ada seorang gadis muslim cantik yang bernama Fatimah Az-Zahra sedang berjalan jalan di taman bersama dengan kedua sahabatnya yang bernama Aisyah dan Salima mereka sedang berjalan jalan di taman sambil tersenyum tiba tiba Fatimah melihat bunga bunga kesukaannya ada di taman Fatimah pun mulai berlari menghampiri Bunga itu dan kedua sahabatnya pun langsung mengikuti Fatimah dan Fatimah langsung menatap bunga bunga itu dengan tersenyum
"kenapa kamu tersenyum Fatimah?....kata Salima" Fatimah tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Salima dan Aisyah pun mulai memetik bunga kesukaan Fatimah kemudian Fatimah terkejut karena Aisyah memetik bunga dan langsung menasehati Aisyah.
Aisyah!...kenapa kamu memetik bunga itu?...." Kata Fatimah Aisyah hanya diam dan mendengarkan Fatimah Salima pun mulai ikut menasehati Aisyah dan membuat Aisyah merasa sedih.
"Aisyah seharusnya kamu tidak memetik bunga itu" kata Salima sementara Aisyah menundukkan kepalanya karena merasa bersalah telah memetik bunga itu.
"tapi aku melakukan semua ini untuk Fatimah karena dia menyukai bunga itu" kata Aisyah matanya sambil berkaca kaca dan Fatimah langsung menghampiri Aisyah dengan senyuman dan langsung menghapus air mata Aisyah dengan kedua tangannya.
Aisyah dengarkan aku...aku memang menyukai bunga itu tapi kamu tidak harus memetik bunga itu karena jika kamu memetik bunga itu maka itu akan merusak tanaman yang ada di sini" kata Fatimah kemudian Fatimah langsung memeluk Aisyah dan menenangkan Aisyah dan Fatimah langsung mengajak Aisyah dan Salima untuk pulang dan mereka pun langsung pergi dari taman.
-
setelah Fatimah sampai di rumahnya Fatimah langsung masuk ke kamarnya dan mengerjakan tugas kuliahnya karena besok Fatimah mulai masuk kuliah dan tiba tiba Telepon Fatimah berbunyi.
"KRIING!....KRIING!....KRIING!" dan Fatimah pun langsung mengangkat teleponnya dan ternyata yang menelpon adalah Aisyah dan Fatimah langsung menjawab telepon dari Aisyah.
"Halo!...Aisyah...ada apa.kenapa kamu menelpon aku di tengah malam" kata Fatimah dan Aisyah menjelaskan alasan dia menelpon Fatimah setelah pembicaraan mereka selesai Fatimah langsung menutup teleponnya.
"baiklah Aisyah kalau begitu aku tutup teleponnya Bye" kata Fatimah, keesokan paginya Aisyah dan Salima ke rumah Fatimah untuk berangkat ke kampus bersama dan mereka bertiga sedang sarapan pagi.
"Fatimah apakah kamu sudah menyelesaikan tugas skripsi yang dosen kasih ke kamu?" kata Salima, dan Fatimah menjawabnya hanya menganggukkan kepalanya setelah selesai sarapan mereka bertiga langsung pergi ke kampus bersama.
-
setelah sampai di kampus Fatimah dan kedua sahabatnya sedang berjalan bersama dan tiba tiba ada anak baru di kampus bersama kedua sahabatnya yang bernama Doni,Varun dan Pasha mereka sedang berjalan jalan mengelilingi kampus dan semua wanita yang ada di kampus terus melihat mereka bertiga.
Aisyah dan Salima juga menatap mereka bertiga kecuali Fatimah dan Fatimah malah menundukkan kepalanya Doni Dan Pasha menatap Fatimah dan kedua sahabatnya dengan senyuman kecuali Varun, Varun menatap mereka bertiga dengan wajah dingin dan tidak tersenyum sama sekali dan Varun menatap Fatimah dengan tatapan tajam.
"kenapa kamu menundukkan kepalamu seperti itu biasa aja kali!" ucap Varun dengan kasar kepada Fatimah dan Fatimah hanya terdiam dan langsung menyuruh kedua sahabatnya untuk pergi Fatimah dan kedua sahabatnya langsung pergi dan membuat Varun merasa kesal dan kedua sahabatnya menenangkan Varun.
"sudahlah Varun jangan terlalu mempedulikan mereka" kata Doni sambil memegang pundak Varun dan mereka bertiga langsung pergi memasuki kelas mereka masing masing
setelah berada di dalam kampus Varun melihat Fatimah dan Varun terus menatap Fatimah dengan tatapan tajam dan Fatimah pun menatap Varun dengan gugup dan Varun langsung memalingkan wajahnya dan duduk di belakang Fatimah dan Varun terus menatap Fatimah dari belakang.
Fatimah anak baru itu kenapa selalu menatap kamu seperti itu"....." kata Aisyah sambil membisikkan ke Fatimah dan Fatimah pun membalikan wajahnya dan menatap Varun dan Varun langsung gugup dan arah matanya kemana mana.
"aku juga gak tahu" kata Fatimah sambil membisikkan ke Aisyah dan Aisyah mencoba menggoda Fatimah dan membuat Fatimah semakin gugup.
Emmm.....mungkin karena dia suka sama kamu" kata Aisyah sambil menyenggol kan pundaknya ke Fatimah dan Fatimah langsung memukul pundak Aisyah dan wajah Fatimah menjadi memerah karena perkataan Aisyah dan Fatimah langsung menyela perkataan Aisyah.
apaan sih!...lagipula kamu gak liat apa di tangannya ada sebuah tato yang bergambar salib" kata Fatimah dengan wajah kesal dan pelajarannya pun di mulai
setelah keluar dari kampus Aisyah dan Salima pulang duluan karena ada urusan yang mendadak dan Fatimah pulang sendirian tiba tiba Varun dan kedua sahabatnya datang menghampiri Fatimah kedua Varun dan kedua sahabatnya terpesona melihat kecantikan Fatimah dan kedua sahabatnya langsung menggoda Fatimah kecuali Varun kemudian Varun memarahi kedua sahabatnya dan Fatimah langsung menatap Varun dengan Gugup.
"apakah kamu mau pulang bareng sama aku?" tanya Varun kepada Fatimah dengan percaya diri dan Fatimah langsung menolak tawaran Varun dan Varun langsung memperkenalkan dirinya kepada Fatimah sambil mengulurkan tangannya tetapi Fatimah tidak menjawab Varun dan langsung pergi dan membuat Varun merasa sangat kesal dengan sikap Fatimah kepadanya.
"sebenarnya dia kenapa sih!....kenapa dia terus menghindari aku seperti?" kata Varun dengan nada tinggi dan membuat kedua sahabatnya berusaha menenangkan Varun dengan memegang pundak Varun.
"sudahlah Varun gak usah di ambil hati....mungkin tuh cewek lagi pms lebih baik kita pulang sekarang" kata Pasha dengan menghibur Varun dan Varun langsung pulang bersama kedua sahabatnya.
-
setelah sampai di rumah Fatimah langsung naik ke balkon sambil membawa jus dan Fatimah terus memikirkan Varun sambil tersenyum dan tiba tiba Aisyah dan Salima datang ke rumah Fatimah dan mereka berdua memanggil Fatimah, "Fatimah!!!...Fatimah!!!...Fatimah...."tetapi Fatimah tidak mendengar Aisyah dan Salima dan mereka berdua langsung mencari Fatimah di sekitar rumahnya tetapi Fatimah tidak ada dan mereka pun keluar.
-
setelah mereka keluar kemudian Salima melihat Fatimah ada di balkon dan Salima memanggil Fatimah dengan berteriak tetapi Fatimah tidak mendengar suara Salima kemudian Salima dan Aisyah menyusul Fatimah ke balkon setelah sampai di balkon kemudian Aisyah dan Salima mengendap sambil mengejutkan Fatimah, "Dorrr!!!!" dan Fatimah terkejut sampai gelas yang ada di tangannya jatuh ke bawah sementara Aisyah dan Salima tertawa terbahak bahak.
"ada apa Fatimah kenapa kamu tersenyum sendiri seperti itu"....tanya Salima sambil tertawa sementara Fatimah terus memegang dadanya karena terkejut dan Fatimah menatap Aisyah dan Salima sambil Menggelengkan kepalanya.
kamu lagi mikirin siapa Fatimah? coba aku tebak emmm....pasti kamu lagi mikirin anak baru itukan?...." kata Aisyah sambil menggoda Fatimah dan wajah Fatimah langsung memerah karena malu dan Fatimah mencari alasan untuk menghindari dari pertanyaan Asiyah.
apaan sih!...aku gak mikirin anak baru itu cuman aku hanya ingin tersenyum saja"..... kata Fatimah dengan terbata bata dan Fatimah langsung pergi dan mereka langsung tertawa.
sementara Varun terus memikirkan sikap Fatimah kepadanya dan tiba tiba Dion dan Pasha datang dan menepuk pundak Varun.
"apa kamu masih memikirkan cewek itu?...."tanya Pasha sementara Varun terus memikirkan Fatimah dan ingin mencari tahu semua mengenai Fatimah sampai meminta bantuan kedua sahabatnya.
kalian berdua cari tahu apa saja tentang cewek itu jika kalian menemukan alamat, atau apapun itu beritahu aku!...."ucap Varun sambil terus membayangkan Fatimah dan semakin penasaran dengan sikap Fatimah kepadanya dan kedua sahabatnya terkejut mendengar perkataan Varun.
"kenapa!...apakah kamu mulai jatuh cinta kepada cewek itu?.....Tanya Dion mendengar perkataan Dion Varun langsung diam seribu bahasa dan Varun langsung menyela perkataan Dion.
"Tidak!...aku tidak jatuh cinta dengan cewek itu yah aku akui dia cantik tetapi dia berbeda denganku"....ucap Varun dengan nada terbata bata sementara Dion dan Pasha merasa kalau Varun mulai tertarik kepada Fatimah dan Varun pun langsung pergi untuk mencari informasi tentang Fatimah.
pada sore hari Fatimah sedang duduk di bangku taman sambil menikmati pemandangan yang indah di taman dan Varun terus mencari keberadaan Fatimah dan tiba tiba Varun langsung melihat Fatimah yang sedang duduk di bangku taman dan Varun langsung menghampiri Fatimah.
"aku aku boleh duduk di samping kamu?..."kata Varun dengan percaya diri dan Fatimah mempersilahkan Varun untuk duduk dan Fatimah pun menghindar dari Varun dan akhirnya mereka pun duduk berdua secara berjarak dan Varun terus menatap Fatimah sementara Fatimah terus menatap keindahan bunga bunga yang ada di taman.
"apakah aku boleh tahu nama kamu?..."tanya Varun dengan gugup dan Fatimah langsung menatap Varun dan memberitahu namanya dan mereka pun mulai saling memperkenalkan diri dan berbicara dan Varun terus menerus bertanya kepada Fatimah.
"apakah kamu seorang muslim?"....tanya Varun dengan percaya diri dan Fatimah langsung menjawab pertanyaan Varun dengan menganggukkan kepalanya dan Fatimah tersipu malu dan tangan Fatimah gemetaran karena berada di dekat Varun.
"jadi apakah aku boleh tahu nama kamu?...."tanya Varun dengan pertanyaan yang sama dan setelah yang di tunggu tunggu oleh Varun akhirnya Fatimah menjawab pertanyaan Varun.
"nama aku adalah Fatimah Az-Zahra.... dan kamu bisa panggil aku Fatimah"....ucap Fatimah dengan tersipu malu dan Varun pun tidak bisa mengendalikan kebahagiaannya karena telah mengetahui Fatimah dan Varun pun berusaha membujuk dirinya untuk bersikap biasa di hadapan Fatimah.
"rasanya aku ingin berteriak keras karena aku sudah mengetahui nama cewek itu".....ucap dalam hati Varun dan Varun terus menahan senyumannya itu di hadapan Fatimah dan membuat Fatimah bingung dan Fatimah pun langsung pergi meninggalkan Varun sendiri.
setelah Fatimah pergi dan Varun langsung merasa senang, "Yes!!!....Yes!!!....Yes!!!" teriakan Varun sampai membuat semua orang yang ada di taman menatap dirinya dan Varun langsung merasa malu dan pergi dari taman dengan berlari.
-
setelah Varun sudah sampai rumahnya Dion Dan Pasha melihat Varun tersenyum dan Dion langsung menyenggol pundak Pasha dan bisik bisik ke Pasha.
"itu si Varun kenapa senyum senyum kaya gitu sih?...." kata Dion sambil menatap Pasha dan Pasha langsung berbalik dan melihat Varun dan Pasha langsung menatap Dion dan menggelengkan kepalanya dan Varun langsung ke kamarnya dengan wajah tersenyum sampai tidak melihat Dion dan Pasha.
"sebaiknya kita samperin aja si Varun!.." kata Pasha Dion dan Pasha langsung menemui Varun di kamarnya mereka sedang melihat Varun yang sedang melamun dan tertawa sendiri di kamarnya kemudian mereka langsung menghampiri Varun dan mengganggu Varun.
Ehemmm!!!...Ehemmm!!!....Ehemmm!!!..." sepertinya sahabat kita sedang fall in love nih!.... kata Dion Sambil menyindir Varun dan Varun mengerti maksud dari perkataan Dion dan Varun langsung tersenyum dengan wajah memerah dan Varun langsung menyela perkataan Dion.
"Apaan Sih!...siapa juga yang fall in love" kata Varun dengan nada angkuh sementara Dion dan Pasha terus memberi kode lewat mata sambil tersenyum dan Varun mata Pasha dan Varun juga melirik ke arah Dion.
"kalian kenapa saling memberi kode kaya gitu sih!...aku sudah bilang aku baik baik saja"... kata Varun dengan wajah kesal dan Varun mulai bosan dengan tingkah mereka berdua dan Varun langsung pergi setelah Varun pergi mereka berdua langsung tertawa.
pada malam hari Varun sedang ada di luar bersama Pasha mereka sedang makan di cafe sambil berbicara tiba tiba Varun melihat Fatimah yang sedang berjalan bersama dengan Aisyah sambil tersenyum dan tertawa bersama dan Varun langsung fokus menatap Fatimah dengan terpesona sampai sampai tidak mendengarkan Pasha yang sedang bicara dengan Varun dan Varun langsung mencari alasan agar bisa menemui Fatimah.
"Pasha aku akan segera kembali".... kata Varun dengan terlihat buru buru dan Varun langsung bergegas pergi dengan berlari sementara Pasha merasa bingung dengan tingkah Varun dan Pasha pun menunggu Varun kembali.
setelah sampai Varun mengikuti Fatimah dari belakang dan Fatimah tidak menyadari kalau Varun mengikutinya dari belakang dan Fatimah terus bicara sambil tersenyum dengan Aisyah dan akhirnya Aisyah mulai merasa kalau ada yang mengikuti mereka berdua.
"Fatimah aku merasa ada yang ikutin kita deh?..." kata Aisyah sambil ketakutan sementara Fatimah tidak percaya kepada Aisyah dan Fatimah langsung meyakinkan Aisyah kalau itu hanya perasaannya saja dan tiba tiba Varun pun muncul di hadapan Fatimah dan Aisyah dan mereka terkejut.
"Halo!...Fatimah sedang apa kamu di sini dan kenapa kalian jalan di tengah malam seperti ini?..." kata Varun dengan nada suara yang gugup sementara raut wajah Fatimah terlihat cemberut dan membuat Varun semakin gugup.
"kita berdua baru saja selesai mengaji dan kita sekarang akan pulang".... kata Aisyah sambil tersenyum ke Fatimah dan Varun terus memainkan tangannya agar tidak gugup di hadapan Fatimah dan Fatimah langsung menyuruh Aisyah untuk pergi bersamanya.
"apa aku boleh mengantar kalian berdua pulang"... kata Varun sambil menatap Fatimah dan Fatimah langsung menganggukkan kepalanya dan Varun langsung mempersilahkan mereka berdua untuk jalan duluan dan Varun mengikuti mereka berdua dari belakang dan mereka pun langsung pergi.
sementara Pasha terus menunggu Varun dan tiba tiba Dion ada di cafe dan melihat Pasha yang sedang duduk sendiri di cafe sambil minum jus dan Dion menghampiri Pasha.
"Hey! Pasha kamu di sini sendirian?"...kata Dion dan Dion langsung duduk dan memanggil pelayan cafe dan Dion langsung memesan minuman Dion langsung banyak bertanya kepada Pasha.
"aku di sini bersama dengan Varun..." Dion tidak percaya dengan perkataan Pasha dan Mata Pasha Mengarah pandangan kiri dan kanan seperti sedang mencari cari keberadaan Varun dan Pasha pun langsung bertanya kepada Dion tentang Varun.
"eh kamu liat Varun gak di luar soalnya dia pergi ke toilet!"... mendengar perkataan Dion Pasha pun terkejut karena dia sudah menunggu Varun selama 3 jam tapi Varun masih belum kembali dan ternyata Varun bersama dengan Fatimah dan akhirnya mereka saling bicara.
setelah sampai di rumah Aisyah menyuruh Varun untuk masuk tapi Varun menolak dan mereka berdua langsung masuk sementara Varun masih ada di depan rumah Fatimah sementara Fatimah terus mengintip Varun dari jendela rumahnya ketika Varun melihat ke arah jendela Fatimah langsung menutup gorden jendelanya dengan buru buru dan Varun pun tersenyum dan Varun langsung pergi.
setelah Varun kembali ke cafe Varun mencari Pasha dan Pasha dan Dion sudah pulang Varun terus mencari Pasha sambil memanggil nama Pasha', Pasha!!!....Pasha!!!...Pasha!!!..." dengan kebingungan dan Varun pun menduga kalau Pasha sudah pulang dan Varun langsung pulang dan memeriksa Pasha.
"apa jadi kamu menunggu Varun sampai 3 jam!..." kata Dion dengan terkejut dan Dion menenangkan Pasha dan Varun pun sudah pulang Dion dan Pasha menatap Varun dan Varun melihat rasa kecewa pada Pasha dan Varun langsung minta maaf kepada Pasha.
"Pasha aku tahu aku salah jadi sorry karena aku sudah bikin kamu nunggu lama".... kata Varun dengan wajah yang bersalah dan Pasha langsung menghindari Varun sementara Dion berusaha menenangkan Varun dan Dion membantu Varun untuk membujuk Pasha yang sedang kesal dan Dion terus membujuk Pasha agar Varun dan Pasha baikan dan akhirnya Pasha mendengarkan perkataan Dion.
"Slow aja kali!...lagipula aku lagi prank kamu"....kata Pasha sambil tertawa dan Dion pun tertawa terbahak bahak dan mereka berdua langsung lari sementara Varun mengejar mereka berdua setelah Varun berhasil menangkap mereka berdua Varun langsung memeluk mereka berdua sambil tertawa.
keesokan paginya Fatimah dan kedua sahabatnya sedang lari pagi sementara Varun dan kedua sahabatnya juga lagi lari pagi secara masing masing dan tiba tiba Varun menabrak Fatimah dan Fatimah langsung jatuh tapi Varun berhasil menangkap Fatimah dan mereka pun saling menatap dan Varun pun mulai menyadari kalau dia mulai jatuh cinta kepada Fatimah Varun dan fatimah langsung menghindar mereka berdua menundukkan kepala mereka karena mereka tidak tahu harus mulai darimana dan akhirnya Fatimah minta maaf kepada Varun.
"maafkan aku karena aku tidak melihat jalan tolong maafkan aku"....kata Fatimah dengan gugup sementara Varun hanya bersikap biasa ke Fatimah dan mereka pun saling pergi secara berlawanan dan Fatimah bertemu dengan Aisyah dan juga Salima.
"akhirnya kalian disini dari tadi aku mencari kalian berdua....ayo pergi karena aku sudah cape".... kata Fatimah dan mereka berdua langsung menuruti Fatimah mereka berdua pun langsung pergi pulang.
sementara Varun melihat Fatimah dari ke kejauhan dan kedua sabanya langsung menghampiri Varun dan mengajak Varun untuk pulang dan mereka berdua melihat Fatimah dan kedua sahabatnya dan mereka mengerti kalau Varun sedang menatap Fatimah dan Varun pun langsung pulang bersama kedua sahabatnya.
sementara Varun sedang duduk di pinggir danau sambil melempar batu ke danau dan memikirkan Fatimah kemudian kedua sahabatnya datang dang ikut duduk di samping Varun dan mereka langsung ajak bicara dengan Varun agar Varun bisa menceritakan apa yang dia pikirkan.
"ada masalah apa Varun!....apa kamu baik baik saja?",,,,kata Pasha sementara Varun tidak menjawab pertanyaan tersebut dan Varun terus melempari batu ke danau dan sambil memikirkan Fatimah.
"apa dengan melempari batu ke danau apakah masalahmu akan selesai....tentu tidak Varun",,,, kata Dion dan Varun langsung menatap Dion dan mulai mencurahkan isi hatinya kepada kedua sahabatnya.
"aku sama sekali tidak mengerti kenapa aku selalu memikirkan wanita itu!",,,kata Varun dengan wajah sedih sementara mereka berdua tidak mengerti perkataan Varun dan mereka langsung menatap mata Varun yang di penuhi banyak cinta oleh Fatimah dan akhirnya Pasha mengerti perkataan Varun.
"itu cinta Varun!,,,,kamu sudah jatuh cinta kepada cewek itu",,,,kata Pasha dengan penuh keyakinan sementara Varun masih tidak menyadari kalau dia sangat mencintai Fatimah dan Varun bersikeras untuk tidak mempercayai Pasha.
"terima saja kenyataannya Varun kalau kamu sangat mencintai cewek itu...apakah kamu tidak sadar banyak sekali perubahan dalam diri kamu semenjak kamu ketemu cewe itu?,,,,"kata Dion sambil memegang pundak Varun dan Varun terkejut dan masih tidak percaya dan Varun langsung berdiri.
"tidak itu tidak mungkin....tidak mungkin!"....kata Varun sambil berteriak dan Varun langsung pergi dengan berlari Pasha ingin mengejar Varun tapi di cegah oleh Dion.
"biarkan saja Pasha....biarkan dia pergi untuk menjernihkan pikirannya kita tidak perlu mengikutinya"....kata Dion sambil memegang tangan Pasha dan Pasha langsung menuruti perkataan Dion dan mereka pun langsung pergi pulang ke rumah Varun.
sesampainya mereka pulang mereka langsung melihat Aisyah di depan rumah Varun mereka berdua langsung menghampiri Aisyah dan menyapa Aisyah.
"Aisyah kenapa kamu di sini?...apakah kamu mau bertemu dengan Varun....?"...kata Dion sambil menatap Aisyah dan Aisyah langsung menjelaskan kedatangannya dan memberikan makanan yang dibawa Asiyah kepada Dion dan Pasha langsung menggoda Dion.
"Ehem!!!...Ehem!!!...Ehem!!!...sepertinya aku menjadi nyamuk di antara kalian berdua",,,kata Pasha sambil menyindir Dion dan Dion langsung menghindar dan menerima pemberian dari Aisyah dan Aisyah pun tersenyum dan Aisyah pun langsung pergi dengan terburu buru Dion langsung tersenyum dan Pasha langsung mengganggu Dion.
"cewek itu tidak terlalu buruk dan kalian berdua memang terlihat sangat serasi,,," kata Pasha sambil tersenyum sementara Dion menatap Pasha dengan wajah kesal dan Dion langsung masuk duluan dan meninggalkan Pasha sendiri dan Pasha langsung tertawa.
sementara Varun sudah sampai di rumah Fatimah dan Varun langsung mengetuk pintu rumah Fatimah, "Tok!!!!....Tok!!!!Tok!!!..." dan Varun langsung menunggu dan tiba tiba yang membuka pintu adalah Salima dan Salima terkejut melihat Varun.
"Salima apakah Fatimah ada di dalam?"...kata Varun dengan gugup sementara Salima langsung masuk ke dalam dan memberitahu Fatimah sementara Varun menunggu di luar dan Fatimah langsung menemui Varun di luar rumahnya.
"Varun kamu....ada perlu apa kamu datang ke rumahku?,,," kata Fatimah dan tiba tiba Varun langsung memegang tangan Fatimah dan langsung membawa Fatimah pergi dan Salima langsung berteriak,, "Fatimah!!!!...." dan Salima langsung masuk dan bergegas menghubungi kedua sahabatnya Varun dengan wajah panik.
kedua sahabatnya sangat terkejut mendengar kabar Salima dan mereka langsung bergegas mencari Varun dan mereka langsung ke rumah Fatimah dan Salima langsung ikut dengan mereka untuk mencari Varun dan Fatimah.
setelah Varun berhasil membawa Fatimah ke pinggir danau Varun langsung melepaskan tangan Fatimah dan Fatimah memegang tangannya karena kesakitan sementara Varun tidak tega melihat Fatimah kesakitan.
"kenapa kamu membawaku ke sini!,,,"kata Fatimah dengan kemarahannya dan Varun berusaha menenangkan Fatimah dan Fatimah langsung tenang dan mendengarkan apa yang mau di bicarakan oleh Varun.
"Fatimah aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu,,,,?"kata Varun sambil menatap Fatimah dan Fatimah semakin penasaran sebenarnya apa yang ingin di bicarakan oleh Varun dan Varun berusaha untuk menguatkan dirinya agar bisa mengungkapkan isi hatinya kepada Fatimah.
"Fatimah aku ingin mengatakan bahwa sebenarnya aku....aku....aku sangat mencintaimu..."kata Varun sambil memegang kedua tangan Fatimah dan Fatimah pun langsung terkejut mendengarnya dan Fatimah masih tidak percaya sementara Varun terus meyakinkan Fatimah dan menyadari Fatimah kalau dia juga sangat mencintai Varun.
"apa!...kamu cinta sama aku..."kata Fatimah dengan wajah sedih dan matanya berkaca kaca dan Fatimah langsung mendorong Varun sampai Varun jatuh dan Fatimah langsung menghindar dari Varun dan menolak Varun.
"maaf Varun aku tidak bisa menerima cintamu untukku!",,,kata Fatimah sambil memegang tangannya yang kesakitan karena Varun dan Varun merasa sangat sedih karena cintanya di tolak oleh Fatimah tetapi Varun tidak menyerah Varun terus menyatakan cintanya kepada Fatimah.
"kenapa Fatimah....kenapa kamu tidak bisa terima cintaku apa yang salah dariku Fatimah?" kata Varun dengan mata yang berkaca kaca dan Varun melihat jelas cintanya di mata Fatimah dan Fatimah langsung pergi dan Varun langsung mencegah Fatimah dengan memegang tangannya.
"lepaskan tanganku!...aku bilang lepaskan tanganku Varun!....Varun kamu menyakiti aku!..." kata Fatimah dengan penuh kemarahan di wajahnya dan Varun langsung melepaskan tangan Fatimah dan mereka berdua langsung saling bertatapan.
"kenapa kamu menolak cintaku Fatimah...aku sangat mencintaimu dengan tulus,,,,jawab aku Fatimah!,,,"kata Varun sambil berteriak kepada Fatimah dan Fatimah hanya diam dan ketakutan kepada Varun dan Varun tidak sengaja membentak Fatimah sementara Fatimah menangis tersedu sedu.
"maaf Fatimah....maafkan aku tidak seharusnya aku bersikap seperti ini kepadamu" kata Varun sambil menundukkan kepalanya dan Fatimah langsung menghapus air matanya dan berusaha untuk sabar.
setelah ketegangan di antara Varun dan juga Fatimah tiba tiba Dion Salima dan Pasha datang dan Salima langsung menampar Varun dan membuat mereka semua terkejut.
"beraninya kamu!... Beraninya kamu membawa Fatimah seperti itu dan membuat sahabatku menangis!...." kata Salima sambil menatap Varun dengan kemarahan sementara Fatimah langsung menghampiri Salima dan menenangkan Salima dan Salima langsung memeluk Fatimah dan Salima langsung membawa Fatimah pergi
setelah Salima dan Fatimah Varun mencoba untuk mengejar mereka berdua tapi Dion dan Pasha langsung mencegah Varun sambil memegang kedua memegang tangan Varun dan Varun memaksa untuk pergi menyusul Fatimah tapi mereka berdua terus memegang Varun dengan sangat keras dan Varun langsung mendorong Dion dan Pasha sampai mereka berdua terjatuh.
"kalian berdua kenapa mencegah aku untuk menyusul Fatimah!,,,dan kalian berdua selalu saja ikut campur dalam urusanku!" kata Varun sambil membentak Dion dan Pasha dan mereka berdua langsung terbangun dan mencoba untuk membuat Varun mengerti tapi hati Varun sangat hancur karena Fatimah menolak cintanya.
"kamu kenapa Varun kenapa kamu berubah seperti ini!...karena cintamu di tolak oleh Fatimah" kata Dion sambil marah marah kepada Varun sementara Pasha melihat pertengkaran antara Dion dan varun dan mencoba untuk memisahkan mereka berdua dan Pasha berusaha menenangkan Dion yang temperamental dan Pasha membawa Varun menjauh dari Dion dan menenangkan Varun.
"Varun dengarkan aku Fatimah menolak cintamu karena kalian berdua berbeda keyakinan..." kata Pasha dan Varun langsung menatap Pasha dengan matanya yang berkaca kaca dan Varun langsung memeluk Pasha sementara Dion mulai tenang dan Dion langsung menghampiri Varun dan Pasha dan Pasha langsung menatap Dion.
"Dion apakah sekarang kamu sudah tenangkan dirimu?" kata Pasha dan Dion hanya menganggukkan kepalanya dan Dion merasa kasihan kepada Varun dan sangat menyesal kepada Varun dan Dion langsung meminta maaf kepada Varun.
"Varun aku tahu aku salah....jadi tolong maafkan aku...!" kata Dion dan Varun langsung memaafkan Dion dan langsung memeluk Dion dan Dion menenangkan Varun,
"Varun aku tahu kamu cinta sama Fatimah tapi kamu lupa Fatimah seorang muslim apa kamu tega menjauhkan dia dari tuhannya...?" kata Dion dan mendengar perkataan Dion membuat Varun berpikir Pasha Dion langsung membawa Varun pulang.
sementara Salima membawakan minum untuk Fatimah supaya Fatimah merasa tenang dan Salima langsung duduk di samping Fatimah sambil memegang pundak Fatimah dan Fatimah terus memikirkan Varun.
"Fatimah katakan padaku apakah kamu mencintai Varun" kata Salima dan Fatimah langsung menatap Salima dengan wajah sedih dan Fatimah hanya diam dan Salima pun sedih melihat sahabatnya yang sedang sedih dan tiba tiba Aisyah datang dan Aisyah melihat Fatimah sedih dan membuat Aisyah merasa bingung.
"apa yang terjadi....Fatimah kenapa kamu sedih? Salima jawab aku kenapa Fatimah sedih...?" kata Aisyah dan Fatimah pun langsung pergi ke kamarnya dan Aisyah langsung duduk di samping Salima dan Salima langsung Menjelaskan Apa yang terjadi kepada Fatimah dan Aisyah pun langsung terkejut mendengar penjelasan Salima.
"apa!...jadi Varun Mencintai Fatimah dan Fatimah menolak cinta Varun...?"kata Aisyah dan Salima hanya menganggukkan kepalanya dan Salima langsung pergi menemui Fatimah dan Aisyah hanya duduk.
Salima langsung mengetuk pintu kamar Fatimah "Tok!!!...Tok!!!...Tok!!!..."tapi Fatimah masih belum membuka pintunya dan membuat Salima semakin khawatir dan Asiyah langsung menghampiri Salima dan Aisyah langsung mengetuk pintu kamar Fatimah" Tok!!!....Tok!!!..Tok!!!..." dan Fatimah masih tidak membuka pintunya.
"Fatimah aku tahu kamu lagi ingin sendiri tapi tolong buka pintunya!"...kata Aisyah dan Fatimah langsung membuka pintu kamarnya Salima dan Aisyah terkejut melihat wajah Fatimah yang penuh dengan air mata dan Fatimah langsung masuk kamar dan mereka berdua mengikuti Fatimah dari belakang dan mereka berdua langsung duduk di samping Fatimah.
"aku sudah tahu semuanya Fatimah...menurutku lebih baik kamu kasih Varun kesempatan untuk membuktikan cintanya kepadamu....?..."kata Aisyah dengan kata kata Aisyah membuat Fatimah berpikir kembali dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah Fatimah dan Salima langsung keluar untuk membuka pintu.
Salima pun langsung membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Pasha dan menyapa Pasha dan Pasha terlihat sangat khawatir dan kebingungan.
"Pasha...ada perlu apa kamu datang ke sini dan kenapa wajahmu terlihat sangat khawatir...?" kata Salima dan Pasha langsung menceritakan yang terjadi kepada Varun dan Salima langsung terkejut mendengar kabar tersebut.
"apa Varun menghilang sejak kemarin!..."kata Salima dengan terkejut sementara di kamar Aisyah terus menenangkan Fatimah yang sedang sedih dan tiba tiba Aisyah langsung mendengar ada kebisingan di luar rumah.
"sepertinya ada suara Pasha di luar....!" kata Fatimah dan Fatimah langsung keluar dan Aisyah mengikuti Fatimah keluar dan Fatimah mengintip percakapan Pasha dan Salima dan Fatimah terkejut mendengar kabar kalau Varun menghilang sejak kemarin dan Fatimah langsung keluar dan membuat Pasha dan Salima terkejut.
Fatimah terus mencari Varun sambil menangis dan Fatimah terus berteriak memanggil nama Varun, "Varun!!!...Varun!!!...Varun!!!..." Fatimah terus berteriak sementara Pasha Salima dan Aisyah bertemu dengan Fatimah dan membawa Fatimah pulang.
"Fatimah ayo kita pulang biarkan Pasha dan Dion mencari Varun....ayo!" kata Aisyah sambil memegang tangan Fatimah dan Fatimah menolak pulang dan terus mencari Varun sampai ketemu dan tiba tiba Hp Pasha berbunyi dan yang menelpon Pasha Dion.
"Halo!...Dion apakah kamu menemukan Varun?" kata Pasha dan Pasha terkejut mendengar kabar tersebut hingga Hpnya terjatuh dan dan Fatimah mulai bertanya kepada Pasha tentang Varun.
"apa yang terjadi kepada Varun...jawab aku Pasha!..." kata Fatimah dengan wajah khawatir dan Pasha hanya diam sambil menatap Fatimah dan bergegas ke rumah sakit dan Fatimah Asiyah Salima dan Fatimah langsung mengikuti Pasha.
setelah sampai di rumah sakit mereka langsung bertanya kepada perawat ruangan Varun dan perawat langsung memberitahu dan mereka langsung ke ruangan ICU dengan berlari setelah sampai di ruangan ICU mereka langsung melihat Dion yang sedang duduk di ruang ICU.
dan mereka menghampiri Dion dan Dion langsung melihat Fatimah dengan tatapan tajam dan Fatimah langsung bertanya kepada Dion tentang kondisi Varun dan Dion langsung memarahi Fatimah.
"apakah kamu puas sekarang!...lihat apa yang kamu lakukan kepada Varun...?jika kamu tidak menolak cintanya mungkin Varun baik baik saja sekarang!..." kata Dion sambil membentak Fatimah dan Fatimah hanya terdiam dan menangis dan kedua sahabatnya langsung memeluk Fatimah dan Aisyah langsung membela Fatimah.
"Dion kamu juga tahu alasan Fatimah menolak cinta Varun!...lalu kenapa kamu menyalahkan Fatimah dalam hal ini!..." kata Aisyah dan Pasha langsung memisahkan mereka berdua dan Pasha langsung memarahi Dion.
"Dion ini rumah sakit jadi jangan cari masalah!... lagipula Fatimah menolak cinta Varun karena dia seorang muslim dia berbeda dengan Varun!..." kata Pasha sambil menatap Dion dan Dion langsung masuk menemui Varun dan Fatimah langsung berlari ke luar dengan menangis dan kedua sahabatnya langsung mengejar Fatimah.
setelah beberapa bulan akhirnya Varun mulai sadarkan diri dan mulai mencari Fatimah dan Pasha langsung bergegas ke rumah Fatimah dan Dion menjaga Varun di rumah sakit setelah sampai di rumah Fatimah Pasha langsung mengetuk pintu rumah Fatimah, "Tok!!!...Tok!!!...Tok!!!" dan yang keluar adalah Aisyah.
"Aisyah aku ingin bertemu dengan di Fatimah sekarang juga!" kata Pasha dengan wajah panik dan Aisyah tidak mengizinkan Pasha untuk menemui Fatimah dan Pasha langsung memohon kepada Aisyah untuk memanggil Fatimah.
"Aisyah aku mohon izinkan aku untuk menemui Fatimah karena Varun sangat membutuhkan Fatimah!,,,," kata Pasha sambil menyatukan kedua tangannya kepada Aisyah dan Aisyah merasa sangat kasihan kepada Pasha dan Aisyah langsung memanggil Fatimah dan Fatimah langsung keluar Pasha sangat senang karena Fatimah keluar dan Pasha langsung menceritakan kondisi Varun dan Fatimah sangat senang dengan kondisi Varun.
"apa jadi Varun sudah sadar...?"kata Fatimah dengan wajah tersenyum Fatimah dan Pasha langsung pergi menemui Varun di rumah sakit sementara Varun terus menunggu kedatangan Fatimah dan Dion terus menjaga Varun.
akhirnya Fatimah dan Pasha sudah datang dan Varun langsung bahagia dan terus menatap Fatimah dan Dion langsung mempersilahkan Fatimah duduk di samping Varun Fatimah merasa dilema karena di satu sisi dia sangat bahagia dan di sisi lain Fatimah merasa sedih karena melihat kondisi Varun yang sangat lemah.
"Fatimah aku merasa sangat senang karena kamu ada di sini bersamaku..."kata Varun dengan terbata bata saat Varun ingin memegang tangan Fatimah, Fatimah langsung menghindar dan membuat Varun sedih dan tiba tiba perawat datang membawa makan siang untuk Varun.
"permisi maaf pak Varun hari ini saatnya makan siang aku akan membantumu..." kata perawat dengan kata kata lembut dan Varun langsung menolak makan dan perawat langsung pergi sementara Pasha terus memaksa Varun untuk makan dan menyuapi Varun tapi Varun tetap menolak.
"aku tidak ingin makan sebelum Fatimah menerima cintaku dan menyuapiku makan!" kata Varun dan Fatimah hanya menganggukkan kepalanya dan Pasha membantu Varun untuk duduk dan Fatimah langsung menyuapi Varun dan Varun pun mulai makan dengan lahap sambil menatap Fatimah dan Fatimah hanya menunjukkan kepalanya dan Varun semakin mencintai Fatimah sementara kedua sahabatnya duduk di sofa.
setelah Fatimah selesai menyuapi Varun Pasha langsung membantu Varun untuk tidur kembali dan Fatimah pamit kepada mereka bertiga untuk pulang dan Fatimah langsung pulang dan Varun mulai di kasih obat oleh Dion dan Varun langsung minum obat Varun pun langsung tidur karena pengaruh obat tersebut.
seminggu kemudian Varun sudah boleh pulang dan kedua sahabatnya langsung membawa Varun pulang dalam perjalanan pulang mobil Varun Melewati jalan rumah Fatimah dan Varun langsung menghentikan supir mobil dan mobil pun berhenti di rumah Fatimah.
"ada apa Varun kenapa kamu menghentikan mobilnya apakah kamu baik baik saja...?" kata Pasha dan Varun langsung keluar dari mobil dan menemui Fatimah Pasha dan Dion langsung keluar mengikuti Varun dari belakang.
setelah sampai di rumah Fatimah Varun melihat Fatimah di tamannya sedang menyiram tanaman dan Varun menghampiri Fatimah dan kedua sahabatnya terus mengikuti Varun dan Varun langsung menyapa Fatimah.
"Fatimah!...." dan Fatimah terkejut dan Fatimah langsung menengok ke belakang dan ternyata itu adalah Varun dan Varun terus menatap Fatimah sambil tersenyum sementara Fatimah menundukkan kepalanya.
"Varun kenapa kamu bisa ada di sini bukankah kamu ada di rumah sakit....?" kata Fatimah dengan gugup sementara Varun menyuruh Pasha dan Dion untuk meninggalkannya berdua.
"Pasha Dion kalian berdua bisa pergi karena aku ingin bicara berdua dengan Fatimah!..." kata Varun sambil memberikan isyarat kepada mereka berdua dan mereka berdua langsung pergi dan membuat Fatimah merasa tidak enak hati karena bicara berdua dengan varun dan Fatimah terus memikirkan perkataan dokter tentang kondisi Varun.
"jika bukan karena kondisi Varun aku tidak akan melakukan semua ini...ini membuatku tidak nyaman!,,,,"kata dalam hati Fatimah dan varun terus menatap Fatimah dan Varun terus bicara dengan Fatimah tetapi Fatimah tidak memperhatikan Varun dia terus melamun.
"Fatimah apakah kamu mau mengantarku ke gereja untuk beribadah..."kata Varun dan fatimah langsung terkejut sambil menelan air liurnya dan Fatimah berusaha mencari alasan untuk menolak permintaan Varun tapi Fatimah tidak ingin berbohong kepada Varun dan Fatimah langsung menolaknya secara halus.
"maaf Varun aku tidak bisa karena aku muslim jadi aku tidak bisa mengantarmu ke gereja maaf,,,!" kata Fatimah dan Varun langsung menerimanya dengan lapang dada karena Varun tahu kalau Fatimah itu muslim jadi Varun tidak sakit hati dengan perkataan Fatimah dan Fatimah langsung pergi meninggalkan Varun di tamannya.
"Fatimah dimana Varun kenapa kamu meninggalkan dia sendirian di sana,,,?" kata Dion dan Pasha langsung menarik tangan Dion dan menemui Varun di taman dan mereka melihat Varun sedang duduk di taman mereka langsung menghampiri Varun.
"Varun ayo kita pulang sekarang karena kamu harus banyak istirahat...ayo!" kata Pasha dan mereka langsung membawa Varun pulang sambil membopong Varun dan pergi.
saat makan bersama Fatimah terus memikirkan Varun Aisyah dan Salima pun langsung melihat Fatimah sedang mengacak acak makanannya dan mereka langsung saling berbisik membicarakan Fatimah.
"Salima coba kamu bicara dengan Fatimah aku tidak tega melihatnya seperti itu...!" kata Aisyah dan Salima pun menepuk pundak Fatimah dan bicara dengan Fatimah.
"Fatimah jika kamu tidak mencintainya lalu kenapa kamu terus memikirkannya...?" kata Salima dan berbagai alasan Fatimah pun menghindar dari kenyataan kalau dia juga mencintai Varun tapi Fatimah tidak mengakuinya.
"tidak aku tidak memikirkannya hanya saja aku sedang memikirkan judul buat skripsi aku..." kata Fatimah dengan terbata bata Salima dan Aisyah tidak mempercayai jawaban Fatimah dan mereka tahu kalau Fatimah bohong mereka bertiga langsung melanjutkan makan.
setelah selesai makan Fatimah langsung masuk ke kamarnya untuk menyelesaikan tugas skripsinya dan mereka berdua juga sedang menyelesaikan tugas skripsinya pada jam 22:10 malam mereka berdua sudah tidur sementara Fatimah terus menyelesaikan tugasnya sampai selesai.
tiba tiba Hp Fatimah berdering, "KRIING!!!...KRIING!!!...KRIING!!!..." tapi Fatimah tidak menghiraukan panggilan dari hpnya dia terus fokus pada skripsi dan hp Fatimah terus berdering hingga mengganggu Fatimah dan Fatimah langsung mematikan hpnya dan dia melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya.
pada jam 00:00 malam Fatimah sudah menyelesaikan tugas skripsinya dan dia langsung shalat tahajud setelah selesai shalat tahajud Fatimah langsung mengecek hpnya dan ternyata yang menelpon adalah Varun dan Fatimah langsung tidur.
Varun terus menunggu sambil memegang hpnya dan duduk di sofa dan berharap kalau Fatimah akan menelponnya kembali sementara kedua sahabatnya sudah tidur Varun terus menunggu sambil mengecek hpnya sampai dia tertidur.
pagi harinya mereka sedang sarapan dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah Fatimah dan Fatimah langsung keluar dan membuka pintunya dan Fatimah terkejut dan yang datang adalah ayahnya dan Fatimah merasa sangat senang dia langsung mempersilahkan ayahnya masuk
"Aisyah Salima perkenalkan ini adalah ayahku bimo dan ayah perkenalkan mereka sahabat Fatimah Aisyah dan Salima...!" kata Fatimah sambil tersenyum dan ayahnya langsung berjabat tangan dengan Aisyah dan Salima dan Fatimah langsung menawarkan ayahnya untuk makan bersama.
"Fatimah sebelumnya kami tidak pernah melihat ayahmu...?" kata Salima dengan wajah heran dan Fatimah tersenyum dan menjelaskan semua tentang ayahnya di saat keasikan mereka yang sedang bicara tiba tiba ada yang datang dan Aisyah langsung memeriksa ke luar dan
membuka pintunya dan ternyata yang datang adalah Varun dan Varun langsung menyapa Aisyah.
"Hai!..Aisyah apakah Fatimah ada di dalam...?" dan Aisyah langsung berbohong kepada Varun bahwa Fatimah gak ada di rumah dan Varun langsung pergi sementara Varun menitipkan bingkisan untuk Fatimah dan Varun pun langsung pergi.
"siapa yang datang ke sini Aisyah..?kata Salima dan Aisyah langsung memberikan bingkisan itu ke Fatimah dan Fatimah langsung membaca surat yang di tulis oleh Varun Aisyah dan Salima juga melihat isi surat yang di tuliskan oleh Varun dan juga ikut membacanya.
"apakah itu dari pacar kamu nak...?" kata Bimo Fatimah hanya menganggukkan kepalanya karena malu dan Fatimah langsung menyimpan surat dari Varun sambil tersenyum Aisyah setelah selesai makan Aisyah dan Salima langsung meninggalkan Fatimah dengan ayahnya secara berdua dan Bimo langsung membicarakan hal yang penting kepada Fatimah.
"Fatimah ayah ingin membicarakan sesuatu hal yang penting denganmu nak...!" kata Bimo sambil memegang kedua tangan Fatimah dan tersenyum Fatimah dan Fatimah penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh ayahnya.
"Fatimah beberapa bulan lagi kamu akan wisuda jadi ayah ingin kamu menikah dengan pilihan ayah...!"kata Bimo sambil mengelus kepala Fatimah dan Fatimah terkejut mendengar perkataan ayahnya dan Fatimah hanya diam dan tidak bisa melakukan apapun dan Fatimah berusa untuk menolak permintaan ayahnya.
"tapi ayah aku ingin melanjutkan S3 dan lagipula aku sudah punya pacar...!" kata Fatimah dan ayahnya sangat senang kalau Fatimah sudah punya pacar dan dia menyuruh Fatimah untuk membawa pacarnya datang ke hadapan ayahnya dan Fatimah langsung menuruti permintaan ayahnya.
Varun datang ke rumah Fatimah untuk menemui Fatimah dan Varun langsung mengetuk pintu rumah Fatimah dan ternyata yang membuka pintu adalah Bimo dan Varun pun terkejut dan heran karena Varun tidak pernah melihat Bimo di rumah Fatimah.
"maaf kamu siapa ya dan ada perlu apa kamu datang ke sini...?" kata Bimo dan Bimo langsung mempersilahkan Varun untuk masuk dan duduk kemudian Bimo langsung memanggil Fatimah, "Fatimah!!!...Fatimah!!!..." dan Fatimah langsung keluar kamar dan menemui ayahnya.
"Ya ayah!...ayah kenapa kamu memanggilku?" kata Fatimah dan Varun langsung menatap Fatimah sementara Fatimah menundukkan kepalanya.
"Fatimah tolong kamu buatkan teh untuk Varun!" kata Bimo dan Fatimah langsung membuatkan teh untuk Varun sementara Varun dan Bimo terus bicara dan Varun merasa sangat gugup di hadapan Bimo.
"Varun ada perlu apa kamu datang ke sini dan bagaimana kamu bisa kenal Fatimah!..."kata Bimo dan Varun pun menceritakan tentang dirinya setelah mendengar identitas Varun Bimo pun terkejut sementara Fatimah mengantarkan teh untuk Varun dan Fatimah pun langsung pergi ke kamarnya dan Bimo langsung menyuruh Varun untuk pergi secara halus.
"Varun Fatimah sedang mengerjakan tugas skripsi..dan aku tidak mengizinkan Fatimah keluar rumah sampai tugas kuliahnya selesai" kata Bimo dan Varun pun langsung pulang Bimo langsung memanggil Fatimah, "Fatimah!...Fatimah!" dan Fatimah langsung menghampiri ayahnya dan duduk di samping ayahnya.
"Fatimah apakah benar Varun adalah pacarmu...?" kata Bimo dan Fatimah hanya menganggukkan kepalanya dan Bimo pun tidak senang dengan hubungan Fatimah dan Varun.
"Fatimah kamu harus memutuskan hubungan kamu dengan Varun sekarang juga!..." kata Bimo Fatimah pun langsung terkejut dan matanya berlinang air mata.
"tapi kenapa ayah Varun sangat baik dan dia juga sangat mencintaiku dengan tulus!"kata Fatimah sambil menangis dan ayahnya tidak mau mendengarkan Fatimah dan ayahnya langsung pergi sementara Fatimah duduk di sofa sambil menangis.
setelah Varun sampai di rumahnya Dion sedang duduk di luar rumah dan Varun melihat Dion yang sedang melamun dan Varun langsung menghampiri Dion dan Varun duduk di samping Dion.
"apakah kamu sedang memikirkan Aisyah..?" kata Varun dan Dion langsung menengok ke arah Varun dan Dion langsung mempertanyakan banyak hal kepada Varun.
"tidak aku tidak memikirkan Aisyah....dan kamu habis dari mana Varun apakah kamu menemui Fatimah...?" kata Dion. dan Varun hanya menganggukkan kepalanya dan menceritakan kejadian di rumah Fatimah dan Dion langsung terkejut.
"apa!...jadi ayah Fatimah sekarang ada di rumah Fatimah...!" kata Dion dan Varun hanya menganggukkan kepalanya dan Varun langsung melanjutkan ceritanya.
"sepertinya ayah Fatimah tidak menyukaiku saat aku memberitahu identitasku...!"kata Varun dan Dion hanya diam dan mendengarkan Varun cerita tiba tiba Pasha datang dan memotong cerita Varun.
"itu karena kamu dan fatimah berbeda keyakinan itu sebabnya ayah Fatimah tidak menyukaimu...!" kata Pasha Dion dan Pasha langsung menengok ke arah Pasha dengan terkejut dan Pasha langsung menghampiri Varun dan Dion.
sementara di rumah Fatimah sedang ada tamu istimewa dan Bimo ke kamar Fatimah bahwa tamu istimewa untuk Fatimah sudah datang dan Bimo langsung menyuruh Fatimah untuk dandan yang cantik itu membuat Fatimah merasa bingung dan Fatimah langsung menuruti permintaan ayahnya Fatimah pun langsung bersiap siap.
setelah menunggu lama akhirnya Fatimah pun sudah turun ke bawah dan Fatimah melihat laki laki tampan yang lebih muda darinya dan Fatimah semakin penasaran dan Bimo langsung menyuruh Fatimah untuk duduk dan Bimo langsung memperkenalkan Fatimah kepada laki laki tersebut.
"Alzam perkenalkan ini adalah putriku Fatimah Az-Zahra dan Fatimah ini adalah Alzam... dia yang akan menjadi calon suamimu...!" kata Bimo sambil tersenyum dan Fatimah pun terkejut mendengarnya dan Adam langsung menyapa Fatimah dan Fatimah terus menundukkan kepalanya di hadapan Alzam
"Fatimah buka cadarmu sekarang karena calon suamimu berhak melihat wajahmu....!"kata Bimo dan Fatimah langsung membuka cadarnya setelah Fatimah membuka cadarnya Alzam sangat terpesona melihat kecantikan Fatimah dan Alzam tidak bisa berpaling dari Fatimah dan Alzam pun langsung menundukkan kepalanya dan Fatimah pun memakai cadarnya lagi.
"Fatimah apakah kamu siap untuk menikah dengan Alzam dan apakah kamu menerima perjodohan ini...!" kata Bimo sementara Fatimah merasa sangat dilema di satu sisi Fatimah tidak bisa menolak permintaan ayahnya dan di sisi lain Fatimah tidak bisa meninggalkan Varun karena dia juga sangat mencintai Varun.
"iya ayah aku menerima perjodohan ini aku tahu ayah melakukan semua itu untuk kebaikan aku...!" kata Fatimah dan Bimo pun senang mendengarnya dan Alzam pun menerima perjodohan ini dan Alzam pun langsung pulang ke rumahnya sementara Fatimah langsung bicara kepada ayahnya.
"ayah sebelum aku menikah aku ingin menemui Varun untuk Memberitahu semua tentang perjodohan ini....!" kata Fatimah sambil menahan tangisannya dan Bimo pun setuju dengan Fatimah dan Fatimah pun langsung pergi menemui Varun.
setelah Fatimah dalam perjalanan menuju rumah Varun tiba tiba Varun dan Fatimah berpapasan dan Fatimah hampir terjatuh dan Varun langsung menolong Fatimah dengan memegang tangan Fatimah dan mereka pun saling bertatapan dengan penuh cinta dan Varun langsung melepaskan tangan Fatimah dan meminta maaf kepada Fatimah.
****
"Fatimah maafkan aku...seharusnya aku lebih hati hati dalam berjalan...tolong maafkan aku!" kata Varun dan Fatimah pun memaafkan varun dengan menganggukkan kepalanya dan Varun sangat senang karena Varun bertemu Fatimah dan Varun melihat wajah Fatimah dengan sedih.
"Fatimah apa yang terjadi...?apakah semuanya baik baik saja dan kenapa wajahmu terlihat sedih?...."kata Varun sementara Varun ingin sekali menghapus air mata Fatimah tapi Fatimah tidak mengizinkan Varun untuk menyentuhnya dan Fatimah pun menghapus air matanya sendiri.
"Varun aku ingin membicarakan sesuatu denganmu...ini sangat penting....!!!"kata Fatimah sambil menatap wajah Varun dengan matanya yang berkaca kaca dan Varun masih penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Fatimah dan Varun langsung mengajak Fatimah ke tempat duduk yang ada di samping mereka dan mereka pun langsung duduk dengan berjarak sementara Varun terus menatap wajah Fatimah dan Fatimah tidak menatap wajah varun.
"Varun aku sudah di jodohkan oleh ayahku dan aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini...!!!!"kata Fatimah dengan gugup dan Varun pun terkejut mendengar perkataan Fatimah dan Fatimah pun langsung pergi dan Varun langsung memegang tangan Fatimah.
"tapi kenapa Fatimah kenapa harus berakhir seperti ini....? Fatimah aku sangat mencintaimu aku akan melakukan apapun untuk bisa bersama denganmu....!!!kata Varun sambil memohon kepada Fatimah dan Fatimah tidak tega melihat Varun memohon kepadanya seperti itu dan Fatimah tidak melihat wajah Varun sementara Varun mengeluarkan air matanya dan Fatimah langsung melepaskan pegangan Varun.
"maafkan aku Varun tapi aku tidak bisa menolak permintaan ayahku....tolong maafkan aku!!!kata Fatimah sambil menangis dan Fatimah langsung pergi sambil menangis dan berlari Varun sangat terkejut dengan perkataan Fatimah sampai sampai dia tidak percaya dengan apa yang terjadi dan Varun terus berdiri seperti patung dan matanya berkaca kaca setelah Varun menyadari Fatimah sudah pergi Varun langsung berlari ke rumah Fatimah.
********
Varun terus berlari menuju ke rumah Fatimah dan tiba tiba Pasha ada di hadapan Varun dan Pasha terkejut dan melihat kesedihan Varun Pasha langsung memegang kedua pundak Varun.
"Varun apa yang terjadi....kenapa kamu berlari dengan wajah sedih seperti ini....?"kata Pasha dan Varun pun langsung pergi dan tidak menjawab pertanyaan Pasha saat Pasha ingin mengejar Varun Pasha mulai mengerti kenapa Varun berlari seperti itu.
Varun!!!....mungkin saja Varun sedang ada masalah dengan Fatimah sebaiknya aku tidak perlu ikut campur dalam urusan mereka...."kata Pasha dan Pasha pun langsung pergi.
setelah Varun sampai ke rumah Fatimah Varun melihat banyak sendal dan sepatu di rumah Fatimah dan Varun langsung menguping pembicaraan dalam keluarga Fatimah dan Varun melihat Fatimah sedang duduk bersama Alzam.
"jadi pernikahan Fatimah dan Alzam akan di laksanakan setelah Fatimah wisuda"kata Bimo sambil tersenyum bahagia mendengar pernikahan Fatimah dan Alzam membuat hati Varun sangat hancur dan Varun pun terkejut dan Varun langsung pergi dari rumah Fatimah dan Fatimah merasakan kehadiran Varun.
"Varun....apakah itu Varun ataukah itu hanyalah perasaanku saja...?"kata Fatimah dengan wajah bingung di tengah kebahagiaan ayah Fatimah dan ayah Fatimah bersalaman dengan keluarga Alzam sementara Fatimah masih memikirkan Varun dan Alzam terus menatap Fatimah dengan malu malu dan keluarga Alzam pun langsung pulang sementara Alzam meminta izin kepada Bimo untuk bicara dengan Fatimah dan Bimo pun mengizinkan Alzam untuk bicara dengan Fatimah dan Bimo pun langsung pergi.
dan mereka pun langsung duduk dengan saling berhadapan Alzam dan Fatimah terus mencuri pandang karena mereka malu saat Fatimah menatap Alzam, Alzam Pun langsung tersenyum sementara Fatimah langsung menundukkan kepalanya
"Fatimah jika kamu keberatan dengan perjodohan ini kamu bisa membatalkannya..."kata Alzam dan Fatimah tidak menjawab pertanyaan tersebut dan. Alzam langsung berpamitan kepada Bimo dan juga Fatimah untuk pergi dan Alzam pun langsung pergi sementara Fatimah dan ayahnya langsung masuk ke rumahnya.
****************
setelah Fatimah di kamarnya Fatimah terus memikirkan Varun sambil tiduran dan memegang foto mereka berdua Fatimah terus menatap foto mereka sambil menangis dan Fatimah pun langsung tertidur sambil memeluk foto mereka.
sementara Bimo keluar dari kamarnya untuk mengambil air setelah selesai mengambil air Bimo langsung kembali ke kamarnya dan Bimo langsung melihat lampu kamar Fatimah masih menyala dan Bimo langsung ke kamar Fatimah untuk mematikan lampu kamarnya dan Bimo melihat Fatimah tertidur sambil memeluk foto Varun dan Fatimah yang sedang bersama dan Bimo langsung mengambil foto dan melihat foto tersebut.
pada pagi harinya Fatimah sudah bangun dan di sadar bahwa foto mereka berdua sudah tidak ada dan Fatimah pun langsung mencari foto tersebut dengan wajah cemas Fatimah terus mencari foto dan tanpa sadar tiba tiba Bimo sudah ada di hadapan Fatimah sementara Fatimah terus mencari foto tersebut.
"Apakah kamu sedang mencari ini....Fatimah!!!" kata Bimo sambil menunjukkan foto tersebut kepada Fatimah dan Fatimah terkejut karena foto itu ada di tangan ayahnya saat Fatimah ingin mengambil foto itu Bimo langsung membanting foto itu dengan sangat keras hingga foto itu pecah dan itu membuat Fatimah merasa sangat sedih.
"Fatimah kamu sudah berjanji setelah kamu menemui Varun kamu akan melupakannya!...."kata Bimo dan Bimo langsung pergi sementara Fatimah langsung membersihkan pecahan kaca dan mengambil foto itu sambil menangis tersedu sedu.
dan Fatimah langsung turun ke bawah untuk sarapan dan Fatimah terkejut karena Alzam berada di rumahnya sedang berbicara dengan ayahnya dan Bimo langsung menyuruh Fatimah untuk duduk di samping Alzam dan Fatimah pun menuruti perkataan ayahnya.
dengan berjalannya waktu dan juga hari Varun terus membujuk ayahnya Fatimah untuk menerimanya sebagai pasangan hidup Fatimah dan juga ingin menikahi Fatimah Varun terus berubah dan belajar mengenai ajaran Islam bahkan Varun ingin berniat untuk ke pesantren agar dia bisa memahami dan juga faham tentang agama Islam sementara Pasha dan juga Dion merasa sangat terkejut dan juga kagum dengan perjuangan Varun untuk mendapatkan cinta Fatimah dan juga restu dari Bimo dan mereka berdua langsung menghampiri Varun dan Dion memegang pundak Varun dan Varun pun langsung menoleh ke arah mereka berdua.
"Varun pikirkan sekali lagi....apakah kau akan meninggalkan agamamu demi Fatimah...?"kata Pasha dengan wajah sedih sementara Varun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya Varun pun terus mendengarkan perkataan mereka berdua sambil bersiap siap untuk pergi ke pesantren.
"tapi Varun bagaimana jika Fatimah menolak cintamu dan Om Bimo tidak merestui hubungan kalian berdua....?"kata Dion dan Varun langsung terkejut dan menatap Dion lalu Varun pun menghampiri Dion sambil tersenyum sementara mereka berdua merasa heran dengan sikap Varun yang begitu tenang.
"aku tidak peduli jika Fatimah menolak cintaku dan Om Bimo tidak merestui hubunganku dengan Fatimah karena aku tulus mencintai Fatimah dan juga meninggalkan agamaku..." kata Varun dengan penuh keyakinan setelah mendengarkan perkataan Varun mereka berdua pun tersenyum dengan mata mereka yang berkaca kaca dan mereka bertiga langsung berpelukan. sementara Fatimah dan Alzam sudah bertunangan dan Alzam sangat senang dengan pertunangannya sementara Fatimah masih tidak percaya kalau dia akan meninggalkan Varun dan sementara para tamu sedang menikmati pemandangan dan juga hidangan yang disajikan dan Alzam langsung menatap ke arah Fatimah.
"ada apa Fatimah apakah kamu tidak bahagia dengan pertunangan ini....?"kata Alzam dan Fatimah pun langsung mengalihkan pembicaraannya dengan mengatakan kalau Fatimah ingin bertemu dengan teman lamanya dan Fatimah langsung mengajak Alzam untuk bertemu dengan teman lamanya dan memperkenalkan Alzam kepada teman lamanya dan teman lamanya Fatimah mengucapkan selamat kepada Fatimah" selamat ya Fatimah!!." kata teman temanya dan Fatimah pun langsung tersenyum.
setelah kepergian Varun Dion dan Pasha langsung menghadiri acara pertunangan Fatimah dan juga Alzam mereka pun langsung menghampiri Fatimah dan Alzam dan mengucapkan selamat dan mereka berdua pun langsung saling bicara dengan Alzam sementara Fatimah terus mencari keberadaan Varun dan Dion melihat Fatimah yang merasa kebingungan dan Dion langsung menghampiri Fatimah.
"apakah kau mencari Varun...? Varun pergi dari kota ini dan dia tidak akan kembali....!" kata Dion mendengar perkataan Dion Fatimah terkejut dan sedih mendengar kepergian Varun sementara Dion pergi untuk menikmati hidangan yang disajikan dan Fatimah langsung menghampiri Alzam dan menyambut para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
setelah acara pertunangan selesai para tamu undangan langsung pergi dan para pelayan membersihkan semua kotoran dan juga merapikan semuanya dan Fatimah langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya sementara Dion dan Pasha berpamitan kepada keluarga Fatimah dan keluarga Alzam untuk pergi dan mereka pun langsung pergi dan keluarga Alzam juga sudah pulang tinggal Alzam yang belum pulang dan Alzam meminta izin kepada Bimo untuk ke kamar Fatimah.
Om Bimo aku ingin menemui Fatimah dan bicara dengannya...apakah aku boleh ke kamar Fatimah?"kata Alzam dan Bimo pun mengizinkan Alzam untuk menemui Fatimah di kamarnya dan Alzam pun langsung pergi ke kamar Fatimah setelah sampai di kamar Fatimah kemudian Alzam mengetuk pintunya" Tok!!!....Tok!!!....Tok!!!" dan Fatimah langsung membuka pintu kamarnya dan fatimah langsung di hadapan Alzam dengan gugup dan juga tersipu malu.
"Fatimah aku ingin mengajak kamu ke rumah aku agar....agar kamu lebih dekat dengan keluargaku" kata Alzam dengan gugup sambil menundukkan kepalanya dan Alzam langsung pergi dengannya.
pada keesokan paginya semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk pernikahan Fatimah dan Alzam sementara Fatimah pergi belanja bersama dengan Alzam dan keluarganya untuk kebutuhan acara pernikahan tersebut.
"Fatimah ibu sudah pilihkan cincin untuk pernikahan kalian coba kamu pakai pasti cocok di kamu....ayo pakai!..."kata ibunya Alzam dan Fatimah langsung memakai cincin tersebut dan langsung menunjukkannya kepada ibunya Alzam " Wow!!! Fatimah cincin itu sangat indah di tangan kamu..." kata ayahnya Alzam dan Alzam pun tersenyum "kak Alzam kenapa kamu tersenyum seperti itu..." kata mutiara sambil menggoda Alzam dan orang tua Alzam langsung tertawa.
setelah selesai membeli cincin mereka langsung pergi ke toko gaun pernikahan untuk melihat rancangan gaun pengantin yang di pilih oleh Alzam tiba tiba Alzam berpapasan dengan seseorang " maaf...maafkan aku...." kata Alzam sambil menepuk pundak orang itu dan Fatimah langsung melihat orang itu dan orang itu adalah Dion dan Fatimah langsung menatap Dion.
"Hai Fatimah aku senang bertemu denganmu... bagaimana kabarmu?" kata Dion dan Fatimah tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan Dion langsung pergi Fatimah merasa heran dengan sikap Dion yang dingin kepadanya dan ibunya Alzam langsung memanggil mereka dan mereka langsung masuk.
setelah sampai di toko gaun pernikahan ibunya Alzam langsung menunjukkan gaun pengantin yang di pilih oleh Alzam kepada Fatimah. "Fatimah coba kamu pakai gaun pengantin ini...?" kata ibunya Alzam dan Fatimah langsung pergi ke kamar ganti dan mencoba pakaian itu.
setelah menunggu beberapa menit Fatimah langsung keluar dari kamar ganti dan menunjukkannya kepada Alzam dan keluarganya dan mereka semua langsung terpesona melihat kecantikan Fatimah dan Alzam tidak bisa mengalihkan pandangannya ke Fatimah Alzam terus menatap Fatimah.
Astaghfirullah!...kata Alzam dan Alzam langsung menundukkan kepalanya dan mengendalikan dirinya dan Fatimah langsung mengganti pakaiannya di kamar ganti setelah selesai keluarga Alzam langsung pergi ke tempat foto prewedding.
setelah sampai di tempat itu Alzam dan Fatimah langsung foto prewedding di outdoor dan Photographer pun mulai memeragakan model foto prewedding tersebut kepada mereka berdua dan mereka pun langsung mencoba untuk memperagakannya dan membuat Fatimah tidak merasa tidak nyaman dan Alzam pun mengerti kalau Fatimah tidak nyaman dengan gaya model tersebut.
"maaf sebelumnya apakah sebaiknya kita foto prewedding dengan tidak saling menyentuh...?" kata Alzam dan Photographer pun setuju dengan permintaan Alzam dan Photographer pun langsung memberikan gerakan untuk foto prewedding dan mereka mengikuti gerakan tersebut.
setelah mereka selesai foto prewedding mereka pun langsung pulang setelah sampai di rumah Fatimah dan Alzam langsung keluar dan membukakan pintu mobil dan mengantar Fatimah sampai di ke rumahnya dan keluarganya menunggu Alzam di depan.
7 hari kemudian di pagi hari Fatimah pun bersiap siap untuk pernikahannya Fatimah sedang berias menjadi pengantin di bantu dengan para MUA sementara Alzam pun sudah memasuki mobil dengan pakaian pengantin bersama dengan keluarga besarnya untuk ke rumah Fatimah.
di sisi lain Varun pun sudah menjadi seorang ustadz yang berkeliling masjid untuk berdakwah pakaian Varun pun sudah berubah yang dulu Varun berpakaian kaus pendek dan celana pendek sekarang Varun memakai pakaian Koko dan menggunakan peci bahkan semua tato yang ada di tubuh Varun sudah di hapus dan Varun yang dulunya sulit tersenyum kepada semua orang dan sekarang Varun murah senyum baik dan suka menolong.
tiba tiba Dion dan Pasha pun datang ke pesantrennya Varun Dion dan Pasha terus mencari keberadaan Varun tiba tiba Pasha melihat Varun sedang berbicara dengan para santri lain dengan penampilan Varun yang baru membuat Dion dan Pasha terkejut bahkan lebih terkejutnya lagi Varun sudah menghafal Al-Qur'an selama 2 bulan penuh dan mereka pun langsung menghampiri Varun dan mengagetkan Varun.
"hello guys!..." (Dion and Pasha).
"astaghfirullah!...kalian berdua membuat aku terkejut"(kata Varun sambil memegang dadanya).
"maaf Varun...wow! Varun kita tidak melihatmu selama 2 bulan dan sekarang kamu sangat berbeda!" (kata Pasha).
dan Varun hanya tersenyum dan memeluk Dion dan juga Pasha dan Varun membawa mereka masuk ke kamarnya dan mereka bertiga pun masuk.
sementara Alzam dan keluarga besarnya pun sudah tiba di rumah Fatimah dan penghulunya juga sudah duduk di rumah Fatimah dan Bimo langsung menghampiri dan menyambut kedatangan mereka semua dan Alzam pun langsung duduk saling berhadapan dengan penghulu sambil menunggu Fatimah.
karena pernikahannya sudah akan di mulai penghulu langsung menyuruh Bimo untuk memanggil Fatimah dan kedua sahabatnya Fatimah langsung memanggil Fatimah ke kamar Fatimah dan Fatimah pun sudah turun ke bawah di temani oleh kedua sahabatnya dan semua orang termasuk Alzam sangat terpesona melihat kecantikan Fatimah dan Fatimah pun masih menggunakan cadarnya dan Fatimah pun langsung duduk di sebelah Alzam.
dan pernikahannya pun di mulai dan penghulu langsung bertanya kepada kedua pengantin pertama penghulu bertanya kepada Fatimah" Fatimah Az-Zahra apakah kamu siap untuk menikah dengan Alzam Akhdan Ziyad?" kata penghulu dan Fatimah pun menganggukkan kepalanya dan penghulu pun masih bertanya kepada Fatimah" Fatimah Az-Zahra apakah kamu menerima pernikahan ini?" kata penghulu dan Fatimah pun hanya menganggukkan kepalanya.
setelah penghulu selesai bertanya kepada Fatimah penghulu pun langsung bertanya kepada Alzam" Alzam Akhdan Ziyad apakah kamu siap menikah dengan Fatimah Az-Zahra? kata penghulu dan Alzam pun menjawabnya" iya aku terima" kata Alzam sambil menatap Fatimah dan penghulu pun masih bertanya kepada Alzam" Alzam Akhdan Ziyad apakah kamu menerima pernikahan ini?"kata penghulu dan Alzam pun langsung menjawabnya sambil menatap Fatimah" iya aku menerima pernikahan ini" kata alzam dan ijab qobul pun di mulai dan Bimo pun langsung mengucapkan ijab qobul kepada Alzam.
"Alzam Akhdan Ziyad aku nikahkan kamu dengan putriku Fatimah Az-Zahra dengan seperangkat alat sholat dan mahar yang kau berikan di bayar tunai!" kata Bimo sambil berjabat tangan dengan Alzam dan alzam pun langsung mengucapkan ijab qobul.
"aku Alzam Akhdan Ziyad terima nikah dengan Fatimah Az-Zahra dengan seperangkat alat sholat dan maskawin sebesar 40,000,000,000, juta serta emas seberat 50 gram di bayar tunai! dan Alzam pun mengungkapkan ijab qobul dengan lancar tanpa ada kesalahan apapun dan penghulu langsung melihat ke para saksi dan Semua orang pun langsung mengucapkan" sah!" dan mereka semua termasuk Alzam dan Fatimah pun berdoa dan pernikahannya pun selesai dan mereka berdua langsung meminta restu kepada Bimo dan orang tua Alzam.
dan Fatimah langsung mencium tangan Alzam dan pun mencium kening Fatimah dan pernikahannya pun selesai dan mereka langsung menemui para tamu sementara Varun terkejut mendengar Fatimah sudah menikah dengan Alzam tapi Varun tidak sedih melainkan bahagia karena Fatimah menikah dengan orang yang tepat dan Varun juga berusaha untuk tegar untuk menerima semua kenyataan tentang Fatimah.
satu bulan kemudian Fatimah pun sudah memulai membuka hatinya untuk Alzam dan Alzam pun selalu berusaha agar Fatimah bisa mencintainya dan saat itu Alzam sedang berada di kantor dan sedang meeting dengan para kliennya dan tiba tiba Fatimah pun langsung datang ke kantor Alzam sambil membawakan makan siang untuk Alzam dan Fatimah pun langsung masuk menemui Alzam.
"Alzam aku membawakan makan siang untuk....!" kata Fatimah dengan senyuman Fatimah pun langsung terkejut dan berdiri seperti patung karena malu Alzam dan semua kliennya pun langsung menatap Fatimah.
"Maaf....maafkan aku seharusnya aku mengetuk pintu....maaf...maaf" kata Fatimah dengan terbata bata dan Fatimah langsung menutup pintunya dan Alzam pun langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan melihat tingkah Fatimah sementara di depan ruangan Alzam Fatimah langsung tersenyum dengan pipinya yang memerah karena malu.
"baiklah kita lanjutkan meeting nya dan...." (Alzam)
"maaf pak Alzam sebaiknya kita tunda untuk meeting hari ini karena istrimu sudah menunggumu" (Klien 1)
"iya pak Alzam aku setuju dengan apa yang di katakannya sebaiknya kita tunda" kata kliennya yang lain dan akhirnya Alzam pun langsung menunda meetingnya dan para kliennya pun langsung pergi sementara Fatimah masih menunggu dan para kliennya dan Alzam langsung keluar para klien dan juga Alzam langsung menatap Fatimah dan para klien pun langsung tersenyum dan menyapa Fatimah dengan Hormat.
"baiklah pak Alzam dan Bu Alzam kita permisi dan pak Alzam senang berbisnis denganmu" (para klien)
"terimakasih aku juga senang berbisnis denganmu!" (Alzam)
dan para klien pun langsung pergi sementara Fatimah masih merasa bersalah dan Alzam langsung menyuruh Fatimah untuk masuk saat Fatimah masuk ke ruangan Alzam Fatimah merasa sangat gugup sementara Alzam sedang memeriksa dan juga sedang membaca semua berkas kerjanya dan Alzam pun langsung menatap Fatimah yang sangat gugup dan Alzam terus menahan senyumnya dan juga tawanya.
"maa...maafkan aku karena aku telah merusak meetingmu tolong maafkan aku apa....apakah kamu marah" (Fatimah)
"tidak aku tidak marah" (Alzam)
"apakah kamu yakin kalau kamu tidak marah sama aku" kata Fatimah sambil menundukkan kepalanya dan Alzam pun langsung menyimpan berkasnya dan menghampiri Fatimah setelah Alzam sudah mendekati Fatimah dan Fatimah pun langsung mundur sambil menatap Alzam dan Alzam terus menghampiri Fatimah dan Fatimah pun langsung Bersandar di belakang tembok dan Alzam pun ada dekat di hadapan Fatimah ketika Fatimah ingin menghindar Alzam pun langsung mencegah Fatimah dengan menempelkan tangan kirinya ke tembok dan membuat Fatimah terkejut saat Fatimah mulai menutup matanya Alzam pun langsung mencium kening Fatimah dan Fatimah pun terkejut dan langsung menatap Alzam dengan gugup.
"bagaimana aku bisa marah kepada istriku sendiri dan apa yang membawamu ke kantorku" (Alzam)
"Oh Ya!....aku ke sini karena aku ingin mengantarkan makanan untukmu" (Fatimah)
"apakah hanya itu tidak ada yang lain..." (Alzam)
"apa maksudmu!" (Fatimah)
"maksudku apakah kamu hanya mengantarkan makanan untukku atau sekarang kamu sedang merindukan aku itulah sebabnya kamu datang ke sini....apakah aku benar?" (Alzam)