Malam halloween yang seharusnya menyenangkan seketika menjadi mencekam karena kehadirannya.
Tak menyangka di malam halloween kali ini kami memainkan permainan yang begitu menyeramkan.
Aku dan beberapa para sahabatku mencoba melakukan sesuatu yang baru yaitu, Permainan pemanggil arwah.
Kami memainkan permainan tersebut dirumah tua yang sangat gelap, yang jelas rumah itu jauh dari pemukiman dan bisa dibilang jauh dari keramaian, dengan hanya menggunakan lilin sebagai penerangan kami memulai permainan tersebut.
"Bagaimana, apa semuanya siap."tanyaku.
"Aku tak pernah merasa sesiap ini sebelumnya."jawab Joe sombong.
"Apa kalian yakin ingin memainkanya."cetus Edward.
"Kau boleh pulang jika kau sudah tak tahan untuk buang air kecil."lanjut Leo mengejek.
"Sudah ayo cepat mulai."jawabku dengan rasa ragu.
"Sebentar Jack, bisakah kita memainkan permainan lain saja?."ucap Edward kepadaku.
"Tak ada yang boleh pulang sebelum kita menyelesaikan permainan ini," apakah kalian mengerti."tegas Joe dengan nada suara yang agak tinggi.
"Yayayaya baiklah."jawab Edaward.
Kami pun memulai permainan mengerikan tersebut.
Leo menjadi orang pertama yang harus meneteskan darahnya di atas kain putih dan beberapa boneka yang dibungkus dengan kain putih dan jarum sebagai persembahan untuk memanggil sang arwah, tak membutuhkan waktu lama ruangan rumah itu terasa sempit dan panas serta beberapa suara aneh mulai muncul, keadaan berubah menjadi mencekam ketika Leo harus menuruti permintaan arwah yang ia panggil, bagaimana tidak Leo harus mengantarkan arwah tersebut ke kuburan setelah Leo membuat satu permintaan yang mungkin saja bisa di kabulkan oleh arwah tersebut, Leo yang bingung akan permintaanya itu mengambil sebuah pena dan kertas lalu menuliskan permintaanya yang berisi tentang ia ingin mendapatkan cinta yang sudah lama ia perjuangkan, namun arwah tak bisa mengabulkan jika itu menyangkut urusan hati, jodoh dan kekayaan.
Leo yang sudah meminta permintaannya harus siap kala ia tak mendapatkan apa yang ia mau, dan ia harus siap memenuhi permintaan arwah tersebut karena Leo lah yang memanggil paksa arwah tersebut datang, jika tidak Leo akan terus dihantui oleh arwah yang ia panggil, dengan memberanikan diri ia mengantarkan arwah tersebut pulang, namun alangkah terkejutnya Leo saat mendapati jika dirinya tak dapat beranjak pergi dari kuburan tersebut karena arwah akan membawa jiwanya bersama menuju alam para arwah, Leo yang ketakutan setengah mati hanya bisa berteriak beberapa kali dengan harapan akan ada orang yang membantunya, dengan wajah yang pucat basi serta tubuh yang bergetar hebat ia terus berteriak meminta pertolongan.
Akan tetapi tak ada yang dapat mendengar suaranya karena kuburan itu sangat jauh, malang nasib Leo harus menghadapi situasi yang sangat menyeramkan.
Kami yang masih setia menunggu kepulangan Leo melihat satu sama lain lalu bertanya dalam hati masing-masing tentang mengapa Leo tak kunjung kembali, sudah satu jam Leo pergi namun ia belum juga kembali, kami pun memutuskan untuk mencari Leo dan mengakhiri permainan, lalu bergegas pergi menuju kuburan tersebut untuk mencari Leo.
"Apa yang harus kita lakukan jika terjadi sesuatu?."tegas Edward bertanya kepada kami yang membuat kami seketika terkejut.
"Apa maksudmu bodoh!." jawab Joe kesal.
"Firasatku tak baik kali ini."cetus Edward.
"Jangan berpikir yang macam-macam."tegasku.
Tak membutuhkan waktu lama kami akhirnya sampai, tepat di depan kami sebuah tempat kuburan tertua yang sangat berantakan serta tak terurus sama sekali, aura yang sangat menakutkan, ya kami semua merasakannya tanpa terkecuali aku, aku yang merasakan kalau kuburan tersebut sangatlah angker.
"Leo dimana kau?."Joe berteriak.
"Apa yang kau lakukan Joe."teriak Edward.
"Aku sedang memanggil Leo bodoh!."cetus Joe.
Edward yang saat itu merasa bahwa tak seharusnya mereka berteriak di tempat seperti ini pun mulai merasakan hal aneh, ia merasa sedang diawasi dari belakang.
"Aku sangat takut."ujar Edward.
"Kita semua merasakan hal yang sama maka berhentilah mengucapkan kalimat itu lagi."tegasku kepada Edward.
Kami pun masuk kedalam kuburan dan mulai mencari dimana Leo berada, namun kami sangat terkejut kala kami melihat seorang kakek-kakek yang sedang berjalan menuju ke arah kami dan berkata.
"Pulanglah!,"jangan kemari kalian akan menyesal jika tak pergi sekarang juga.
"Kami sedang mencari teman kami kek."ucapku kepada sang kakek misterius tersebut.
"Pulang!!!."teriak sang kakek yang membuatku merinding dan gemetar.
Lalu sang kakek pergi meninggalkan kami yang masih mati langkah tanpa bersuara sedikit pun, Edward yang merasa sangat ketakutan pun tertunduk seketika tubuhnya layu, ia merasa tak mempunyai tulang saat itu.
"Aku yang mencoba memberanikan diri langsung berjalan dan terus berupaya mencari dengan menggunakan senter yang telah kupersiapkan dari rumah.
Dan kami dibuat ketakutan dengan kemunculan Leo, matanya telah berganti putih, membuat kami semua merinding, Edward tak lagi dapat menahan rasa takutnya, ia mengompol, Joe yang tadi biasa-biasa saja pun terlihat pucat karena teriakan Leo yang membuat seluruh tubuh kami lemas.
Tiba-tiba angin kencang meniup sangat kuat sehingga membuat keadaan semakin menyeramkan, ditambah lagi Edward yang pingsan membuat aku dan Joe mati kutu karena tinggal berdua saja.
Leo menghilang setelah berteriak kepada kami, dan kali ini aku dan Joe sangat merasa ketakutan, benar saja tanpa sepengetahuan kami Leo yang menghilang sudah berdiri tepat di belakang kami dengan tubuh pucat tanpa adanya darah yang mengalir di tubuhnya.
Aku makin tak karuan begitupun dengan Joe, kami dibuat ketakutan oleh sahabat kami sendiri yang sudah tampak seperti mayat hidup.
"Aaargghhhhahahaha." Tawa Leo yang sangat menyeramkan.
Sementara Joe pun langsung tergeletak tak sadarkan diri.
"Joe."teriakku dengan sangat ketakutan.
Bagaimana tidak sekarang tinggal aku sendirian menghadapi situasi yang sangat mencekam, lalu aku semakin panik kini dua sahabatku berdiri di depanku dengan mata sama yang sama-sama berwarna putih.
Edward menjadi seperti Leo, aku yang berusaha untuk lari namun terjatuh Edward dan Leo mendekat dengan gerak gerik ingin mencelakaiku, aku pun berteriak sejadi jadinya seperti kebanyakan orang yang merasa ketakutan begitu juga aku yang merasakan itu, aku berusaha lari tapi mereka tetap mengejarku, kali ini rasa takutku tak terbendung lagi ketika melihat Edward dan Leo tak lagi berdiri di tanah melainkan mengambang terbang mengejarku.
Brugggg
Aku terjatuh ketika menabrak sesuatu, aku tak percaya Joe berdiri di depanku padahal pingsan dan aku jelas-jelas melihatnya.
"Sadarlah kalian."pintaku berteriak histeris.
Mereka tertawa dan aku merasa itu bukan mereka yang ku kenal, aku sangat ketakutan berteriak seperti orang gila ketika melihat tubuh mereka bergerak patah tanpa tulang yang melipat lipat.
aku berusaha berdiri dan berlari dari tempat tersebut, namun usahaku percuma, tanpa sadar mereka sudah berada di depanku dengan penuh darah yang mengalir di wajah mereka.
"Malam ini kau akan mati karena telah memanggil kami."
itulah yang mereka katakan sambil berteriak membuatku berteriak lalu berlari meminta pertolongan, namun lagi-lagi aku tak berhasil dan aku rasa aku hanya berputar putar di tempat yang sama.
Aku yang sudah pasrah karena merasa lelah tak sanggup berlari lagi pun hanya bisa terdiam dan berteriak meminta
mereka untuk meninggalkanku, namun mereka terus mendekat dan akhirnya mencekik ku hingga akhirnya aku pingsan.
Setelah beberapa lama, aku terbangun dari pingsan mendapati aku sendirian tergeletak di tengah tengah kuburan, aku menangis sejadi jadinya karena sedih akibat permainan ini aku harus kehilangan para sahabatku yang sekarang entah kemana.
Tak lama tiba-tiba saja aku mendengar suara banyak orang memanggil namaku.
"Jack dimana kau."itu suara ayahku.
Suara suara itu terus memanggil namaku, aku juga mendengar suara para sahabatku, aku semakin ketakutan karena aku jelas"melihat para sahabatku yang menjadi hantu dan menghantuiku.
Aku berteriak sambil menangis ketakutan.
mengingat semua yang ku alami, dan akhirnya aku pingsan untuk kedua kalinya.
Setelah pingsan aku tak tahu lagi bagaimana selanjutnya, karena saat aku terbangun aku sudah berada di rumah dan aku sangat kaget melihat orang tuaku dan para sahabatku yang khawatir melihatku berteriak histeris seakan akan melihat hantu, ayahku langsung memelukku dan menenangkanku, sementara ibuku hanya bisa menangis menyaksikan aku yang tampak seperti orang yang kerasukan.
"Tenanglah nak, ada apa denganmu ?." tanya ayah yang masih memelukku.
Aku tak menjawab dan masih berteriak histeris.
"Pergilah jangan ganggu aku lagi, aku mohon."ucapku menyuruh para sahabatku pergi.
Dan akhirnya mereka meninggalkanku sendirian yang sudah disuntik obat penenang oleh dokter yang dipanggil ayahku.
Keesokan harinya di siang hari aku terbangun karena merasa lapar, aku beranjak dari kasurku menuju dapur untuk mencari makanan yang bisa dimakan, ibuku langsung memelukku karena ia khawatir padaku, dan ia langsung menyiapkan makanan untukku.
"Ibu aku melihat teman-temanku dikamar malam tadi," ibuku mengangguk.
"Mereka yang membawamu pulang nak, karena kamu tak sadarkan diri."jawab ibuku.
Aku sangat bingung saat itu, aku menyuruh ibuku untuk memanggil ayah agar ayahku dapat memanggil para sahabatku untuk datang ke rumah.
Aku melihat satu persatu wajah para sahabatku dan merasa sangat tidak percaya akan hal ini, mereka tepat berada di depanku, kepalaku mulai pusing aku mengingat betul mereka yang sudah bersimbah darah menghantuiku.
Namun, setelah pertemuan itu aku sangat tak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh para sahabatku, aku hanya dapat terdiam bingung, bagaimana tidak ternyata aku lah yang meneteskan darah dalam permainan bukan Leo, dan aku juga yang pergi ke kuburan saat itu bukan Leo dan akulah yang ternyata yang memanggil arwah tersebut akulah yang menghadapi situasi itu sendirian, akulah yang memainkan permainan itu sendirian tanpa para sahabatku, Dan ini adalah halloween yang sangat menyeramkan bagiku.
Bagaimana tidak ternyata dari awal akulah yang sendirian, akulah yang berimajinasi, akulah yang menghadirkan cerita, akulah yang menciptakan permainan tersebut dan aku memainkannya sendirian dalam imajinasi gilaku.
Pertanyaannya, siapa kakek yang hadir dalam imajinasi ku ?
Entahlah sebab itu akan tetap menjadi misteri, karena yang aku tahu aku tak pernah menciptakan karakter kakek misterius tersebut.
Tamat.
Cerpen karangan : iitarnt
Kategori Cerpen : Horor