Sinar matahari sudah masuk ke kamarku. Aku ingin bangun, tetapi ini adalah libur panjang karena Covid-19. Setelah selama 2 bulan bermalas malasan dan tidak melakukan apapun selain mengerjakan tugas sekolah online dan pekerjaan rumah, Aku memutuskan untuk masuk klub voli.
Hallo, namaku Aqilla Chandra. Qilla adalah panggilanku, Aku memiliki hobi dalam seputar olahraga. Seperti voli, badminton, dan renang. Sekarang Aku merupakan murid baru di salah satu SMA favorit di daerahku. Lahir menjadi anak ke-2 dari 3 bersaudara dikeluarga yang cukup, menjadikanku tidak kekurangan apapun. Tapi, keluargaku menekankan sikap mandiri. Sejak aku SMP Aku memulai bisnis kecil kecilan agar kebutuhanku tercukupi.
Setelah diterima di klub voli, Aku mulai rajin latihan untuk mengisi kegiatan. Latihan selama seminggu 3x itu membuat ototku yang kaku menjadi bugar kembali. Disamping itu, Aku juga tetap melaksanakan sekolah secara online. Tak lama terjadi konflik kecil dalam grup kelas. Entah perkataan dalam chat membuat salah paham atau memang ada yang salah dengan jalan pikiranku. Atau bisa jadi ada yang salah juga dengan pikiran mereka.
*Dalam grup chat*
[21/7/2020 08.59] Qilla: Mungkin penjas kita disuruh nulis materi tentang bola basket, bola volley?
[21/7/2020 09.00] Eva: Bola volley? Wkwkwk
[21/7/2020 09.00] Qilla: Iyaa ada yg salahkah?
[21/7/2020 09.01] Eva: Harusnya volly Qilla:)
[21/7/2020 09.02] Qilla: *send pictures* (intinya hasil translate kata voli dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris)
[21/7/2020 09.03] Aura: :)
[21/7/2020 09.04] Dey: flis ya voli doang:'’)
[21/7/2020 09.04] Ray: :)
[21/7/2020 09.04] Melati: Ya allah:')
[21/7/2020 09.04] Eva: :'(
[21/7/2020 09.05] Qilla: Wawasan baru, kadang kita salah kalo voli/volley tuh kita nulisnya volly padahal kata tersebut gaada darisananya:) jadi kalo bahasa indonesia itu voli kalo bahasa inggris volley;)!
[21/7/2020 09.06] Boby: Nah anda jangan so Ingrris makanya udah volli aja..
[21/7/2020 09.06] Qilla: Nahh salah nih, harusnya huruf L nya satu kalo bahasa indonesia hehe
[21/7/2020 09.06] Qilla: Biar keliatan bisa inggris padahal nggak hihihi
[21/7/2020 09.07] Boby: Iyaaa iya cowok selalu salah dimata cewek
Hal yang justru Aku anggap hanya sebuah sikap sedikit berbagi mengenai suatu hal, ternyata menjadi awal dari rasa tidak senang rekan sekelasku. Mulai dari situ sikap rekan sekelasku mulai berubah terhadapku. Hingga akhirnya mereka mengadakan suatu acara untuk mengakrabkan diri sesama teman sekelas. Mereka juga mengajakku, hanya saja Aku menolak dengan alasan latihan voli. Darisitu sikap rekanku semakin menjadi jadi, mulai dari menggunjing dibelakang dan bahkan secara terang terangan menampakan ketidaksukaannya. Setelah berbulan bulan sekolah secara daring(online), sekolah mulai menetapkan pembaharuan. Dalam sistem baru yang dibuat secara darurat dan sebagai percobaan tersebut, sekolah menetapkan sistem rolling. Dimana satu kelas dibagi menjadi 2 bagian atau 2 sesi, yaitu absen atas dan absen bawah.
Rasa takut tidak punya teman tentu saja muncul dalam benakku. Tapi Aku secepatnya menepis hal tersebut dengan pikiran yang positif. Dimulailah sekolah hari pertamaku, disana Aku bertegur sapa dengan teman sealumniku. Masuk kelas Aku langsung meletakkan tasku dibangku depan yang masih kosong itu. Rasa takut untuk bertegur sapa dengan rekan sekelasku, akhirnya Aku memilih diam dan memainkan gadget-ku.
“ Heyy!! Qilla yaa? ” tanya seseorang padaku. “ yaa, Cinta kan? ” Aku bertanya balik. “ Betul betul. Aku duduk dibelakangmu ya.” “ Iya, tentu. ” Jawabku. Ya, dia Cinta. Salah satu rekanku yang aku tak asing wajahnya. Setelah aku ingat-ingat ternyata dia masuk sekolah ini dengan jalur prestasi sama sepertiku, jadi kita pernah bertemu. Cinta memiliki kepribadian yang baik dan mudah bergaul bahkan tanpa memandang Aku sebagai orang yang terasingkan. Akhirnya kita bisa berteman dengan baik, dikelas Aku juga berteman dengan Melati dan Caroline. Tapi hanya sebatas itu, meskipun dikelas aku memiliki teman, rekan yang lain ternyata sudah akrab dengan sesi lain. Sehingga mereka seperti mata yang dipasang hanya untuk memantauku. Memang agak lebay, tapi itu yang Aku rasakan. Yaahhh setidaknya Aku punya teman untuk diajak ngobrol.
Aku, Cinta, Melati, dan Caroline mulai sering bermain bersama. Hingga pada titik Aku mulai berani bertanya pada mereka. “ Aku mau tanya dong, menurut kalian hal apa sii yang Aku salah sampai bisa membuat rekan sekelas manjauh? ” “ Kalo kata Aku si kayaknya omongan kamu di grup kadang bikin yang baca ih apaansih ni orang “ jawab Melati. “ Aku gatau yaa Qil, tapi dulu juga aku kayak gasuka aja sama kamu. Mungkin karena kebawa bawa mereka kali ya, bahkan saat aku sapa kamu dan deketin kamu sebenernya aki cuman mau lihat aja sii seberapa ngeselinnya kamu. Tapi ternyata kalo dah akrab seru juga hehe “ jawaban Cinta yang membuat ku tersenyum. “Kalo Aku, mungkin karena kita pernah satu SMP? Ya...seenggaknya Aku udah tau gimana kamu sebenarnya, walaupun kita baru akrab sekarang. “ jawab Caroline. Cinta melanjutkan “ Gausah dipikirin deh Qil, nanti mereka juga capek sendiri dan tau gimana kamu aslinya. “Nggak sii, Aku cuman kepo aja. Kalo aku udah tau salahku dimanakan siapa tau Aku bisa merubahnya hehe. “
Hari demi hari, minggu demi minggu sudah terlewati. Karena Aku keluar group chat kelas, Melati memberikan informasi di group chat kita ber-4. Infonya seputar rundingan untuk jadwal piket. Dalam informasi tersebut ada 2 jadwal piket dengan yang satu berdasarkan absensi dan satu lagi secara acak diundi. Tapi dalam jadwal tersebut Aku selalu dijadwalkan dengan Arga. Karena Aku lagi suka baca TOG, di group chat aku nyeletuk bilang “ Duh jadwal piket aja kayak tiket express ke neraka hahaha.. “ Cinta juga melanjutkan candaanku dalam grup tersebut. Karena Aku rasa lucu, Aku menyalin chat tersebut dan mem-post nya di status WA. Itupun tanpa memprivasi satu orangpun bahkan guru. Ya...karena Aku rasa itu hanya ungkapan candaan, eh tapi ternyata hal tersebut tidak sampai seperti itu ke rekan sekelasku. Hingga akhirnya terjadilah kembali konflik yang tidak beralasan tersebut di group chat dengan wali kelas.
[23/9/2020 09.56] Arga: Buat @Qilla @Cinta maaf mau tanya, kalian gau mau sama-sama bukan sama teman sekelas?
[23/9/2020 09.59] Rendy: @Qilla @Cinya ada masalah apa sama kelas?
[23/9/2020 Neys: Iyaa Qilla kenapa hehe
[23/9/2020 09.59] Cinta: Ha?
[23/9/2020 10.01] Arga: Kalian ngomongin sekelas dibelakang bukan? (Sembari membagiakan photo berupa SS status WA)
[23/9/2020 10.02] Rendi: Kalau ada apa apa cerita aja
[23/9/2020 10.08] Boby: WAAAW
[23/9/2020 10.12] Qilla: Bukannya kalian yangg gamau sekelas sama Aku ya
[23/9/2020 10.12] Qilla: Nyimak ajaaaa Aku (Balasan chat Rendi)
[23/9/2020 10.23] Qilla: Anda kali, Aku si tidakk. (Balasan chat Arga)
[23/9/2020 10.32] Bu Walkel: ??(disertai emoticon bertanya tanya)
Aku yang geram karena mereka mempermasalahkan hal yang sepele, dan dipermasalahkan di grup bersama wali kelas yang membuatku sedikit malu. Aku meminta salinan chat di group chat ke Melati saat aku keluar group. Aku tau mereka sering menggunjing di group chat saat aku tidak sengaja lihat gadget Melati. Melati yang tahu situasipun langsung mengirimkan salinan tersebut. Aku yang tanpa pikir panjang langsung meneruskan salinan chat tersebut ke group chat.
*Terusan chat* [23/9/2020 10.35] Qilla: [ yang tiba tiba Qilla keluar GC ]
[8/20, 6:32 PM] Arga: @Audy @Neys @Rendi @Eva @Al @Dey @Aura @Zee Senang ya kalian hahaha
[8/20, 6:33 PM] Audy: Eh jangan gitu
[8/20, 6:33 PM] Arga: Audy sama Neys ngerti lah yaa
[8/20, 6:34 PM] Dey: Keluar woww
*Terusan chat*[23/9/2020 10.35] Qilla: [ yang Arga bikin IG bio yang nyebutin ada 1 siswi yang jadi bahan bullyan (mengarah ke Qilla) ]
[8/20, 6:52 PM] Gibran: Kasian ah takut kena karma
[8/20, 6:52 PM] Arga: Siapa tau ngadu ke BK, syukur kalo orangnya pindah kelas hehe.
[8/20, 6:52 PM] Audy: Bio IG mengundang BK
[8/20, 6:52 PM] Arga: Kan sekelas yang masuk BK jangan aku aja, nah dia yang pindah kelasnya
[23/9/2020 10.36] Qilla: Maaf bu yaa grupnya dipake buat masalah kayak ginian aja, lagian merekanya sii ngundang ngundang:)
[23/9/2020 10.37] Bu Walkel: Gapapa, bagus kok, selesaikan di sini saja.
[23/9/2020 10.37] Qilla: Iyaa bu
[23/9/2020 10.37] Arga: Bu mending kita rundingin langsung daripada lewat chat
[23/9/2020 10.38] Qilla: Mau gimana kak, saya sibuk:)
[23/9/2020 10.38] Qilla: Padahal udah ketahuan, apa salahnya sih diem
[23/9/2020 10.38] Qilla: Padahal dari kemarin Aku diem aja, nggak ngeladenin kalian
[23/9/2020 10.40] Qilla: Bilang masing masing Aku gak suka kamu gitu aja repot, Aku si biasa aja. Lagian gak butuh juga orang yang cuman butuhnya aja hehe, masih banyak orang baik hati seperti malaikat dilauaran sana whuhuu
[23/9/2020 10.41] Audy: Padahal kita kalo mau ngerangkul kamu, kamunya malah kayak yang ga mau tiap mau kumpul sekelas kamu ngehindar terus ga mau ikut kita aja ga pernah, butuhnya doang ko ke kamu
[23/9/2020 10.42] Arga: kata keas sesi 1 ga ada yang butuh sama kamu suer kata sekelas sesi 1 bukan kata Aku
[23/9/2020 10.42] Qilla: Padahal tugas awal awal aja pada chat pribadi Qilla gimana Qilla
[23/9/2020 10.43] Arga: Aku cuman ngewakilin unek unek temen sekelas
[23/9/2020 10.43] Arga: soalnya pada enggak berani ngomong sama kamu
[23/9/2020 10.44] Qilla: Mental jelek yaa, jadi beraninya ngomong dibelakang hihi
[23/9/2020 10.44] Audy: Bukan gitu, kasian aja kamu nanti takutnya ngedown haha
[23/9/2020 10.45] Qilla: Oh maaf mentalnya dah lumayan hohoo
[23/9/2020 10.45] Audy: Iya Alhamdulillah
Yaahh berbagai masalah kecil terus berlanjut, wali kelas ternyata masuk ke sesi 1 saat jam kosong. Aku tidak tahu menahu mengenai itu, hanya saja ia mengirimkan sebuah chat untuk penengahan.
[23/9/2020 13.39] Bu Walkel: Guys, tadi ibu nyempetin masuk ke kelas sesi 1 buat ngobrol. Tadi ibu cuma sharing saran aja dan ada yang harus ibu tegasin.
1. Ibu gak memihak siapapun. Kalian semua sama-sama anak ibu. Ibu anggap masalah yang terjadi di sini karena kalian sama-sama merasa memiliki X IPA 3 dan ingin X IPA 3 itu baik. Ibu baru denger sepihak, jadi ibu belum bisa ngomentari dengan baik.
2. Ibu cuma mau berbagi pandangan. Kompak itu gak berarti mesti seragam dan gak mesti selalu bersama. Kompak itu letaknya di hati, yaitu kalian punya rasa tanggung jawab dan saling menghormati. Kalau kalian punya rasa tanggung jawab dan rasa hormat, in shaa Allah gak akan ada yang namanya memaksa dan terpaksa ketika harus barengan kalian rela mengorbankan kesenangan sendiri dan ketika salah satu dari kita berhalangan terpaksa gak bisa bersama juga kita rela memaklumi.
3. Kita sekarang sedang belajar hidup bermasyarakat. Dan jadilah bagian masyarakat yang profesional. Ketika ada yang butuh bantuan dan kita sanggup bantu meskipun cuma kehadiran kita, maka berikan, hadirlah. Kalau tidak ada keperluan, gak penting-penting banget, masih bisa ditolelir, sudah bebaskan saja, biarkan saja setiap orang punya keperluan dan prioritas sendiri. Kalau rasa peduli dan tanggung jawab itu ada dia pasti bisa memilah dan memilih kapan dia mengutamakan keperluan pribadinya dibandingkan keperluan bersama.
4. Adaptasi itu bukan urusan gampang, gak selesai sehari-dua hari, sebulan-duabulan, setahun-dua tahun, bahkan sampai mati tugas di dunia kita ya selalu beradaptasi. Harus maklum. Jangan menuntut karakter orang berubah seperti yang kita mau, kalau karakter dia buruk tugas kita cuma nasihati setelah itu ya sudah pada akhirnya amaluna amalukum, amalmu untuk amalmu, amalku buat amalku. Tapi, buat yang merasa karakternya jelek, jangan maksa menyamankan diri, tugas kita yang berusaha merubah diri kita jadi baik. Introspeksi.
5. Kalau kita gak ngomongin siapa yang benar, siapa yang salah, yang sedikitan yang harus pandai-pandai menitipkan diri sama yang banyak. Kamu gak bisa maksa dunia berubah cuma buat nerima kamu, kamulah yang mesti berupaya beradaptasi dengan dunia.
6. Ibu menghimbau semua pribadi berlomba menjadi solusi untuk yang lain. Kalau ada kisruh di dalam keluarga kita, jangan jadi kompor, justru harus bisa mendamaikan. Kalau ada tabiat teman kita yang kurang baik, nasihati, kalau tidak bisa dinasihati biarkan saja dia sudah memilih apa yang akan dipertanggungjawabkannya kelak. Profesional saja. Kalau ada yang nyebelin jangan dibales nyebelin, jangan dendam jadi nyebelin semua, gak akan ada abisnya.
Yuk kita belajar berjiwa besar, berani memperbaiki kesalahan kita dan mau memaafkan kekurangan orang. Ibu senang sama kalian... kalo liat mata kalian tuh cerah-cerah, lugas-lugas, berani. Ibu yakin nanti kalian bakal jadi 'seseorang'.
Nih, ibu baru tahu kalo Arga tuh orangnya lembut, ya. Kalau gak lembut gak mungkin Arga punya kepekaan soal kelas kita. *acungan jempol.
Yaahhh poin ke-5 sedikit menyadarkanku sih, dalam kehidupan sosial ini biasanya bukan kebenaran yang selalu diambil, tapi suara terbanyaklah yang menjadi penentu. Sadar akan hal itu Aku mulai membaurkan diriku agar menyatu dengan rekan sekelasku. Lagipula 3tahun kita akan bersama di kelas yang sama, berjuang untuk meraih berbagai mimpi. Melewati rintangan demi rintangan yang mungkin berat untuk dilalui sendiri.
Seiring berjalannya waktu, sekolah mulai dinormalkan kembali. Kegiatan organisasi juga terus menanti. Setelah beberapa waktu berlalu juga, Aku mulai dapat membaur dengan teman sekelasku. Sambil disibukkan dengan kegiatan organisasi Aku tidak melupakan latihanku. Selain itu, Aku juga mulai mengembangkan bisnisku. Mulai dari makanan dan minuman, bahkan aksesoris/pernak pernik. Relasi demi relasi didapatkan, tentu saja pengalaman beradaptasi dengan lingkungan barupun lebih mudah.
Darisini, teman teman juga mulai membuka pikirannya terhadapku. Tahun demi tahun sudah dilewati bersama, mengalami suka dan duka dikelas yang sama menjadikan rasa kekeluargaan meningkat antar sesama. Yahhh kamu tidak akan tahu apa yang menanti didepan sana, jadi nikmati saat ini dan hargai setiap momen kehidupan.