Dina.. itulah namaku. aku yang saat itu masih berusia 10 thn terlahir dari kluarga kurang mampu. aku tinggal dengan ibuku yang bernama Sintia. dan ayahku bernama rehan. ayah dan ibuku sudah berpisah semenjak aku berusia 8 bln. dan stiap hari ibuku berjualan buah buahan disebuah toko kecil miliknya. stengah hari ibu berjualan sedangkan aku dititipkan ke paman dan bibiku. ibu yang sibuk setiap harinya membuat aku jadi kurang kasih sayang dari seorang ibu. dan aku juga yang terlahir dengan wajahku yang sangat mirip dengan ayah. membuat ibuku smakin tidak suka kepadaku. sorenya ibu pulang dari jualannya dan aku seperti biasa menyambutnya dengan bahagianya berharap ingin dipeluk ibu. tapi ibu tidak memperdulikan ku. dan seperti biasanya ibu slalu cuek denganku. mungkin ibu lelah karena habis berjualan fikirku. dan keesokan harinya seperti biasa ibu mengantarku ke rumah paman dan bibik. dan stiap harinya paman yang slalu mengantar dan menjemputku sekolah. sedangkan bibik yang slalu menyiapkan makananku dikala ibu sedang berjualan. dan dari awal orang tuaku berpisah aku sama skali belum prnah ketemu ayah lagi.
hingga sampai saat aku tumbuh menjadi remaja. aku tidak pernah lagi bertemu dengan ayah.
hingga sampai akhirnya ibuku menikah lagi dengan seorang pria yang aku rasa sangatlah asing dan belum pernah bertemu.
dan setelah ibuku menikah dengan ayah tiriku yang bernama Toni. dan akhirnya aku mempunyai adik tiri yang bernama Bella. Bella saat itu yang usianya masih 5 thn. dan awalnya rumah tangga ibuku yang terlihat harmonis dan awalnya aku yang gk punya adik akhirnya punya adik tiri. ya meskipun sbenarnya aku dan Bella itu tidak terlalu akur.
'kjadian itu'
saat aku bermain dengan Bella. tiba tiba bella gk sngaja memecahkan vas bunga diruang tamu.
pyaaaarrrr... bgitulah kira kira bunyi vas bunganya saat pecah. langsung saja ayah Toni datang.
ayah Toni: ada apa ini? knapa vas bunganya bisa pecah?
Bella: tadi aku gk.. belum selesai Bella bicara akupun langsung membungkam mulut Bella dengan tanganku. lalu aku bilang ke ayah Toni menjelaskan.
Dina: maaf ayah aku tidak sngaja menyenggol vas bunganya sampai pecah.
ayah Toni: apa...??? jadi ini ulahmu Dina? dasar kamu ya anak gk tau diuntung!.
Dina: ma...maafkan aku ayah..! dan akhirnya Dina pun menangis. padahal yang sbenarnya itu Bella yang memecahkan vas bunganya. tapi Dina waktu itu mrasa gk tega kalau Bella yang harus kena marah. dan sorepun tiba. sampailah ibu di rumah.
ayah Toni: Bu...! seru ayah Toni memanggil ibu. bagaimana sih kamu punya anak ini. ayah Toni sambil marah. tadi Dina udah mecahin vas bunganya ibu.
ibu: 'dengan expresi kaget' apa?? Dina mecahin vas bunga kesayangan ibu yah?
lalu ibu dan ayah toni masuk kekamar Dina dengan expresi marahnya.
Braaakkk..! suara pintu yang dibuka ibu.
ibu: Dina..! kamu ini ya dasar anak nakal. gk tau diuntung bgt ya kamu. seru ibu sambil emosinya yang tinggi.
Dina: dengan expresi terkejutnya lalu menangis.
ma...maafkan aku ibu..!! aku benar benar tidak sengaja.
ibu: kamu Taukan Dina klo vas itu kesayangan ibu dan belinya mahal Din....!!
ayah Toni: dalam hati mrasa sangat puas karna ngeliat Dina dimarahin ibunya.
keesokan harinya setelah Dina pulang skolah seperti biasa Dina bermain dengan Bella adik tirinya. dan tiba tiba bella ngeliat Dina yang sedang memegangi boneka Bella itupun lalu Bella mrebutnya dari tangan Dina. lalu Bella lari sambil membawa bonekanya. dan Dina pun teriak memanggil Bella.
Dina: Bella...!!! siniin bonekanya dek. kakak mau mendandaninya biar cantik.
Bella: gk mau kak. ini boneka kesayanganku. sambil lari dan menengok kebelakang Bella mengejek Dina.
Bella: wheeekk...!! tangkap aku sini kak kalo bisa.
Dina: lalu lari sambil mengejar Bella. bell...!! jangan lari tungguin kakak dek..!
dan tiba tiba Dina yang mendengar suara Bella menangis di halaman depan rumah pun terkejut. dan Dina pun teriak memanggil adiknya.
Dina: Bella...?? teriak Dina. kamu knapa dek? dan setibanya Dina dihalaman depan. Dina terkejut melihat Bella terjatuh dengan posisi tengkurap dengan dagu berdarah dan siku serta lututnya yang berdarah juga Bella menangis.
Bella: hiks..hiks..hiks..! kakak..? sakit..hiks..hiks..
Dina pun yang nglihat Bella jatuhpun segera membantu Bella bangun sambil menuntun Bella masuk dan mendudukkan Bella dikursi ruang tamu. dan tiba tiba ayah Toni masuk setelah pulang kerja. dan mlihat Bella putri kesayangannya yang mnagis itupun sontak emosinya lalu meluap.
ayah Toni: Bella sayang..? kamu knapa nak kok bisa Sampek kayak gini sih? lalu ayah Toni melihat kearah Dina sambil marah marah.
ayah Toni: kamu apakan anakku hah?? kamu sngaja ya mencelakakan anakku? iya? lalu ayah Toni menarik tangan Dina kuat kuat sambil menyeret Dina ke kamar mandi. byuuurrr....! bgitulah kira kira bunyi air yang diguyurkan ayah Toni ke badan Dina.
Dina: sambil mnangiss. ampun yah..! Dina minta maaf yah..! Bella pun yang mlihat kakaknya diguyur air didalam kamar mandi oleh ayahnya pun kmudian menghapiri mreka sambil berkata.
Bella: ayah..!! stop yah hentikan. tolong jangan hukum kakak sperti itu. ini smua Bella yang salah kok yah bukan kak Dina. tadi Bella sendiri yang lari lari Sampek Bella jatuh. Bella yang mlihat kakaknya dihukum ayahnya pun ikut nangis juga.
sorenya bgitu ibu pulang dan masuk rumahpun kaget saat mlihat Dina basah kuyup. lalu ibu marah marah.
ibu: apa apan ini..? knapa Dina basah kuyup gini?
ayah: Dina habis ayah hukum buk krna udah bikin Bella anak kesayangan ayah celaka. sontak ibu yang mendengar kata kata ayah pun terkejut dan marah marah ke Dina.
ibu: Dina kamu ini apa apaan sih Din..? kamu tega bgt sih sama Bella. meskipun Bella itu adek tirimu tapi dia itu masih kecil Din..! seru ibu sambil emosinya meluap.
beberapa hari kmudian saat libur sekolah seusai try out. Dina main kerumah paman dan bibinya. yang kebetulan rumah mreka tidak terlalu jauh dari rumah dina cuma beda desa aja sih. dan stibanya dina di rumah pamannya Dina pun langsung memarkirkan motornya.
Dina: assalamu'alaikum.. paman bibik ini Dina.
bibik yang brada didapur pun menjawab salam Dina.
bibik: waalaikum salam Din. bibik di dapur Din. seru bibik yang memanggil Dina.
iya bik..!! lalu Dina menghampiri bibiknya yang sedang memasak didapur.
bibik: loh.. loh..loh..!! knapa kamu Dina kok datang datang sedih amat sih nak??
Dina: iya nih bik dina kmarin habis dihukum ayah Toni diguyur air dikamar mandi gara gara Bella lari lari trus jatuh Sampek berdarah. lalu bibik pun terkejut saat mendengar perkataan Dina.
bibik: apa?? kok Setega itu sih Toni sama kamu nak..!? yaudah kamu yang sabar iya nak..?
Dina: tiba tiba menangis.. hiks.. hiks.. hiks..!
bibik: udah Dina sayang kamu jangan nangis lagi ya nak..! seru bibik sambil menenangkan Dina. sorenya ketika Dina pulang dari rumah paman dan bibiknya itupun kmudian masuk kedalam rumah. kmudian Dina duduk di kursi ruang tamu. lalu ibu yang mlihat Dina duduk dikursi pun kmudian menghampiri dina sambil marah marah gak jelas.
ibu: wah.. wah.. wah..!! bagus ya anak gadis pergi keluar rumah dari pagi gk pamit skarang masuk juga gk salam. dasar kamu ini anak nakal. tau gk kamu setelah kjadian Bella jatuh Sampek berdarah waktu itu ayah jadi suka marah gk jelas ke ibu. seneng kan kamu kalau ngeliat ayahmu marah marah ke ibu. puaskan kamu. dasar kamu itu ya anak gk tau diuntung. tau gk kalau kamu itu benaluu disini. kamu itu biang kerok dalam rumah tangga ibu dan ayah.
Dina pun yang mendengar perkataan ibupun langsung menangis sejadi jadinya. dan bilang ke ibunya.
Dina: ibuk..! ibuk kok bisa bisanya sih bilang gitu ke Dina? ibuk tega bgt sih bilang kalau Dina itu benalu kalau Dina itu biang kerok dalam rumah tangga ibuk? lalu ibu menjawab.
ibu: iya kok jelas kamu ini benalu biang kerok. sbenernya kamu GK suka kan kalau ibu nikah lagi sama ayah Toni? jujur iya Dina ibu itu sbenernya udah muak bgt sama kamu Din. sbenernya dari dulu ibu itu GK suka sama kamu. karna wajahmu mirip bgt sama ayah kandungmu. membuat ibu inget terus sama ayahmu itu. gk suka ibu sama ayahmu itu. ibu benci bgt sama ayahmu dan sekarang ibu juga kalau tiap kali liat kamu bawaannya benci bgt. Dina pun yang melihat ibunya marah sejadi jadinya itupun hanya bisa nangis. lalu Dina memutuskan untuk pergi sambil mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
Dina: dijalan naik motor sambil ngebut dan nangis.
gk nyangka bgt aq sama ibuk. orang yang udah nglairin aku dengan teganya bilang seperti itu ke anak kandungnya sendiri.
lalu....!!
tiba tiba..!! BRAAAAAAKKKK......
saat makan malam di rumah Dina.
ibu: kemana sih ini si Dina dari tadi belum pulang juga. dasar anak gk tau diuntung.
ayah Toni: sabar iya buk..!! Dina itu emang klakuannya gitu kok kalau pergi kmana aja gk pernah pamit. sabar iya buk..!
ayah Toni: dalam hati (yesss...!! akhirnya anak nakal itu pergi juga dari rumah ini)
KRIIIIIIIIINNNGGGGG.......!! bunyi hp ibu.
ibu: halooo... siapa ini?? lalu suara seseorang dari ujung telfon itu berkata bahwa Dina sedang mengalami kecelakaan dan skarang sudah brada di rumah sakit XXX dan sekarang Dina sedang kritis.
ibu: apa?? a..anak saya Dina kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis?? kmudian ibupun mrasa syok dengan kabar itu. lalu ibu memutuskan pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Dina.
ayah Toni: ibu..! seru ayah Toni. knapa dengan Dina?
ibu: Dina kecelakaan yah dan kondisinya kritis.
Bella: apa..?? kak Dina kritis?? Bella pun terkejut dan menangis. hiks..hiks..hiks..!! kakak...!!??
ayah Toni: cup.. cup.. Bella sayang udah iya jangan nangis lagi.
stibanya di rumah sakit dan di dalam ruangan Dina dirawat. ibu pun menangis dan mrasa sangat menyesal dengan perlakuannya terhadap Dina anak kandungnya.
ibu: sambil mengelus elus kepala Dina ibu menangis dan berkata, ' Dina sayang anak ibu..!! bangun nak..? ibu minta maaf atas smua sikap dan perlakuan dan juga kata kata ibu yang udah sangat menyakiti hatimu nak..!! bangun sayang..!!?
lalu beberapa jam kemudian Dina sadar dan melihat ibunya yang sedang duduk dikursi samping Dina. lalu Dina menyentuh pipi ibunya. kemudian ibu pun terbangun.
ibu: Dina anakku sayang..?? nak kamu sudah bangun..? mana yang sakit nak? bilang sama ibu sayang mana yang sakit nak..!
Dina: Dina gk apa apa kok buk. Dina bisa ngeliat ibuk pratian sama Dina. Dina aja dah seneng bgt.
ibu: Dina sayang ibu minta maaf iya nak?? kamu anak ibu yang paling baik dan cantik. ibu sayang Dina.
tiba tiba Dina mrasa badannya semakin lemas dan Dina bilang ke ibunya.
Dina: ibu.. Dina udah gk kuat. sakit buk..!! dengan suaranya yang smakin lirih.
ibu: sayang kamu jangan ngomong sperti itu nak..! Dina pasti kuat. Dina pasti sembuh. ibu memegangi tangan Dina sambil tidak henti hentinya menangis.
Dina: ibu Dina minta maaf kalau slama ini Dina sudah jadi benalu dan Dina juga sudah jadi biang kerok di rumah.
ibu: gk kok sayang.. kamu bukan benalu kamu bukan biang kerok nak..!! sayang.. Dina anak ibu. kamu pasti sembuh nak..!
dan tiba tiba ibu yang melihat Dina tersengal sengal nafasnya pun lalu ibu mrasa panik dan memanggil dokter.
lalu dokterpun masuk keruangan Dina.
dokter: maaf Bu. sebaiknya ibu tunggu di luar dulu ya? pasien saya priksa dulu.
stelah beberapa menit kemudian dokter yang memeriksa Dina pun keluar. dan ibu pun segera menanyakan kondisi Dina.
ibu: dokter bagaimana dengan kondisi Dina anak saya?? 'dengan expresi cemas'
dokter: pa.. pa.. kemudian dokter diam mematung.
ibu: ada apa dengan Dina anak saya dok? anak saya baik baik saja kan dok..??
dokter: pa..pa..pasien te..telah meninggal dunia. berkata sambil terbata bata.
ibu: apa?? (syok nih critanya ibunya si Dina nih guys)
lalu ibu segera masuk ke dalam ruangan Dina. dimana dilihatnya. anak yang slama ini ia benci telah terbujur kaku. lalu ibu menangis sejadi jadinya.
PAGINYA..
di rumah Dina banyak orang orang yang datang melayat. termasuk juga paman dan bibik Dina.
stelah Dina dimakamkan. lalu ibu masuk kekamar Dina ibu lalu menangis sejadi jadinya dikamar Dina. lalu ibu membuka lemari Dina dan melihat baju baju Dina yang tersusun rapi sambil membayangkan Dina seolah olah Dina ada di hadapannya.
lalu didalam lemari ibu menemukan sebuah kotak yang berwarna merah dengan pita diatas tutupnya.
dibukanya ternyata isinya ada beberapa foto ibunya. dan foto ayah kandung Dina dan ibunya saat menikah dulu. dan di dalam kotak juga ada surat yang ditulis Dina sebelum Dina kecelakaan.
ISI SURAT
ibu.. knapa ibu dengan teganya berkata seperti itu ke Dina? knapa ibu membenci aku..?
ibu..!! Dina itu sayang banget sama ibu. dan Dina gk pernah Skali pun membenci ibu. tapi ibu knapa tega bgt sama Dina.
sekian dariku guys..??! bila ada salahnya dalam tulisan atau kata kata saya pribadi minta maaf.
karna saya sendiri masih belajar