Nama ku Cryetha Ania seorang gadis remaja berusia delapan belas tahun, banyak orang mengatakan aku masih anak kecil berusia delapan tahun, sikap ku yang manja, wajah ku yang polos dan suaraku terdengar kecil.
seperti itu yang dikatakan banyak orang tentang diriku, aku mempunyai teman halusinasi, aku beri nama Helina, dia anak kecil berusia sekitar lima tahun an, wajah nya cantik dan juga menggemaskan, rambutnya hitam pendek
setiap kali aku sedih aku selalu bercerita dengan dirinya meskipun itu tidak nyata
seringkali juga aku mengkhayal dan berhalusinasi dengan dia, saat aku merasa teman halusinasi Helina pergi ntah kemana
aku dikelilingi rasa takut, pikiran ku kemana-mana seperti khawatir akan masa depan, karir, bahkan jodoh.
begitupun dengan keadaan ekonomi keluarga ku
ayah menjual motor nya untuk melunasi hutang dan bukan hanya itu disetiap malam mimpi ku sangat aneh, aku bermimpi seakan aku menjadi anak berusia delapan tahun dan kembali dimasa lalu, anehnya saat itu aku menjadi anak SMP.
aku bertemu dengan seorang cowo yang pernah suka pada ku waktu SMP dulu
dimimpi itu dia mencoba mendekat padaku tapi tiba-tiba aku terbangun, mimpi itu pun berakhir disana.
di ke'esokan hari nya aku mimpi bertemu dengannya lagi kali ini aku yang mendekat ke dia namun saat aku berjalan mendekati dia menjauh, aku hanya bisa melihat wajahnya, semakin aku berjalan mendekati nya dia semakin jauh, saat aku berhenti melangkah dia diam disana.
di hari-hari selanjutnya aku mimpi tetangga yang tiada dengan cara yang tragis bahkan aku tidak sanggup untuk menceritakan nya.
dan sekarang sejak saat itu aku takut sekali tidur, aku selalu menahan rasa ngantuk ku agar aku tidak tidur. Kenapa? tentu saja agar aku tidak mimpi, aku takut mimpi buruk lagi.
jika aku tidak bermimpi cowo yang pernah suka pada ku pasti aku bermimpi tentangga ku tiada dan begitupun sebaliknya jika aku tidak bermimpi tentangga tiada aku bermimpi cowo yang pernah suka pada ku tapi aku tidak pernah berhadapan dengan nya di dunia mimpi maupun nyata.
aku akhir-akhir ini merasa ketakutan, dada ku terasa berdenyut, pikiran ku hanya takut akan mimpi itu lagi dan lagi dan masalah yang sedang berputar-putar ini.
apakah yang aku lakukan jika saat ini aku hanya bisa berdiam diri dalam kamar tanpa melakukan apa-apa?
saat aku mencoba memanggil teman halusinasi ku lagi aku hanya bisa melihat dirinya tapi saat aku mencoba untuk bercerita susah sekali.
dan akhirnya aku bercerita pada diriku sendiri, aku memejamkan mataku, aku membayangkan sosok gadis kecil mungil. Dia adalah aku waktu kecil
aku mulai berhalusinasi lagi membayangkan wajahnya mencoba berbicara padanya
aku duduk dihadapanya sambil memenggang pundak diriku yang masih kecil itu
"Kenapa kamu menjadi takut saat dewasa? Apa yang akan kamu lakukan jika rasa takut selalu menghantuimu? dengar ya! aku tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengatakan hidup mu akan terasa menyedikan saat kamu berusia delapan belas tahun, harapan apa yang kamu mau? apa kamu tau rasanya hidup menjadi aku?" Pekik ku pada diriku saat kecil.
Aku masih memejamkan mata ku sambil berhalu membayangkan itu, ketika dia menangis aku mendorongnya sembari membentak diriku sendiri yang masih sangat polos itu "Dasar cenggeng, apa karena ini saat kau besar, kamu jadi sering takut?"
dalam halusinasi aku kecil mengatakan pada diriku "Aku takut dengan teman-teman ku, mereka tidak mengajak ku bermain."
aku mengelus rambut nya lembut karena aku masih mengingat masa lalu ku dimana aku memang benar-benar tidak mempunyai seorang teman pada saat itu. Kemudian aku memeluknya sembari berkata "Jangan takut! ketakutan tidak bisa membuat mu bahagia."
dan dalam sekejam aku membuka mataku, halusinasi ku berbicara pada diriku waktu kecil telah selesai.
sejak saat itu aku sampai saat in, disini masih sendiri dengan ketakutan ku
Helina dia datang lagi padaku tanpa aku panggil, aku sering membayangkan dia bermain burung-burung kecil yang terbang disekitar halaman belakang rumah ku.
aku tidak pernah bermain dengannya seperti menghayal berlari-lari kesana kesini
aku membuat teman halusinasi Helina untuk menemani kesendirian ku, dan agar aku bisa bercerita dengannya meskipun itu tidak nyata.
tentang mimpi dan tidur ku, aku sudah mencoba untuk tidak tidur tapi mata ku tidak bisa menahan terlalu lama.
jika kamu tau teman halusinasi ku juga bisa berbicara, dia mengatakan padaku "Kamu jangan sedih, kita semua sama, coba kamu keluar. lupakan aku sebentar saja kalau bisa selamanya. Aku lahir dari imajinasi mu."
aku mencoba memahami apa yang dikatakan teman halusinasi ku, mungkin itu memang benar aku bertemu dengannya hanyalah imajinasi.
dan bagaimana dengan rasa takut ku?
dari sana aku mencoba untuk keluar rumah, aku menarik nafas panjang sambil merasakan udara segar disekitar rumah, aku berencana jalan-jalan kaki disekitar perumahan ditemani Helina.
aku melihat kanan kiri, aku berjalan tidak terlalu jauh karena aku merasa takut, sejak mimpi itu juga aku merasa ada sesuatu yang mengikuti tapi itu bukan Helina bahkan saat aku melihat sesuatu ntah itu barang ataupun lingkungan sekitar aku terkejut rasanya seperti ada yang habis mengintip dan memperhatikan ku.
setelah sekitar tiga puluh menit aku berjalan-jalan bersama Helina, aku kembali ke rumah, sebelum mengijakkan kaki ku masuk rumah aku menyaksikan pemandangan senja di sore hari.
"Wah, Helina kamu juga lihat kan? Ini sangat indah." Kataku menatap senja penuh keceriaan.
setelah aku rasa sudah cukup aku melangkah kaki masuk rumah dan kembali ke kamar
aku mulai mandi kemudian makeup meskipun tak banyak alat makeup hanya serum, skincare dan lipstik.
setelah itu aku menyisir rambut ku, aku menatap cermin melihat diriku sendiri "Ternyata aku cantik ya."
Helina menyahut seruan ku "Kamu kan memang cantik tata."
Helina memanggil ku tata, aku tertawa kecil sendiri tapi didalam halusinasi ku aku merasakan jika Helina pun ikut tertawa.
Jam menunjukkan pukul 01:00 aku belum juga tidur sebab takut mimpi buruk lagi.
aku bertanya pada Helina "Kamu kemarin kemana saja? semenjak kamu pergi, aku mulai ketakutan."
aku tidak mendengar jawaban Helina bahkan hatiku ataupun imajinasi ku sendiri tidak bisa menjawabnya.
setelah melamun dengan tatapan kosong dimalam panjang aku tertidur pulas pada saat pagi aku terbangun. Aku mengingat beberapa mimpi waktu aku tertidur semalam
dalam mimpi aku bersama-sama dengan banyak orang dengan teman ku juga, aku terlihat bahagia dan ceria disana, meskipun banyak pikiran aku tetap merasa sangat senang karena disekitar ku banyak yang mendukung dan menyayangiku.
pagi ini aku senang akhirnya aku tidak mimpi buruk lagi, aku bergegas mandi kemudian ke dapur mengambil roti bakar dan susu hangat yang sudah di siapkan ibu kemudian aku pergi ke depan rumah melihat ayah ku sedang menyiapkan gerobak untuk mulai jualan mie ayam.
aku teringat Helina, aku pergi ke halaman belakang rumah. Aku menghayal melihat dia bermain dengan burung-burung kecil.
aku tersenyum melihatnya sambil menikmati roti bakar dan susu hangat buatan ibu.
Hari-hari berlalu aku tidak merasa takut lagi semenjak aku sering menikmati udara segar diluar rumah, ya meskipun terkadang masih merasa takut itu sudah menjadi hal biasa.
Dari sini aku mengerti: Yang membuat diriku takut bukanlah semecam hal gaib ataupun semacamnya
takut berasal dari diri kita sendiri bagaimana kita menyikapi ketakutan.
Jika aku terus berdiam diri tidak bisa melawan rasa trauma, masalah, mimpi buruk, hal gaib tak lainnya maka ketakutan itu akan menghantui ku.
mempunyai teman khayalan itu wajar saja, ketakutan itu bukan berasal dari teman khayalan tapi diri kita sendiri.
aku terus melangkah melawan rasa takut ku bersama teman khayalan ku menuju sebuah kemenangan. Itulah yang harus aku raih saat ini.
aku akan melupakan Helina kapanpun aku mau meski itu terasa berat.
tentang cowo dalam mimpi ku, aku sampai saat ini belum bertemu dengannya bahkan aku tidak tau apakah bisa aku bertemu dengannya, aku rasa itu sangat mustahil karena jarak kita terlalu jauh dan terakhir kabar yang aku tau tentang dia, dia sudah mengatakan cinta pada seorang cewe yang lebih cantik dia daripada aku.
mimpi tentangga ku yang tiada itu bukanlah apa-apa, aku ingat nenek ku pernah berkata padaku waktu aku kecil dulu "Kalau tidur jangan terlalu larut malam apalagi sampai siang baru bangun, agar kamu tidak mimpi buruk, jangan lupa berdoa juga sebelum tidur yaa!"
jadi apapun itu mimpi itu hanyalah bunga tidur.
dan satu hal lagi ketakutan akan membuat mu lemah.
Sesungguhnya jangan pernah takut kepada siapapun selain kepadaNYA sang pencipta langit dan bumi.
TAMAT.
اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Terjemahan
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.
Al Imran ayat 175
follow Ig ku yaa: @novicahyanti._ (Nv.🌻)
Terimakasih.