"ICE CUBE"
Hai....Kenalin, nama gue Lily. Gue termasuk cewek yang populer di sekolah, ya.. karena gue cantul lahh..nggak deng canda, gue terkenal karena gue seorang Aho Girl (cewek bodoh).
Hampir setiap semester gue menempati peringkat kedua, tapi ya dari bawah, dan gue bangga dengan itu:v. Tapi walau gue kayak gini nih, gue punya selera yang tinggi, selera cwok maksudnya wkwkwk. Ya kayaknya kalian kudu kenal deh sama dia. Namanya Bryan, cowoknya keren, ganteng, dan yang paling penting dia tuh pinter banget, dia selalu menempati peringkat pertama di sekolah. Gimana?? Idaman kan wkwkwk:v.
Beberapa waktu terakhir, gue selalu berusaha buat dapetin dia. Tapi sayangnya tuh susah banget ☹☹. Oh ya, gue lupa, kalo dia biasa dipanggil “Ice Cube”, yahh dari panggilannya pasti tau lah dia gimana. Bener banget, dia dingin banget kayak es batu, tapi walaupun coba dicemplungin ke api neraka pun ngga bakal leleh kali ya....,gaga canda ehhh:v. Setiap orang pasti punya kelemahan ya kan, jadi dia pasti bisa gue dapetin. PD dulu jelahh😊😊.
Dah ya kenalannya.Nah.., sekarang cerita bakal diambil alih sama author, katanya dia pengen cerita😊😊. Hyy guys, it’s mee...
OKE YUK LANJUT....
[7 Juli 2017]
“Uwwahhhhhhh” Lily nguap sambil jalan ke papan pengumuman dengan malas. Hari ini adalah semester baru, dan pastinya tahun ajaran baru, “Ohh, gue di kelas 2-5 yahh, okelahhh...” ucapnya sambil nguap. Akhirnya Lily pergi ke kelas 2-5, tapi ya tetep aja dengan malesss☹. Sampainya dia di kelas, ya seperti biasa ga ada yang nggubris sama sekali. Tapi..., ada sesuatu yang seakan buat hatinya porak-poranda, langsung pak cepak jederr!!WKWKWKW>_<. Ga nyangka bet donggg, “Bryan ada di sini woyyy” teriaknya dalam hati. Tanpa berfikir panjang Lily langsung duduk di bangku depannya Bryan. “Bryan..,haii..” “..........” “Bryan, lu di kelas ini juga yah.., sekelas dong sama gue” “.......” “Jadi....” “Bryan, lu kok diem aja si..,” ucap Lily sebal. “Ga ada waktu buat Aho Girl kayak lu,” jawab Bryan cetus. “Hahahaha, makanya ajarin gue dong, biar gue pinter kaya lu, mau kan??!!” ucap Lily yakin.
“GA!”
“Mau dong yahh, please” pinta Lily. “Gue bilang nggak ya nggak!” bentak Bryan. Kasar bet si ahhh☹
Nah walaupun tu anak sering ditolak kek gitu, tapi dia tetep aja ngga mau nyerah.
[10 Juli 2017]
“Eh Bryan, bareng dong.” Ucap Lily ketika melihat Bryan hendak masuk kelas. Dan yaa Bryan bahkan ngga nggubris sama sekali, nengok aja kaga. Duhh dasar es batu!.
Hari itu mata pelajaran pertama adalah olahraga, pelajaran yang paling di sukai Si Aho Girl, karena dia cukup ahli dibidang olahraga.
Setelah semuanya berkumpul di lapangan, guru olahraganya pun datang. “Selamat pagi semuanya!” ucapnya menyapa. “Pagi,Pak.” balas murid-muridnya. “Okeyy, hari ini kita tanding baske ya, Bapak bagi jadi dua tim, karena disini yang jago olahraga Bryan dan Lily, jadi mereka yang akan jadi kapten timnya. Untuk anggota per tim sesuai dengan yang Bapak sebutin ya..”
Setelah pembagian anggota tim, mereka pun mulai bertanding. Kapten tim dari keduanya sama-sama kuat. Mereka bersusulan memasukkan bola ke ring.
Sudah 30 menit berlalu, pertandingan masih berlangsung sengit. Dan ya, pada akhirya pertandingan berakhir dengan skor seri. Ya gimana lagi, orang sama-sama jago. Lily memutuskan untuk cari angin di atap, secara ya, dia keringetan, bauk pula.WKWKWK
Tapi tak disangka , Bryan juga ada disana. “Bryan!!!!” sapanya. “Ha?” Bryan menjawab singkat, lalu beranjak pergi. “Ehh, tunggu....kok malah cabut sih. Gue disini lohh...” gerutu Lily karena merasa diabaikan. “Terus kalo lu disitu kenapa? Penting buat gue?NGGA!” jawabnya kasar. “Kenapa sih lu benci banget sama gue? Emang gue ada salah apa sama lu?” tanya Lily. “Ga, ada,” ucapnya, sambil beranjak pergi dari atap.
[27 Agustus 2017]
Sebulan telah berlalu, Si Aho Girl tetap saja Aho, pantang menyerah untuk mendapatkan seseorang yang tak dapat digapai. Dan sekarang dia udah mulai nekat.
Hari itu hari Senin, seperti anak sekolah pada umumnya pasti ya upacara yakan. Tapi hari itu Lily Si Aho terlambat, jadinya dia dihukum deh di depan peserta upacara lainnya, malu nggak tuh.
“Huft panasnya,” ucapnya kelelahan.
“Eh Bryan, punya minum, nggak? Kalo punya minta dongg,” pinta Lily.
“Ga ada!”
Singkat syekali bestihh.
“Hiss, oh iya, lu ntar pulang sekolah free nggak? Kalo free, mau ngga nungguin gue di balkon lantai 2?Mau yahhh..” ucap Lily sambil memohon. “Hah? Mau ngapain??” Bryan penasaran. “Sttt, it’s scret,” jawabnya.
“Kringgg!!!” bel masuk telah berbunyi, pelajaran pun dimulai. Pelajaran hari ini lumayan sulit, tapi tidak untuk Lily, dia menghabiskan jam waktu belajarnya dengan tidur. Ya tidur, gila emang tu anak. Tak terasa sudah waktunya pulang, semua murid bubar Si Es Batu jugalangsung ke balkon buat nungguin Lily. 5 menit berlalu, Si Aho belum muncul juga. Bryan mulai bosan dan ingin beranjak pergi, tapi tiba-tiba...
“Heiii, Bryan!!! Dai Sukii!” teriak Lily di tengah kerumunan manusia di lapangan bawah. “Apaanm dah?!” tanya Bryan setengah teriak. “Gue cinta sama eluuu, gue sayang sama elu Bryannn!!!!!Mau nggak jadi pacar Lilyy??!!” Wahhh ni anak udah kelewat nekat nih. Keadaan menjadi riuh. “HUUUU, cieeeee...” teriak para murid yang masih ada di sekitar lapangan. Lalu dengan wajah marah, Bryan langsung lari ke bawah dan menghadap Lily. “Ehh Aho!, lu apa-apaan sih, lu udah tau kan gue ga suka sama elu, ga cape apa kayak gini?? Eh denger ya..,lu pikir dengan kayak gini, lu bakal dapet apa hahh????Gue jijik tauk, jijik. Jadi pliss, tolong jangan ganggu gue terus. Lu tu annoying, gue benci sama lu, denger ga??!” bentak Bryan. Bryan udah ngga bisa nahan emosi lagi. “Yahhh, jadi lu benci gue ya. Sayang sekali, hahahaha” ucap Lily yang terus lari keluar sekolah sambil menahan air mata. “Eh..A...Lilyy!!” panggil Bryan. Mungkin dia nyesel ya kan sama ucapannya tadi, nggak suka sih boleh tapi ngga harus kasar juga kalii. Pada akhirnya Bryan memutuskan untuk meminta maaf pada ke esokan harinya.
Tapi keesokan harinya....
“Ck, kok belum muncul juga sih Si Aho,”gerutu Bryan yang sudah lelah berdiri menunggu Lily di tempat loker. "Nungguin siapa wehh??" tanya salah seorang teman sekelas Bryan yang kebetulan lewat. "Eh liat Si Lily nggak??" ucapnya. "Lily??Ohh dia, denger-denger sih pindah." jelasnya. "Se-seriusan???" ucap Bryan tak percaya. "Iya, emangnya kenapa…ehhhh…woyy, mau kemana??" teriaknya ketika melihat Bryan yang tiba-tiba lari entah kemana. Dan ternyata dia lari ke ruang guru, cari informasi tentang alamat rumahnya Lily. Tapi ya ngga semudah itu lah.
Sampai 3 hari pun berlalu, pencarian Bryan belum juga membuahkan hasil. "Ahhh…,lu dimana sih, Ly???Gue harus cari kemana lagi??" Bryan mulai putus asa dibuatnya. "Gue minta maaf…"
Nah loh nyesel kan, sekarang udah kayak gini mau gimana hayooo, pusing nggak tuh.
"Tlililit tlililit," dering ponsel membuyarkan lamunannya. Itu dari temannya yang kasih informasi kalau Lily pindah 3 hari yang lalu. Jadi dia ikut bantuin gitu cari alamatnya Lily, dan akhirnya ketemu dongggg>_<.
"Okey, makasih ya, Bro." ucapnya kegirangan.
Wahh seorang Ice Clube tiba-tiba bisa akrab gitu sama orang, pake senyum-senyum kegirangan pula, cuma gara-gara cewek. Behh unik-_-
Tak berfikir lama Bryan pun langsung meluncur ke rumah Lily dengan buru-buru. Selang 15 menit, dia sudah sampai di tujuan.
"Ting tung,"
"Iya..,siapa???" jawab seseorang di balik pintu. "Ehh lohh, Bryan???" suasana sempat hening sejenak, "A-ada apa??" ucap Lily yang masih mematung di daun pintu, dia terheran-heran "Kenapa Bryan disini??" itu ucapnya dalam hati. "Boleh masuk nggak??" ucap Bryan sambil terengah-engah, dia kelelahan karena buru-buru tadi. "Eh iya boleh, duduk aja. Oh iya gue buatin minum dulu ya, kayaknya lu cape banget." ucapnya sambil berpaling hendak pergi ke dapur.
Tapi……..
Tapi apa hayoooo???
Jeng jeng jengggg
Siapkan mentalll
Dengan cekatan tangan Bryan menarik dan memeluknya dari belakang>_<..
"Lily.., maaf…."
"..........."
"Dengerin gue, dengerin baik-baik okeyy, untuk yang kemarin, jawaban gue iya, gue mau, Ly." ucapnya dengan suara gemetar.
Ehhhhh????Naniiii????kemaren yang mane banggg????^_^
"H-Hah mauu??"tanya Lily kaget.
"Iyah mau, mau jadi pacar lu. Lu juga mau kan jadi pacar gue???"ucap Bryan yakin.
"Tunggu!, ini serius??"
"Iya serius, I love you Babe,"ucap Bryan lirih, sambil mengencangkan pelukannya.
Bentar-bentarr hufttt napas dulu authornya, jadi pengen astaga>_<
"Mau kan???"lanjutnya.
"Emmm" ucap Lily sambil menganggukkan kepalanya.
"Thankss…"
"Tapi Bryan, ajarin aku ya.., biar aku bisa pinter kayak kamu. Masak pacar kamu Aho gini." ucap Lily sambil memasang wajah cemberut.
"Iyaaa, ntar setiap pulang sekolah aku kesini buat ajarin kamu, biar kamu pinter. Hhh." ucap Bryan sambil mengelus kepala Lily dengan lembut.
THE END
Hi guyss
Makasih, Thank you, Arigatou, buat kawan-kawan gabut yang udah mau baca tulisan aku..>_<
Btw ini cerita pertamaku lohh
Semoga kalian suka^_^
Sayonaraa
Matane minna>_<
👋🏻👋🏻👋🏻