Pada suatu hari hiduplah seorang pangeran yang sangat tampan. Pangeran itu tinggal di Istana yang sangat indah. Letaknya tidak jauh dari pegunungan ataupun laut. Nama Pangeran itu adalah Ilyas Karim Benzema. Dia tinggal bersama ibunya yang merupakan permaisuri terbengkalai dari Kerajaan Benzema, Permaisuri tersebut bernama Abigail Clancy Benzema.
Suatu hari, tepat dimana Sang Pangeran akan berulang tahun yang ke 17 nya dia melihat seorang wanita muda yang sangat cantik nan elok sedang memetik bunga di kebun miliknya. Wanita muda itu memiliki rambut yang sangat indah berwarna biru laut, dan mata kuning yang terlihat sangat indah dan bersinar terang bagaikan bintang di langit malam yang bersinar dengan sangat terangnya yang.
Lalu Sang Pangeran pun mendekatinya dan bertanya "Apa yang sedang kau lakukan di kebunku?" Pinta Sang Pangeran kepada gadis itu.
Lalu gadis itu menjawab "Saya sedang memetik bunga. Tapi kenapa anda bilang ini kebun milik anda?" Tanya gadis itu tanpa tahu bahwa yang didepannya itu adalah seorang Pangeran dari Kerajaan Benzema.
"Ini kebun bunga milikku, berani kau memetik bunga tanpa seizin pemiliknya. Apa kau tahu siapa aku ini?" Tanya Sang Pangeran dengan kesalnya.
"Tidak, saya tidak tahu siapa anda, tapi saya minta maaf karena telah memetik bunga anda tanpa seizin anda." Ucap gadis itu sambil berdiri.
"Sungguh tidak tahu sopan santun, apa kau tahu aku ini adalah seorang Pangeran dari kerajaan Benzema, namaku adalah Ilyas Karim Benzema dan ibuku adalah seorang Permaisuri dari kerajaan Benzema." Ucap Pangeran itu sambil membusungkan dadanya.
"Astaga maafkan saya, Yang Mulia Pangeran. Saya tidak tahu bahwa kebun ini milik anda. Dan saya mohon maaf atas ketidaksopanan saya tadi." Ucap gadis itu dengan terburu-burunya sambil menunduk memohon maaf.
"Baiklah, sebagai gantinya kau harus perkenalkan dirimu padaku." Pinta sang Pangeran.
"Maaf? Ah, perkenalkan nama saya adalah Wilhelmina Pauline. Anda bisa memanggil saya Mina, Yang Mulia." Ucap gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Baiklah, Mina, hari ini kau bisa memetik bunga-bunga tersebut sepuas mu, tapi besok saat aku melihat mu memetik bunga-bunga ku tanpa izin dariku aku tidak akan segan-segan padamu." Tegas Pangeran Ilyas.
"Baiklah, Yang Mulia saya akan mengingatnya. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Mina berlari pergi.
Beberapa hari setelah hari itu Mina masih saja memetik bunga-bunga yang ada di kebun milik Pangeran Ilyas.
"Kau lagi!! Bukankah aku sudah bilang padamu untuk meminta izin padaku terlebih dahulu?!" Teriak Pangeran Ilyas pada Mina. Tapi Mina pun hanya dia mengabaikannya dan berlari pergi meninggalkan Pangeran Ilyas begitu saja.
Lagi dan lagi Mina mendatangi kebun milik Pangeran Ilyas, dan kali ini Pangeran Ilyas tidak melepaskannya begitu saja. "Mina, bisakah kita bicara sebentar?" Pinta sang Pangeran. "Tentu saja, Yang Mulia." Ucap Mina malu.
"Apa alasanmu selalu memetik bunga-bunga di kebunku?" Tanya Pangeran.
"Sa-saya, saya hanya ingin.... Mem-membeli obat untuk adik saya yang sedang sakit kritis, Yang Mulia." Ucap Mina sambil menjatuhkan air matanya di hadapan sang Pangeran.
"Kalau begitu kenapa kau tidak mencari pekerjaan?" Tanya Pangeran Ilyas.
"Saya tidak bisa meninggalkan adik saya untuk waktu yang cukup lama, Yang Mulia." Ucap Mina menunduk.
"Kalau begitu maukah kamu bekerja di istanaku? Akan aku pastikan untuk mengutus beberapa orang dokter terkenal untuk membantu proses pengobatan adikmu itu." Ucap Pangeran Ilyas.
"Maaf, Yang Mulia, tapi saya harus menolaknya. Saya tidak ingin membebani anda karena kondisi saya yang saat ini. Kalau begitu saya permisi dulu, Yang Mulia." Ucap Mina berlalu pergi tapi di tahan oleh Pangeran Ilyas.
"Kalau begitu apa aku boleh menjenguk adikmu?" Tanya Pangeran Ilyas.
"Tentu saja, Yang Mulia, itu merupakan suatu kehormatan bisa menyambut kedatangan anda di rumah kami." Ucap Mina sambil membungkukkan badannya.
Semenjak saat itu Pangeran Ilyas pun sering mendatangi rumah Mina, beliu tidak hanya membantu keseharian Mina tapi juga membantu proses pengobatan adiknya Mina. Hari demi hari, waktu pun terus berjalan, Pangeran Ilyas pun perlahan menaruh rasa pada Mina semenjak dia melihat Mina untuk pertama kalinya di kebun bunga miliknya, hingga dia memberanikan diri untuk meminang Mina dan mengajaknya untuk menikah.
"Mina, bagaimana kalau kau menjadi istriku saja?" Ucap Pangeran Ilyas secara tiba-tiba sehingga membuat Wilhelmina syok tidak karuan.
"Apa maksud anda Yang Mulia?" Tanya Mina keheranan.
"Sudah beberapa hari semenjak pertemuan pertama kita, aku selalu melihatmu memetik bunga-bungaku tanpa seizin dariku. Dan aku juga sudah melihat keseharian mu, mungkin aku hanya seorang pangeran yang selalu bergantung pada kekuasaan saja dimatamu, tapi itu semua salah, aku adalah seorang pria yang selalu memerhatikan sekitar ku. Aku suka padamu, jadi maukah kau menikah dengan ku, Mina?" Tanya Pangeran Ilyas.
"Tapi, Yang Mulia kenapa anda ingin menikahi saya?" Tanya Mina penasaran.
"Karena aku melihat jiwa keibuan didalam dirimu, kau juga begitu baik dan perhatian pada orang lain, kau sangat cantik, Mina sehingga aku tidak bisa berpaling darimu. Jadi apa alasan itu cukup untuk membuatmu menerima diriku untuk menjadi suamimu?" Tanya Pangeran Ilyas sekali lagi.
"Tentu saja, Yang Mulia." Ucap Mina dengan tersenyum lebar terpasang di wajahnya.
"Terima kasih, Mina, aku akan membuatmu bahagia hingga akhir hayatku." Ucap Pangeran Ilyas sambil mencium bibir Mina dengan mesranya.
Akhirnya Mina dan Pangeran Ilyas pun hidup bahagia selamanya, begitu pula dengan penyakit adiknya yang saat ini sudah pulih sepenuhnya. Karena mendengar hal itu, Raja dari Kerajaan Benzema yaitu ayah Pangeran Ilyas mengutus beberapa orang pengawal untuk membawa pulang Sang Pangeran beserta keluarga barunya untuk menetap di Istana Benzema, tempat dimana seharusnya dia dan keluarganya berada.
Setelah beberapa bulan Pangeran Ilyas dan keluarganya kembali ke Istana Kerajaan, berbagai macam masalah terjadi tapi hal itu bisa beliau atasi dengan mudah, Walaupun ada beberapa orang yang tidak suka dengannya tapi hal itu tidak membuatnya patah semangat, beliau berusaha keras untuk bisa diakui sebagai seorang Pangeran.
Beberapa bulan setelahnya Sang Raja pun meninggal akibat penyakit yang dideritanya dan menyerahkan takhta Kerajaan Benzema kepada Ilyas. Prosesi pemakaman pun berjalan dengan lancar, dan 2 bulan kemudian Pangeran Ilyas pun di angkat menjadi seorang Raja dan Mina menjadi Ratu, hal itu dilakukan untuk menghormati Raja terdahulu yang telah wafat. Ratu Mina memang terlihat cantik, baik hati dan ceria. Beliau adalah Ratu tercantik pertama yang pernah di miliki oleh Kerajaan Benzema, bahkan beliau mendapatkan julukan "Bunga Tulip Biru Kerajaan", karena warnanya rambutnya yang berwarna biru laut dan juga sifatnya yang baik hati serta ceria.