cell lo kenapa nangis? " Tanya Salsa sambil menahan tawa.
" Sa!! Gak ada yang lucu,(sedikit sedih), aku pikir aku bakalan mati kegerahan makanya aku pengen nangis " Ucap Celline dengan mukanya yang ditekuk tidak ada harapan.
" Haha sumpah cell gue pengen ketawa liat muka lo, lucu tau, sayangnya gue gak poto lo"
"Sa!!".
" Iya iya maaf, gak mungkin cell orang mati kegerahan gak ada, jadi jangan asal ngomong, lo sih kebanyakan nonton drama jadi halusinasi "
Celline hanya diam dan melirik Salsa sinis.
" Eh cell, gue penasaran deh sama mereka, kok bisa rasya tau sama cowok ganteng itu, dia kan.. "
" Sa udah deh, apa salahnya sih, mungkin mereka pacaran atau gimana gitu, kenapa sibuk ngurusin mereka "
" Ngak gitu cell maksud gue, aneh aja. Kan rasya itu pemalu orangnya kalo sama orang aja dia gak pernah ngomong, tapi dia disini bawel banget. Dan gak mungkin kalo dia pacarnya, selera orang tampan masa gitu " Terus memantau rasya dan Denis dokter tampan itu.
" Sa!! Udah dong aku lagi gak mood bicara, aku cape, aku laper, aku kepanasan, kaki juga kayak gak nempel ke tanah. Huaaa " Kembali merengek dan membuat rasya dan Denis melirik kebelakang.
" Kenapa cell? " Tanya rasya sangat polos.
" Bisa gak kita istirahat dulu, dari tadi kita jalan gak minum, gak makan, kalian gak ngerasa cape apa? "
" Ooh yaudah istirahat dulu aja deh " Ucap rasya yang ingin mengeluarkan minum untuk Celline, tapi Denis menghentikannya.
" Tanggung sebentar lagi sampe "
" Iihh gak bisa gitu dong, kalian udah biasa jalan kaki, kita gak biasa jalan kaki, istirahat sebentar aja masa gak boleh "
" Emang gak boleh, soalnya tanggung, sebentar lagi nyampe, terus liat tuh bentar lagi malam, kalo kalian masih mau istirahat silahkan saya mu duluan "
" Iihh, kalo kalian duluan kita gimana! Gak pengertian banget, ya udah. Sini! " Menarik botol minum yang di tangan rasya dan segera meminumnya.
" Aku kuat dan gak cengeng " Ucap Celline menantang Denis berjalan duluan.
Denis tersenyum tipis, " Memangnya tau jalannya? Sok paling depan, palingan nanti pas nyampe nangis " Celline berhenti dan menarik nafasnya " Sabar Celline ini cobaan "
" Udah ayo (melanjutkan perjalanannya), dasar cengeng " Bisik Denis kembali pada Celline.
" Iihhh " Kesal.
Mereka melanjutkan berjalan kaki, Celline benar-benar tidak bisa apa-apa lagi dia benar-benar sudah cape, di setiap perjalanan Celline paling banyak mengeluh dan pada akhirnya Celline merengek duduk di tanah.
" Aaaa katanya sebentar lagi, tapi dari tadi gak nyampe-nyampe "
Denis menarik nafas, " Aku cape bukan karena jalan kaki, aku cape denger orang ngoceh mulu "
" Gak nanya " Jawab Celline kesal.
" Oh yaudah kita duluan, biarin dia jalan sendirian " Ucap Denis
" Ya udah sana pergi gak papa tinggalin aja aku disini, aku gak acting, aku gak drama kaki aku udah lemes banget " Menunduk memeluk kedua kakinya.
" Aku lemah, aku cengeng " Menangis karena udah gak sanggup banget capenya apalagi jalannya naik gak ada turunnya.
Mereka melirik Celline yang terbungkuk menangis.
" A, kayaknya kita istirahat dulu aja deh, kesian Celline kecapean, dia gak biasa jalan kaki. " Ucap rasya memohon.
Denis hanya menatap dan diam sambil berpikir. Jam di pergelangan tangan Denis menunjukan pukul 4 sore dan sebentar lagi malam, tapi di lain sisi ia tidak mungkin memaksakan Celline untuk terus berjalan kaki.
Denis menarik nafasnya dan memberi kesempatan Celline untuk istirahat.
" Yaudah kalian istirahat dulu aja " Ucap Denis membuat Celline bahagia dan segera mementingkan kakinya dengan bahagia.
Denis bergumam " Terlihat manis jika tersenyum " Menatap Celline dan tersenyum tipis.
" Hah!! " Ucap rasya membuat Denis sadar. " Enggak, kue di tas rasanya manis, tadi udah nyoba sedikit " Mengalihkan alasan.
" Ah apakah ibu yang membuatnya? Aku ingin mencobanya " Tanya rasya kembali.
" Cell? Aku makin penasaran deh sama mereka, kok bisa sihmereka sedeket dan seakrab itu, kalo dia sodaraan tapi muka mereka gak mirip " Salsa masih penasaran pada rasya dan Denis.
Celline menatap mereka berdua " Menurutku kau jangan kepo (menatap salsa) biarkan sajalah itu urusan mereka, sibuk mulu "
" Tapi cell, aku kepo karena kayaknya aku suka deh sama dia (denis), kalo mereka pacaran harapanku gak bakalan terkabul. Makanya aku kepo sama mereka yang akrab banget, mana ketawa-ketawa bareng lagi, aku cemburu cell " Sedih.
Celline menarik nafas " Pantas saja kau selalu diputuskan lihat saja dirimu! Melihat ya tampan sedikit suka, gimana David gak mutusin kamu "
" Cell!! Aku gini aja karena dia, dia duluan yang suka goda-goda cewe, ya aku baleslah, eh malah aku yang diputusin! Aku benci dia. Kalo aku ketemu dia lagi mana sudi "
" Dihh ngomong aja kangen, mana ada David ketemu kamu, lo juga kan yang bilang kalo dia udah punya pacar lagi? "
" Setau aku sih iya, waktu itu aku liat dia sama cewek, terus ketawa-ketawa dia juga liat aku, tapi kayak gak so kenal, kesel banget!!"
" Sabar! Bisa jadi jodoh lo dia (melirik Denis), kalo masih pacaran masih ada harapan, tapi kalo udah tunangan.. (Terdiam menatap salsa, dan salsa menunggu kelanjutannya) "
" Masih bisa ditikung, hahaha " Celline ketawa dan salsa menarik nafasnya membuatnya kesal dengan jawaban Celline.
"Sepertinya kita lanjutkan lagi perjalanan kita, ini sudah jam 4 lebih " Ucap Denis, Celline terkejut, baru aja beberapa menit dia duduk udah mau berjalan lagi, dia mulai menentang karena istirahat nya belum cukup.
" Gak bisa dong, kaki aku masih lemes, perjalanan begitu panjang tapi istirahat cuman sebentar "
" Kau bisa beristirahat di rumah, sekarang waktunya padat, kita tidak akan bisa pergi jika sudah gelap "
" Eumm (mendelik) tidak menyangka orang yang dibanggakan wanita itu penakut " Ucap Celline menatap sinis Denis.
" Lebih baik berbicara dengan benar, jika kemalaman kita tidak bisa pergi karena tidak punya senter ataupun lentera, berburuk sangka itu tidak baik " Ucap Denis membuat Celline terdiam sedikit malu.
" Ah ya sudah ayo lanjutkan " Bangkit dari duduknya, tapi kaki Celline merasa sakit dia tidak bisa berdiri begitu sempurna.
" Cell apa kamu masih bisa lanjutin jalan kaki? " Tanya salsa khawatir, " Biar aku meminta waktu lagi, atau aku akan menelpon pak hardi untuk membantu kamu "
" Gak perlu Sa, nanti saat aku sampai di rumah akan ku rendam kaki ku dengan air angat agar tidak merasa sakit, sudah jangan khawatirkan aku, aku baik-baik aja kok " Mencoba tegar dengan menahan sakit.
" Tapi kaki.. "
" Udah sa " Disambung cepat oleh Celline. Denis dan rasya merasa kesian pada Celline, rasya menyuruh Denis menggendong Celline.
" A, kayaknya Celline gendong saja, kesian dia, apalagi besok dia sudah harus beroperasi. Salsa dan aku yang akan duluan mempersiapkan tempatnya "
Denis menatap Celline " Eumm ya sudah, kamu tau kan tempatnya di mana? "
" Udah tau kok, abah udah ngasih tau yadi, jadi nanti saat kalian sampai, Celline bisa lanjut istirahat "
" Oke "
Mereka sepakat, Salsa dan rasya akan berjalan duluan untuk berbenah agar Celline bisa langsung istirahat.
" Salsa sini, kamu bareng aku duluan, biar kak Denis bareng Celline menyusul, dan kamu Celline bisa duduk lagi aja dulu, sampai kaki kamu benar-benar bisa berjalan "
" Hahh, gak usah sya, aku masih bisa jalan kok, palingan nanti juga bisa langsung sembuh kembali " Merasa sok kuat, namun Salsa menentangnya, karena dia tau apa yang dirasakan oleh Celline.
" Cell!! Aku tau kok kamu gak mau dilihat lemah, tapi kesehatan mu itu lebih utama, jangan menentang ikuti apa yang di bilang rasya, dan jangan khawatirkan aku, rasya dan aku akan duluan untuk menyiapkan tempat istirahat, agar kamu segera istirahat. "
" Tapi.. "
" Cell!! " Salsa menegaskan, Celline hanya bisa terdiam dan mengangguk, " Tapi kalian baik-baik saja kan? "
" Tidak usah menghawatirkan mereka, rasya tau kok apa yang akan ia lakukan " Sambung Denis.
" Saya bertanya pada mereka bukan pada anda " Ucap Celline masih kesal melihat Denis, hanya menarik nafas yang Denis lakukan untuk menjawabnya.
" Tidak apa kok, kita baik-baik saja, kalo gitu kita duluan ya!! Kak awas jangan macam-macam " Ucap rasya, pada Denis, lalu Denis mengangguk.
Mereka pergi meninggalkan Celline dan Denis, Celline kembali duduk dan melirik Denis dengan kesal.
" Simpan dulu raut wajah itu untuk besok, sekarang aku sudah kenyang "
Celline sedikit terkejut mendengar ucapan Denis " Apa yang dia katakan, benar-benar tidak dapat di mengerti oleh manusia " Bisiknya membuang muka.
" Saya masih punya pendengaran yang bagus, jadi jangan asal ngomong, apapun yang dikatakan buruk akan bisa didengar jelas oleh telingaku "
" Ehhh.. Sangat kaku " Ucap Celline menatap Denis.
" Euhhh berapa lama lagi kau tidak akan mengoceh, dan berapa lama lagi kau terus duduk, atau kau ingin tidur di jalanan saja " Ucap Denis.
" Kau saja yang tidur di sini " Celline menegaskan dan segera berdiri dengan sekuatnya, tapi kakinya masih tidak bisa berdiri tegak, hampir saja dia terjatuh, namun Denis berhasil menangkapnya.
" Berdiri saja tidak bisa bagaimana bisa berjalan. Sini (membungkuk di depan Celline) aku berbaik hati menggendongmu "
Celline terdiam menatap punggung Denis dan tidak sengaja Denis melirik " Ah tidak usah aku masih bisa berjalan, cukup kau bantu sedikit saja untuk menopangku berjalan tidak usah di gendong. Saya masih punya hati, kaupun pasti merasa cape "
" Sudahlah jangan so peduli. Cepat!! " Ucap Denis menentang. Celline menarik Denis untuk berdiri dan Celline memegang tangan Denis.
" Cukup kau jadi tongkatku saja sudah cukup, jangan menjual punggungmu untuk peduli terhadap orang " Celline menatap Denis yang terdiam dengan jawaban Celline, dia pikir Celline berpikiran kecil ternyata dia juga punya pikiran yang dewasa.
" Kenapa! Apa kau tidak mau aku sebut sebagai tongkatku? Oke kalo gitu " Melepaskan dari pergelangan tangan Denis, lalu Denis dengan sigap mengembalikan tangan itu pada pergelangan tangannya dan mereka saling menatap.
" Sebagai tongkatmu aku harus menjaga tuan nya! Bukan begitu? " Celline membuang mukanya dan hanya bergumam.
Lalu mereka memulai perjalanan, sampai di beberapa gubuk terlihat.
" Sepertinya sebentar lagi sampai, aku sudah melihat perumahan di sini. Nah.. " Terpotong saat ingin menunjuk rumah yang ia lihat, anak kecil berdatangan menghampiri Celline dan Denis.
" Haii kakak cantik, Hallo dokter "
" Kakak cantik " Mereka mengelilingi Celline dan Denis, sambil berteriak teriak memanggil Celline wanita cantik, Celline tersenyum melihatnya.
Anak-anak itu sangat penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan, dia merasa sangat senang, hingga salah satu dari mereka tidak sengaja menyenggol Celline, membuat dia tidak seimbang dan kesakitan.
Tapi hal yang romantis datang Celline semakin dekat dengan tubuh Denis dan membuat Celline terkejut menatap Denis.
Anak kecil tadi meminta maaf karena tidak sengaja menyenggol Celline, lalu Celline tersenyum dan menerima maaf anak itu, lalu mereka pergi meninggalkan Denis dan Celline kembali.
Anak itu berteriak pada Denis dan Celline. " Pak dokter jaga kakak cantik kita ya " Mereka tersenyum sambil berlarian.
Celline tersadar dan segera menegakan badannya, Denis tersenyum tipis. " Bisakah kita lanjutkan kembali! " Ucap Celline sedikit tersenyum agar suasana tidak merasa canggung.
" Tentu! Aku juga mempunyai tugas yang serius! " Celline bingung apa yang dikatakan Denis.
" Maksudnya!! "
" Saya harus menjaga kakak cantiknya anak-anak " Tersenyum menatap Celline yang tersenyum sambil membuang mukanya.
" Ya udah ayo " Mereka melanjutkan perjalanan nya.
" Kenapa anak-anak tadi belum pada masuk rumah? Padahal sudah sangat sore, bukan kah itu tidak baik bagi anak-anak bermain sore? "
" Mereka hanya punya waktu sore untuk bermain, karena mereka siangnya harus bersekolah, makanya mereka main di sore hari "
" Ooh, apakah mereka tempat sekolah nya jauh dari sini? "
" Tidak, warga setempat meminta pada Kepala Desa untuk membuat sekolah di sekitaran lingkungan nya agar anak-anak tidak terlalu jauh untuk menempuh pendidikan, makanya dari itu mereka harus belajar di siang hari dan bermain di sore hari, orang tua mereka membiarkan anaknya bermain sore sebagai gantinya olahraga. Agar tubuh mereka kuat dan selalu sehat. "
Celline mengangguk mengerti, " Eumm dari tadi aku tidak melihat arus listrik di setiap rumah! Apa di sini tidak ada listrik? "
" Rt sempat meminta untuk memasang lampu penerang tapi arus listrik itu tidak bisa sampai kesini karena terlalu tinggi tempatnya, saat itu juga ingin meminta jenset untuk lampu tapi tidak bisa karena di sini tidak ada tiang listrik untuk menyalakan kabel listrik nya ".
" Jadi mereka.. "
" Memutuskan membuat obor sebagai cahaya di rumah mereka "
" Kenapa tidak memakai lentera saja kan itu lebih mudah dan aman juga, kalo obor itu terbuat dari bambu bisa jadi terbakar, itu akan membuat mereka terancam "
" Tidak juga, karena mereka menyimpan obor itu di halaman rumahnya sehingga membuat halaman mereka bersinar indah dengan obor, lagi pula mereka tidak punya uang untuk membeli lentera, hanya orang kaya yang bisa membelinya ".
" Jangan bilang mereka juga makan dengan cara memburu? "
" Ya. Itu benar. Karena mereka tidak bisa membeli ayam dari pasar makanya mereka memburu hewan saja yang ada ".
" Ahh begitu sulitnya mereka hidup. Kenapa mereka tidak pindah saja ketempat yang lebih layak? "
" Bukankah mendapatkan lingkungan yang baru tidak akan mendapatkan lingkungan yang dulu. Mereka punya alasannya sendiri untuk tetap tinggal di sini, mereka punya sejarahnya sendiri, mereka lebih baik hidup dengan ketenangan dibanding dengan kecukupan. "
" Eumm.. "
" Sudah diam dari tadi bertanya terus, saya cape menjawabnya "
" Iih.. Aku kan harus tau agar bisa menyeimbangkan mereka "
..
" Eh itu bukannya Celline dan Denis ya! Allhamdulilah syukur deh mereka udah sampai, ayo kita hampiri mereka "
Mereka segera menghampiri Denis dan Celline.
" Cell!! "
" Salsa!, rasya, kalian di mana saja, kita mencari kalian, ah untuk tempat tinggal kita dimana? "
Mereka menunjuk gubuk kecil yang hanya memiliki 2 obor di halamannya. Celline terdiam menatap gubuk itu.
" Tenang cell. Aku dan Salsa sudah meminta banyak obor untuk di pasang di halaman, kamu gak usah khawatir "
" Ternyata dirinya sendiri yang merasa takut, tapi malah menyalahkan orang lain " Ucap Denis mengungkit perkataan yang sempat di ucapkan saat itu oleh Celline.
Salsa merasa kesal dengan ucapan Denis yang kembalikan perkataan Celline saat itu, dia ingin segera menjawab dengan kemarahan, namun Celline melihat Salsa dengan raut wajah itu segera menghampiri dan menenangkannya.
" Sa!! " Menatap Salsa dan menggelengkan kepalanya. Salsa menrik nafas dan masih menatap kesal Denis, " Dia gak tau semuanya tentangmu, tapi sok tau sekali. Aku kesal jika seseorang menyakitimu cell apalagi mereka tidak tau apa yang akan terjadi jika itu terjadi padamu, aku akan menjagamu cell meskipun dia yang aku sukai yang menyakitimu " Sangat begitu dalam menatap tajam Denis tidak henti.
Celline mengusap wajah Salsa " Eumm kau ini memang sahabat aku yang paling baik, aku tidak akan khawatir pergi kemana-mana jika bersamamu. Dan simpan raut wajah itu untuk orang yang sangat kau benci " Menatap Salsa yang cengengesan memeluk Celline.
" Ahh sudah aku ingin istirahat, aku sudah tidak kuat kakiku sakit "
" Oke ayo sini aku antar kamu ke rumah untuk istirahat "
Denis yang merasa bersalah karena berbicara seperti itu yang membuat Salsa sangat marah, membuat dia punya hutang budi, Denis menawarkan diri untuk membawakan air hangat untuk Celline merendam kakinya.
" Eumm aku akan segera membawa air hangat untuk merendam kaki teman mu, dan maaf sudah membuatmu marah " Salsa mendengarnya langsung menatap Denis.
" Tidak apa, lain kali berbicara dengan benar, karena kakak tidak mengenal begitu dekat Celline seperti apa. Ayo cell "
Mereka pergi dan meninggalkan rasya dan Denis, rasya tidak enak hati dengan keadaan itu, sesudah agak jauh Salsa dan Celline dari jarak mereka, rasya menarik Denis.
" Kakak lain kali jangan ngomong gitu lagi ya! Aku juga merasa tidak enak hati pada mereka "
" Memangnya kenapa!? "
" Nanti aja aku ceritanya, sekarang kita harus membawakan air hangat untuk Celline ".
" Sungguh sangat aneh kalian ini, kenapa sangat peduli pada Celline Celline itu "
" Sudah jangan banyak bicara ayo " Menarik Denis dan segera pergi.
...
" Sa!! Apa kamu yakin mereka akan membuat banyak obor untuk kita? "
" Tenang aja cell mereka tidak mungkin berbohong pada kita, sekarang kamu istirahat aja dulu "
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, Salsa dengan cepat berdiri dan meminta Celline tunggu sebentar, dia membuka pintu dan ternyata rasya dengan seember air angat untuk kaki Celline.
" Maaf aku kelamaan ya bawa airnya, tadi kayunya basah basah jadi sulit membuat air panas "
" Ah tidak kok sya, makasih ya, ayo sana masuk dan biarkan Celline merendahkan kakinya di air itu, aku akan menutup pintu "
Rasya segera menghampiri Celline dan menyuruh Celline untuk merendahkan kakinya di ember agar segera pulih kembali, karena besok dia harus segera memulai pekerjaannya.
Malam sudah tiba tapi obor-obor masih belum datang, Celline merasa sangat tidak tenang dengan gubuk yang sedikit dengan cahaya membuat dia merasa sedikit pengap.
" Cell kamu gak papa kan? aku minta maaf ya soal dokter Denis tadi, dia..
" Cell " Terpotong oleh Salsa yang berteriak menghampiri Celline.
" Ada apa Sa? " Dia segera menotic teriakan Salsa tanpa mendengar apa yang di katakan rasya dari tadi, karena dia sangat merasa tidak nyaman dengan kegelapan.
" Sini ikut aku, pasti kamu akan suka " Menarik Celline yang masih merasa bingung, rasya mengikuti Celline dan Salsa melihat ke halaman yang begitu terang dan Salsa memperlihatkan juga anak-anak membawa obor menghampiri Celline.
Celline terkejut dan hanya bisa menatap senang karena mereka membawakan banyak obor untuknya, bukan hanya itu Salsa menunjukan siapa pemimpin anak-anak itu.
" Cell kamu juga harus liat di sana, menunjuk sebelah kiri anak-anak itu, ada dokter Denis membawa mereka menghampiri Celline ".
" Aaaaa sangat so sweet sekali, ternyata di dunia nyata juga ada seperti di drama yang kau tonton itu, eummm aku terharu. Aku pikir dia tidak sepengertian itu, aku makin suka deh sama dia " Celline yang sendari tadi menatap merka dan dokter Denis seketika tersadar dengan ucapan Salsa dan membuat dia terdiam tanpa senyuman kembali.
" Cell! Kamu menyukainya kan? "
Tanya Salsa pada Celline dan dia hanya mengangguk dan tersenyum.
" Kakak cantik tidak usah takut lagi, kami membawakan banyak obor untuk kakak cantik "
Ucap salah satu anak itu, dan Celline menghampiri anak itu lalu berterima kasih padanya dengan mengusap kepala anak itu.
" Terimakasih ya adik baik, sini duduk di sini "
Anak-anak itu menyimpan obor-obor itu di tempat yang sudah di sediakan oleh warga sebagai tempatnya, lalu mereka duduk di sisi Celline, rasya dan Salsa.
" Terima kasih ya untuk obornya, kakak suka banget, tapi mulai sekarang kalian gak usah pangil kakak, kakak cantik. Di sini kakak akan membantu kalian menjaga kesehatan gigi, jadi kalian akan sehat. Mulai besok kalian datang ketempat puskesmas ya! Kakak akan membantu mengecrk gigi kalian "
Mereka semua terkejut dan seger bubar, mereka tidak mau di periksa gigi karena mereka takut akan di cabut giginya.
" Kami tidak mau diperiksa gigi, kami takut " Serempak mereka, Celline langsung terdiam dan hanya terheran kenapa mereka bisa tidak mau di cabut gigi. Salsa segera menenangkan anak-anak itu.
" Anak-anak jadi maksud kak dokter cantik ini kalian hanya diperiksa bukan akan di cabut gigi, jika gigi kalian baik dan sehat tidak mungkin di cabut "
" Tapi kalo gigi kita tidak sehat berarti kita akan di cabut giginya, aku tidak mau ompong " Teriak salah satu anak itu.
" Aku juga tidak mau di suntik, katanya kalo di suntik itu akan sakit, apalagi di cabut gigi "
" Saat itu juga dokter Denis memberikan suntikan besar pada kami, mungkin saja kakak dokter cantik juga akan menyuntik kami lagi, kami tidak mauuu "
Mereka semua berlarian dan tidak mau di periksa, Celline kebingungan bagaimana jika besok dia tidak bisa memeriksa satupun pasien, dia kan gagal.
" Ahh apa aku salah memberi tahu anak-anak itu tadi, maksudku agar mereka bisa bersiap untuk besok. Ternyata aku salah, bagaimana mereka bisa aku cek giginya kalo mereka sudah tau dengan kedatangan ku " Celline merasa bingung dan tidak tau harus apa.
" Cell kamu gak usah khawatir aku, salsa dan kak Denis akn membantu membujuk mereka lagi, kamu mending istirahat saja " Mereka mencoba menenangkan Celline.
" Tapi bukan hanya aku saja besok yang bekerja, kalian juga bekerja, jadi kalian harus istirahat juga, aku ketuanya jadi aku yang harus turun tangan untuk ini "
" Tidak usah, kalian diam saja dan istirahat. Tunggu saja besok biar aku yang membujuk mereka, kalian harus istirahat, dari tadi kalian belum istirahat, soal ini biar aku bicarakan dengan orang tua mereka "
" Apakah kakak bisa? " Ucap rasya, Denis menganggukkan kepalanya dan menyuruh mereka untuk tunggu saja besok.
" Oke deh, aku percaya sama kakak, oh iya kakak juga harus istirahat ya "
Mereka saling menghawatirkan layaknya seorang pasangan nyata.
" Liatlah mereka berulah kembali, aku kesal melihatnya, cell ayo kita pergi istirahat, takutnya kita mengganggu mereka " Bisik Salsa.
" Ya udah kami pamit mau kedalam, maaf mengganggu " Terus terang Salsa menatap rasya, lalu pergi kedalam. Rasya yang tidak mengerti dengan apa yang di maksud Salsa tadi.
Denis menarik nafasnya dan ikut berpamitan pada rasya untuk mencoba membujuk mereka dengan baik dan akan beristirahat juga.
" Ya udah aku pergi ya, ketemu besok, bye " Ucap Denis yang masih di pantau oleh Salsa di dekat pintu.
" Sampai dadah dadahan gitu lagi, ishhh sebenarnya hubungan mereka apa sih? "
" Sa udah tidur sini, aku takut " Salsa segera menghampiri Celline dan menanyakan keadaanya.
" Kamu baik-baik saja kan cell? "
" Baik kok, cuman aku berbohong saja merasa takut agar kau tidak selalu kepo tentang mereka, sudah ayo tidur ".
Mereka pun tertidur bersama dan rasya melihat mereka berdua tertidur bersama tersenyum lalu rasya pun ikut bergabung dengan mereka.
Kasurnya hanya satu dan itupun di lantai, taulah seperti apa gubuk perkampungan, ya seperti itulah keadaanya.
...
Pagi sudah tiba mereka sudah bersiap dengan seragamnya dan segera pergi ke suatu tempat kesehatan yang sudah di beritahu tempatnya oleh rt setempat pada Salsa dan rasya saat itu.
" Apakah kalian percaya warga sini akan mau diperiksa olehku, kemarin malam saja anak-anak malah pergi tidak mau "
" Percayalah orang yang aku percayai pasti akan dapat di percaya "
" Bilang saja dokter Denis, kenapa harus sangat berbelit " Ucap Salsa yang kesal mendengarnya, rasya meminta maaf dan mengajak mereka untuk segera berjalan.
" Iya maaf, ayo kita pergi pasti orang yang aku percayai itu sudah menunggu di sana " Rasya mengejek salsa dengan kata-kata itu lalu tersenyum dan pergi lebih dulu.
" Ishh liat cell dia mulai berani pada kita, mentang-mentang ada huscar nya di sini "
Celline tidak mengerti dengan yang di katakan Salsa " Maksudnya apa? "
" Husband pacar " Sambil menye-menye, Celline tertawa " Ada ada aja kamu Sa, udah ayo orcaysya sudah menunggu " Ucap Celline sambil tertawa pergi.
" Cell maksud kamu apa? " Sambil mengejar Celline yang meninggalkannya.
" Cell maksudnya apa sih, cell? "
" Nanti juga kamu akan tau apa! "
" Kau juga sama menyebalkannya dengan rasya " Salsa kesal pada Celline yang tidak memberi tahunya, Celline hanya tersenyum dan menariknya berjalan bersama.
...
Mereka sampai di gubuk kesehatan dengan raut wajah yang terkejut dengan keadaanya.
" Kemana orang-orang? "
" Nah kan orang yang di percayai oleh rasya itu tidak bisa diharapkan! "
" Tunggu! lalu rasya kemana? "
" Ya kemana lagi kalo tidak menemui orang yang ia percayai " Salsa masih belum larut kesalnya itu dengan kata-kata rasya.
" Sa udah dulu jangan becanda, ini aneh, bukannya tempat nya ini kan! Apa kamu tidak salah tempat kan Sa? "
" Bentar-bentar aku coba cek kedalam " Salsa mengecek kedalam dan ruangannya juga benar-benar sama, dan tempatnya juga tidak mungkin salah benar di sini "
" Lalu mereka kemana? " Tiba-tiba rasya dan Denis datang mereka berdua menghampiri Celline dan Salsa.
Disini Celline merasa kesal karena dia merasa di permainkan, dia angkat bicara dan memarahi mereka.
" Sya kau boleh pacaran aku juga tidak berhak mengatur siapapun pacarmu! Tapi tolong ngertiin kita sya, kita disini bertugas bukan hanya bermain-main saja, aku yang harus bertanggung jawab atas semuanya, bagaimana jika kau tidak lulus nanti kita juga ikut tidak lulus, tolonglah profesional "
" Dan lihat ini, orang yang kau percayai itu (menatap Denis) tidak sama sekali membantu hanya membuang-buang waktu kami saja, jika kamu ingin pacaran silahkan tapi ingat kita disini untuk bertugas!! "
" Aku gak tau harus apa lagi, dan untuk dokter Denis yang terhormat terima kasih sudah berbaik hati membantu kami, tapi mohon pengertiannya juga kami harus segera bekerja, jadi anda bisa pulang, dan saya ingatkan kembali jangan memperlihatkan diri anda jika tidak tidak ada yang penting untuk di bicarakan!! "
Celline sudah sangat merasa kecewa dengan ucapannya yang begitu yakin ingin membantunya namun tidak sesuai dengan keyakinannya.
" Cell aku bisa jelasin, kak Denis gak salah kok, justru dia.. "
"Apa!! Kau tidak melihat sya buktinya seperti apa, tidak ada satu orangpun datang kesini "
" Sya!! Itu terserah padamu mau melakukan apapun, kami tidak membantahmu untuk apa yang akan kamu lakukan " Sambung Salsa dan segera masuk ke gubuk itu dan duduk dengan kekecewaan.
" Kak aku minta maaf, mereka sudah salah paham padamu, aku tau kamu sangat merasa tertekan oleh mereka apalagi saat Celline berkata.. "
" Sudah sya, memang benar yang dia katakan aku tidak sama sekali membantu di sini, malah membuang waktu mereka dengan tidak baik, aku akan pergi dan membujuk mereka kembali sebisa ku "
Denis pergi dengan perasaan yang sangat rapuh, rasya bingung harus ke arah mana, jika dia mengikuti Denis mungkin Salsa dan Celline akan makin salah paham, dan jika dia bergabung dengan Celline dia merasa khawatir dengan kesehatan Denis juga.
" Cell, aku benar-benar minta maaf, kak.. "
" Bisakah kau tidak membicarakan dia terus, aku sedang tidak mood untuk memikirkan hal yang tidak masuk akal dan tidak bermanfaat "
Rasya langsung terdiam dan menunduk, di lain tempat dokter Denis yang meminta terus bantuan kepala desa untuk membantu warga agar mereka bersedia di periksa.
" Pak tolong Denis, ini memang sulit tapi bisa tidak bujuk mereka sekali lagi, saya yakin dengan cara baru mereka akan mengerti "
" Denis ayah tidak punya banyak waktu, pekerjaan Ayah sangat banyak, dan apakau tau ayah kesini untuk mendinginkan diri bukan untuk mengurus rakyat jelata itu "
" Ayah bisa kah ayah melihat warga ayah, mereka sudah memberi kepercayaan yang tinggi pada ayah tapi ayah tidak memeiliki rasa kasihan pada mereka "
" Siapa suruh mereka memilih ku, jadi seperti inilah keadaanya, mereka sudah tau apa yang terjadi, dengan adanya dokter-dokter mereka harusnya bisa mengerti, tapi harus seperti apa lagi ayah melakukannya "
" Ayah salah memperlakuakn warga ayah, tentu saja mereka tidak mau, ayah meminta upah pada mereka untuk melakukan pemeriksaan itu, mereka membutuhkan pemeriksaan yang baik, dokter-dokter itu juga di tugaskan untuk membantu secara gratis! Tapi ayah selalu mengubahnya demi uang, ayah ini hanya mementingkan diri sendiri dan uang!!"
Plakk..
Tanggan ayahnya mendarat keras di pipi Denis. " Lakukanlah lagi jika itu bisa membuat ayah sadar dengan apa semua yang ayah lakukan, silahkan lakukan lagi, ayo lakukan!! " Denis sangat terpuruk dengan semuanya, mereka pikir hidupnya baik-baik saja padahal jauh dari kata itu, ayahnya selalu mengekangnya dan membuat hal baru tanpa memberi tahunya, dia mendapatkan lingkungan yang tidak baik, tapi harus bagaimana banyak hal yang susah untuk dilupakan ditempat kelahirannya itu dan dia ingin mengubahnya menjadi lebih baik mencalonkan yahnya itu tapi ternyata itu tidak berjalan dengan baik.
" Ayo ayah lakukan lagi!! Silahkan!! " Teriak Denis terus menerus membuat ayahnya tidak bisa sabar dan terus melakukan kekerasan pada Denis.
Saat tangan ayahnya mendarat ke 4 kalinya Celline berteriak menghentikannya.
" Cukup!! "
Mereka bertiga berjalan menghampiri mereka, Denis melihat mereka langsung menunduk dengan wajah yang penuh dengan luka dan tangisan.
" Maaf Pak saya lancang, tapi yang bapak lakukan itu tidaklah benar, dia anak bapak tapi bapak tidak bisa mengontrol emosi bapak padanya, ini sudah menjadi kekerasan "
" Siapa kamu berani mengurus keluarga kami, dan apa yang kau lakukan rasya dengan mereka yang tidak punya sopan santun ini "
" Mereka teman rasya, dan rasya udah merasa kesal dengan apa yang sering ayah lakukan pada kak Denis, ayah pikir rasya tidak tau berapa kali ayah memperlakukan ini pada kak Denis, rasya tau yah, hanya saja rasya menutupi ini demi kebaikan nama ayah, itupun aku dipaksa untuk menutupi semua ini karena kak Denis "
" Rasya (menarik tangan rasya dengan keras), apa kau lupa dia yang membuat ibumu meninggal? Dia adalah orang yang membuat ibumu meninggal, dia tidak ada gunanya menjadi seorang dokter tidak berguna, semua yang dia lakukan hanya membuang-buang waktu saja "
Celline terdiam saat ayahnya Denis berbicara itu dia teringat dengan ucapannya itu, Celline melirik Denis yang semakin mengeluarkan air matanya, Denis menatap Celline dan pergi.
" Lihatlah dia sangat tidak dewasa "
" Cukup ayah, aku lebih memilih kak Denis di banding ayah!! " Teriak rasya sambil menangis lalu pergi.
" Cell sebaiknya kamu kejar dokter Denis, aku akan mengejar rasya "
Celline hanya bisa diam dan benar-benar sangat bersalah " Celline aku pergi ya "
" Aaahh mereka sangat tidak sopan pada orang tua " Teriak ayahnya itu seakan dia paling tersakiti.
" Seorang ayah seharusnya menjadi sebuah tembok kuat yang bisa menjaga anaknya, bukan malah menindasnaya " Bapak itu terdiam menatap Celline.
" Maaf Pak saya lancang, tapi saya berbicara dengan benar, apalagi yang mereka punya hanya seorang ayah. Dan untuk masalalu dan kematian itu bukan salah manusia, tapi itu takdir. Permisi Pak. Semoga bapak paham apa yang saya katakan "
Celline pergi meninggalkan beberapa pesan pada ayahnya Denis dan rasya itu, dia hanya bisa menyaring ucapan Celline dengan diam.
...
Celline mencari kemana perginya Denis sampai bertanya pada warga, tapi tidak ada satupun yang tau, namun dia ingat dengan kata-kata rasya yang saat itu pernah ia katakan pada Celline dan Salsa, kalo kakaknya suka sekali tempat dingin.
(Halusinasi)
" Kakak ku suka sekali dengan kehidupan yang tentram dan dingin, setiap kali dia pulang pasti ke sana, tapi tempat itu hanya bisa ia datangi sendiri "
" Kenapa! " Tanya Salsa.
" Karena dia hanya ingin membawa orang yang sangat spesial untuk nya untuk di bawa ke tempat itu "
" Memangnya kamu tidak spesial? Kau kan adiknya? " Salsa bertanya lagi.
" Bukan seperti itu, aku punya kesepakatan dengan nya, bahwa tempat itu bisa kita kunjungi saat kita merasa tidak baik, aku pun pernah kesana, namun aku mencoba melupakannya karena aku pikir tempat itu bagus untuk kakak ku, jadi aku tidak pernah kesana lagi, dan aku memintanya untuk menjaganya, tapi dengan syarat, kakak ku boleh membawa orang tapi orang itu yang sangat spesial untuknya "
" Eumm sangat so sweet sekali kalian berdua, aku sangat iri, baru kali ini aku mendengar adik kakak se so sweet ini "
" Eumm kalo boleh tau tempatnya di mana? " Tanya Celline.
" Di dekat gubuk kesehatan, dari situ tidak jauh akan ada sebuah pemandangan indah yang orang lain tidak tau, tapi entah masih ada atu tidak soalnya itu saat aku masih kecil "...
.
" Dekat gubuk kesehatan! Aku harus kesana mungkin saja dia di sana " Celline tersadar dan segera berlari ke gubuk kesehatan itu.
Sesampainya di sana dia tidak melihat sebuah tempat yang menurutnya indah, namun dia tidak menyerah mencoba lebih jauh mencarinya, hingga beberapa meter dari gubuk kesehatan itu Celline melihat Denis duduk di kursi kayu yang menghadap langit dengan jelas.
Celline menghampiri Denis dengan pelan, namun dia tidak sengaja menginjak ranting membuat Denis sadar dan segera mengusap air matanya dan melirik ke arah Celline.
" Apa yang kau lakukan di sini? Tempat ini bukan untuk mu "
" Aku tau itu, tapi aku ingin meminta maaf soal tadi pagi, aku.. "
" Sudah! Aku sedang tidak mau membicarakan itu "
Celline merasa bingung harus apa lagi agar bisa membuatnya tidak bersedih, dia mencoba meminta ijin untuk lebih dekat jaraknya dengan dia.
" Eumm boleh tidak saya ikut duduk!! Ah maksud saya boleh tidak saya membawa mu pulang, saya tau tempat ini tempat yang spesial untuk mu, saya ingin berbicara dengan mu, jika tidak boleh disini di tempat lain saja, maksudku begitu " Celline benar-benar sangat ragu dengan apa yang dia katakan, dia sama sekali tidak bisa membujuk orang lain.
(Ahhh apa yang kamu katakan cell) gumamnya berbisik, Denis bergeser.
" Tidak perlu kaku berbicara dengan ku, masuk pada intinya saja, jika ingin berbicara, bicara saja. Aku tidak pintar mengartikan kata-kata "
" Eumm aku minta maaf soal.. "
" Bukannya lebih baik berbicara sambil duduk " Sambung Denis, Celline sangat benar-benar kaku sekali dia belum pernah se kaku ini saat bertemu orang lain, tapi di sini Celline merasa benar-benar tidak tau apa yang harus dia lakukan. Denis berdiri dan berbalik ke arah Celline, Celline hanya diam menatap Denis yang menatapnya dia tidak bisa diam dia merasa ragu.
" Siapa sebenarnya dirimu? " Pertanyaan itu membuat Celline terkejut dan langsung menjawab.
" Tentu saja aku Celline, bukannya kau sudah tau " Ucapnya cepat.
" Tidak, yang ku tau, dia itu seperti anak-anak, cengeng, mudah mengeluh dan... "
" Iih bisa tidak di saat seperti ini jangan menggodaku marah? "
" Kenapa? Karena aku punya stok untuk ini. "
" Maksudnya apa? " Celline tidak mengerti.
" Bukannya kau kemarin ingin memarahiku, lalu aku memintamu untuk menyimpannya untuk besok, dan ternyata benar dait wajah itu aku dapatkan lagi " Ucap Denis membuat Celline canggung.
" Ahh sudahlah itukan masalah kemarin, aku juga sudah minta maaf "
" Kapan kau minta maaf? "
" Bukanya tadi itu aku meminta maaf sampai dua kali apa tidak kedengaran? "
" Tidak!! "
" Ihh, haruskah aku membisikannya ditelingamu? "
Denis mennyerengkan kepalanya dan melirik Celline. " Coba lakukan jika bisa "
Karena dari tadi jarak mereka lumayan jauh Denis memintanya untuk lebih dekat agar terdengar jelas.
" Dan lebih baiknya kau agak dekatan, aku tidak mudah paham hanya melihat bibirmu saja " Celline langsung menutup mulutnya.
" Ih masih saja menggoda tuanmu " Ucap Celline menatap Denis sedikit tersenyum.
" Ah aku lupa, kalo tuanku dari tadi tidak duduk, pasti kakinya merasa sakit, silahkan tuanku duduk di kursi ini, tongkatmu ini sudah membuatmu kesemutan "
Celline tersenyum dan menunduk malu, lalu dia duduk di kursi itu dan menatap Denis yang terus berdiri.
" Kenapa tidak duduk, apa segini tidak cukup? (Denis diam)" Celline bergeser " Apa segini masih tidak cukup? " Celline terus bergeser tanpa melihat kursi itu sampai di ujung dan membuatnya hampir terjatuh, untung saja Denis menangkapnya dengan cepat dan ini menjadi yang kedua kalinya mereka saling menatap sambil berpelukan.
Celline segera bangkit " Lain kali lihat dulu saat bergeser, ini bukan kereta api yang kursinya panjang " Denis membuat lelucon yang tidak selucu yang Celline dengar.
" Leluconnya tidak lucu "
Lalu mereka berdua duduk bersama dan menatap pandangan yang bagus dan saling mengobrol.
...
" Sya aku minta maaf, aku sudah salah paham padamu, aku pikir kamu dan Denis itu pacaran. Karena kalian tidak mirip "
" Tidak apa sa, aku juga salah aku gak memberi tahu kalian soal ini, dan mana mungkin mirip karena kita bukan sodara kandung "
" Hahh!! Gimana? Maksudnya apa? "
"Aku dan kak Denis itu bukan sodara kandung, ibuku dan ayahku bukanlah orang tua kak Denis, saat itu ayah dan ibuku menemukan kak Denis di depan rumah, entah siapa yang membuang kak Denis, pada saat itu ayahku dan ibuku mengurusnya, ibuku berfikir ibunya akan datang untuk menjemlutnya tapi sudah tiga hari lebih ibunya tidak ada menjemput, ayahku mengurus kak Denis dengan baik, hingga saat itu ibuku mengalami sakit perus dan kerumah sakit, ternyata dia mau melahirkan aku.
Sedari kecil aku dan kak Denis sudah bersama jadi aku sudah menganggap kak Denis adalah kakak kandungku, tapi dia memang sudah bagain dari kekuargaku juga, pada saat aku lahir ayahku meminta ijin pada ibu untuk mengurus kak Denis bersama-sama, ayah pikir ibu akan menolaknya ternyata ibu juga ingin mengatakan itu tapi tidak selalu, karena ayah selau sibuk bekerja.
Aku dan Kak Denis di berikan nama di waktu yang sama dan ibuku juga mengatur tanggal lahirnya sama dengan tanggal lahirku, ibu merasa bahwa dia melahirkan dua anak, mereka sangat senang karena yah menginginkan anak laki-laki dan datanglah kak Denis lalu ibu menginginkan anak perempuan dan datanglah aku jadi apa yang mereka inginkan terkabul sehingga mereka mengurus kami dengan baik.
Namun beberapa tahun lalu ibuku jatuh sakit, saat itu aku sedang kuliah dan kak Denis baru mulai bekerja di kota sebagai dokter, ayahku menelpon aku dan kak Denis, lalu kita segera pergi ke kampung untuk membawa ibu ke rumah sakit.
Saat itu ibuku harus dioprasi, dokter bilang ibu mengalami penyakit di kepala dan harus segera dioprasi, tapi dokter disana tidak ada yang sanggup, hingga dibawa kerumah sakit tempat kakak bekerja, dokter disitu juga banyak pasien yang belum di urus, kakak ku sudah meminta bantuan pada dokter lain tapi mereka tidak ada yang bisa, dan juga sibuk, sehingga kak Denis harus turun tangan sendiri, saat itu ibu dioprasi oleh kak Denis, oprasi lancar namun, salah satu suster lupa memberikan cairan infus untuk ibu sehingga ibu tidka bisa bernafas dengan baik dan katanya pada hari itususter yang menjaga ibuku mendapatkan telepon duka dari keluarganya, sehingga dia berlari keluar untuk pergi melihatnya sampai melupakan cairan infus itu belum sempat ia pasang.
Saat suster itu kembali lagi keruanagn ibu, dia terkejut dan merasa panik dan ketakutan ia berlari karena tidak ingin dibilang pembunuh.
Hingga salah satu suster melirik ke arah ruangan ibu seperti ada yang aneh, biasanya mesin itu berbunyi jika pasien masih bernyawa tapi ini tidak ada suara apapun, suster itu mengeceknya dan terkejut melihat ibu yang sudah tidak bernyawa, dia berteriak histeris dan memanggil kak Denis tentang keadaan ini.
Segera suster dan kak Denis datang melihat keadaan ibu, di situ kak Denis sangat panik dan mencoba mencari tau kenapa bisa terjadi, sebuah cairan yang tidak di padang membuat kak Denis marah, dan menyalahkan suster yang melihatnya tadi, dia benar-benar sangat marah pada mereka, namun salah satu suster berceriat bahwa suster yang di tugaskan di ruangan ini itu suster gina, tapi dia bukan suster gina, dan dia juga melihat tadi suster gina berlari keluar entah kenapa, saat itu kak Denis menyuruh menelpon suster gina untuk meminta keterangan, namun tidak bisa di telpon sama sekali.
Kak Denis benar-benar bingung dan sedih pokoknya campur aduk, dia tidak tau harus bilang apa pada ayah soal ini, hingga malam tiba suster gina datang menghampiri kak Denis dan meminta maaf, dia sempat membentak suster gina dan memarahinya, namun suster gina hanya bisa menagis dan memulai bercerita, bahwa dia saat itu mendapat telpon kalo ibunya meninggal dan dia segera berlari untuk melihatnya namun tidak ada satupun orang yang menolongnya untuk mengantar pulang, lalu ia kembali ke ruangan dan melihat ibuku sudah tidak bernafas juga dan dia berlari karena dia sangat tertekan sekali, di hari yang sama dia sudah membunuh dua orang tanpa ia sadari, dia meminta maaf samaku berlutut pada kak Denis, tapi harus apa lagi orang mati tidak bisa di bangunkan kembali, dia juga merasa kasihan pada suster gina karena dia juga kehilangan sosok seorang ibunya, kak Denis memaafkan nya dan kak Denis pulang dengan membawa kabar duka.
Dari situ ayah mulai membenci kak Denis dan berubah, jika saat itu kak Denis tidak bercerita yang sebenarnya pada kau mungkin aku juara kan berpikir sama seperti ayah dan membencinya, namun aku paham itu sudah takdir dan bukan salah kak denis ".
" Kenapa kamu gak ceritakan kemabli pada ayahmu? "
" Ayahku selalu bilang banyak alasan, dan jika sudah tiada apakah bisa dihidupkan kembali, ayahku sangat egois dan keras kepala makanya aku yang harus berbaik pada kak Denis, dan saat itu juga ayahpun jarang di rumah, tapi aku senang karena kak Denis bisa bebas dan tidak dioukuli terus oleh ayah ".
" Jika aku tau dari dulu seperti ini ceritanya hidupnya mungkin aku akan selalu berbaik hati pada kakakmu yang tampan itu, dan ada bagusnya juga kamu bukan pacarnya "
" Ihh sa!, masih aja becanda "
" Biar kamu tidak terlarut dalam kesedihan "
" Oh iya Sa! Celline dimana? "
" Oh iya aku menyuruh Celline mengejar kakakmu, entah dia sudah berhasil menemukannya atau belum akau tidak tau ".
" Ya udah ayo kita cari mereka "
Mereka bergegas pergi mencari dan tidak menemukannya, namun mereka merasa aneh pada warga yang berhambuaran pulang pergi dengan wajah bahagia, salah satu dari mereka salsa menghentikan langkahnya dan bertanya apa yang sudah terjadi.
" Bu maaf, ada apa ya ini kok banyak sekali warga pulang pergi? "
" Kami habis di periksa kesehatan gigi, dokter cantik itu sangat baik memberikan kami pemeriksaan secara gratis ".
Mereka terdiam dan saling menatap " Dokter cantik? " Berfikir dan seketika teringat dengan panggilan anak-anak itu pada Celline, seketika mereka saling menatap dan serempak mengatakan nama" Celline "
Lalu mereka segera berlari ke gubuk kesehatan, sesampai di sana mereka hanya berdiri dan terdiam menatap Celline dan Denis. Salsa menatap rasya dan tersenyum tipis.
" Sya! Apakah kau juga mempunyai pikiran yang sama dengan ku? " Rasya mengangguk dan tersenyum.
" Oke let's go " Salsa menarik rasya dan segera membantu Celline dan Denis.
" Biar aku bantu ya cell " Lalu Celline mengangguk dan segera membantu mereka agar tidak terlalu mengantri, hingga di antrian terakhir semuanya sudah selesai, mereka bisa istirahat.
" Huhhh ternyata cape juga ya? "
Mereka terdampar kecapean, Denis melihatnya segera meminta pamitan.
" Tunggu sebentar aku segera kembali " Ucap Denis segera pergi, mereka semua terheran dan kebingungan maksudnya apa, lalu rasya paham dan tersenyum.
" Tenang saja sebentar lagi kakak ku segera kembali, aku tau apa yang akan dia lakukan " Rasya tersenyum Celline dan salsa terheran tidak tau, Celline pergi ke gudang memeriksa obat-obatan.
Tidak lama setelah itu, Denis kembali membawa makanan dan minuman. " Tuhkan apa yang aku bilang dia kembali, tunggu sebentar aku akan membantu nya " Mata Salsa mengikuti langkah rasya yang menghampiri Denis yang membawa minum dan makanan, salsa tersenyum dan segera membantu membuka nya di meja, saat tangan salsa meraihbotol minum rasya menimpuk tangannya.
" Apaan si sya, aku harus pengen minum " Rasya menatap tajam salsa dan salsa langsung mengerti dan faham.
" Eumm kak Denis boleh minta bantuannya tidak, tolong berikan makanan dan minuman ini untuk Celline, kami ada urusan sebentar nanti kami kembali lagi, tidak papa kan? "
Denis terdiam dan terheran dia hanya bergumam dan tidak tau menjawab apa.
" Eummm.. "
" Oke diel.. " Ucap rasya segera dan mereka pergi meninggalkan Celline dan Denis.
" Euhhh.. Memangnya aku bodoh rasya, aku tau pasti ada sesuatu yang akan kau lakukan! Dasar bocil "
" Apa yang bocil? " Denis terkejut dan segera menjawab "tidak".
" Ooh, salsa dan rasya mana? "
" Mereka katanya ada urusan, makanya mereka pergi duluan "
" Ooh.. Mereka kebiasaan suka lupa dengan ku " Ucap Celline yang terus mengecek obat-obatan itu.
Denis melirik Celline dan membawakan makanan dan minuman itu ke meja Celline.
" Kamu belum makan dari pagi, lebih baik makan dulu " Celline melirik makanannya.
" Bentar aku sedang mengecek obat-obatan ini, sepertinya obat-obatan ini sudah tidak layak di konsumsi, ini akan sangat bahaya jika sampai mereka meminumnya "
Denis menarik nafasnya dan membukakan tutup botol itu juga membantu membuka makanannya.
Denis menyodorkan air minum itu yang sudah ia beri sedotan di botol itu untuk mempermudah Celline minum.
" Pekerjaan seorang dokter memang menjaga kesehatan pasiennya, tapi seorang dokter juga harus bisa menjaga kesehatannya " Celline terdiam dan menatap Denis.
Lalu Denis kembali menyodorkan air minum itu, dan Celline tersadar lalu meminumnya, kemudian Denis menyuapi makanan yang sudah ia buka tadi.
" Gak usah aku bisa makan sendiri kok " Saat tangan Celline ingin meraih makanan itu Denis dengan cepat menjauhkannya.
" Apakah seorang dokter juga harus di beritahu lagi soal kebersihan? Tidak mungkin kamu makan dengan keadaan tangan yang kotor itu, debu ada di tangan mu jika sampai kamu memakan makanan ini kamu akan sakit perut. Biar aku saja yang menyuapi mu "
" A.. (Menyuruh membuka mulut) "
Celline tersenyum dan memakan makanan itu, kemudian mengecek kembali obat-obatan lagi, Denis menyodorkan kembali makanan itu dan Celline memakannya lagu dan tersenyum menatap Denis sambil mengunyah dengan cepat, sudah habis makanan yang ada di mulutnya Celline membuka kembali mulutnya.
" A.. (Membuka mulutnya dan tersenyum menggoda Denis) " Denis tersenyim malu membung mukanya.
Lalu menyuapinya lagi dan saling menatap tersenyum, Celline segera menyelesaikan nya dan mencuci tangannya.
" Sini biar aku saja, aku sudah mencuci tanganku dengan bersih "
Denis menatao tangannya yang basah dan mengambil sapu tangan dalam sakunya dan meminta menjulurkan tangan Celline.
" Sini mana tanagnya? "
" Kenapa? " Ucap Celline sambil mengulurkan tangannya, Denis membasuh tangan Celline yang basah itu.
" Tanganmu masih basah dan harus di lap dulu agar kumannya tidak ikut " Celline tersenyum dan menjulurkan satu tangannya lagi.
" Yang ini juga sama kan? " Denis menatap Celline yang Tersenyum menggodanya.
" Lanjutkan sendiri saja " Memberikan salu tangan itu pada Celline dan Celline mulai menggodanya lagi sambil tersenyum.
" Ingat jangan mencoba membangunkan kucing yang sedang tertidur jika tidak ingin di cakar "
" Eumm.. Apakah kucing itu bapak dokter!! "
Denis menatap Celline yang tersenyum padanya dan dia membuang mukanya malu, Celline tertawa.
Di tempat yang sama, salsa dan rasya merasa kehabisan nafas melihat mereka yang sangat so sweet.
" Sya.. Gak bisa gini, aku sesak nafas aku butuh oksigen " Ucap salsa yang tidak kuat melihat keromantisan mereka.
" Bukan hanya kamu yang membutuhkan oksigen itu sa, tapi aku juga membutuhkannya " Mereka sama-sama terdampar lemas tidka kuat melihatnya dan rasanya ingin berteriak.
Tiba-tiba seorang anak mengagetkan mereka yang sedang bersembunyi, mereka sampai terkejut dan segera keluar dari persembunyiannya itu, Celline segera melihat teriakan itu.
" Salsa? Rasya? Kalian lagi ngapain di situ? "
" Aku melihat mereka bersembunyi di semak-semak itu lalu aku mengagetkannya " Ucap anak itu salsa dan rasya segera menjawab.
" Tidak, tidak, kita sedang mencari barang yang hilang, iya kan sya? "
" Sa! " Salsa diam dan berbalik menatap Celline, " Aku tau seperti apa salsa jadi jangan pernah berbohong "
" Hehe iya maaf cell "
" Dan kamu rasya, memangnya kakak mu ini tidak tau, apa yang akan kamu lakukan "
" He.. Tapi kakak suka kan? " Rasya menggoda kakaknya, Denis memberi kode untuk diam, lalu rasya tersenyum.
" Sudahkah ayo kita pulang, aku sudah tidak enak badan, aku perlu air untuk mandi "
Lalu mereka berjalan pulang bareng, hingga di pertengahan jalan mereka harus berpisah, rasya dan Denis ke sebelah kiri dan salsa, Celline ke kanan.
" Cell, sa, aku akan pulang dulu ke rumah dan nanti aku akan kesana menyusul " Lalu mereka pergi.
..
Di perjalanan Celline dan salsa, salsa terus menggoda Celline dengan terus bertanya.
" Cell gimana harinya? Pasti bahagia dong. Gak ada lagi gak mood mood an, iya kan? "
" Sa apaan si " Celline menatap salsa sambil tersenyum malu.
" Eummm.. Aku gak sedih kok beneran gak papa kalo dokter itu sukanya sama kamu aku gak papa, tapi kalo dia sukanya sama aku kayaknya kamu yang gak papa " Salsa terus menggoda Celline dengan sangat bahagia.
" Saa!! " Sedikit tersenyum malu tapi bahagia. " Mana mungkin lah orang kita baru kenal "
" Bisa jadilah kenapa enggak. Iya kan "
" Udah ah sa " Celline berjalan lebih dulu dan segera masuk kedalam rumah.
" Ada yang lagi mood nih, bukan hanya moodnya yang bagus taoi menemukan vitaminnya " Teriak salsa masih menggodanya.
" Saaa!! " Teriak Celline dalam rumah sambil tersenyum sendiri.
Di lain perjalanan Denis dan rasya disini rasya juga menggoda trus kakanya itu sepanjang jalan.
" Ehemmm.. Sepertinya sore ini sangat bagus cuacanya, iya kan kak? "
" So tau " Membuang mukanya sambil tersenyum.
" Taulah aku kan adikmu, coba hitung berapa lama aku dan kakak bersama, 1.2.3.. "
Denis segera merangkul rasya dan menyuruhnya stop untuk menggodanya.
" Cukup bocah kecil menggoda kakak mu ini, jika tidak mau aku sentil kepalamu "
" Iihh.. Lepasin (terlepas) kak Denis harusnya menjagaku, euhhh " Denis tertawa dan meminta maaf.
" Iya maaf maaf "
" Oh iya kak! Kalo kakak suka sama Celline mendingan cepet bilang deh "
" Kenapa? "
" Ya takut aja nanti gak sempat, soalnya kapan lagi kalian bisa ketemu "
" Eummm.. " Gumam Denis membuat rasya kesal. " Hanya itu? Ihh tidak gentleman "
" Sudah anak kecil diam saja, jangan ikut campur "
" Aku hanya beda lima tahun dengan mu, tidak sekecil itu " Denis menatap rasya.
" Coba sadar diri kalo bisa bercermin di cermin besar " Rasya melihat badannya dan Denis meninggalkan rasya yang terus melihat-lihat tubuhnya.
" Kak Denis!! (Berteriak dan berlari mengejarnya) aku tidak sekecil badanku otakku besar " Kesal, denis hanya tersenyum dan segera masuk rumah.
" Jangan sampai jadi tua jomblo " Teriaknya membuat Denis melirik kebelakang dan bergumam.
(Dasar bocah)
...
Selang waktu pagi tiba, mereka sudah bersiap kembali bertugas, karena rasya tidak bersamanya sesampainya di gubuk kesehatan itu rasya sudah berada di sana sedang berbenah, Celline dan salsa segera membantu rasya. Celline melirik-lirik mencari sesuatu.
" Kenapa cell? Kamu cari apa? " Tanya salsa, Celline menggelengkan kepalanya.
" Tidak, aku sedang mencari sapu " sambil segera mengambil sapu yang ada dihadapannya dari tadi.
Salsa hanya terdiam dan membantu rasya membereskan obat-obatan untuk persiapan.
Celline sendari tadi hanya terdiam dan melamun di kursinya, rasya dan salsa melakukan tugasnya memeriksa beberapa pasien. Rasya bertanya apa yang terjadi pada Celline, kenapa dia seperti banyak pikiran.
" Sa? Celline kenapa? Sepertinya banyak pikiran, apa dia sakit ya karena kecapean kemarin? "
" Gak tau, tapi kayaknya dia baik-baik saja deh cuman kalo dia diam seperti itu, kayaknya dia lagi mikiran satu hal yang membuatnya sangat kepikiran "
" Dia memikirkan apa ya? " (Salsa menggelengkan kepalanya)
Tiba-tiba pasien baru datang dan ternyata pasien itu rasya mengenalinya.
" Kak lusi. Kakak kenapa kesini? Kak Denis nya mana? "
Salsa dan Celline terkejut dan segera menatap orang itu, Celline langsung bangkit dari duduknya.
Rasya melirik Celline, Celline segera tersenyum dan mengulurkan tangannya.
" Hallo kak, saya Celline " Sambil tersenyum, orang itu menatap tajam Celline tanpa tersenyum, Celline menurunkan tanagnnya dan kembali duduk.
" Hallo kak saya salsa temannya Celline dan rasya " Kak lusi sedikit tersenyum.
" Cell dia siapa ya? Kok akrab banget sama rasya? "
" Kenapa tanah aku? Aku juga tidak tau "
Tiba-tiba Denis datang menyusul.
" Rasya apa kamu.. Oh kalian sudah bertemu syukur deh "
" Lah.. Kak Denis juga mengenalnya sampai menyusulnya juga kesini? Dia siapa nya kak Denis "
" Sa kenapa terus bertanya padaku! Aku sama sekali tidak tau " Ucap Celline kesal salsa terdiam dan berbalik.
(Siapa perempuan itu? Apa jangan-jangan dia tunangannya Denis, atau mungkin pacarnya, atau.. ) gumamnya dalam hati.
" Aaaa.. Kenapa aku harus pusing memikirkan nya!! " Teriaknya tidak sadar, mereka semua melirik Celline terheran, Celline tersenyum dan segera membuang mukanya.
" Euhh cell jangan berbuat hal bodoh " Gumamnya.
" Oh iya biar aku kenalkan mereka padamu " Ucap Denis ingin memperkenalkan salsa dan Celline, namun lusi segera berdiri.
" Tidak usah, kami sudah berkenalan tadi "
" Ooh gitu, oke deh, kalo gitu kita mau apa? "
" Eumm.. Kita makan tu, aku punya tempat baru "
" Eumm boleh aja, tapi boleh bawa mereka juga gak? " Denis menatap Celline dan Celline menghindarkan kontak mata itu.
" Eummm gimana ya! "
" Tidka usah kami juga di sini sedang bertugas, pergi saja berdua, tidak usah mementingkan kami " Ucap Celline menatap tajam Denis dan lusi.
" Ooh begitu ya? Bagus deh kalo kalian sibuk, padahal lebih bayak orang lebih seru kan? "
" Iih so perduli " Gumam Celline.
" Tapi sepertinya kita bisa ikut kok, apalagi warga sudah semau di periksa kemarin, mungkin beberapa lagi bisa besok stu hari lagi "
Rasya memintanya untuk bergabung dan Celline terdiam menatap rasya.
" Benar juga, kapan lagi kita coba makan di sana, apalagi katanya baru di buka ya, seru tuh bisa jadi orang pertama yang mencobanya, iya kan cell " Melirik Celline yang menatap tajam salsa.
" Oh ya sudah ayo ikut saja "
" Let's go " Rasya dan salsa bersemangat. " Sa!! " Celline menerangnya kembali.
" Jika tidak mau ikut jangan memaksa orang untuk ikut apa yang kamu ingin juga, sama saja kau menekan mereka " Denis menatap lusi dan Celline menarik nafasnya.
" Lusi apa yang kamu katakan? "
" Aku berkata benar, orang lain tidak akan selalu terus bersabar pada orang yang hanya bisa menuruti apa yang harus ia katakan, itu akan membuatnya jadi b•d•h "
" Lus " Denis kemabli menegaskan. Celline benar-benar sangat kesal dan hanya bisa menatapnya kesal.
" Ayo kita pergi, biarkan saja jika salah satu dari kalian tidak mau ikut, mungkin dia tidak ingin kegerahan melihat ku "
" Eummm.. Kak lusi sepertinya aku tidak ikut saja, aku akan tinggal di sini bersama Celline "
" Tidak usah sa, kita semua akan pergi "
" Beneran sa? Tapi kamu gak papa kan? "
" Tentu tidak apa, lagipula aku tidak merasakan kegerahan sama sekali, mungkin dengan sedikit angin luar bisa tambah membuat nya dingin " Tersenyum tipis pada lusi.
" Okedeh ayo pergi "
Mereka pergi dan lusi menatap Celline dan lusi menggandeng tanggal Denis.
" Ayo semoga tidak mulai kegerahan " Berjalan sambil tersenyum sinis pada Celline.
Celline segera berjalan rasya dan salsa berjalan paling depan, Denis dan lusi di tengah, lalu terakhir Celline.
Lusi berpura-pura sepatunya talinya kebuka dia meminta Denis duluan.
" Tali selatuku selertinya kebuka, kamu duluan dulu aku akan menyusul " Ucap lusi pada Denis.
" Oke " Lalu mereka duluan dan Celline ingin melewatinya namun lusi segera berdiri dan berbicara pada Celline.
" Yakin masih kuat!! "
" Maksudnya apa sih, jangan so akrab deh, saya tidak suka dengan orang seperti itu, eheumm saya perjelas kembali maksudnya saya tidak suka orang seperti anda " Celline tersenyum dan seger meninggalkan lusi yang merasa kesal pada Celline.
" Lihat saja siapa yang lebih dulu mendapatkannya! "
...
Sampai di sebuah tempat makan yang di rekomendasikan lusi itu.
" Eumm.. Memang terlihat nyaman dan cuacanya juga dingin, sepertinya tidak ada salahnya dengan tempatnya tapi yang salahnya ada dia " Menatap lusi tajam dan begitu pun lusi yang tersenyum tajam padanya.
Pelayan itu memberikan menu makanan itu lalu Celline ingin membawanya tapi dengan cepat lusi memintanya lebih dulu, dan menu itu ada pada lusi.
" Denis kamu mau makan apa? " Belum selalu Denis berbicara lusi sudah menebak nya.
" Tunggu aku tau, pasti kamu mau pesan burger dan steak tanpa tomat kan? Aku udah tau kok " Denis mengangguk dan dan tersenyum terpaksa, lalu menatap Celline yang terpokus menatap lusi.
Lalu mereka memberikan menu itu pada salsa dan rasya untuk memesan makannya, lalu terakhir Celline.
" Saya pesan 1 paket ice cream dan dua ayam super pedas tambah lalapan "
" Uhh.. Ternyata porsi makan mu banyak juga tidak cukup satu ayam saja "
" Tidak, aku hanya memesan satu karena satunya lagi aku memesan untuk mu, sebagai tanda Terima kasih sudah membawa kami kesini "
Lusi terdiam dan terkejut, karena dia tidak kuat memakan makanan pedas, pedas sedikit saja dia sudah tidak kuat apalagi Celline memesan yang super pedas.
" Kenapa? Kakak tidak suka? Atau tidak kuat makan pedas "
Tiba lah pesan mereka dan Celline tersenyum berterima kasih dua porsi ayam itu di berikan pada kak lusi dengan senang hatinya dia.
" Makan kak aku sudah memesannya, jangan sampai gak dimakan ya, oh apa kakak perlu memakan ice cream dulu, aku juga kan berbagi ice cream ku "
" Cukup!! Kau pikir aku akan mengalah, tentu saja aku akan memakannya tidak masalah, da aku tidak ingin ice cream itu makan saja sendiri "
Celline terdiam dan mengangguk. Lusi segera meraik sendok dan garpu yang sudah di sediakan, ia segera memotong ayam itu dan tiba-tiba Denis menghentikan nya.
" Cukup lusi! "
Celline yang tadinya tersenyum menjadi pudar karena Denis menghentikan suapan pertama lusi.
" Jangan lakukan itu! Sini biar aku saja yang memakannya, kau makan saja burger ini " Menukarkan makanannya.
" Denis jangan Coba-Coba melindungiku aku bisa kok memakannya, lagipula ini pemberian orang aku harus menghargainya " Tolak lusi pada Denis tapi Denis terus menolaknya dan malah memarahi Celline yang memesankan ayam super pedas itu pada lusi.
" Sebenarnya Hal apa yang ingin kau lakukan, apa kau sengaja memesan ayam ini untuk lusi, kau bisa saja kuat memakannya. tapi kau tidak tidak tau bagaimana jika lusi yang memakannya, jika kau tidak suka pada lusi bukan seperti ini caranya "
"Jika kau ingin berlomba untuk memakan ayam ini ayo berlomba dengan ku, aku akan menggantikan posisi lusi jika itu yang ingin kau mau "
Celline hanay menatap Denis sambil mata yang berkaca-kaca.
" Ayo lakukan!!"
" Aku.."
" Mengapa!! apa kau ingin mencari alasan? Jangan diam saja, apakah dengan dirimu diam dan menangis itu bisa membuat ku kasihan padamu? "
" Sama sekali tidak akan. Begitu sempitnaya otakmu dalam berpikir, ternyata lebih baik hewan dibanding dengan mu "
Celline terdiam, dan salsa merasa kesal menepuk meja makan itu dan dia yang turun bicara.
" Jika kau menyamakan Celline dengan hewan kau juga tidak ada bedanya dengan salah satu hewan itu, malahan lebih kejam. Celline tidak tau jika kak lusi tidak menyukai pedas jadi wajar kan saja, jangan sampai membentaknya juga "
" Ooh anak-anak ini sangat tidak punya sopan santun ya, apakah ibu kalian tidak mengajarkan kalian bagaiman caranya itu menghargai seseorang " Celline menangis dan salsa menatap Celline yang menangis itu.
" Anda bisa saja berbicara seperti itu untuk orang yang mempunyai orang tua, tapi tidak untuk kami "
Salsa membawa Celline pergi dari tempat itu dan rasya pun ikut marah pada Denis.
" Kakak bisa menjadi pahlawan untuk orang lain tapi jaga dengan ucapan mu, aku pikir kakak tidak kekanak-kanakan seperti itu, ternyata umur tidak menjamin untuk dewasa. Permisi saya harus pergi, maaf kak lusi sudah membuat semuanya berjalan tidak baik ".
Rasya ikut pergi. Denis hanya diam dan tidak mengerti apa yang dikatakan adiknya itu juga.
" Sudah Denis biarkan saja mereka, dan aku berterima kasih sudah membelaku tadi " Denis melirik lusi tapi dia tidak bisa tenang memikirkan nya.
..
Celline hanya bisa menangis dan menangis, " Saa.. Aku ingin pulang "
" Celline sabar ya, kita istirahat saja di rumah, besok kita pulang kamu harus kuat dulu ya, jika kita pulang sekarang sama saja kita menyia-nyiakan hari kemarin ".
" Aku merasakan apa yang kamu rasakan, aku ada untukmu dan menangislah jika itu yang kamu inginkan, aku akan selalu memeluk mu "
" Sa.. Aku tidak ingin melukai orang, aku juga tidak ada niatan untuk melakukan itu, aku tau aku tidak punya ibu dan ayah tapi aku tidak sejahat itu.. "
" Sudah sa, sudah kamu punya aku, peluk aku saja aku akan selalu untuk kamu, jangan pikirkan hal itu "
Rasya datang dan segera menghampiri Celline, " Cell aku minta maaf ya, aku ada di sisimu kamu jangan merasa sendiri dan jangan merasa bersalah "
Celline menagis terus menerus dan salsa ikut menagis, ia tahu perasaan seperti apa yang Celline rasakan.
Mereka membawa Celline pulang kerumah, tanpa mereka sadari Celline sakit dan badannya sangat panas, wajahnya pun sangat pucat, dan dia terus meminta ingin pulang, tapi ia maksud bukan pulang kerumah, ia ingin pulang ke ruang ayah dan ibunya yang sudah tiada.
Selasa menyuruh rasya menelpon kak Denis untuk memeriksanay karena mereka tidak bisa tau penyakit apa yang terjadipada Celline.
" Sya bisakah kau menelpon kakak mu untuk memeriksa Celline, aku sangat khawatir padanya "
" Aku akan coba menghubunginya lagi, aku akan segera kembali, semoga kak Denis belum pergi "
" Cepat sya " Salsa snaagt tidka bisa diam dia terus menangis menatap Celline yang tertidur lemas itu, dia terus mengajak bicara Celline agar dia tidak berbicara hal aneh lagi.
" Cell kamu pasti sembuh kok, kamu jangan bicara seperti itu lagi, aku tidak mau mendengarnya "
" Sa, kapan ibuku menjemput, aku ingin pulang, kenapa ayahku sangat lambat menyetir mobil "
" Cell!! " Salsa semakin menangis dan tidak bisa apa apa, dia terus mengelus-elus tangannya.
Rasya datang salsa segera menyambutnya dan dia hanya sendirian tanpa kak Denis.
" Sya kak Denis nya mana? " Rasya hanya bisa menangis dan tidak bisa apa-apa juga.
" Sya!! Kak Denis nya mana? "
" Kak Denis sudah pergi ke bandara dia harus kembali ke kota, dan aku tidak bisa menelponnya handphone nya tidak bisa tersambung "
" Lalu bagaimana sya, minta bantuan orang sya " Rasya segera meminta bantuan pada rt dan warga setempat namun tidak ada yang bisa, mereka pun tidak ada di rumah karena mereka pergi memburu dan juga bekerja.
" Sya.. "
Mereka langsung menghampiri Celline dan Celline tidak berbicara kembali, salsa terus mengecek nadi dan jantungnya tapi masih ada, sepertinya dia pingsan.
" Sya kamu taukan dia tidak bisa di diamkan seperti ini. Lebih baik kita bawa dia kerumah sakit seberapa jauhnya pun itu kita harus sampai keruamh sakit.
Belum sempat mereka mengendong Celline, Denis datang dengan nafas yang tersedak-sedak.
" Celline? "
" Kak Denis! " Salsa dan rasya segera menidurkan kembali Celline dan meminta segera kak Denis memeriksanya.
" Tidak bisa kita harus segera membawanya kerumah sakit, kenapa kalian tidak bilang kalo dia punya penyakit ini "
" Bagaimana kami tidak bilang, rasya menelpon kakak beberapa kali kakak tidak menganggap dan tidak aktif "
" Hahh!! " Denis terheran dan bengong.
" Sudah cukup ini bukan waktunya untuk bertengkar, kita harus cepat membawa Celline kerumah sakit "
Kak Denis segera menggendong Celline dan berlari untuk membawanya kerunah sakit, tapi tidak tidak ada orang satupun yang mempunyai mobil.
Kita tidak mungkin sampai tepat waktu jika berjalan kaki, tiba-tiba klakson mobil berbunyi dan berhenti di hadapan mereka, seseorang itu adalah lusi.
" Cepat bawa dia ke mobilku dan kita segera membawanya ke rumah sakit" lalu salsa segera membuka pintunya.
Lusi mengecek terlebih dahulu Celline dan dia menyarankan salsa terlebih dahulu masuk.
" Salsa kau naik terlebih dahulu dan denis tidurkan salsa di pangkuan salsa, kamu Denis bawa mobil ini dan aku akan memberikan rawatan seadanya untuk Celline,ini tidak mungkin bisa lama-lama dia sudah drop sangat lama "
Lalu mereka langsung mengatur stateginya, dan rasya tidak ikut, karena dia ingin mengurus barang barang di sini jadi dia menunggu saja.
" Kak lusi tolong selamatkan Celline " Salsa menangis.
" Tenang sa, dia akan baik baik saja, untung saja aku membawa beberapa peralatan dalam takut agar terus memantau keadaanya "
" Kak Denis cepat bawa mobilnya "
" Tenang sa, tenang percaya pada lusi dia pasti bisa menyelamatkan Celline "
" Aku tidak ingin ini terjadi padanya, jika aku bisa meminta pindahkan saja penyakitnya padaku, dia terlalu banyak menerima penyakit " Salsa sangat sedih sekali.
...
Sudah sampai di rumah sakit salsa merasa sedikit lega karena Celline sudah mempunyai perawatan medis. Tapi dia masih tidak bisa stop menangis. Hingga kak lusi bertanya padanya kenapa begitu sedih seperti itu.
" Aku tau kau sahabatnya, tapi tidak ada sahabat sepeduli dirimu, apa hubungan dirimu dan dia "
" Dia adalah sebagian dari ibuku, mata itu adalah mata ibuku, aku tidak ingin dia sampai terus menutup matanya seperti itu, aku sangat merasa sakit melihatnya, dia juga yang sudah memberikan salah satu ginjalnya untuk ibuku, tanpa dia ibuku tidak akan terus hidup, dia sangat berarti untuk ku, dan yang paling penting dia tidak mempunyai kedua orang tua, orang tua Celline meninggal dua tahun lalu akibat kecelakaan, saat itu dia tidak pernah keluar rumah dia tidak pernah suka bergaul dengan banyak orang dia juga tidak pernah tersenyum, saat seseorang membuatnya senyum aku sangat senang melihatnya, namun dia juga mematahkan hatinya sampai dia harus kerumah sakit kembali ".
Lusi hanya diam dan tertunduk. " Apa maksudmu Denis? "
" Iya "
Lusi menarik nafasnya dan meminta pamitan pada salsa, berpura-pura mendapatkan tugas luar negri.
" Sa sepertinya aku hanya bisa membantu dia samali sini, aku harus pergi, dan bilang padanya aku minta maaf padanya "
Salsa hanya diam melirik sebentar, lalu lusi pergi dan menunggu kabar dari dokter tentang keadaan Celline. Denis datang dan membawa beberapa makanan dan minuman untuk salsa karena dia tidak makan dan minum sama sekali.
" Sa, kau belum makan sama sekali, coba makan makanan ini untuk menganjal perutmu " Salsa menatap Denis. Ini semua karena kakak Celline sampai kerumah sakit, aku tidak akan membiarkan dia ada padamu lagi.
" Aku minta maaf aku sekarang sadar perlakuan saat itu membuat dia menjadi seperti ini, aku juga tidak tau. Tapi aku minta padamu makan dulu makanan ini jika kau tidak makan kamu akan ikut sakit juga "
" Aku tidak akan makan jika Celline juga tidak makan, biarkan saja aku sakit dan jangan perdulikan aku "
" Sa, saya tau kamu semangat menyayangi Celline tapi saat dia tersadar siapa yang akan mengurusnya jika nanti kamu sakit? "
Salsa menatap Denis dan mengambil roti itu lalu ia memakannya.
...
1 minggu berlalu Celline masih belum siuman, salsa sudah beberapa kali membawa makanan kesukaannya tapi tidak satupun ia makan.
" Cell, apa kamu tidak pegal tidur terus, aku membawa banyak buah jeruk untuk mu, bukannya kau suka dengan jeruk?, aku juga membawa susu rasa stroberi ini untukmu, tapi kenapa kamu tidak meminumnya, apa kamu sudah tidak suka? "
" Cell aku mohon padamu bangun!! Cell, bangun!! "
Rasya dan Denis yang melihatnya dari pintu merasa sangat kasihan pada salsa yang terus datang untuk Celline, tapi sudah 1 minggu lebih Celline belum siuman, salsa pun menjadi kurus karena tidak mau makan.
" Cell, bangun aku kangen kamu yang kekanak-kanakan itu, aku kangen saat kamu tersenyum, aku kangen saat kau menangis karena hal sepele, aku kangen cell, tolong bangun " Salsa menundukan kepalanya pada tangan Celline, tidak lama Celline memanggil namanya.
" Sa!! " Salsa terkejut dan langsung mengusap air matanya dan segera menjawab panggilan itu.
" Cell? Apa kamu memanggilku? " Rasay dan Denis timur terkejut dan segera menghamoiri salsa.
" Benar. Itu kamu, aku senang kamu ada di sisiku "
" Tentu saja, aku sudah berjanji padamu untuk selalu berada di sisimu, aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapan pun "
Celline tersenyum tapi matanya masih saja tertutup dan tidak membukanya sama sekali.
" Cell jika kamu sudah bisa mendengarku, apa kamu bisa membuka matamu untukku? "
Celline terdiam dan dengan pelan menggerakkan matanya dan mencoba membukanya, lalu menatap salsa dan tersenyum.
" Cell segera memeluknya " Celline merengek sedikit kesakitan tali dia tertawa sesudah itu.
" Bisakah kau melepaskan pelukanmu, aku merasa sesak nafas " Ucap Celline pelan, salsa segera bangkit dan tersenyum senang sekali melihat Celline tersenyum kembali. Celline menatap rasya dan tersenyum kemudian menatap Denis sangat lama dan akhirnya Celline memberikan senyuman juga padanya, dan Denis pun ikut tersenyum, lalu kembali melirik salsa.
" Cell apa kamu ingin memakan jeruk? Kamu belum makan-makan liat perutmu sangat kecil "
Celline tertawa dan tersenyum.
...
1 minggu sudah kembali, Celline sudah sehat kembali dan seperti biasa kembali.
..
" Cell ini makanan untuk mu, kau belum makan siang hari ini "
" Sa aku tidak merasa lapar, aku merasa rindu pada pegunungan, aku rindu pada warganya yang membuatku sangat merasa berharga bagi mereka, aku juga rindu pada anak-anak di sana, mereka sudah memberiku energi untuk berjuang dan tidak takut lagi melewati rintangan yang tinggi lagi. Dan kamu tau sa, aku seperti ibu untuk mereka, aku seperti sudah sangat dewasa, namun aku terkadang tidak ingin dewasa merenggutku nanti di masa depan "
" Cell, kamu ingin kesana? kita akan kesana, dan aku punya hadiah untumu "
" Apa itu? "
Salsa mengeluarkan sertipikat kelulusan punya Celline, " kita lulus dengan nilai A+ itu semua berkat mu cell "
" Ada kabar bahagia lagi untuk mu, kamu di Terima di Universitas ternama di Jerman " Celline terdiam dan langsung menciutkan wajahnya.
" Aku tidak yakin akan pergi kesana? "
" Kenapa tidak cell? "
" Sepertinya aku ingin hidup biasa, berkeluarga, menikah, mempunyai anak dan hidup bahagia, dan mungkin memiliki klinik kesehatan gigi "
" Wahhh 1 minggu kamu berbaring di kasur pasien itu, pikiran kamu sangat dewasa, aku bangga dengan pemikiran itu, aku hanya bisa mengikuti apa yang kamu inginkan tapi ingat jangan pernah menagis lagi, jika nanti saat kamu berkeluarga kamu tidak bersama ku lagi "
" Eumm.. Aku sangat berterima kasih padamu sudah menjaga dengan baik diriku, dan aku pun merasa berat juga meninggalkan kamu "
" Tidak usah dipikirkan itu sudah kewajibanku, oh iya kapan kita akn kesana? "
" Besok. " Tersenyum dan salsa pun tersenyum oke, aku akan menyiapkan semuanya. " Beneran sa? "
" Iyaa "
" Aaa.. Sa makasih banyak, aku senang sekali " Celline tersenyum dan sangat bahagia.
Keesokan harinya mereak bergegas berangkat, dan sesampainya disana mereka di sambut dengan hangat Celline senang sekali. Rasya mendatangi mereka dan segera mengajaknya ke rumah mereka.
" Sya bagaimana sekarang keadaan keluarga kalian? "
" Baik, sekarang ayahku sudah mengikhlaskan ibu pergi dan kamu tau tidak kak Denis sudah menjadi dokter sungguhan yang mempunyai sebauh rumah sakit besar "
" Wahhh bagus banget, aku ikut senang "
" Eumm dan katanya dia sudah siap mewujudkan apa yang diinginkan seseorang yang sangat spesial untuk hidupnya kak Denis "
Celline terdiam dan faham apa maksudnya, " Maksudmu kak Denis akan menikah? " Ucap salsa lalu rasya menganggukan kepalanya dan tersenyum, salsa melirik Celline yang terdiam itu.
" Eumm sepertinya kita harus segera berjalan ke rumah ku. Ayo "
" Eumm sya maaf sepertinya kita tidak bisa kerumah mu, kita harus pulang, aku sedikit tidak enak badan "
" Hah!! Kenapa gitu "
" Eumm maaf sya ya sepertinya dia merasa tidak enak badan, kita pergi dulu ya " Rasya terdiam kemudian tersadar dan segera berlari ke rumahnya.
" Kak Denis!! Kak Denis!! "
" Ada apa sya teriak-teriak? "
" Lebih baik kakak cepat kejar Celline sebelum jauh, dia sepertinya dia salah paham, dia tidak jadi kerumah dan dia pergi pulang "
" Hahh!! " Kak Denis segera berlari dan mengejar Celline.
" Cell kamu baik-baik saja kan? "
" I'm fine, it's okay, aku tidak apa-apa, hanya sedikit sakit saja dibagian dada "
Celline terus berjalan dan Celline terdiam menatap pedesaan itu. " Selamat tinggal desa, aku mungkin tidak akan kesini lagi, aku harap kita masih bisa bertemu meski berbeda keadaan " Celline membuka pintu mobil dan hampir saja ia masuk mobil dan Denis berteriak untuk menunggunya.
" Celline tunggu!! "
Celline segera berbalik dan melihat Denis yang berlari Kehadapannya.
" Tunggu!! Biarkan aku menarik nafas terlebih dahulu "
" Apa kakak baik-baik saja? Ada apa memanggilku? "
" Aku.. (Masih menarik nafasnya dan mengatur ucapan nya) Aku.. Aku mau hidup bersamamu ( Celline terdiam dan terheran) "
" Maksudnya? "
" Aku ingin kamu menikah denganku, dan mewujudkan apa yang pernah kamu katakan pada saat itu, aku tau aku tidak terlalu baik untukmu tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Apakah kamu bersedia menikah denganku? "
Ucap Denis sambil mengeluarkan cincin itu di hadapannya, Celline tersenyum dan menatap Denis, ayahnya Denis dan rasya datang salsa yang berada di mobil menyuruhnya untuk menerimanya.
" Terima, aku tau kok maksudmu kenapa ingin kesini, dan apa yang kamu inginkan terjadi " Celline tersenyum menatap salsa dan kemudian Denis.
" Bapak sangat senang jika kau menerimanya, dan bapak minta saat itu padamu, bapak minta maaf, jadilah bapak ini ayahmu juga "
" Dan jadikan aku adik iparmu Celline " Sambung rasya yang di senggol ayahnya lalu tersenyum, Celline tersenyum.
" Bagaimana? Kamu mau menerimanya? " Anak-anak datang dan berteriak Terima' terima' lalu Celline mengangguk dan menerima nya.
" Iya. Aku mau jadi istri dari bapak dokter Denis "
Denis tersenyum dan segera memakaikan cincinya kejari manis Celline dan semuanya bertepuk tangan dan Denis memeluk Celline.
Denis menggenggam tangan Celline.
" Tuanku aku akan selalu menjadi tongkat untukmu, jangan pernah takut karena tongatmu ini sangat kuat " Celline tersenyum dan tertawa.
"Aku sudah tau ini akan terjadi, karena aku pernah bermimpi kamu orang yang menjadi tongkat di kehidupanku "
" Euhhh dasar wanita mimpi " Ucap salsa tertawa mereka pun ikut tertawa.
" Jadi gimana? Mau jadi pulang atau mau disini aja? "
Celline tersenyum menatap salsa dan salsa paham, " Oke aku ikut turun, sebagai orang paling terpenting (sambil memisahkan tangan Celline dan Denis) untuk sekarang Celline belum berhak sepenuhnya untuk anda ya tuan tongkat " Tertawa
" Sa!! "
" Eummm aku bercanda,(langsung melirik Denis) tapi ingat jangan buat dia menangis lagi, dan jangan buat dia sampai terbaring di kasur pasien lagi!! Ikat!! "
" Iya ibu salsa. Jadi bolehkan tanganya dikembalikan menggenggam kemabli tangan Celline dan salsa menarik nafasnya.
" Iyaa.. "
Akhirnya mereka bersama, mimpi Celline terkabul dan mimpi ini yang benar-benar ia inginkan, tidak ada yang tau mimpi mana yang akan terjadi dan tidak akan ada yang tau takdir mana dulu yang akan menjemput.
TAMAT
Terima kasih