sudah dua jam sejak kepulangan teman-teman ku di sekolah .aku duduk di bawah pohon rindang di halaman sekolah ku . hijan rintik-rintik membasahi bumi tampak sepeda tua yang sangat ku kenal menuju ke arah ku .lelaki tua dengan guratan samar itu datang sejauh 3kilo mengayuh sepedanya dalam rintik hujan ,dia Ayah ku tersayang .
Hari ini hari kelulusan ku di sekolah menengah pertama. teman-teman ku bercerita tentang melanjutkan pendidikan mereka ke sekolah menegah atas . sedang kan aku hanya bisa terdiam apakah aku mampu,apakah ayah ku mampu untuk menyekolahkan ku . sedangakan tangan tua nya sudah di ujung senja ,wajah tua nya menambah sendu di hatiku . apakah aku mampu untuk menambah beban nya di tengah kemiskinan yang melanda keluarga ku ini.
"lama kamu nunggu nak ?
sekali sekali terdengaar suara sesak kayuhan nya menderu . aku hanya mampu mengeleng .
"tidak pak . bapak lelah ,minum lah dulu nanti kita lanjutkan untuk pulang .
dia meng angguk tanda setuju .beberapa menit itu aku coba menatap wajah tua itu ,
"pak ...
"emh ada apa .
"tadi kawan-kawan cerita mau melanjutkan sekolah ,aku terdiam sejenak rasanya enggan untuk melanjutkan ucapan ku ,terdengar ringkih suara nafas nya dan dia hanya diam ,aku tau dia tau apa maksud dari uacapan anak nya ini .
"kamu mau sekolah lagi ?
"kalau bapak tidak keberatan ,
"nanti kita fikirkan ,sekarang kita pulang dulu .
"iya pak ucap ku .
kami pulang menyusuri jalan desa ini dengan perasaan yang entah tidak aku mengerti .aku hanya seorang anak perempuan yang memiliki lima saudara . aku anak ke tiga dari lima saudara ku..adik ku masih kecil-kecil sekali , mereka pun ingin merasakan pendidikan yang aku rasakan saat ini ,tetapi apalah daya aku kalah akan hayalan cita-cita ku yang begitu besar . hayalan keinginan ku yang mendalam akan mengubah keluarga ini menjadi lebih baik .
kami sampai di rumah di sambut emak dan adik-adiku .aku berganti seragam dengan baju harian . lalu menuju dapur ,ingat akan tugas ku ,memasak untuk keluarga ini bersama adik dan kakak ku . tugas kami sudah di bagi ,aku mendapat bagian memasak ,kakak ku rahmah mendapat bagian mencuci baju ,adiku santi mendapat bagian mencuci piring .
kayu bakar sudah di carikan abg ku ijal ,dia lah yang membantu ayah ku mencari nafkah saat ini .sedang emak ku mengurus adik-adiku yang paling kecil berusia empat lima tahun .
hari beranjak siang ,aku dan keluaraga ku tengah menyantap hidangan makan siang hari ini ,ikan goreng dan sayur kangkung . kangkung yang di tanam emak di belakang rumah itulah sebagai lauk jika bapak belum punya uang membeli lauk sedap .bagiku itu pun sudah nikamat .
Senja telah tampak memancar kan jingga yang menyala di langit angkasa .aku masi duduk termenung di depan pintu menanti jawaban atas tanyaku kepada bapak ,mau di apakan ijazah ku ini apakah hanya ini batas mampu ayah ku . atau ada cara untuk ku melanjut kan pendidikan ku ini .
ku lihat emang ku yang tengah menjahit celana adiku ,disamping nya terbaring bungsu tengah memeluk kaki emak sedari tadi .
bapak ku sedang duduk di depan pintu rumah yang telah usang.
"pak ,macam mana masalah mas ni . apakah bapak mas bisa lanjut sekolah lagi
bapak ku menatap ku sendu di pandangi nya emak ku yang hanya terpaku menatap aku . ada rasa kasihan mereka terhadap aku .
tetapi rasa cemas ku akan tenagga tua nya tak mampu membuat ku memaksa kehendak ku .
"nanti malam kita bahas dulu ,ambil lah wudhu pergilah sembahyang magrib .
"baik lah pak ucap ku .sambil memimpin santi adik ku untuk berwudhu di sumur belakang .ada yang patut kami syukuri
paling tidak kemiskinan kami ini tak mampu menjadi kan kami lupa akan asal kami . meminta kepada yang empu nya semesta ini .berharap akan jalan keluar yang kami hadapi ini .
Malam menutup senja ,gelap dan dingin malam mulai terasa ,emak ku menghidupkan lentera yang dipasang didinding rumah . hanya itu lah satu-satu penerang yang ada dikampungku .
disana duduk emak dan bapak serta adik beradiku . sambil bercanda setelah mengaji .
"mas,
"ya pak?
"apa benar , kau ingin sekolah lagi .
"iya pak .
"kalau memang kau ingin sekolah ,biar lah bapak sekolahkan engaku ikut anak si yusmar itu si laili. dia akan sekolah ke diniyah putri . kau tinggal di asrama sana.
"bapak meng izin kan .bapak ada biaya nya
"tanah bapak akan bapak jaminkan sama si yusmar sambil mecicil sama dia, dia akan bayar tiga tahun sekolah mu di diniyah .
wajah ku berbinar bahagia malam itu bapak ku merelakan tanah nya untuk di perjuangkan bersama perjuangan ku menjemput impian .
itulah kenapa akhirnya aku bersekolah diasrama itu . semua kawan ku adalah orang yang cukup berada , mereka akan pulang setelah hari libur ,ada yang menjemput ada pula yang pulang sendiri . sedang kan aku . aku akan duduk di asrama sampai liburan usai . bukan aku tak mau pulang atau pun sayang untuk meninggal kan asrama . tetapi ke adaan ku lah yang membuat aku seperti ini, ongkos yang lumayan mahal serta perjalanan yang cukup jauh membuat aku harus bertahan di sini menunggu libur usai . hanya laili lah sahabat ku satu kampung yang kadang mau membawakan barang kiriman dari emak .
jika sudah begitu ,emak akan mengirim kan aku satu kaleng ikan tri dengan kacang yang udah dia samabal kering kesukaan ku . agar aku tidak terlalu rindu rumah dia kadang menyelip kan aku surat dan nasehat nya akan kubaca dengan linagan air mata .
jangan tanya kesedihan ku ketika orangtua mereka dipanggil untuk mengambil hasil belajar ku . maka tak satu pun keluarga ku yang bisa mengambil kan lapor ku .
pak yusmar lah yang akan menjadi waliku ,dia lah yang akan menjadi keluarga ku . aku terlalu sadar diri dengan hidup ku aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan bapak untuk menyekolahkan aku . dengan hasil nilai terbaik lah aku menujukan bakti ku . nilai ku selalu terbaik di sekolah ,juara umum sekolah ada di tangan ku .
pernah pula satu ketika aku menahan kerinduan dalam diam hanya karena aku sakit merindukan keluarga ku ,aku tak boleh cengeng perjalanan ku masih panjang untuk menjemput impian yang terasa jauh untuk ku gapai .
tak terasa tiga tahun semudah berlalu aku lulus dengan hasil membangga kan dari diniyah putri . dan akan pulang bertemu keluarga ku yang tiga tahun tak bernah bertemu .
sebulan setelah kepulangan dari menuntut ilmu , bapak ku masuk rumah sakit ,sesak nafas asma yang ia derita sudah sangat parah . belum lagi ia bekerja keras tiga tahun terakhir untuk menyekolah kan aku .
dalam kritis dan kesedihan ku menghadapi cobaan dari tuhan . bapak ku memutus kan untuk menjodohkan aku dengan lelaki pilihan bapak . lelaki itu masih saudara jauh bapak .
aku tentu saja menolak , aku sudah berjuang untuk melanjutkan sekolah ku tetapi kenapa bapak ingin aku menikah ,sia-sia perjuanagan kami selama ini .
"mas fikir kan lah mas. bapak tak mau kalau bapak nanti di panggil yang maha kuasa ,bapak tak bisa melihat mu menikah .
"pak bg ijal pun akan menikah biar kan dia yang menikah dulu ,bapak tenang saja bapak akan cepat sehat .
"tidak nak ,bapak kau ini sudah tua . sudah waktu nya . jadi kabulkan lah permintaan bapak .
"pak ,
air mata ku mengalir apakah memang takdir ku seperti ini ,menikah sebelum mewujudkan keinginan ku . tapi aku bukan lah anak yang tak tau terimakasih lelaki tua itulah yang membesarkan kami . memberikan harapan yang ingin aku raih ,memebrikan kasih sayang yang tak bisa ku ungkap kan dan aku balas seumur hidup ku .
malam itu aku duduk di pintu rumah ,memikirkan keinginan bapak ku .
di temani abg tertua ku bang ijal .
"mas .. usah kau pikirkan ucapan bapak
"abang tau kau itu besar ingin mu untuk sekolah . tapi abang jujur belum bisa bantu kau untuk kuliah ,kau tau abg ini cuma lulus sd saja .
aku hanya tersenyum mendengar ucapan abg ku itu
"ya mas ,kau usah risau ,aku pun tidak sekolah ,yang ujung-ujung nya pun dapur juga urusan ku nanti . rahmah kakak ku memang seperti ini dia berhenti di kelas dua Smp karna memang minat nya kepada pendidikan kurang .dan memang dia sendiri yang tak mau melanjutkan sekolah nya .dan lebih suka membantu emak ku di dapur .
"masrah kau tu sudah besar ,jika memang rezki tak bisa hendak kau apakan . jika menikah pun memang jalan mu ,menikah lah ucap kakak ku rahmah .
"aku pun tak kuasa kak ,tapi memang mungkin itu lah jalan terbaik untuk ku .
begitulah aku pun menerima lelaki yang di jodoh kan bapak untuk ku . lelaki ini lebih tua lima tahun dariku . lelaki yang ku ketahui bernama arif ini . telah mampu memikat hati ayah ku . tetapi tidak untuk ku bagi ku . tidak ada rasa untuk nya . tapi hanya karena memenuhi keinginan bapak agar dia melihat ku menikah .
pernikahan kami di selengarakan dengan meriah . aku dan abg ku di nikah kan secara bersamaan . bersanding dengan layak raja dan ratu sehari . bapak ku tampak bahagia hari itu . padahal ia baru saja sembuh .
tampak senyum hangat itu memeluk ku dan melepas kan aku dan abangku menikah dengan gembira hari itu .
emak ku menangis meminta maaf ,entah maaf seperti apa yang dimaksud oleh emak ku . entah karena tidak mampu menguliahkan aku untuk mengapai cita-cita ku ,atau karena menikah kan aku dengan lelaki yang tidak aku cintai .
Dalam menjalani bahtera rumah tangga ku ,aku sedikit pun tak ada ke ingina dalam menjalani pernikahan ini . aku selalu menghindari bg arif , tetapi tetap menjalani kewajiban ku sebagai seorang istri . memasakan dan mencuci pakaian nya hingga suatu hari malam dia menangis dan kami berbicara dari hati ke hati .
"mas ,kenapa kau dingin sekali ke abang .
"mas ,tak suka kan abg .
"tapi abg sayang mas.
"tapi tak ada sayang mas ke abg
aku pun meras menyesal dalam pernikahan ini tak ada rasa cinta yang aku hadir kan untuk nya semua terasa hambar ,hingga suatu hari bapak memanggil ku malam itu bapak tenagh kuat sakit nya . kau datang kerumah bapak .
"mas mengapa kau macam gini nak
"kenapa pak ucao ku pelan
"kenapa engkau tak pernah mau menerima arif sebagai suami mu ,berdosa nak
"pak ,tidur lah nanti bapak sesak .
"nak dengar,tidak ada hal yang etrjadi didunia ini tanpa seizin allah begitupun juga rumah tangga mu .maka aku pun merasa terbebani dengan sikap mu terhadap suami mu .
"pak ,ucap kunlirih dengan air mata mengalir
"terimalah ini dengan ikhlas nak ,sabar kan hatimu kau anak yang bersekolah memiliki ilmu ,kenapa engkau tak tau itu .
" maaf kan aku pak ,
"bapak dah tak lama lagi , jadilah engkau anak yang penurut maka allah akan melapang kan langkah rezki mu nak .
"pak jangan cakap macam tu .
"dengar lah ucap nya dalam sesak dan sakit yang ia derita ia masih menasehati ku dengan kasih sayang .
benar saja setelah malam itu bapak ku benar di panggil yang kuasa ,aku masih ingat akan nasehat serta keinginan ku . maka disini lah aku menerima bg arif dengan ridho dan ikhlas ku . ku tunaikan kewajiban ku sebagi istri yang sempurna . hingga aku di berikan seorang gadis kecil yang kini tengah bersemayam di rahimku .
setelah kelahiran anak pertama kami aku di boyong bang arif ke kampung nya . yang berada dua kampung dari kampung kelahiran ku . disana aku mengabdikan diriku menjadi guru bantu . yang memang di kampung ini kekurangan guru pengajar . dari hasil kerja bang arif yang tak menentu ku putus kan untuk mengajar disana dengan gaji 75.000 dimasa nya ,itu pun hanya di bayar tiga bulan sekali .
dengan bekal dan nasehat di berikan kepala sekolah yang telah berbaik hati menerima ku ia menyaran kan aku untuk mengambil kuliah D1 ku di universitas terbuka . aku awal nya ragu tapi bang arif mendukung ku . mengingat jarak untuk kuliah tidak jauh dri kampung suami . aku pun berusaha terus berjuang dalam pendidikan dan tetap mengurus rumah tangga ku .
tak terasa sudah enam tahun berjuang menjadi guru pembantu . gaji yang sedikit dan beban pendidikan yang aku emban membuat aku harus bekerja ekstra untung lah emak ku mau mengurus anak ku jika aku pergi bekuliah . sementara abang arif bekerja.
Suatu hari aku mendengar ada tes penerimaan PNS di kota ku . aku pun mengikuti nya berdoa semoga aku bisa lulus dan menjadi lebih baik .
beberapa bulan aku belajar agar tes ku lancar . emak ku pun selalu mendoakan aku dalam doa nya . aku pun begitu siang malam aku berdoa agar aku mendapat hasil yang baik .
pagi itu aku melihat ada yang mengantar koran kerumah emak ku .
aku pun berdebar debar . terulis disitu daftar nama yang lulus menjadi PNS
"mak sini mak kita cari mana tau nama mas keluar di koran ni .
"mana nak ucap mak ku
ku urut kan nama peserta ku benar saja nama ku benar -benar ada di koran ini . kupeluk emak ku besimpuh dikaki nya . dalam hatiku .syukur ku perjuangan ku selama ini lelah ku sudah di bayar dengan jelas oleh tuhan . terimakasih ya rob..
begitulah aku hingga aku menjadi seorang PNS sekarang .berkat doa dan kesabaran ku . tuhan tidak akan menguji hamba nya melainkan mengantikan kesabaran nya diwaktu yang tepat di saat yang tepat pula . dia lah yang maha kuasa maka kita hanay bisa berencana . tetap lah berpegang pada harapan dan berjuang hingga sukses mengahmpiri mu .