Ayu seperti namanya wajahnya juga begitu ayu . dia gadis yang murah senyum sangking murahnya senyumanya itu , dia juga memberi senyuman saat melihatku . biasanya orang orang enggan untuk melihatku jangankan tersenyum dan melihatku meliriku saja takut .
Bukan tanpa sebab orang orang lebih memilih menghindariku , mereka terlalu berlebihan mengartikan penampilanku . aku bukan preman aku punya usaha sendiri tapi memang ku akui tubuhku bertato aku memakai tindik dan rambutku panjang . penampilanku memang mirip preman pasar .
Dia selalu tersenyum dan menyapaku saat berpapasan denganku . dan senyumnya itu mampu membuatku mabuk sampai siang dan malam hanya ada dia di hati dan pikiranku .
Awalnya aku ragu untuk mulai mendekatinya , aku sadar diri aku yang seperti preman pasar ini mana pantas mendapatkan gadis cantik anak pak yai . ibarat kata aku ini iblis dan dia itu bidadari .
Tapi semakin lama aku makin terbayang wajahnya . akhirnya aku putuskan untuk nekad mendekatinya . masa bodo dengan akhir yang akan kudapat . walau pun nantinya ditolak setidaknya aku sudah mencoba . dari pada aku gila karna setiap hari merindukanya .
Keesokan harinya aku tidak lagi menghindarinya . aku berinisiatif untuk terlebih dulu menyapanya .
Baru pulang yu ...? tanyaku saat dia lewat di depan cafe ku .
Iya bang ...
Mau pulang bareng abang nggak ? tawarku
Tidak bang terimakasih . ujar ayu
Kenapa takut abang culiknya . candaku
Abang ini bisa aja , ayu mau mampir ke toko buku dulu bang ada tugas dari dosen . ujar ayu dengan senyum manisnya
Ya udah abang antar saja , dari pada naik taxi mahal mending abang antar . ujarku
Tapi ayu udah janjian sama temen temen ayu . ujar ayu
Janjian dimana? tanyaku
Di kafe abang . ujar ayu
Terus kenapa masih berdiri di sini , ayo masuk abang bikinin minuman yang enak buat kamu . kali ini sepesial abang sendiri yang buatkan . ujarku
Wah mantap tuh , tapi nanti harganya jangan di mahalin yah bang . nanti ayu nggak sanggup bayar . canda ayu
Untuk bidadari abang cukup pake senyum aja bayarnya . ujar ku
Sembari menunggu teman temanya datang kamipun mengobrol . ternyata dia mudah akrab dan asik di ajak ngobrol .
Biasanya gadis seperti dia sangat pemilih dalam berteman . tapi beda dengan ayu dia tidak pernah segan untuk menyapa ku yang urakan ini .
Tidak lama kami mengobrol teman teman ayu datang .
Kamu berteman dengan arya yu... . ujar laki laki yang datang bersama teman ayu
Abang kenal bang arya . ujar ayu
Kita dulu satu smp . ujarku
Oh ya bang mereka temen temenku itu dian dan yang agak tinggi namanya maya . ujar ayu
Arya . ujarku dan mereka hanya tersenyum kepadaku . sedangkan anton sepertinya dia agak kesal melihatku dengan ayu .
Abang jadi ikut ? tsnya ayu padaku
Memangnya boleh abang ikut ? tanyaku
Emang ada ysng ngelarang , tadi katanya mau ngantar ayu pulang udah lupa yaa . ujar ayu
Abang ngga lupa tapi abang takut ganggu kalian . ujar ku
Nggak ada yang ke ganggu kan gais . ujar ayu
Ikut aja bang kita nggak masalah kok . ujar dian
Tapi mobilnya terlalu penuh jika dia ikut . ujar angga
Bang arya bawa mobil sendiri kok , lagian rumah kami juga searah jadi nanti pulangnya ayu ikut bang arya aja . ujar ayu
Kami akhirnya berangkat menuju toko buku . sku semobil bersama ayu dan maya . sedangkan angga bersama dian dia terlihat sangat kesal ketika keluar dari kafe .
Ternya teman ayu juga tidak memandang penampilanku . tanpa rasa canggung kami mengobrol . dari situ aku tau kalo ternyata dian suka dengan angga tapi angga suka ke ayu .
sesampainya di toko buku ayu dan teman temanya langsung mencari buku yang mereka butuhkan . sedangkan aku membaca sebuah novel cinta sembari menunggu mereka . tiba tiba angga menghampiriku , dan mengambil novel yang sedang ku baca .
orang berhati Iblis sepertimu tidak cocok berteman dengan ayu yang berhati malaikat. ujar angga
Lalu siapa yang cocok untuk ayu . ujar ku sambil merebut kembali novel yang tadi di ambil angga
Tentu saja orang yang pantas untuknya adalah orang yang alim dan ahli ibadah , tidak seperti dirimu yang urakan kaya preman . ujar angga
Maksudmu orang itu kamu , apa kamu tidak berkaca . ujarku
Setidaknya aku lebih pantas buat ayu dari pada orang yang berhati iblis sepertimu . ujar angga
Bukankan orang yang berhati iblis lebih membutuhkan orang yang berhati malaikat , untuk membanya kembali ke arah yang benar . lebih baik kamu urus pacar pacarmu itu dari pada sibuk menceramahiku . ujar ku dan meninggalkan anton
.....
Hari hari berikutnya kami semakin dekat . berdekatan dengan ayu membuatku semakin rajin beribadah . ternyata benar apa kata orang tua dulu . jika kita berteman dengan orang yang baik , maka kita akan ikut menjadi pribadi yang lebih baik begitu pula sebaliknya .
Aku mulai melepas tindiku dan menutupi tatoku dengan cara menggunakan baju yang lebih tertutup . setiap hari aku mengatar ayu pulang ke rumah jika dia ada kuliah . terkadang aku mampir sebentar dan berbincang dengan ayahnya . ternyata ayahnya juga tidak melihat penampilanku yang urakan . malah dia sering memintaku untuk sering sering main kerumah , untuk menemaninya catur .
Akupun semakin sering mampir ke rumah ayu bahkan terkadang aku numpang sholat dan berbuka puasa disana .
ya sejak dekat dengan keluarga ayu aku juga mulai mengikuti kebiasaan keluarga ayu .
ketika kami selesai sholat isa berjamaah di rumah ayu . ada tamu yang tak di undang datang ke rumah ayu .
Namanya anton dia seorang ustad muda lulusan pesantren hafal quran pula . dia datang bersama kedua orang tuanya ke rumah ayu . dan ternyata mereka datang untuk melamar ayu . mendengar hal itu aku yang sedang duduk di ruang tengah bersama ayu dan ibunya , langsung memilih untuk lamit . akupun keluar lewat pintu samping agar tidak mrngganggu perbincangan tersebut .
Hari hari berikutnya aku tidak lagi datang ke rumah ayu . aku juga selalu menghindar ketika dia datang ke kafeku .
sudah hampir 3 bulan aku tidak lagi bertemu ayu , ada rasa rindu yang menyelimuti hati ku . tapi aku tahan rasa sakit itu karna aku tau kini ayu sudah terikat dengan pria lain .
Setiap malam di tengah sujud ku aku selalu berdoa , agar tuhan mencabut perasaan ini ke ayu . tapi yang terjadi aku malah semakin merindukanya .
sampai suatu malam aku punya fikiran bodoh . apa tuhan tidak mendengar doa doaku karna aku bertato dan suka mabuk mabukan .
Ternyata tuhan membuat kisah yang sangat manis untuku .
Paginya abah ayu datang ke kafe dan menemuiku . dia bertanya padaku kenapa tidak lagi main kerumah .
Aku tidak ingin bertemu ayu bah . ujarku jujur
Memangnya kenapa dengan ayu apa dia berbuat salah padamu ? tanya abah
Tidak bah aku takut tidak bisa melupakanya jika aku tetap bertemu ayu aku semakin mencintai ayu . ujar ku jujur
Kalau kamu mencintai ayu kenapa kamu tinggalkan dia kenapa kamu tidak melamarnya . ujar abah
Maksud abah gimana ? tanyaku yang begitu terkejud mendengar ucapan abah
Abah tunggu lamaran kamu nanti malam di rumah . ujar abah dan berdiri dari duduknya
Malamnya aku membawa kedua orang tuaku ke rumah ayu , untuk meminangnya .
Ternyata malam itu abah menolak lamaran dari anton , dan bodohnya aku langsung pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban abah .
Tiga bulan berikutnya aku bersumpah di depan penguhulu dan para saksi . bahwa aku akan menggambil tanggung jawab abah sebagai orang tua ayu dan akan menjaga serta memberinya nafkah lahir dan batin.
....