Halo guys, jadi aku lagi iseng buat bikin cerpen 🤍
Semoga suka ya 😊
•
•
•
•
•
•
"Woy! Ayok, kita main!!" ucap seorang anak
Akhirnya kedua bocah itu sampai disebuah lapangan luas dan itu adalah tempat mereka biasa bermain-main. "Lah, kalian udah nyampe?" tanya Riko pada bocah yang ada dilapangan itu. "Oh iya, btw kalian kok lama?" tanya bocah bernama Ryan.
Gadis 1 : Rani
Gadis 2 : Meli
Anak 3 : Riko
Anak 4 : Ryan
Anak 5 : Aron
Anak 6 : Leo
Singkat cerita, mereka bermain sepuasnya, dan tiba-tiba Aron mengajak teman-teman nya untuk mengambil buah mangga pak Somat yang sedang berbuah dengan sangat baik. "Ih gamau ah! Kamu aja sendiri sana!" ketus Meli.
Namun, Aron dan bocah lain yang ikut-ikutan malah keras kepala dan memanjat pohon itu. Singkat cerita mereka mulai mengambil buah-buah mangga itu. Rani dan Meli hanya bisa pasrah dan memerhatikan mereka.
Tiba-tiba saja sebuah portal muncul dari pohon itu dan menyedot ketiga bocah itu. Rani dan Meli yang penasaran dengan apa yang terjadi malah naik keatas pohon dan ikut tersedot.
Singkat cerita, mereka terbawa kesebuah tempat asing yang sama sekali diluar nalar. Tempat itu 99% adalah berwarna pink. Mulai dari rumahnya, pohon-pohon hingga jalan dan tanah, serta warga disana pun berwarna pink.
Lalu, dari arah barat, sebuah kereta yang sangat meriah datang kearah mereka dan langsung menculik Leo. Mereka berusaha mengejar namun kereta itu malah terbang, mereka juga melihat didalam kereta itu duduk seorang wanita.
"Kita harus bagaimana!?" tanya Meli dengan raut panik dengan mata berkaca-kaca.
"Huwaaaa.. aku mau pulang..!" rewel Rani. "Teman-teman kita harus tenang!" ucap Aron menenangkan teman-temannya.
Setelah beberapa menit berada disana dan berjalan-jalan melihat-lihat tempat itu, mereka menemukan seorang gadis yang benar-benar berbeda dengan warga lain. "Gadis itu seperti kita!" tekan Riko.
Mereka pun mengejar gadis itu dan akhirnya mereka pun mendapatkan nya. "Permisi, ap-"
"Kalian akan menemukan jawaban kalian di Kerajaan Keramik!" ucap gadis itu menyela ucapan Ryan. "Ikuti aku!" ucap gadis itu, lalu pergi begitu saja.
Mereka pun mengikuti gadis itu sepanjang perjalanan. Tanpa percakapan yang berarti. Singkat cerita mereka pun sampai di Kerajaan Keramik. Dan tempat itu memang benar-benar seperti namanya. Seluruh material tempat itu, terbuat dari Keramik, namun warga disana masihlah seperti manusia normal pada umumnya.
"Baiklah, kita sudah sampai, kalian bisa mencari jalan kalian sendiri." ucap gadis bernama Joy itu lalu meninggalkan mereka sendirian ditengah kerumunan pasar.
Mereka pun memutuskan untuk menemui raja atas saran dari seorang pedagang sepatu. Mereka akhirnya sampai di Istana raja.
"Woah! Besarnya!" puji Aron melihat keagungan istana. Istana raja sangat lah besar dan tentu saja terbuat dari keramik.
Sebelum masuk kedalam, mereka harus memenuhi sejumlah pemeriksaan untuk menghindari hal-hal yang kurang mengenakkan. "Baiklah. Kalian bisa masuk." perintah seorang penjaga dengan nada yang sangat berat.
"Abang! Aku takut!" ucap Aron yang memang bocah paling muda di antara mereka sambil memegang erat pakaian Ryan. "Jangan takut, aku disini." ucap Ryan menenangkan Aron.
Mereka pun memasuki istana.
"Kalian harus menunggu sebelum menemui raja!" ucap penjaga lainnya. Mereka pun menunggu dan duduk-duduk di sebuah kursi panjang didekat pintu masuk. Dan kursi itu juga terbuat dari keramik.
Beberapa waktu kemudian, penjaga itu pun memberikan mereka izin untuk masuk. "Teman-teman, kita harus bisa!" ucap Riko. "Kita harus kembali kerumah!" ucap Rani menambah kan.
Tanpa ba-bi-bu mereka langsung masuk dan tentu saja raja ada disana. Pria itu duduk dengan agung dikursi kerjanya. "Selamat datang.. Owh! Ternyata adalah anak muda, ya." ucap raja keramik ramah menyambut bocah-bocah itu.
Anak-anak itu menceritakan semuanya tentang awal mula mereka sampai ditempat ini dan tentang Joy yang menyuruh agar mereka datang kesini, Leo yang diculik.
Mendengar cerita mereka, raja nampak gelisah "Aku ragu, namun aku berpendapatan mungkin saja ini dilakukan oleh ratu sena, ratu jahat yang menjadi musuh kami selama ini." guman raja keramik.
Raja akhirnya menawarkan agar mereka menginap di istana karena hari mulai gelap. Mereka pun disuguhkan dengan pelayanan yang sangat nyaman dan mewah.
Saat mereka sedang asyik menikmati pelayanan, tiba-tiba saja sebuah gempa terjadi. Teriakan pelayan-pelayan mulai terdengar, mereka tidak mengerti situasi yang sedang terjadi.
Kemudian serangan bom dari udara pun dijatuhkan, mereka panik dan mulai berlarian. Aron hampir saja ditimpa oleh runtuhan bangunan yang rusak, namun untung saja, seorang pria menolong nya dengan sigap.
Perlahan, serangan mulai berhenti dan pria tadi pun membawa mereka ketempat yang aman. Namanya adalah Yuta. Dia mengaku bahwa dia juga ingin menghancurkan ratu sena karena ratu telah merampas saudara kembar nya dan memisahkan nya dari keluarga nya.
Mereka akhirnya sampai di Kerajaan ratu sena. Kerajaan itu begitu suram dan menyeramkan.
"Abang.. kakak... aku takut.. kita pulang aja..!" pinta Aron. "Tenanglah adik. Sebentar lagi, kita akan mengalahkan ratu sena!" tegas Yuta.
Tanpa banyak omong, mereka pun masuk ke kerajaan dan menginap di salah satu penginapan. Sebelum memasuki kerajaan terjadi sejumlah pemeriksaan. Dan mereka memalsukan beberapa identitas mereka.
Diperjalanan tadi, Yuta menemukan seorang pengemis tua yang sedang kesusahan. Yuta memberikan sebuah roti sisa diperjalanan pada pengemis itu. "Nak.. ini, pakailah cincin ini saat kau membutuhkan nya." ucap pengemis itu memberikan sebuah cincin. Yuta kebingungan namun dia pun menerima cincin itu lalu menyimpan nya di dalam tasnya.
Esoknya merekapun terbangun dan langsung sarapan di penginapan itu. Tiba-tiba beberapa pria berseragam besi menemui mereka. "Yuri! Kau ditangkap atas tuduhan pemalsuan identitas." ucap pria berseragam itu menyebut nama palsu Yuta.
Yuta akhirnya ditangkap dan dipenjara. Ryan, dan yang lain pun mulai menjalankan rencana mereka. Sebenarnya ini semua adalah skenario mereka. Dengan masuknya Yuta kepenjara, sehingga memudahkan mereka untuk mengalahkan ratu sena.
Penjagaan dipenjara tidak lah terlalu ketat sehingga mereka dapat dengan mudah masuk kepenjara.
Disisi lain, Yuta berada dipenjara. Ditempat itu, ada seorang bocah lainnya yang dipenjara juga. "Hai dik. Apakah kau baik-baik saja?" ucap Yuta mencoba membuka percakapan.
Setelah berbincang-bincang dengan bocah itu, akhirnya Yuta mengetahui nama anak itu, yaitu Leo.
Kembali ke cerita.
Mereka akhirnya masuk kedalam penjara melalui sebuah terowongan. (si Ryan dan yang lain ya) Mereka langsung mencari Yuta dan akhirnya menemukan nya. Mereka juga menemukan Leo.
"Le-Leo?!" gumam Rani kaget. "Kak, Rani!?" kaget Leo. Mereka buru-buru membuka kunci menggunakan jepit rambut Meli.
Akhirnya mereka pun berhasil membuka nya dan mereka langsung bergegas menuju terowongan agar segera keluar dari sana.
Akhirnya mereka bebas.
Namun, belum sempat mereka untuk merayakan nya. Penjaga malah menemukan mereka. Dan lebih parah nya lagi, kelakuan mereka malah didengar oleh ratu sena.
Mereka pun dihadapkan dengan ratu sena.
"Siapakah yang berani melawan ku?" ucap ratu sena. Yuta melihat ratu dengan sorot penuh dendam dan amarah.
Tiba-tiba saja, ratu menyuruh agar prajurit nya membawa raja keramik kesini. Ternyata raja keramik diculik.
Kemarahan Yuta makin menjadi-jadi melihat raja nya juga ditangkap bahkan disiksa.
Lalu, tiba-tiba raja mengeluarkan kekuatan nya dan langsung menyerang prajurit-prajurit. Ratu menyaksikan nya dengan bahagia. Yuta juga membantu dengan menyerang beberapa prajurit.
Raja pun menyerang ratu yang duduk disinggah sananya. Namun, berhasil ditangkis oleh ratu. Raja malah diserang balik oleh ratu.
Beberapa saat kemudian, sebuah cahaya bersinar dari tas Yuta setelah raja terbaring dilantai.
"Apa ini! Kenapa tubuhku menjadi sangat ringan?" batin Yuta.
Yuta lalu menyerang prajurit-prajurit yang mengganggu nya. Akhirnya ia pun mengalahkan ratu sena.
"Huhuhuhu! Maafkan aku!" ucap ratu sena. "Kenapa kau begini!" teriak raja keramik. "Aku adalah saudara mu Alex! Dulu, ibu sangat lah menyukaimu yang dapat diandalkan, sedangkan aku, aku malah menjadi anak buangan karena aku yang dianggap anak pembawa sial!" ucap ratu yang kemudian berubah menjadi seorang gadis cantik berwajah ayu.
"Hah!?" ucap semua orang tidak menyangka.
"Lina!?" gumam raja.
"Bawalah dia kemari." perintah ratu pada pelayan nya yang kemudian membawa seorang pria yang begitu mirip dengan Yuta.
"Kak Yuta! Dia sangat mirip dengan mu!" ucap Rani.
Yuta terdiam melihat kejadian ini.
"Dia adalah anakmu Alex."
*Flash back*
"Ue.. ue.. ue.." tangis dua orang bayi yang baru saja lahir.
"Sayang! Anak kita kembar!" ucap permaisuri raja keramik.
Raja Keramik tersenyum dan menggendong kedua putra nya.
Namun, beberapa bulan kemudian, ratu sena menculik salah satu putranya.
"Tidaaaakkk!!!" teriak raja keramik.
Dan putra nya yang lain di culik oleh perampok jalanan.
*kembali ke masa sekarang
"Putraku!?" gumam raja dengan wajah sayu.
Kini, raja akhirnya menemukan kedua putra nya begitu juga dengan Yuta yang menemukan keluarga nya.
"Saatnya kalian kembali" ucap Lina.
Akhirnya keenam anak itu pun kembali ke desa nya.
•
•
•
•
Thanks for reading 😊😘🥰