Tertawa di pagi hari dan menangis di malam hari, bukanlah hal baru bagi Sora Alika atau biasa di panggil Sora, gadis dengan wajah yang selalu tersenyum setiap harinya, tampa ada satu pun orang yang sadar bahwa semuanya hanyalah kebohongan saja karena semuanya itu palsu.
Lagi lagi Sora melukai tangannya dengan sebilah pisau lipat yang sangat tajam, sakit? Tentu saja tapi sakit di hatinya bahkan lebih perih daripada luka yang saat ini sedang ia buat.
Sora menangis dalam diam, percayalah menangis tampa suara itu menyakitkan, "sakit sangat sakit, rasanya sesak mengapa aku menjadi anak yang tidak berguna, kenapa aku bodoh, dan kenapa aku lemah?" tanya Sora pada dirinya sendiri, dia baru saja di marahi oleh orang tuanya hanya karena masalah sepele
Sora menghentikan sejenak kegiatan melukai tangannya dan beralih menatap langit malam yang begitu indah, Sora menatap sendu ke arah langit, langit yang indah dengan hiasan ribuan bintang dan sang ratu malam rembulan sedang memancarkan sinarnya ke bumi, membuat malam yang gelap sedikit bercahaya karena bulan.
Hembusan angin masuk dari arah luar melalui jendela dan menusuk kulit Sora, anginnya begitu dingin rapi hal itu tidak membuat Sora menutup jendelanya ataupun menjauh dari jendela
Sora tiba tiba terkekeh kecil "Jika aku tiada bukan kah semua ini akan usai?" tanyanya pada diri sendiri, "Tapi jika kau melakukan 'hal' itu maka kau akan menyesal," ucap sebuah suara dari sudut kamar, bukanya takut Sora malah terkekeh karena tau apa maksud sosok di depannya
Mungkin bisa di bilang sosok itu adalah 'hantu' lalu mengapa Sora tidak takut? Mungkin karena ke duanya sudah lama berteman.
Panggil saja sosok itu Yuka, Yuka adalah teman Sora sejak ia maaih kecil dan hal itu membuat ke duanya dekat. "Jika kau lelah beristirahat lah dan jangan pernah berfikir untuk pergi," Ucapan Yuka di akhiri dengan hembusan angin malam yang seolah membawa Yuka pergi dari kamar Milik Sora
"Semoga besok menjadi hari terbaiku, tampa harus berpura pura lagi aku bisa benar benar tertawa," monolog Sora sebelum akhirnya benar benar tertidur tenang. (?)
-"keesokan paginya"-
Suara tangisan terdengar dari dalam kamar milik Sora, bukan kali ini bukan Sora yang menangis tapi ke dua orang tuanya, mengapa?
Pagi ini Sora di temukan sudah tiada di atas tempat tidurnya, tubuh Sora yang sudah kaku dan dingin juga tak ada lagi detak jantung dan hembusan nafasnya, Sora benar benar tiada setelah dia tertidur semalam "Sora bangun sayang mama minta maaf semalem mama marahin kamu, maaf ya sekarang bangun yuk, mama janji gak marah mahar lagi sama Sora," tangisan mama Sora semakin menjadi
Di pojok ruangan Yuka hanya memperhatikan tubuh Sora yang sudah tidak bernyawa "Kau benar benar lelah ya?" Yuka menghela nafas "Tak apa, kau juga sekarang bisa bahagia tampa harus berpura pura lagi," lanjutnya Yuka mulai menghilang "Gadis kecil itu memang pantas mendapatkan kebahagiaannya sendiri," setelah mengucapkan kata kata itu Yuka menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus, meninggal kan orang tua Sora yang masih berada di dalam penyesalan