Mungkin bagi orang lain Halloween sangat menyenangkan tapi berbeda untuk Jessie,bagi Jessie Halloween adalah sebuah acara yang membosankan.
Besok adalah hari Halloween teman-teman Jessie Isabella dan Rona mengajak Jessie untuk membuat kostum tapi Jessie menolak.
"Jessie ayo kita membuat kostum untuk Halloween besok" ajak Isabella
"tidak! aku tidak suka Halloween!" jawab Jessie dengan nada tinggi
"kenapa kamu tidak menyukainya?, hampir setiap tahun kamu menolak merayakan Halloween bersama kita,Please kali ini saja" tambah Rona dengan nada agak sedikit memohon
"tidak! aku tidak akan ikut acara yang membosankan seperti Halloween" ucap Jessie sambil meninggalkan Isabella dan Rona
"Jessie !! " teriak Rona
"Halloween sangat menyenangkan! kamu pasti akan merasakannya!" teriak Rona lagi
"aku tak mau merasakannya! kalian saja" jawab Jessie melambaikan tangan sambil berjalan dari kejauhan
"kamu pasti akan merasakan keajaiban Halloween! "teriak Rona geram
"sudahlah lebih baik kita menyiapkan kostum untuk besok"ucap Isabella menenangkan Rona yang ngos-ngosan berteriak
Tiba-tiba terdengar bunyi barang jatuh Brukkkk....
Rona dan Isabella saling tatap,mengingat hari hampir gelap dan pasti seluruh siswa dan guru sudah pulang sedangkan mereka berdua masih mengobrol di lorong sekolah yang sangat sepi.
"Ron?" ucap Isabella menyerngit agak takut
"Lari !" jawab Rona langsung berlari meninggalkan Isabella
"Hihihi..." terdengar bunyi tawa kecil yang entah dari mana namun terdengar jelas
"Rona! tunggu jangan tinggalkan aku! "teriak Isabella ikut berlari mengejar Rona
____
Hari Ini Halloween ! tentunya adalah hari libur.
Jessie terbangun dari tidurnya merapikan tempat tidurnya. Mamahnya Jessie mengetuk pintu kamar Jessie.
"Jessie bangun,sarapan sudah siap" ucap mamah Jessie sambil mengetuk pintu dengan pelan
Jessie membuka pintu
"Aaaaaaaaaa.. "Jessie menjerit melihat mamahnya berpakaian aneh
"Selamat Halloween Arggghh.." ucap mamah Jessie sambil memeragakan karakter Hulk karena mamah Jessie menggunakan kostum Hulk dengan muka di cat berwarna hijau
"Astaga, mamah" Ucap Jessie yang masih memegang dadanya
"bagaimana kostum mamah? baguskan?" ucap mamah Jessie meminta penilaian pada Jessie tentang kostumnya.
"lumayan, apalagi kalau mamah tidak memakai baju akan lebih mirip dengan Hulk yang aslinya" ucap Jessie dengan nada datar
"kalau mamah tak pakai baju nanti mamah diomelin sama ironman dong" ucap mamah Jessie sambil tersenyum
"Haloo ! " ucap papah yang tiba-tiba muncul dari pintu
"gimana? papah keren kan pake kostum Ironman?" tambah papah Jessie lagi
"Astaga kalian ini, Halloween kostumnya harus menakutkan bukan kaya kalian Hulk dan Ironman kalian seperti sedang bermain Cosplay" ucap Jessie langsung menutup pintu
"wait, Jessie jangan bilang tahun ini kamu tidak ikut merayakan Halloween lagi?" tanya mamah Jessie dari balik pintu
"Jessie mau dikamar saja mengunci pintu mendengarkan musik dan tidur" balas Jessie kembali menyelimuti tubuhnya di tempat tidurnya yang baru dibereskan
____
Waktu cepat berlalu tak terasa hari hampir malam, seharian ini Jessie seperti tahun-tahun sebelumnya tidak pergi kemanapun dan tetap di kamarnya.
Hari menjelang malam biasanya orang-orang di daerah rumah Jessie sudah berkumpul di gedung desa yang berada di ujung jalan untuk merayakan Halloween,tapi anehnya hari ini tiba-tiba saja listrik padam.
Jessie terdiam sejenak dan menghela nafasnya, tidak seperti biasa listrik padam. Jessie mencari senter dan berjalan pelan-pelan menuruni tangga untuk menyalakan saklar listrik sambil berteriak mah.. pah... berulang-ulang hanya untuk membuat dirinya tenang, Jessie membuka pintu rumahnya untuk menyalakan saklar yang ada di samping rumah terlihat sangat petang dan gelap ternyata seluruh listri rumah padam, namun saat Jessie beranjak kembali masuk kerumah Jessie dikagetkan dengan dua sosok yang sangat menyeramkan menarik tangannya, Jessie memberontak mencoba sebisa mungkin melawan dua sosok itu untuk masuk ke rumah.
"Isabella! Rona! itu pasti kalian! cepat lepaskan aku! ini tidaklah lucu!" teriak Jessie sambil memberontak lagi,namun dua sosok ini sangatlah kuat Jessie sampai kelelahan untuk memberontak.
"Isabella! Rona! cepat lepaskan aku! kalian sangat hebat dengan memakai kostum yang sangat menakutkan seperti itu tapi aku tidak takut" teriak Jessie
"Diam ! " suara salah satu sosok yang memegang Jessie dengan erat matanya menyala merah dengan suara menggelar sangat menyeramkan
"Heh! kamu pasti Rona kan? atau Isabel? aktingmu sangat bagus bisa berbicara dengan nada yang sangat menakutkan" ucap Jessie enteng tak takut
"Diamlah anak manis" ucap salah satu sosok lagi dengan nada melengking dan terasa sakit ditelinga Jessie merasakan tubuhnya sangat berlendir
"kau ini sangat basah ! apa ini air liurmu? sangatlah bau ! kamu habis makan jengkol ! "teriak Jessie lagi
Dua sosok monster itu menyeret Jessie di tengah kegelapan malam Halloween yang perlahan diselimuti rintikan hujan terasa sangat mencekam namun Jessie hanya terdiam tersenyum dirinya di bawa oleh dua sosok monster ini yang dianggapnya Rona dan Isabella sahabatnya.
Jessie diikat tangan dan kakiknya namun dia malah cekikikan dan tertawa.
"tangan dan kaki diikat nggak sekalian leher ? bukannya lebih bagus jika lehernya sekalian? hahaha" ucap Jessie tertawa
"Diam !! " ucap sosok yang berlendir dan bau.
Jessie tertidur tak merasa waspada sekalipun
"aku tidur dulu, entah kalian mau ajak aku kemana yang pasti setelah itu kalian harus membangunkan ku" ucap Jessie,Jessie punya kelebihan diatas rata-rata manusia biasa yaitu tidur sambil berjalan, kelebihannya inilah yang sering membuat orang tua Jessie panik sehingga setiap kali Jessie tidur Mamah Jessie selalu memastikan jendela dan pintu terkunci rapat.
____
Beberapa lama kemudian Jessie terbangun dia terbelalak melihat banyak gadis seumurannya diikat tangan dan kakinya seperti dirinya.
"ini pasti penculikan yang ramai diberitakan orang orang,aku harus cepat mencari akal untuk keluar dari sini" ucap Jessie lirih
"Rona ! Isabel ! "teriak Jessie kaget melihat kedua sahabatnya yang berada di tengah-tengah namun mereka berdua ditutup mulutnya dengan sehelai kain.
"hei anak manis" ucap seseorang berkostum Joker pada Jessie
Jessie terdiam otaknya terasa berhenti kaku,mencoba berfikir untuk kabur.
"hahaha, jawab aku anak manis" ucap Joker lagi
"tunggu, hari ini hari Halloween kan? " tanya Jessie pada sosok Joker yang sepertinya adalah bos dari monster yang membawanya kesini tadi
"beeennnnntul anak manis maju mundur cantik cantik hihihi" jawab Joker berjalan maju dan mundur sambil memegang tongkat berwarna ungu yang di pegangnya.
"kenapa kau memakai kostum Joker? apakah kau mau casting film atau kamu akan menjadi badut acara anak-anak" tanya Jessie dengan penuh keberanian
"hahahaha... anak pintar" ucap Joker tertawa
"aku Joker seseorang yang harus bahagia didepan orang lain namun dalam hatiku aku sangat ingin menangis" ucap Joker
"aku kasihan padamu Joker, apa tidak ada seorangpun yang bisa mengerti hatimu dan keinginamu? tapi aku bangga padamu kamu masih bisa tersenyum dihadapan orang lain ! kamu begitu tegar kamu sangatlah istimewa " ucap Jessie bersikap pura-pura menyanjung Joker.
Jessie tidak kehilangan akalnya tanpa Sepengetahuan dua monster tadi Jessie agak mendengarkan pembicaraan mereka sewaktu tidur bahwa bos mereka harus selalu disanjung agar tidak marah dan bersikap kejam.
Sang Joker terdiam, Jessie menatap Joker berharap Joker terbujuk dengan kata-katanya.
"terima kasih" ucap Joker sambil menunduk
"selama aku hidup kamu orang pertama yang mengucapkan bahwa aku istimewa" tambah Joker lagi
Jessie menghela nafas, tersenyum pada Joker.
"Joker," panggil Jessie perlahan
"Aku pengen kencing" ucap Jessie
Tanpa pikir panjang Joker langsung melepaskan Jessie, dalam hati Jessie ternyata semudah ini melarikan diri.
Sesampainya di Kamar mandi yang benar-benar membuat Jessie kaget, mana ada kamar mandi sebagus ini di gubuk kumuh dan kotor seperti ini.
"Gilaa! " kaget Jessie melihat kamar mandi dengan bath tub yang sangat bersih
Jessie menatap dua sosok monster yang ada dibelakang untuk menjaganya.
"ini" tanya Jessie kaget penuh tanya
"bos kami sangat suka mandi di tempat yang bersih di bath tub dan mainan bebek kecil didalamnya bahkan dia punya 200 biji " jawab monster mata merah namun nadanya sudah tidak menakutkan lagi
"bukan 200 tepatnya 199, karena waktu itu hilang satu di ambil tikus" tambah si monster lendir yang bau
Tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu terjatuh monster lendir bau pun langsung mengecek yang terjadi namun dari belakang seseorang memukul monster mata merah dengan kayu hingga tergeletak.
Jessie terdiam baru keluar dari kamar mandi namun melihat si mata merah sudah tergeletak, Jessie langsung memanggil si lendir bau dan seseorang pun memukul lendir bau dari belakang hingga keduanya pingsan.
"ikat dengan tali ini " ucap anak laki-laki seumuran Jessie berpakaian layaknya vampire hallown namun mengenakan topeng melemparkan tali pada Jessie dengan cepat Jessie mengikat si mata merah dan lendir bau dengan sangat erat dan memasukannya ke dalam kamar mandi yang sudah Jessie kunci
"siapa kamu? "tanya Jessie pada anak laki-laki seumurannya itu
"panggil saja aku mawar" jawab anak laki-laki itu
"hah? " ucap Jessie
"begini, kita harus cepat lari dari sini dan melaporkan ini kepada polis" ucap anak laki-laki itu
"tapi mawar, ah sungguh namamu begitu aneh" ucap Jessie
"kamu tidak perlu tahu siapa aku, panggil saja aku mawar" ucap anak laki-laki yang mengatakan bahwa dirinya bernama mawar
"itu bukan ide yang bagus, bagaimana kalau kita menangkap Joker " ucap Jessie
"itu terlalu beresiko! kamu tidak tahu dia sepeti apa" jawab mawar
"lalu kenapa kamu tidak memanggil polisi jika sudah tahu para gadis diculik" tanya Jessie
"aku sudah pernah melaporkannya namun mereka tidak percaya perkataan ku" jawab mawar
"tenang, aku punya cara ! intinya kamu harus ikuti rencanku dan rencana ini pasti berhasil" ucap Jessie dengan penuh keyakinan
Jessie pun langsung memberitahukan Mawar rencananya,Mawar pun langsung memahami dan melaksanakan tugas sesuai yang direncanakan.
"Are you ready" ucap Jessie
"Ready" jawab Mawar
Terdengar dari dalam ruangan Joker memanggil Jessie juga si mata merah dan si lendir bau,Jessie muncul dengan keadaan seperti tidak terjadi apa-apa dan mengatakan kalau si mata merah dan bau lendir itu pergi entah kemana.
Jokerpun marah-marah,Jessie pun mengatakan bahwa si mata merah dan si lendir bau pergi karena Joker sangat bau. Joker kembali meledakan amarahnya sesuai rencana Jessie, Jessie menawarkan Joker untuk mandi agar dia tak bau lagi Joker pun langsung menuruti kata-kata Jessie. Melihat Joker telah keluar Jessie dengan cepat membuka ikatan para gadis dan juga sumpelan mulut mereka,kini tinggal mawar yang beraksi dari belakang dia memukul Joker namun Joker tak lengah Joker mencoba melawan dan terus melawan perkelahian pun terjadi diantara mereka sampai akhirnya mawar tergeletak lemas.
"kamu tidak akan bisa membun " Joker jatuh pingsan tak menyelesaikan ucapnnya
"Mawar" ucap Jessie yang tiba-tiba datang melihat mawar tergeletak bersama Joker di tanah,topeng yang menyelimuti wajah mawar terbuka dilihat oleh Jessie anak laki-laki yang sangat tampan Jessie hanya bisa terdiam melihatnya dan menutup kembali topeng ke wajah Mawar.Joker kemudian diikat dan dimasukan ke kamar mandi bersama dua anak buahnya si mata merah dan lendir bau. Beberapa lama kemudian Polisi pun datang menangkap Joker dan dua anak buahnya itu,semua gadis pun diperbolehkan untuk pulang sedangkan Jessie masih menunggu Mawar bangun.
"Kau " ucap Mawar beranjak bangun
"Bagaimana keadaanmu? semua gadis yang diculik sudah diselamatkan kita menang" ucap Jessie sambil tersenyum
"benarkah? itu semua berkat rencanamu" ucap Mawar
"bukan rencanaku,tapi rencana kita" jawab Jessie tersenyum lagi
Mawar bangun dan berdiri Jessie pun ikut berdiri mereka berdua berjalan sambil bercerita
"sejak kapan kamu tahu tentang penculikan itu?"tanya Jessie pada Mawar
"Sudah lama,tapi aku belum bisa membuktikannya dan tak ada satupun yang percaya padaku" jawab Mawar
"Sudahlah yang pasti mereka sudah tertangkap oleh polisi" ucap Jessie dengan nada gembira
"iya,bagaimana perasaanmu malam ini" tanya Mawar
"perasaanku malam ini nggak seperti malam biasanya aku benar-benar bisa merasakan malam Halloween yang sebenarnya dan juga mengerti apa yang telah dirasakan Joker " jawab Jessie agak terharu
"orang seperti Joker memang perlu dikasihani tapi sayangnya cara yang ia gunakan itu salah, dia menculik para gadis hanya untuk dijadikan sebagai bahan tertawaan dia" ucap Mawar menjelaskan
"maksudmu bahan tawaan?" tanya Jessie yang semakin penasaran dengan Joker
"dia sangat terobsesi dengan cerita putri tidur dan penyihir dia akan membawa gadis-gadis yang telah diculiknya ke tempat bersel seperti penjara lalu dia akan meminta mereka untuk makan apel yang telah diberi racun kemudian mereka diawetkan dan di jual keluar negri" jelas mawar panjang lebar
"Trick or Treat?" ucap Mawar
"You haha" jawab Jessie tersenyum dan tertawa terbahak-bahak
Mawar yang berpakaian kostum vampir bertopeng dan Jessie yang masih mengenakan pakaian tidurnya berjalan di malam Halloween yang mencekam dan menakutkan bagi orang lain tapi bukan untuk mereka.
"ini rumahku" ucap Jessie pada mawar menghentikan langkahnya,mawar mundur perlahan disamping Jessie membuka topengnya dan mengecup kening Jessie
"Selamat malam,selamat Halloween aku menunggumu di Halloween berikutnya" ucap Mawar sambil bergegas menutup topengnya kembali dan berjalan dengan cepat
"Siapa nama aslimu ! "teriak Jessie
"Panggil saja aku Mawar" teriak mawar dari kejauhan
Pipi Jessie pun merona hatinya meledak-ledak,ini pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu oleh seorang lelaki. Jessie pun menari-nari kesenangan di tengah malam dan menyanyi-nyanyi.
"Halloweeenn... hallowenku bersama denganmu mawarkuuuu.. aku akan menunggumu mawarku oh sayangku laaaaa" nyanyi Jessie sambil menari-nari tak sadar mamah dan papah ya sedang memperhatikannya di pintu yang sudah terbuka.
"eh mamah papah" ucap Jessie langsung menghentikan tarian dan nyanyiannya itu
"apa yang telah terjadi kenapa kamu bisa di depan rumah dan menari juga menyanyi seperti itu bukannya kamu berkata ingin dikamar tidur saja" ucap mamah panjang
"engga" jawab Jessie singkat masuk ke dalam rumah
"Jess " panggil papah Jessie namun Jessie tak menghiraukannya
Jessie membuka pintu kamarnya dan berteriak "HALLOWEN AKU AKAN MENUNGGU MU ! YOU AND HALLOWEN ADALAH HAL TERINDAH UNTUKKU MALAM INI"