Pentingnya Menegakkan Keadilan
Pagi hari cerah Li Shou harus mengais rezeki untuk ibundanya dan dirinya.Dia memunguti botol-botol plastik untuk dijual kepada tetangga sebelahnya.
Sore pun tiba,Li Shou harus pulang sambil membawa botol plastik untuk dijual ke tetangganya.Ketika pulang,rumah mungilnya telah dirobohkan dan jalan sekitarnya diratakan termasuk rumah tetangga yang menerima botol-botol bekasnya.
"Bu ini kenapa rumah kita dan tetangga diratakan?"tanya Li Shou menghampiri ibunya mengunsi dirumah pak RT.Dengan isak tangis ibu Li Shou menceritakan kronologi ceritanya.Li Shou yang mendengar cerita ibunya pun menangis.Para tetangga yang ikut sebagai korban ketidakadilan segera menenangkan gadis kecil yang menangis itu.
"Nak,ibu ingin kamu jadi orang bis membela orang yang benar dan tidak tergiur oleh uang,kekuasaan,atau barang yang sangat mahal dari orang yang salah.Itu namanya kamu disuap.Kalau kamu disuap,jangan diterima ya nak"kata ibu Li Shou sambil menidurkan anaknya.Li Shou yang masih kecil pun tidak mengerti perkataan ibundanya pun segera bertanya.
"Contoh profesi orang membela yang benar seperti gimana bu?"tanya Li Shou yang tidak tahu karena dia tidak bersekolah gegara ekonomi.Dengan sabar ibu menjelaskan menjawabnya.
"Contohnya seperti pengacara,hakim,dan jaksa.Tapi meskipun kita tidak bisa mencapai profesi itu,kita bisa membela orang yang benar "jawab ibu dengan sabar.Li Shou yang mendengar itu berangan-angan mencapai cita-cita yang disebutkan oleh ibunya.Tak lama dirinya sudah dialam mimpi meskipin dirinya dan ibundanya harus tidur dirumah RT.
Dua puluh tahun kemudian...
Tap,Tap,Tap
Suara sepatu hak tinggi dari Li Shou mengeluarkan suara di depan pengadilan.Para wartawan yang bertugas meliput berita segera mengerumuni Li Shou untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
"Apakah betul tersangka penggelapan adalah menteri keuangan?"tanya salah satu reporter perempuan.Sambil tersenyum,Li Shu menjawab
"Aku tidak ingin menjawabnya.Kejaksaan yang akan memberi tahu kalian"kata Li Shu sambil menerobos masuk ke kejaksaan untuk sidang.Ketika Li Shu sudah berhasil masuk,barulah satpam kejaksaan mencegat para reporter yang ingin masuk.
Kreak
Suara pintu ruang sidang terbuka dan munculah sosok berambut bergelombang dan memakai jas hitam,siapa lagi kalau bukan Li Shu.Dia pun segera menuju tempat duduk jaksa penuntut.Li Shu melirik terdakwa yang hari ini di sidang,siapa lagi kalau bukan menteri keuangan yang menggelapkan uang negara sejumlah 1 miliar untuk kepentingan pribadi.Setelah Li Shu sampai di tempat duduknya,sidang mulai dilaksanakan dengan pembukaan penyataan hakim.
"Sidang ini tertutup"kata hakim Song smabil mengetuk palu tiga kali.Yang artinya sidang ini dihadiri hakim,jaksa,pengacara,dan terdakwa,tanpa dihadiri oleh siapapun termasuk wartawan.Hakim Song pun menyuruh Li Shu untuk menyuruh terdakwa untuk ke depan persidangan dalam keadaan bebas atau dalam keadaan tidak diborgol.Li Shu pun mengikuti prosedur selanjutnya yaitu menyatakan identitas terdakwa dan menanyai apakah terdakwa telah menerima salinan surat dakwaan.
"Terdakwa apakah telah menerima surat salinan dakwaan?"tanya Li Shu sambil mendekat ke Im Huang yang merupakan terdakwa.
"Sudah"jawab Im Huang sambil menunduk.Entah ketika Li Shu melihat gelagat Im Huang agak aneh.
"Apakah terdakwa dalam keadaan sehat?"tanya Li Shu.
"Sehat"jawab Im Huang.
"Apakah terdakwa bersedia diperiksa di depan persidangan?"
"Hari ini saya bersedia"jawab Im Huang yang masih menunduk.
"Baiklah sidang dilanjutkan"kata hakim Song sambil mengetuk palu sebanyak tiga kali.
"Apakah terdakwa akan didampingi oleh penasehat hukum?"tanya hakim Song sambil memainkan pulpen.
"Saya tidak didampingi oleh pensehat hukum"jawab Im Huang yang sudah tidak menunduk,tetapi dia takut-takut melihat hakim Song dan Li Shu.Li Shu pun mengambil prosedur selanjutnya yaitu pembacaan dakwaan yaitu pembacaan dakwaan.Setelah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut yaitu Li Shu dan sekarang waktunya...
"Sidang ditutup"kata hakim Song sambil mengetuk palu sebanyak tiga kali.Para hakim pun bubar duluan.Sedangkan Im Huang berjalan menuju Li Shu yang membereskan berkas-berkas.
"Nona,bolehkah saya berbicara dengan anda?Dan apakah saya juga boleh duduk disebelah nona?"tanya Im Huang.
"Tentu,anda ingin berbicara apa?"tanya Li Shu dengan senyum manisnya.Im Huang pun segera duduk disebelah Li Shu.
"Nona sebenarnya saya bukan pelaku dibalik kasus penggelapan.Saya dipaksa sebagai pelaku oleh menteri perdagangan.Tolong berikan keadilan bagi saya nona"isak Im Huang langsung the to point kepada Li Shu.Sebagai orang yang harus membela orang yang benar dan tidak membela orang salah karena tergiur oleh harta atau uang,Li Shu pun menjawab.
"Baiklah.Tapi saya harus punya bukti yang kuat"jawab Li Shu dan saat itu dirinya mempunyai ide cemerlang.Dia pun berdiri dan menghampiri petugas yang berjaga disitu.Hanya 1 menit dia disitu,akhirnya Li Shu kembali disebelah Im Huang.
"Ayo mari kita cari buktinya"ajak Li Shu.Im Huang pun menjadi bingung bagaimana caranya dia bisa lolos,tetapi Li Shu menjawab "Ikuti saja aku".Mereka pun mencari bukti pada hari itu untuk menunjukan fakta bahwa Im Huang bukanlah pelaku,melainkan korban tuduhan.Dan ternyata kerja keras mereka tidak sia-sia,mereka menemukan buktinya.Mereka langsung memberikan bukti itu ke pengadilan untuk ditindak lanjuti.Kini yang terdakwa adalah menteri perdagangan,sedangkan Im Huang bebas.
"Terima kasih telah membantuku"kata Im Huang ketika sudah dinyatakan bebas oleh pengadilan.
"Sama-sama"jawab Li Shu.Bagi Li Shu,membela orang yang salah adalah perbuataan yang termasuk salah.Di iming-iming harta,kekayaan,atau uang bukanlah halangan untuk menegakkan keadilan.Membela keadilan sesuai dengan faktanya tanpa memutarkan faktanya.Baginya kejadian itu hanya karena mengutamakan ketamakan,kepuasan,dan gara-gara hawa nafsu yang salah membuat harus rakyat yang mendapatkan haknya,menjadi tidka dapat menikmatinya.Selain itu juga membuat harus mengorbankan seseorang untuk kemauan salah kita.
Kejadian itu kita harus jadikan pelajaran bahwa harus dapat mengontrol hawa nafsu dan memperjuang keadilan,bukannya membuat ketidakadilan untuk orang-orang lemah dan yang tidak salah.
Penulis:
Hai,cerita ini adalah cerita yang dibuat adik saya.Semoga kalian suka cerita ini ya
Saran dan kritik~~