pada awal cerita hiduplah sepasang kekasih yang saling mencintai, mereka setiap hari begitu mesra tak memandang tempat. si pria bernama Huya dan yang wanita bernama Yiwa. mereka sudah berpacaran selama 5 tahun dan sudah menentukan tanggal pernikahan mereka yang tak lama lagi akan diselenggarakan.
dan adanya hari si Yiwa dan Huya ingin pergi ke taman hiburan, pada saat ditaman hiburan mereka bertemu dengan teman yiwa si iren, iren adalah teman sekamarnya si yiwa.
iren dan Huya saling berkenalan, pada saat itu si iren juga ingin ikut bergabung, awalnya yiwa merasa takut Huya keberatan namun Huya tak mempermasalahkannya.
dan disaat mereka mau menaiki roller coaster si Huya ingin pergi ke toilet dan menyuruh si yiwa duluan. dan begitu juga dengan si iren ia bilang ada keperluan mendesak dan tak bisa menemaninya bermain lagi. lalu si yiwa menaiki roller coaster karena tak mempermasalahkannya.
dan ditempat lain Huya dan iren bertemu di gudang seperti sudah janjian, mereka seperti sudah kenal akrab. di dalam gudang Huya dan iren melakukan hubungan xxx, disisi lain yiwa merasa Huya terlalu lama dan mencoba menelponnya. namun, tak diangkat. yiwa mencari Huya di mana mana dan menemukannya di tempat pembelian Boneka.
pada saat itu yiwa cemberut marah karena Huya malah menghilang. Huya membujuk yiwa dengan alasan membelikannya boneka.
hari pernikahanpun tiba, yiwa sangat bahagia pada hari itu, pada saat acara dimulai pengantin Pria masih belum datang, yiwa berpikir mungkin jalannya macet. sudah beberapa jam berlalu namun tak kunjung pengantin pria, yiwa sudah mulai resah, dan mencoba menelponnya namun tak diangkat. ia pun menggunakan GPS untuk melacak dimana si Huya berada.
ia malah kaget GPS mengarahkan bahwa si pengantin pria ada di lokasi. si wanita mulai sedikit kesal dan terus mengikuti GPS yang ada diponselnya.
itu berhenti tepat di toilet, anehnya itu adalah toilet wanita. lalu yiwa pun masuk dan mencari di dalam toilet. pada saat itu yiwa pun mulai syok melihat pasangan dan temannya melakukan perzinahan.
yiwa memarahi mereka dengan air mata, tetapi iren malah dengan muka santai mengatakan "memangnya kenapa?".
perkataan itu membuat yiwa diam sejenak dan mulai tertawa. membuat kedua pezina itu heran. yiwa menarik rambut iren dan membenturkan kepala iren ke siding pintu hingga berdarah.
Huya mendorong yiwa dengan keras hingga yiwa terjatuh. dengan keadaan seperti itu yiwa semakin kencang tertawa dan keluar dari toilet. Huya meneriakinya "perempuan gila!". Huya menggendong iren keluar dari toilet. namun, yiwa kembali lagi dengan membawa pisau sambil menyeringai. "kalian mau kemana ha"? seringai yiwa. yiwa tiba tiba menggila dan berkata "wanita jalang itu harus mati!!". namun Huya menghadang pisau dengan lengannya. darah bercucuran dimana mana yiwa yang saat ini semakin menjadi tak normal "kau begitu melindungi jalang itu, kalau begitu matilah bersama dengannya! HAHAHA" ucap yiwa dengan seram.
Huya dan iren berlari meninggalkan yiwa kerena takut. mereka berlari ke tempat acara yang sudah didekorasi tadi namun para tamu semuanya sudah pulang. pada saat itu yiwa berlari dengan pisaunya dan mencoba menikam Huya. tapi Huya malah menjadikan iren tameng. pada saat itu Huya berlari ke arah pintu keluar namun terkunci. yiwa berlari mengenai perut Huya, walau terluka huya masih bertekad ingin melarikan diri. melihat hal itu yiwa merasa kesal dan melemparkan pisau hingga menancap ke kaki huya.
pada saat itulah huya sudah tak bertenaga untuk berjalan. yiwa mendekat dan menceritakan betapa ia mencintai Huya, namun disaat itu yiwa tak menyadari kalau Huya mencabut pisau yang ada dikakinya dan menusuk yiwa. pisau itu tepat mengenai jantung yiwa. pada saat itu air mata yiwa mengalir, dan berkata "kau hebat Huya, kau menusukku untuk yang kedua kali, namun tidak untuk yang ketiga kali, HAHAHA!" walau jantungnya tertusuk tapi pisau masih belum dijabut. yiwa berbalik menginjak kaki huya dengan sepatu hills nya yang terluka tadi hingga patah. dan menarik dan memutuskan usus Huya menggunakan tangannya melewati luka yang ada diperut huya. Huya pun mati dengan tragis dan semuanya hening, pada saat itu yiwa menarik pisau yang ada dibelakangnya dan berbaring di samping Huya sambil menunggu kematiannya.
TAMAT