Pagi hari di sekolah.
“Jason!” teriak seorang perempuan memanggil nama Jason.
“Michi? Itu kamu, kan?” tanya Jason pada perempuan itu.
“Hai, pagi Jason! Iya dong, aku Michi.” jawabnya tak lain adalah Michele teman Jason sewaktu kecil. Michele sudah 9 tahun pergi ke London karena harus mengikuti ayahnya bekerja. Sudah lama Jason tidak bertemu dengannya. Terakhir mereka bertemu saat masih berumur 6 tahun.
“Apa kabar, Chi? sekarang sekolahmu di sini?” tanya Jason.
“Kabar baik. Iya dong, ngomong-ngomong kenalin aku sama gengmu dong!” seru Michele.
“Boleh, ayo! Sekalian aku juga mau ke markas bentar.” ajak Jason.
“Punya markas juga kamu?” tanya Michele lagi.
“Ya jelas dong” jawab Jason.
Sesampainya di markas, Jason memperkenalkan Michele ke teman-temannya. Michele disambut hangat oleh teman-teman Jason dan mereka senang mendapat teman baru. Tiba-tiba salah satu teman Jason yang bernama Nathan datang memberi kabar tentang seleksi siswa berbakat. Jadi 15 siswa yang mempunyai bakat nanti akan sekolah di satu sekolah sama yaitu Carine High School. Sekolah yang mempunyai banyak murid multitalenta.
“Jadi, seleksinya nanti habis pulang? Kalian ada yang mau ikut?” tanya Jerome.
“Aku sih ikut. Kan aku punya bakat nyanyi!” seru Kana.
“Kamu mau ikut ngga Chi?” Tanya Jason. “Eh iya, ikut dong. Aku pengen jadi pembawa acara multi-languange.” jawab Michele.
Setelah pulang sekolah, Jason dan teman-teman mengikuti seleksi bakat. Jason dan Jerome mengikuti seleksi olahraga, Erika dan Kana mengikuti seleksi menyanyi, Nathan dan Mira mengikuti seleksi fotomodeling, kalau Michele mengikuti kelas bahasa. Progam seleksi bakat memang diwajibkan untuk anak-anak kelas 9. Mereka harus melanjutkan ke SMA yang lebih baik agar nama sekolah mereka terkenal. Selain itu rata-rata anak-anak SMP Nusa Perwira juga memiliki sifat ambisius jadi, mereka sangat menunggu waktu ini. Seleksi bakat ini berlangsung selama 2 minggu, dengan 2 tahap. Biasanya dimulai saat pulang sekolah yaitu pukul 15.30-18.00.
Saat seleksi Jason melihat jam tangannya, “Hampir pukul 18.00, yess sebentar lagi pulang.” serunya dalam hati.
“TING TONG” bel berbunyi itu tandanya seleksi selesai.
“Akhirnya selesai juga.” kata Jason.
“Eh, gimana seleksi kalian semua?” tanya Jason saat bertemu gengnya.
“Ya agak seru sih, tadi Miss Nara marah-marah karena botolnya rusak.” jawab Mira.
“Kok bisa? ya udah ketimbang kalian pusing, jajan yuk,aku traktir!” seru Michele.
“Bolehhh.” jawab mereka semua.
Mereka ditraktir makan ayam goreng oleh Michele. Mereka sangat senang, dan akhirnya pesta mereka berakhir karena pemilik kedai mau tutup.
“Gak seru nih, Ibu itu tau kalau kita masih kecil.” seru Nathan.
“Ya udah bisa disambung besok kan?” terus Michele.
“Wih beneran, makasih Mich.” seru mereka semua.
“Iya sama-sama. Ngomong-ngomong aku duluan ya.” kata Michele.
“Ya bye.” jawab mereka.
Hari yang melelahkan itu selesai dengan perpisahan di depan toko ayam goreng yang sudah tutup.
Setelah seleksi pertama berlangsung, markas tampak kosong karena anggota geng semua sedang di kelas, mempelajari hal untuk seleksi kedua. Tetapi itu hanya berlaku ketika mereka lolos ke seleksi dua. Dari semalam, Nathan dan Mira tidak tidur karena terus memikirkan pose apa yang dipakai untuk seleksi kedua. Kana dan Erika sibuk latihan bernyanyi di ruang musik, sampai mereka masuk BK karena menyegel fasilitas sekolah. Jason dan Jerome harus selalu membawa P3K, karena kaki mereka penuh luka setelah seleksi pertama, namun begitu mereka seringkali berlatih di lapangan belakang sekolah. Michele juga begadang semalaman, karena ia berulang kali menonton video bahasa Jerman, Mandarin, dan juga Inggris. Saat sampai di kelas Michele ketiduran, alhasil ia pun dimarahi sang Wali Kelas yaitu Mr. Dimas.
3 hari seleksi bakat berlangsung..
“Ini kok depan kelas rame banget ya..?”batin Jason.
“Eh,Van Ini ada apa ya?” tanya Jason pada Evan sang Ketua kelas 9-E.
“Ini loh Jas, hasil seleksi pertamanya keluar.” jawab Evan.
Jason yang kaget langsung berlari ke ruang aula. Dan, benar saja pengumumannya sudah mulai. Mr. Andy ternyata sudah menyebut 10 nama.
“Urutan ke 11 anak kelas 9-E atas nama Jason Adhitama Prasetya.” seru Mr. Andy.
“Hah aku?” batin Jason dengan rasa kurang percaya. Jason langsung pergi ke markas untuk menemui teman-teman.
“Teman-teman, aku dapat urutan sebelas.” seru Jason.
“Aku urutan satu.” sambung Mira.
“Aku urutan tiga.” sambung Nathan.
“Aku dan Erika urutan 8 dan 9.” sambung Kana.
“Aku di urutan 5.” sambung Jerome.
“Aku urutan 7.” sambung Michele.
Jason hanya menganga, karena tidak menyangka dia urutan paling bawah dari ke tujuh temannya. Mereka langsung pergi ke kelas masing-masing. Siang nanti akan ada seleksi tahap 2, “Haduh seleksinya makin berat nih..” batin Jason. Saat seleksi sepak bola, Jason dan Jerome diperintah untuk bermain dengan kelompok sebelah. Saat menit 9, tim lawan menge-golkan bola ke gawang tim Jason.
“Ayo semangat..!!” seru Mr. Kane, pelatih tim Jason. Saat menit ke 21 Jerome menendang bola ke dalam gawang tim lawan.
“Yess.. Goll” teriak Jerome.
Pemandangan itu sangat berbeda dengan Nathan dan Mira. Mereka selalu mendapat ocehan dari Miss Nara.
“Ah.. malas sekali. Guru galak itu bikin diriku pusing.” seru Nathan.
“Sabar.” sambung Mira sambil melanjutkan posenya.
“Oke deh.”jawab Nathan.
“Ya..Mira agak ke atas, Nathan turun sedikit.” kata Miss Nara mengarahkan.
Saat istirahat, “Miss Nara sangat galak ternyata. Pantes Kak Naro selalu mengeluhkan itu.”seru Nathan.
“Baguslah kau mengerti.” sambung Mira.
Di ruang musik, “Er.. Gimana nih, aku deg-degan..?” seru Kana.
“Mau di semangatin Nathan?” balas Erika balik bertanya.
“Ih, enggak gitu maksudku, sebentar lagi kita tampil.” balas Kana.
“Silahkan untuk nomor urut 12, Erika Nia dan Arsa Marasha Kana.” panggil sang panitia.
“Baik kak. Ayo udah mau tampil lho.” ajak Erika.
“Iya.” jawab Kana. Erika dan Kana menyanyikan lagu The Scientist dari Coldplay.
“Oke silahkan.” sambut salah satu, Miss Nana.
Setelah 3 menit bernyanyi, “Oke lumayan.. Kalian bisa asah lagi. Untuk suara Kana, suaramu itu unik jadi bisa diasah lagi ya..” seru Miss Nana.
“Iya, Makasih Miss. Kami pamit..” balas Kana.
Setelah keluar dari ruang seleksi rasanya sangat lemas bagi Kana dan Erika. “Huh, akhirnya selesai..” seru Erika.
Di ruangan Lab. Bahasa, “Habis ini aku, Haduh!” keluh Michele.
“Michele Rania Hermawan, silahkan.” seru salah satu Juri.
“Selamat pagi perkenalkan nama saya Michele Rania Hermawan, Saya dari 9-B. Saya Memiliki keahlian berbiacara dengan 3 bahasa selain Bahasa Indonesia yaitu Jerman, Inggris & Mandarin.” seru Michele.
Para Juri mengetes Michele dengan bahasa Jerman, bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.
“Oke terima kasih atas waktunya, Michele.” seru Mr. Eric.
“Sama-sama Mister.” jawab Michele.
1 Minggu sudah berlalu sejak seleksi bakat kedua. Apakah sudah ada perhitungan siswa yang diterima..?.
“Ga sabar nunggu hasilnya.” bisik Nathan pada Michele yang kebetulan berangkat bersama.
“Sama nih, semoga lulus.” jawab Michele. “Aaamiinn.” jawab Nathan.
Tiba-tiba speaker berbunyi,
“Selamat untuk 15 anak yang lolos tahap seleksi satu dipersilahkan ke Aula” seru Mr. Tony.
Nathan dan Michele pun langsung berlari ke Aula. Dan benar saja, hasilnya menakjubkan urutan 1-7 ditempati oleh geng Jason, sedangkan 3 lainnya dari kelas 9-A, dan 5 lainnya gugur.
“Eh nama kita kayaknya masuk deh Chi.” seru Nathan.
“Iya, Yes akhirnya perjuanganku yang gak tidur semaleman ada hasilnya, aku harus bilang Mira.” seru Nathan lirih.
“Namaku ada di sini.. harus ngomong Mama Papa nih.” batin Michele.
Di telefon, “Ma, Aku lolos seleksi bakat, jadi aku sudah pasti diterima di Carine High School.” kata Michele ditelefon.
“Wah selamat ya nak, Kamu memang anak pintar, teruskan perjuanganmu.” jawab Mama-nya. Tiba-tiba datang Jason, Jerome, Kana, dan Erika, mereka menghampiri Michele.
“Gimana hasilmu Chi?” Tanya Kana.
“Aku ada di urutan 3.” jawab Michele.
“Wah keren! Eh, ngomong-ngomong ke markas yuk.” ajak Jason tiba-tiba. Mereka semua pergi ke markas bersama, kecuali Nathan dan Mira.
“Teman-teman sekarang ketujuh mimpi kita, sudah terwujudkan. Perjuangan kita gak sia-sia semuanya terbayarkan hari ini. Jadi sembilan hari lagi kita akan lulus, semoga kita ada di 10 besar ya.” kata Jason.
9 hari kemudian…
“Bapak Ibu Wali Murid yang saya hormati, Selamat datang di acara PELEPASAN SISWA KELAS 9 SMP NUSA PERWIRA.” sambut Miss Nana.
Hari ini adalah acara pelepasan siswa kelas 9. Semua orang tua murid, datang untuk melihat anak-anaknya lulus. Sekarang tiba saatnya untuk pengumunan peringkat paralel hasil seleksi bakat 2 minggu yang lalu. Arezza Nathan Yunio terpilih sebagai anak berbakat urutan pertama. Saat itu juga Mama Nathan maju ke depan untuk mengambil piagam anaknya. Di urutan kedua ada Keisara Amira Thania. Kemudian pembawa acara membacakan urutan sampai nomor 10.
Saat itu juga Ayah Mira dan Ibu Nathan bertemu.
Ayah Mira sangat bangga pada anaknya, begitu juga dengan Ibu Nathan. Ya, Nathan dan Mira sebenarnya saudara, Orang tua mereka berpisah karena mereka sama-sama sibuknya.
Tiba-tiba Nathan dan Mira datang bersamaan, “Mah, Pah, Nathan kangen kayak dulu lagi. Nathan pengen papa kembali ke rumah kita.” ujar Nathan.
“Gimana ya? Nanti Papa pertimbangin dulu ya sayang.” jawab Papa.
Mira juga menyambung, “Maa, Aku udah lama kangen sama Mama.” ujarnya. “Mungkin ini memang takdir kita, Vin.” bisik Papa Mira pada mama Nathan. “Vin, kalau kamu mau, gimana kalau kamu jadi Ibu untuk mereka berdua lagi?” tanya papa Mira.
“Aku terima lamaranmu.” jawab Mama Nathan.
“Makasih Vin, Aku janji akan lebih baik lagi.” jawab Papa Mira.
Keluarga Jason sedang menyarakan kebahagian. Mereka mengunjungi makam Ibu Jasson yang meninggal saat Jasson kecil.
“Jass, Papa bangga sama kamu. Pasti Mama juga bangga sama kamu.” seru Papa. “Iya Pah, Mah, semoga Mama bangga ya. Mama yang tenang di sana. Jasson bangga punya mama kayak Mamah Ayra” seru Jason sambil mengusap pusara makam sang Ibu.
Semua keluarga dari teman-teman Jasson sedang berbahagia. Mereka sangat bangga pada anak-anaknya, sudah berhasil ada di peringkat atas. Kerja keras mereka semua membuahkan hasil yang membanggakan. Mereka sangat bersyukur, Tuhan selalu memberi keberuntungan pada mereka.
TAMAT