Di pinggiran danau di dalam Pulau Putri Naga Kecil, tampak seorang Pemuda Tampan sedang duduk di dampingi dua orang gadis yang ternyata adalah pacarnya berambut hitam dan yang satunya lagi berambut pirang.
"Shilla Gisel, bagaimana jika aku memiliki seorang pacar lagi?" Tanya Arung.
"Aku akan menenggelamkan mu kedalam Danau ini." Ucap Shilla.
"Apakah kami berdua kurang cantik Sayang." Ucap Gisel, kemudian memnggenggam tangan Arung.
"Ha..... ha..... ha...... " Tawa kecil Arung.
"Aku hanya bercanda Shilla, Gisel." Ucap Arung.
"Sebaiknya aku tidak mengatakannya saat ini, aku bisa mati jika tenggelam saat ini ranah kultivasi ku sedang menurun,"
"Aku akan mencari waktu yang tepat." Gumam Arung.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan menyiapkan makanan dulu." Ucap Shilla, kemudian beranjak kembali kedalam mansion.
Melihat Shilla sudah pergi Gisel pun kemudian langsung mencium bibir Arung, ia pun membalas nya dan mereka pun berciuman untuk sesaat di tepian dana ini.
Beberapa saat kemudian.
"Arung jika kau berani menambah calon istri lagi, aku akan menyetrum mu di dalam Danau itu." Ucap Gisel, kemudian beranjak kedapur membantu Shilla.
"Untung saja, jika tidak kelar hidupku kali ini." Gumam Arung.
"Gimana caranya aku menceritakan hubungan antara diriku dengan Nona Mitha dan Clara ya."
"Ugh....... kepalaku jadi sakit." Gumam Arung, kemudian menggosok-gosok kepala nya.
Di dapur.
Kedua gadis cantik tengah memotong sayur-sayuran.
"Gisel bagaimana menurutmu yang di katakan oleh Arung tadi, benarkah ia hanya bercanda?" Tanya Shilla.
"Tenang saja Shilla, kita berdua cukup cantik,"
"Kurasa dia tadi hanya bercanda." Ucap Gisel.
"Jika dia beneran ingin menambah calon istri lagi bagaimana?" Tanya Shilla.
"Lihat ke wortel ini Shilla." Ucap Gisel, kemudian mencincang habis wortel tersebut.
"Ugh..... Gisel menakutkan." Gumam Shilla.
Sementara itu di tepian danau.
"Hatsyimmmmm......... hatsyimmmmm...... " Siapa yang tengah membicarakan ku." Gumam Arung.
Ikuti Novel Pendekar Setengah Naga