"yang kalo kamu jadi hewan kamu mau jdi hewan apa ? " Tanya Cindy kepada kekasihnya. "hmz... apa ya. gk Tau sih soalnya aku gak pernah mikir Hal mustahil kayak gitu". " ih kamu gak asik ah. klo aku ... aku ingin jadi burung" kata Cindy dengan senyum terukir di wajahnya. "kenapa burung?" Tanya si pacar karena penasaran. "soalnya burung bisa terbang ketempat yg gak bisa dicapai oleh binatang lain juga bisa terbang bebas kemanapun dia mau" katanya dengan semangat. si pacar berpikir sejenak kemudian berkata "kalo gitu aku mau jadi angin aja... biar bisa selalu berada di sekitarmu". "kok angin sih... kn aku bilang hewan" kata Cindy protes. "ya gk papalah, lgian kalo kamu terus terbang ketempat yg gk bisa dicapai jewan lain brrti gk ada satu hewanpun yg bisa selalu berada di sekitarmu kan ?. Dan yg aku mau cuma selalu bersamamu" kata si pacar sambil memeluk manja kekasihnya yg imut itu. Dan Cindy pun tersipu malu mendengarnya lalu dia mengalihkan topik dengan mengajak pacarnya yang tampan itu membeli es krim.
beberapa hari kemudian...
Cindy sedang bersiap untuk ngedate dengan si pacar... Dan tiba-tiba dia terkejut saat melihat siaran di televisi " Ibuuuuuuu, ini tidak mungkin kan..., Ibu" dia histeris sambil memanggil ibunya. Dan si Ibu yg pertamanya ikut terkejut langsung memeluk anknya Dan mrnenangkannya " tenang sayang...itu mungkin hanya mirip" beberapa detik kemudian mereka mendapatkan telepon yg mengejutkan, krna berita di TV ternyata bnr-bnr sang kekasih yg trkena kecelakaan lalulintas tersebut.
semenjak kejadian itu Cindy tidak pernah sedetikpun bahagia. semua krbahagiaannya telah terhenti bersamaan dengan terhentinya nafas sang kekasih. higga suatu hari ketika Cindy sedang merenungi keswdihannya yang belum mereda juga walaupun waktu sudah berlalu Dan bahkan Kuni air matanya hampir menetes lgi Dan duduk di atap bangunan tempat dia bekerja..., sekilas dia merasakan bisikan lembut kekasihnya berada di sisinya... bersamaan dengan angin yang berhembur sedikit kencang. seketika hatinya merasa hangat Dan tenang seakan si pacar sedang memeluknya lalu dia mendengan Samar-samar suara kekasihnya "tenanglah sayang... aku akan selalu berada di sisinya, jadi jangan bersedih lagi..." seketika dia memanggil "sayang... dimana kamu... aku merindukanmu" sambil meneteskan air matanya. "aku disini bersamamu Dan akan selalu bersama mu seperti yang selalu kukatakan" suara lembut sang kekasih kini menjadi lebih jelas seiring dengan angin yang semakin kencang menerpa tubuh Cindy. "tidak... kau tidak ada Dimanapun, aku tidak bisa menemukanmu Dimanapun" kemudian angin mereda Dan dia tidak bisa merasakan si kekasih lgi. dia kembali menangis meluapkan kesedihan Dan kerinduannya. setelah mereda baru dia pergi bekerja lagi.
sejak hari itu dia lebih sering mengunjungi tempat-tempat tinggi yang berangun kencang karna percaya atau tidak tpi dia benar-benar bisa merasakan bahkan mengobrol dengan sang pacar. bahkan sang pacar sangat khawatir karna dia semakin terlihat kurus Dan pucat sehingga menyurnya untuk makan lebih banyak Dan hidup lebih baik. "sayang, aku sungguh senang bisa merasakanmu kembali Dan bisa berbicara dengan mu lagi... mulai sekarang aku akan makan lebih banyak Dan hidup lebih baik asalkan kau janji tidak akan pergi lagi" kata Cindy berbicara sendiri di tengah again kencang di lereang bukit sore itu. "aku sangat senang jika kau sehat Dan bahagia baby ku Dan aku akan selalu berada di sisinya" kata suara sang kekasih yg agak Samar-samar. Cindy tidak peduli jika dia dianggap gila oleh orang lain asalakn dia bisa mendengar suara sang kekasih lgi. dia juga sering sakit karena terlalu lama di tempat berangin walaupun cuaca sedang dingin. yang membuat si Ibu semakin hari semakin khawatir. "sayang, kamu sedang sakit jadi hari ini tidak usah pergi ke bukit dlu ya" kata sang Ibu. tidak bu aku ingin menemuinya, aku tidak bisa hidup seharipun tanpanya, walaupun aku tidak bisa melihatnya tapi aku bisa merasakannya" kata Cindy sembari bersiap untuk pergi, meskipun tubuhnya lemas Dan badannya sedikit panas. si Ibu tidak bisa berkata-kata lagi krna dia Tau anaknya yang keras kepala tidak akan mendengarkannya lagi." kalau begitu biar Ibu ikut denganmu." kata si Ibu.
"sayang... aku menyuruhmu untuk makan teratur Dan menjaga kesehatan tpi kenapa semakin hari kamu malah semakin lesu" kata si kekasih. "aku sudah berusaha makan yang banyak Dan menjaga kesehatan yang. tapi tetap tidak bisa... aku selalu teringat pada mu Dan ingin makan bersamamu sehingga saat tidak ada kamu seleramakanku pun hilang. Dan kamu hanya bisa di rasakan di tempat tinggi seperti ini, shingga aku hanya bisa makan disini" kata Cindy sembari memabaea kotan makan kecil yang sudah dia diapkan dri rumah. kemudian dia makan dengan lahab meski pun angin kencang mererpanya berulang Kali. si Ibu yang melihatnya Dari kejauhan hanya bisa menatap dengan sedih atas kemalanagan putrinya. dia sudah berulang Kali mengingatkan bahwa sang kekasih sudah tidak ada Dan menyuruh Cindy merelakannya, tpi dia malah jadi seperti ini. "sayangku, babyku... sepertinya lebih baik aku pergi Agar kamu bisa menjalani kehidupanmu dengan lebih baik, kau Tau bahwa aku sangat sedih melihatnya seperti ini" kata sang kekasih. Cindy pun terkejut Dan cepat-cepat bilang "jangan pergi lagi, kau sudah berjanji untuk tetap tinggal. kini aku tidak bisa melihatmu lgi Dan juga aku juga bahkan tidak dapat merasakanmu jg Maka aku akan mati" kata Cindy. "jangan berkata seperti itu sayang, maafkan aku karna meninggalkanmu... jika aku bisa aku ingin kembali... tapi sayangnya itu tidak mungkin" kata si kekasih dengan sedih. "tapi sekarang Kau sudah kembali, meskipun aku tidak bisa memelukmu tapi aku bisa merasakanmu" kata Cindy, "jadi jangan tinggalkan aku lagi". Dan begitulah percakapan mereka yg juga di dengar oleh sang Ibu, si Ibu tidak Tau harus berbuat apa karena dia begitu sedih melihat keadaan putrinya Dan jg bertanya-tanya apa anaknya kini sudah benar-benar gila. karena selalu berkata sendiri ditngah cuaca dingin yg sangat berangin ini. sambil menggenggamntabgan putrinya yang sudah kedinginan itu."tidak bu aku Masih ingin berbicara dengan ya Dan merasakannya" kata Cindy. "baby, pulanglah... sayangku, Manisku... nanti kamu bisa tambah sakit, jadi pulanglah sekarang" kata suara si kekasih. setelah hari itu, Cindy sakit Dan sampai dibawa kerumah sakit dia tidak bisa pergi ke tempat berangin lagi. walaupun ia memohon-mohon pada ibunya dia tetap tidak bisa karena selain badannya yang semakin melemah, ibunya jg tidak akan membiarkannya keluar. semakin hari tubuhnya semakin melemah, Dan pikirannya juga menderita karena kerinduan itu.
suatu hari ketika si Ibu pergi untuk mengambil pakaian di rumah, Cindy kabur Dari kamarnya Dan pergi keatap rumah sakit Dan memanggil manggil nama si pacar tetapi dia tidak merasakan keberadaan pacarnya dimanapun meskipun angin sedang kencang saat itu. padahal dia sudah berusaha sangat keras untuk kesini. dia berkata dalam diamnya "jika kau tidak mau menemuiku lagi, Maka biarlah aku yg menemuimu Kali ini. mungkin saja jiwaku ini akan berubah menjadi burung yg bisa terbang bebas Dan selalu berdampingan dengan angin atau akan melebur bersama angin seperti mu Dan kita akan selalu bersama-sama jadi aku tidak perlu menderita seperti ini lagi". dengan langkah yang terseok seok Dan sangat pelan karena dia tidak mempunyai banyak tenaga tersisa lgi setelah berusaha berjalan sekuat tenaga ke sini Dari kamarnya dia mendekati Pagar setinggi setengah badannya yang berada di pinggir loteng itu. "dengarlah ini sayangku... aku akan segera datang menemuimu" dia berteriak kepada angin lalu menjatuhkan diri kebawah.