Sinar mulai melewati jendela kaca Transparan. Nyanyian merdu mulai terdengar di penjuru kota. Hiruk pikuk para rakyat mulai terdengar riang. Kerajaan berlapis emas menampakkan diri dengan bunga bunga di penjuru kota.
Indah?
Justru sebaliknya. Ini adalah hal yang menyedihkan bagi para anggota istana. Dua orang anak berusaha meloloskan diri mereka dari jeratan tali salah seorang penjahat. Aku sebagai seorang kakak ingin membebaskan mereka. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Tubuhku kaku.
" BERANI BERANINYA KAU !! LEPASKAN ADIKKU !! " Aku berteriak pada orang orang itu. Aku tidak ingin melampiaskan emosiku di depan ibu dan ayahku. Akan tetapi aku tidak bisa menahan emosiku sekarang.
" HUWEEEE... NARE JANGAN DIBAWA HUWEEEE.. " Kudengar perlahan tangisan adik terakhirku. Nare Dyenmonus. Manik hijaunya terlihat bergelimang penuh dengan air mata. Rambut hitamnya terkena oleh air matanya.
" Ma-Mau apakan kami HAH !! " Teriak Kaze Dyenmonus. Adik kedua ku. Rambut pirang dengan mata Hijau.
" NARE !! KAZE !! " Teriak ibu dan ayahku
" A - Nare jangan ttinggalin Olivia Abang Kaze juga.. hiks. " Tangis gadis bermata hijau berambut pirang khas keturunan ayah. Adik keempat ku Olivia Dyenmonus.
" pangeran Kaze!! Pangeran Nare!! Jangan pergi dari kami !! " Teriak seorang pemuda cantik bermata emas. Pengawal pribadi ayahku. Elkan Sheraton.
" Mize takut bang -- huweeee " Tangis Mize sambil memelukku. Aku memeluknya balik. Mize Dyenmonus adalah adik ketiga ku. Matanya berwarna biru dengan rambut pirang.
Begitupun dengan adik adikku yang lain. aku memeluk mereka dengan kehangatan yang ku bisa.
" Apa yang kau inginkan dari ayahku !" Teriak Kaze sambil membulatkan mata hijaunya. kilatan cahaya hijau berada disekitar matanya.
" Hahahaha.. apa kau ingin tahu yang mulia? aku hanya ingin cincin Dimensi itu berada di tanganku. "
" Kurang ajar kau!! " Gumamku
Bagaimana tidak. Aku tahu cincin itu bukan sembarang cincin biasa. Dengan cincin itu bisa membuat semua penjahat menguasai dunia yang penuh sihir ini. Dan satu lagi, cincin itu bisa membawa kalian keluar dimensi menuju dimensi yang mereka inginkan.
# Wahai cincin ajaib.. kirimkan kami menuju dunia isekai dengan penampilan over power 🗿 #
Hening
Benar benar hening sekali. Tiada suara yang menyanggupi. Sendu mulai terdengar sayu dari seorang anak seumuran ku.
" Bawa kami pergi.. " Ucap Kaze lemas.
" Lagipula, kami tidak tau apa yang harus kami lakukan disini. Kami tidak berguna berada disini. " Lanjutnya sambil menintikkan air matanya.
" Betul kata kak Kaze. Kami terlalu lemah menjadi bagian dari Kerajaan. lawan pengawal pun tak menang. " Ucap Nare putus asa.
Aku tahu.
Diantara kami semua, merekalah yang terlemah. Tapi tolong jangan ucapkan kata kata itu. Kalian berdua masih dibutuhkan disini.
" KALIAN !!! BALIKKAN UCAPAN KALIAN !! " Teriakku sedikit marah. Tapi aku merasa sedih saat membentak mereka.
" Mana boleh kak Hiran !! KALAU CINCIN ITU KENA AMBIL !! TAK HANYA KERAJAAN NI YANG TERLIBAT !! DUNIA PUN DALAM BAHAYA TAU !! " Teriak kaze marah. Mata hijaunya berkaca kaca dengan setetes air mata di pelipis matanya mulai jatuh mengenai pipinya.
Aku terdiam seketika. Mendengarnya, entah mengapa membuatku tersentak. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa yang harus kulakukan untuk membebaskan mereka dari penjahat itu? Mereka memang yang terlemah diantara kami berlima.
Aku tau hal itu..
Tapi..
Jangan pernah katakan kalau kalian tak berguna..
Kumohon Nare.. Kaze..
kami membutuhkan kalian berdua disini..
kembalilah..