Takdir cinta yang kupilih ternyata salah. ya salah, aku telah salah karena menerima cinta dari mu dan kitapun akhirnya berpacaran.
Pertengahan bln November kau mulai semakin rajin memberi pesan singkat padaku, entah saat kau sedih atau bahagia tak pernah seharipun kau melupakan untuk sekedar memberi tahukannya padaku. Semakin lama aku dan kaupun semakin nyaman, kau mulai bercerita masa lalu yg katamu baru kau ceritakan padaku seorang begitupun denganku yang semakin candu dengan senyuman dan manjamu setiap kali kita vc.
Hari-hari berlalu, awal Desember kau menyatakan perasaanmu dan bodoh nya tanpa berfikir panjang aku langsung menerima dirimu yang bahkan kita belum pernah bertemu dan bicara secara langsung, namun ya apa dayaku, akupun sudah menyukaimu dan menaruh hati padamu yang jelas-jelas ku panggil 'dek' saat kita saling mengirim pesan dan kau pun selalu memanggilku dengan 'yuk'.
"Yuk, mau gak jadi pacarku? " tanya nya sedikit membuat aku shok dan tak menyangka karena ternyata perasaanku terbalas..
"Tapi ayuk kan lebih tua dari kamu, emang kamu gak malu dek? lagian ayuk juga gak cantik." jawabku sekaligus pertanyaan yang kulontarka pada nya.
"Kenapa harus malu, aku suka sama ayuk tulus gak mandang umur apa lagi fisik." jawabnya membuat aku senyum-senyum sendiri, untung saja aku sedng d kamar sendirian.
"Hmm, iya deh ayuk terima." kataku dengan bahagia
"Makasih yuk, aku janji bakalan setia sama ayuk."
"Ayuk juga."
"Kita kan udh jadian, masa iya panggilannya masih adek ayuk kan gak enak!" ungkapnya
"Hmm, terus apa"
"Aku mau ny manggilnya sayang aja deh, kan aku sayang banget sama ayuk."
"iya deh." ucapku pasrah, tapi sebenarnya sih seneng banget deh...
Malam tahun baru 2022-2023 pun tiba, aku dan dia tak bisa merayakannya bersama. karena memang dia masih berkuliah di kota jawa sedangkan aku di sumatra. Kamipun hanya bisa saling menatap lewat vidio call, namun itu sama sekali tak mengurangi kebahagiaan di antara kami berdua. Dia yang semakin romantis dn aku yang semakin perhatianpun menambah keharmonisan hubungan LDR ini.
"Yang, lagi apa?"
"Lagi bantu Ibu, buat bumbu. Ayang lagi ap?"
Biasa lagi kumpul di kampus ada kegiatan."
"Oh, nanti pulang nya hati-hati ya."
"Siap." jawabnya sambil menaruh tangannya ke kepala seperti memberi hormat. aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang semakin menggemaskan.
"Dah dulu ya yang, besok kita lnjut masih ada yang mau aku urus." ucapnya
"Iya, sayang." jawabku memberikan senyuman termanis, begitupun dengannya.
Keesokkannya, aku masih menunggu kabar dari nya, dari pagi hingga menjelang malam tak ada satupun pesan darinya samapai aku tertidur dalam keadaan penasaran dan khawatir.
Aku terbangun dari tidur, ku lihat jam dikamarku sudah semakin larut dan menunjukkan 03.15, akupun bangkit dan segera mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat malam.
"Ya Allah. jika memang dia adalah jodohku satukanlah kami berdua, namun jika dia bukan jodohku beri hamba keikhlasan untuk menerima segala takdir dari-Mu. Aamiin." setelah berdoa, aku membaca Al-Quran sejenak. entah mengapa hatiku terasa tenang dan damai, mungkin benar ini lah sebaik-baik penenang bagi umat muslim.
Sudah berhari-hari tak ada lagi kabar dari nya, dan aku pun sudah tak memperdulikan. Sejak malam itu aku tersadar bahwa apa yang ku jalani selama ini adalah hal yang keliru, karena tak seharusnya aku menerima cintanya dan berpacaran dengannya, jadi sejak saat itupun aku mulai melupakan dirinya yang kebetulan tak pernah ada kabar. Namun, tiba-tiba ia muncul kembali tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena telah mengacuhkanku selama berhari-hari.
"Sayang, lagi apa?"
"Lagi kumpul sama temen." jawabku
"Oh, aku ganggu gak?" tanyanya dengan caption wajah imut
"Nanti malam aku telpon ada yang mau aku bicarain sama kmu."jawabku
"Ok sayang." balasnya
Setelah acara reunian SMA bersama teman", aku segera pulang karena hari memang sudah malam.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya aku tiba di istanaku yg sederhana namun sangat nyaman. Akupun segera bersih-bersih dan kemudian hendak menelpon pacar 1 bln ku, tapi baru juga mau nelpon ternyata dia sudah lebih dulu memnggil.
"Halo sayang, udah sampe rumah?"
"Assalamualaikum, iya dah sampe."
"hehehe, Waalaikumussalam."
"Riz, aku mau kita putus." kata ku tanpa basa basi karena jujur aku sudah tak sanggup menanggung beban ini lebih lama. Beberapa detik suasana hening tak ada kata-kata darinya ataupun diriku, hanya tersdengar deru nafasnya sedikit tk beraturan.
"hahaha, bercandanya gak asik lh sayang!" jawabnya sambil tertawa.
"Aku serius, aku baru sadar ternyata apa yang kita jalani selama ini salah, walaupun kita LDR tapi tetap saja pacaran itu dosa."jawabku lembut namun penuh penekanan
"Tapi aku sayang banget sama kamu, apa gak bisa kamu mempertahanin hubungan ini?" ucapnya melow
"Maaf, tapi aku gak bisa. cukup sampai di sini saja hubungan kita, walau begitu kita tetap bisa menjalin pertemanan." jawabku tulus
"Aku gak mau cuma jadi temen kamu yang, aku mau nya jadi yang spesial di hidup kamu." ucapnya
"Nikahi aku! kamu siap?" seketika ia bungkam
"kalo kamu mau nikahin aku, maka kamu akan jadi orang yang paling istimewa dalam hidupku setelah orang tuaku, tapi kalo kamu gak bisa sebaiknya kita pisah."
"Tapi yang.... " ucapannya terputus
"Maaf, tapi keputusan aku dah bulat. jalani hidupmu dengan baik, kejar dan raihlah cita-citamu. Aku pamit. Assalamualaikum." aku segera mematikan sambungan telpon dan segera tidur.Sejak saat itu aku tak pernah lagi berhubungan dengannya, meskipun sempat benerapa kali ia mencoba menelpon dan mengirim pesan padaku, namun tk ada satupun yang aku angkat dan kubaca walau begitu, akupun tak smali hati jika harus memblokir no nya, samapai pada akhirnya iapun memyerah. Entah apa yang ia rasakan saat itu, mungkin terluka, kecewa dan patah hati. Namun aku yakin seiring berjalannya waktu ia akan baik-baik saja dan kelak ia pasti bisa memahami apa yang aku lakukan saat itu adalah jalan yang terbaik bagi kami berdua....
Terima kasih atas waktu dan cinta yang pernah kau berikan untukku, semoga kelak jika kita memang berjodoh kau masih mencintaiku seperti waktu itu, namun jika ternyata kita tak berjodoh, semoga kita sma-sama bahagia dengan pilihan masing-masing di masa depan..
mohon dukungannya men temen semua,, Makasih bnyak😃🙏