Hai!
Namaku Barley, seekor babi tampan yang tinggal di peternakan Waterson di pedesaan Inggris.
Sebenarnya Waterson adalah nama tuanku, pria baik hati pemilik peternakan ini.
sejak kecil aku sudah berpisah dengan ibuku, dia di bawa ke kota untuk dijadikan,,,, ya kalian pasti tau apa yang akan terjadi pada babi montok yang kaya akan daging.
aku tinggal di peternakan bersama 11 saudaraku, ya tentu saja saudara ku itu adalah babi semua hehe.
Suatu saat aku di adopsi oleh turis dari luar Inggris aku di bawa kembali ke negaranya bernama Indonesia.
saat pertama kali aku tiba di peternakan baru, semuanya sangat asing bagiku. Bebek, ayam, itik, dan para anjing menatap ku penuh emosi.
aku bergidik ngeri dan menelan ludah "tempat macam apa ini?" dalam benakku
"baiklah babi kecil, sekarang kau tinggal disini, bersama mereka teman-teman baru mu, ayo pergilah berkenalan" ucap tuan baruku sambil mendorong ku untuk masuk ke kandang.
aku berjalan masuk ke kandang itu, melewati satu persatu bebek dan angsa yang siap melabrak seperti kakel.
"Excuse me" ucap ku pelan sambil menunduk. para bebek, ayam dan itik saling menoleh "dia bilang apa?" ucap ayam "entahlah gak bisa bahasa Inggris" sahut bebek.
"hei bocah, bicaralah dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh hewan seperti kami" tegur itik.
"oh maafkan aku, aku adalah Barley, seekor babi"
"ya aku sudah tau kau babi, tidak perlu dijelaskan, aku Siti pemimpin itik di sini" ucap itik itu ketus.
"aku Bela, ayam betina paling cantik di sini, tuan paling menyayangi aku di antara ayam lainnya"
"aku Mae, bebek paling penurut di sini, senang bertemu dengan mu babi" ucap bebek itu ramah.
Kehidupan ku di tempat baru berjalan lancar, hewan-hewan disini ternyata tidak buruk, hanya butuh waktu untuk beradaptasi saja.
Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. kenapa disini aku selalu di salahkan, bahkan orang-orang yang tidak aku kenal ikut menyalahkan ku.
kemarin aku ikut tuan ke pasar, aku melihat seorang penjual dan pembeli sedang berkelahi.
"DASAR KAU BABI GILA! PERGI SANA DAN JANGAN KEMBALI" ucap penjual itu penuh amarah. Aku bingung, kenapa dia marah padaku, aku bahkan baru pertama kali bertemu dengannya.
aku dan tuan ku melanjutkan perjalanan, aku melihat dua orang pria dan wanita sedang berkelahi.
"DASAR LELAKI BRENGS*K, KAU SEPERTI BABI"
aku lagi-lagi di salahkan, aku memang babi, tapi aku tidak mau di samakan dengan laki-laki jelek itu, di mana harga diriku sebagai bagi paling tampan di peternakan.
selama aku tinggal di sini, entah sudah berapa banyak aku mendengar orang-orang menyalahkan babi ketika mereka berseteru.
Hei asal kalian tau, kami para babi juga punya hati. Tidak enak ketika sedang makan lalu tersedak karena selalu di sebut-sebut.
Sudah dua bulan aku tinggal di peternakan baru. akhirnya aku menemukan tambatan hatiku. Namanya Sita adik perempuan Bela.
Setiap hari aku memandanginya yang sedang mengais makanan, dari semua ayam di sini aku rasa dia yang paling menawan. Bulunya putih bersih, dia sangat cantik.
Tapi sayangnya aku memiliki saingan yang tidak manusiawi. ya karena memang dia bukan manusia, tapi ayam jantan yang tak lebih tampan dariku.
setiap pagi dia selalu saja mencari perhatian sita, berkokok setiap pagi untuk membangunkan orang dengan suaranya yang serak-serak becek.
siang ini aku memperhatikan sita yang sedang bersenda gurau dengan teman-temannya sesama ayam.
"kau suka sama sita?" tanya bagus sahabat ku, seekor bebek jantan yang takut istri.
"iya, aku suka sama dia" jawab ku.
"hei kawan, aku tau cinta itu buta, tapi jangan buta betulan dong, kau itu harus sadar diri"
"sadar diri bagaimana maksudnya Gus?"
"ya sadar diri, kau itu babi, sita itu ayam, mana bisa babi kawin sama ayam, mau jadi apa anak mu nanti? bayam? setengah babi setengah ayam?"
"aku tau Gus, aku ini babi, tapi perasaan ku pada sita ini beda, setiap aku melihat dia jantung ku selalu berdebar kencang, aku keringat dingin Gus"
"Itu mah kamu tipes Bi bukan jatuh cinta" ucap bagus.
"Kamu jangan gitu dong Gus, mentang-mentang sudah kawin seenaknya ngejek aku yang masih lajang"
"hahaha maaf bi, aku cuma bercanda, ya sudah kamu nyatakan saja perasaan mu sama sita, siapa tau dia juga suka sama kamu, kan hati orang eh hati ayam gak ada yang tau"
"makasih ya Gus, kamu memang bebek terdebest"
aku berinisiatif berjalan mendekat dengan sita.
"sit, lagi sibuk gak, aku mau bicara" ucapku
sita menoleh ke arah ku.
"mau ngomong apa ley, cepat ya soalnya aku ada urusan" ucap sita
"gini sit, sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?"
"ehmm gimana ya ley, aku bingung mau jawabnya, kamu tau kan kita ini beda"
"aku tau sit, tapi perasaan ini"
"maaf ley, aku gak bisa, aku takut kamu kecewa" sita berlari meninggalkan ku.
aku sedikit sedih, bagus menghampiri ku sambil berkata "gak apa-apa bi, yang penting kamu sudah utarakan perasaan kamu, sekarang kamu sudah legakan"
"sudah Gus, terimakasih ya, aku balik dulu, kamu juga balik Gus istri mu kayaknya bakal marah lagi kalau kamu terlalu lama di sini"
besoknya aku kembali melihat sita, tapi aku tidak menemukannya. Aku mencarinya di setiap sudut kandang ayam. kebetulan aku bertemu bela, jadi aku bertanya padanya.
"bela" seru ku.
"kamu cari sita ya" ucapnya padahal aku belum mengutarakan perkataan ku.
"iya bel, aku cari sita, dia ada di mana ya"
"maaf ley, sebenarnya kemarin aku mendengar pembicaraan kalian berdua, tadi pagi-pagi sekali ada manusia yang membeli sita, dia sudah tidak di sini ley"
aku sangat terkejut, tak di sangka kemarin adalah pertemuan terakhir ku dengan sita. Aku kembali ke kandang, rasanya aku tak sanggup untuk berjalan, semua tulangku rasanya sakit.
saat aku tiba, ternyata bagus sudah ada di kandang ku, dia memang menunggu ku untuk menyampaikan berita tentang sita, sayangnya aku sudah tahu lebih dulu.
"kamu sudah tau ya ley, yang sabar ya, itu tandanya kamu harus move on, tuhan tidak merestui cinta beda spesies ley"
"jangan bikin aku tambah sedih Gus, aku mau sendirian dulu"
"jangan sedih begini ley, aku dengar tuan kita beli Babi betina, mungkin kalian bisa cocok, kamu harus cepat tunggu di gerbang kandang"
bagus memaksaku untuk menunggu babi baru itu, dan saat babi itu di masukkan ke kandang, jantung ku kembali berdebar, lebih kencang di banding saat aku melihat sita.
dia cantik, montok, dan pink idaman para lelaki. sepertinya aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.
kali ini aku bertekad untuk mengejarnya karena aku yakin kali ini Tuhan berpihak padaku. doakan aku berhasil ya kawan.
selesai