Ibu kota Indonesia adalah Jakarta, sebuah kota besar di Indonesia. Banyak sekolah - sekolah yang cukup terkenal di Indonesia hingga macan negara. Salah satu sekolah yang cukup terkenal di Jakarta hingga banyak orang yang menginginkan nya terutama para orang tua yang ingin memasukan anak nya ke sekolah ini. Sekolah Nusa Bangsa berada di Jakarta Selatan yang merupakan sekolah favorit banyak orang apalagi kota - kota besar di Indonesia seperti Jakarta.
Sekolah Nusa Bangsa adalah sekolah elit para orang kaya atau kalangan atas. Hanya sedikit orang yang berasal dari kalangan bawah bisa masuk ke sekolah ini. Seorang gadis cantik yang berasal dari kalangan bawah mendapatkan beasiswa penuh dari sekolah ini. Gadis cantik dan pintar yang berasal dari kalangan bawah mendapatkan beasiswa penuh dari sekolah ini.
Nama nya Azura pemilik nama lengkap Azura Karla Flynn. Selain cantik dan juga pintar, Azura juga pintar dalam urusan perkelahian. Di taekwondo ia memegang sabuk hitam.
Di sekolah Azura bersikap dingin dan cuek. Ia hanya memiliki sedikit teman di sekolah nya. Anak - anak yang terlahir di keluarga kaya dan sering di manjakan oleh orang tua nya membuat sikap mereka menjadi sombong.
Sikap mereka membuat Azura sangat membenci nya, pasal nya Azura kerap kali di ganggu dan di ejek oleh mereka.
Sekolah ini memang terkenal dengan fasilitas yang sangat bagus dan terkesan mewah. Tapi sekolah ini juga menyimpan sebuah rahasia dari publik. Banyak anak - anak seperti Azura yang berasal dari kalangan bawah di jadikan bahan bullying oleh mereka.
Saat pulang sekolah Azura melihat sekelompok siswi tengah membully seorang gadis berkacamata. Melihat hal itu tentu membuat Azura tidak tinggal diam.
"Setiap hari selalu aja ada kejadian kyk gini" umpat Azura kesal.
Azura berjalan mendekat ke arah mereka. "Mau sampai kapan kalian akan seperti ini ??" tanya nya dengan nada dingin.
3 siswi yang tengah membully gadis kacamata itu lansung berbalik dan menatap tajam ke arah Azura. "Hoh, ternyata pahlawan sekolah ini udah datang" ejek salah satu dari mereka.
"Hahahahah lo jadi orang gak usah sok jadi pahlawan di sekolah ini deh" ucap siswi berambut pendek dengan tawa nya dan mendorong bahu Azura.
"Lo dan cewe culun seperti kalian ini emang pantas jadi bahan bully kami. Karena kalian sama - sama nggk pantas berada di sekolah ini" ucap Hara---nama siswi yang kerap kali membully siswi di sekolah ini.
PLAKKKK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Hara hingga memerah. Hara memegang pipi nya yang di tampar oleh Azura. "Lo !!!!" geram Hara sangat kesal.
"Justru sekolah ini gak pantas nerima sampah - sampah seperti kalian !!" ucap Azura kesal dan menatap tajam ke arah mereka.
Salah satu teman Hara menahan Azura dan satu nya lagi maju di hadapan nya. Tangan gadis itu sudah bersiap untuk melayangkan tangan nya ke pipi Azura.
"Ayo, Nin. Tampar dia sekencang - kencang nya" ucap Shela yang tengah menahan Azura.
TAP
TAPP
TAAPP
"Kalian berani sentuh dia, keluar dari sekolah ini" ancam seseorang dengan nada dingin.
"Kak Dir--ga" ucap Hara terkejut saat melihat sosok cowok yang mengenakan seragam sekolah datang menghampiri nya.
Nina dan Shela juga terkejut melihat kedatangan sosok cowok yang bernama Dirga. Dia Dirgantara cowok famous di sekolah ini karena sikap nya yang kerap kali membuat keonaran di sekolah ini. Walaupun begitu sosok Dirga banyak yang mengidolakan nya karena wajah nya yang di bilang ganteng.
Nama nya Dirgantara yang kerap kali di sapa Dirga ini. Siapa sih yang nggak tahu cowok bernama Dirga ini ??. Ya dia Dirga pemilik nama lengkap Zerganio Dirgantara. Cowok paling berandal dan juga di takuti di sekolah ini serta sikap nya yang begitu kejam.
Azura melirik malas kedatangan Dirga. Nina dan Shela yang awal nya ingin membalas perlakuan Azura lansung mundur kebelakang ketika Dirga datang.
"Sial, kenapa kak Dirga pake segala datang sih ??" batin Hara kesal. Namun, ia justru malah memanfaatkan keadaan sekarang.
Hara menghampiri Dirga dengan tatapan matanya yang berkaca - kaca yang di buat nya. "Kak Dirga, tolongin Hara" ucap Hara yang memasang wajah memelas.
Sontak saja membuat Dirga mengeryintkan dahi nya bingung dengan sikap Hara. "Kak tadi Azura menampar wajah ku kak" adu Hara dan memperlihatkan pipi nya yang merah di tampar Azura.
Dirga menaikkan satu alis nya dan menatap Azura, "Lo yakin Azura yang ngelakuin ??" tanya Dirga. Hara pun mengangguk. Ia pun menyuruh Azura menghampiri diri nya.
Azura yang malas berdebat dengan Dirga terus, mau tak mau ia menghampiri Dirga. "Apa ??" tanya Azura dengan ketus.
"Tunjukkin cara lo nampar Hara, Gue mau lihat" ucap nya dan membuat Azura mengeryintkan dahi nya.
"Tapi kak--"
"Kalau benar Azura yang nampar lo, harus nya bekas tangan Azura ada pipi lo. Tapi gue liat nggk ada, apa jangan - jangan lo bohong ??" tanya nya dengan nada dingin.
"Sial, kalau Azura nampar gue sesuai permintaan kak Dirga. Gue bakal habisin dia" batin Hara.
"Ayo tunjukkin cara lo nampar Hara"
Azura mengetahui apa yang di maksud oleh Dirga, ia pun mengambil ancang - ancang untuk menampar pip Hara lagi. Hara menutup mata nya takut.
PLAKKKK
Azura menampar keras dan mendarat di pipi nya Hara satu nya, sontak membuat Hara kesal dan marah dengan perlakuan Azura yang udah menampar diri nya.
Dirga hanya menyeringai ketika Azura melakukan apa yang di minta nya. "Kak Dir---".
"BWAHAHHAHAHA"
Tawa Dirga dan membuat Hara terkejut melihat Dirga ketawa saat diri nya di tampar oleh Azura. Dirga menyeringai melihat ekspresi Hara. "Cewe sampah kyk lo emang pantas di tampar kyk tadi".
"Kak Dirga !!" Sorot mata Hara yang kecewa begitu terlihat di mata nya.
"Lo pikir gue bakalan nolongin cewek kyk lo ??"
"Gue peringatin ke kalian jika masih mau sekolah di sini jaga sikap dan ikuti peraturan sekolah ini !!" ancam Dirga dengan suara serak nya serta tatapan mata nya yang tajam ke arah mereka bertiga. Sontak membuat mereka terkejut lalu berlari pergi dari tempat itu.
"Cih mending sikap nya bener, gak pernah ngaca apa ya" gumam nya. Namun, dapat di dengar oleh Dirga.
"Lo kali yang gak pernah ngaca" ucap Dirga tiba - tiba.
"Hahahaha lo kali yang gak pernah ngaca, apa jangan - jangan di rumah lo gak punya kaca ?? Maka nya lo gak ngaca sama sikap lo sendiri ??" tanya Azura dengan seringainya.
"CK, udah di tolong bukan nya terimakasih lo"
"Dih, gue gak minta buat di tolongin sama lo"
"Dasar gak sadar diri"
"Lo yang gak sadar diri" ucap Azura dengan nada ngegas.
Azura pun langsung membantu gadis yang memakai kacamata itu. "Lo gak papa ??" tanya nya.
"Eumm anu terimakasih udah nolongin" ucap gadis itu malu - malu serta takut saat di hadapan nya ada Dirga.
Melihat ekspresi dan sikap gadis itu membuat Azura menatap tajam kearah Dirga. Dirga mengeryintkan dahi nya bingung dengan tatapan tajam dari Azura.
"Apa ??" tanya nya.
"Lo mending pergi deh, ini anak jadi takut gara - gara lo ada di sini"
"CK, sialan. Terserah lo" Dirga pun pergi sambil melambaikan tangan nya dari belakang punggung nya. "Nanti malam bakal gue jemput lo".
Malam hari nya, Dirga mengenakan kaos putih yang di padukan jaket jeans berwarna hitam dan celana warna hitam itu menunggu Azura di depan rumah nya.
Tak lama Azura keluar dari rumah nya. Ia mengenakan celana jeans hitam dan sweater hitam yang melekat di tubuh. "Sudah siap tuan putri ??" tanya Dirga dengan senyum manis yang terpasang di wajah nya dan memberikan helm ke Azura.
"Lo panggil gue kyk gitu lagi, gue masuk rumah lagi nih" ancam nya membuat Dirga cengengesan.
Mereka pun pergi mengendarai motor ninja 250R warna hitam milik Dirga. Dirga mengajak Azura ke suatu tempat. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di sana.
Tempat yang ingin Dirga datangin bersama Azura adalah sebuah pasar malam yang cukup ramai di pinggir kota. Pemandangan yang begitu cantik, berbagai macam wahana permainan, terdapat stan makanan di sana serta keramaian orang-orang menambah suasana malam hari ini sungguh ramai.
"Pasar malam ??" tanya Azura
"Iya gue mau ke tempat ini sama lo" ucap Dirga sambil memegang tangan Azura. Awalnya Azura menolak tapi Dirga tetap kekeh untuk memegang tangan nya, ia pun nyerah dan membiarkan Dirga menggandeng tangan nya.
"Lo udah kyk gak pernah ke pasar malam--" Dirga menyela omongan Azura. "Gue emang belum pernah datang ke sini sama sekali" ucap nya dan membuat Azura terkekeh.
"Serius ?? Sama sekali lo belum pernah ??" tanya Azura untuk menyakinkan.
"Gue serius, selama ini gue belum pernah pasar malam. Gue selalu di larang oleh orang tua gue buat main ke sini. Gue seperti boneka yang terus di gerakkin dan di kontrol oleh mereka" ucap Dirga ketika mengingat aturan - aturan ketat dari keluarga nya.
"Tapi sekarang gue bisa pergi ke pasar malam kyk gini sama lo" senyum terukir di bibir Dirga sambil menatap lekat mata Azura.
Azura terdiam dan menundukkan kepala nya saat mendengar hal itu. Azura kira orang yang terlahir dari keluarga terpandang akan penuh dengan kesenangan dan kepuasan yang mereka dapat. Tapi, jutsru Azura salah tidak semua hidup orang yang terlahir sebagai orang terpandang itu enak dan penuh kesenangan.
Terbukti dari sosok Dirga yang berasal dari keluarga terpandang. Namun, hidup Dirga tidak selalu enak yang mereka pandang. Justru Dirga harus bergerak sesuai harapan dari orang tua nya, aturan - aturan yang ketat di dalam hidup nya dan terus di kenkang oleh keluarga nya sendiri membuat Dirga tidak pernah merasakan yang nama nya kebebasan.
"Azura !!"
"Azura !!"
"Woyyy Azura lo kenapa ??" tanya Dirga dan membuat Azura sadar dari lamunannya.
"Lo kenapa ?? Sakit ??" tanya Dirga khawatir.
"Ternyata selama ini gue salah" batin Azura yang salah menilai kehidupan Dirga.
"Kalau lo sakit kita pulang aja ya" ucap Dirga dan mengajak Azura pergi dari pasar malam.
Saat Dirga hendak melangkah kan kaki nya mengajak Azura pulang. Azura menahan tangan Dirga. "Kenapa ??" tanya Dirga.
"Kita udah sampe sini, sayang kalau lo gak nyobain wahana permainan di sini" ucap Azura mengajak Dirga masuk ke dalam.
"Tapi bukan nya lo sakit ??" tanya Dirga tak paham dengan sikap Azura.
Azura menghentikan langkahnya dan menatap netra hitam Dirga. "Gue gak papa, udah sih. Lo kan udah ngajak gue ke sini masa iya lo mau pulang gitu aja, gak nyobain semua wahana permainan di sini. Apalagi makan - makanan di sini enak - enak sayang kalau kita lewatin gitu aja" ucap Azura dengan senyum nya yang terlihat jelas di wajah nya.
Baru pertama kali Dirga melihat senyuman Azura di wajah nya. Apalagi Azura menatap diri nya sambil tersenyum ke arah nya, membuat jantung Dirga berdetak kencang.
"Bener kata lo, sayang kalau kita lewatin" ucap Dirga dengan wajah senang nya.
Azura pun menggenggam tangan Dirga dan menarik nya untuk mencobai semua wahana permainan nya. Terlihat sangat jelas di wajah mereka yang begitu bahagia mencoba semua wahana permainan nya. Mereka sangat bahagia dan menikmati semua yang ada di pasar malam. Mulai dari wahana hingga makanan yang mereka beli. Semua tercetak jelas di wajah mereka.
Memang hidup tidak selalu enak, begitu juga dengan Dirga dan Azura walaupun keekonomian mereka berbeda tapi tetap saja ada pada saat nya mereka hidup kesusahan atau kehilangan.
Kita selalu iri dengan hidup seseorang yang sukses tapi kita gak pernah tahu di balik kesuksesan orang itu. Mungkin saja di balik kesuksesan nya dulu nya orang itu selalu hidup kesusahan atau kehilangan orang yang di sayang nya. Tapi orang itu tetap melangkah dan pantang menyerah.
Kita gak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Tapi yang pasti kita lakukan adalah terus melangkah ke depan dan pantang menyerah. Seperti kita menaiki tangga terus lah naik apa pun cobaan nya dan jangan pernah menengok ke belakang karena kita akan takut saat melihat nya dan takut untuk mencoba.