Sebagai Seorang Dokter, sudah pasti banyak mengalami Hal yang menabjubkan bahkan mengerikan atau tidak dapat diterima dengan akal sehat, Misteri..
Biar kuceritakan salah satu dari pengalamanku menjadi Dokter, cerita ini agak sedikit aneh memang tapi tetap akan kuceritakan..
Dec, 27 1986.
Hari itu adalah hari-hari seperti biasanya, matahari masih terbit dari sebelah timur, hanya saja cuaca agak sedikit bersalju di sini. Memang, Winter tahun ini terasa lebih dingin dibanding tahun-tahun sebelumnya, kukencangkan kembali jaketku, sambil menggosok-gosokkan tangan sambil berusaha menghangatkan tubuhku.
-TING!!-
Seseorang memencet bel dari luar ruang praktik ku.
Langkahnya berat, dan samar-samar terdengar suara berat seperti pisau yang ditekankan kearah lantai.
SREEETTTTT SRETTTTT!
Kuberanikan diri mendekati pintu depan, suara nafasnya semakin terdengar jelas semakin aku mendekatinya.
"Ini tehnya Tuan" Seorang Pelayan tua di rumah sakit tempatku bekerja menyerahkan teh Earl Grey yang sudah kupesan dari tadi.
Oh rupanya pelayan rumah sakit, aku tertawa sedikit ketika mengingat ketakutan ku barusan.
"Ada apa Tuan Smith?" Tanya Pelayan itu.
"Oh.. ahh Tidak apa-apa, terimakasih atas teh nya" Jawabku dengan senyum setulus mungkin.
Pelayan itu pun beranjak pergi menjauh untuk mengantar pesanan-pesanan lain dari dokter di rumah sakit ini. ternyata suara aneh yang kudengar tadi berasal dari engkel-engkel roda di meja dorong yang sudah berkarat yang biasa dibawa pelayan tadi untuk mengantar pesanan, sedangkan suara nafas yang berat tadi berasal dari pelayan itu sendiri, kondisi tubuh yang sudah renta ditambah dengan cuaca extrem memang dapat mempengaruhi sistem pernafasan paru-paru.
Kembali kumelihat kearah luar jendela sambil sesekali menyeruput teh earl grey pesananku tadi, salju-salju berjatuhan dari langit. Kulihat jalanan dipenuhi dengan warna Putih, ya kau benar, hanya putih sejauh mata memandang. Warna putih yang melambangkan kesucian dan tanpa noda serasa kelam dan suram di musim Winter ini.
-Kringg!! Kringgg!!!-
Lamunanku terpecah oleh suara telepon, ah siapa kiranya orang yang menghubungiku ini, kuangkat telepon itu.
"Halo.. Smith! apa kau disana?"
Suara yang cukup familiar, pasti dari Bryan. dia adalah salah satu dokter dirumah Sakit ini juga, hanya saja ruangannya berada di lantai 1.
"Ohh ya bryan, ada apa?" Jawabku.
Tanpa berbasa-basi Bryan memberitahuku untuk transfer pasien sebab pasien diruangannya lumayan bertumpuk. untuk anda yang belum tahu apa itu transfer pasien, itu seperti pemindahan pasien dari Salah satu ruangan dokter ke Ruangan dokter lainnya-Anda pasti paham maksud saya-Akibat terlalu banyak pasien atau tidak dapat menangani kasus.
"Namanya Lily. Ada yang aneh dengan pola makan pasien yang satu ini Smith, dia terlihat.." Belum sempat Bryan melanjutkan aku memotong.
"Sudahlah jangan kau beri tahu lagi, instruksikan dia untuk keruangan ku, biar aku sendiri yang memeriksanya sendiri." Jawabku memotong ucapan Bryan.
"Baiklah-Baiklah dasar sombong, haha" Balas bryan dengan nada menggodaku.
Kututup Telepon itu, kembali ku sesapi teh ku sambil mengira-ngira kondisi pasien.
10 Menit Berlau.
20 Menit.
40 Menit. Astaga seberapa lama memang waktu yang diperlukan mereka untuk naik kelantai tiga menggunakan Lift?! Teh ku sudah habis dan aku sudah tidak sabar, ketelepon kembali Bryan.
"Hei Bryan! apa kau bergurau? Sudah 40 Menit aku menunggu dan mereka tidak kunjung datang." Ucap ku kesal.
"Eh.. Belum datang?! Sebentar kawan sebentar" Jawab Bryan.
Dia memang Sibuk, terdengar krasak-krusuk Banyak Pasien disana.
"Gawat! Lift yang dinaiki Lily macet, aku baru mendapatkan kabar dari Departemen keamanan tadi." Ucap Bryan Panik.
Kututup Telepon dan aku berlari-lari kecil menuju Lift, beberapa menit kemudian Pintu Lift Terbuka.
dan kau pasti tidak akan percaya dengan apa yang kulihat. Lily, wanita ini..um Seperti Bola daging berjalan! Mata, hidung, dan mulutnya hampir tertutup oleh Gumpalan lemak diwajahnya, dia bulat dan tinggi besar, terlihat diwajahnya sisa-sisa saus barbekyu dan Plastik besar yang dipeluknya sangat erat.
Dengan Senyum manis yang sudah kulatih bertahun-tahun kuajak pasien keruanganku.
Kupersilahkan dia untuk duduk, dan kantong plastik yang akhirnya aku tau ternyata adalah sisa-sisa makanan itu, menetes-netes dibangku pasien ku. Ku dan ketika aku menyuruh dia menaruh sebentar plastik itu ia menolak dan terlihat ketakukan kalau-kalau aku ingin mencuri sisa-sisa makanannya. Aku memulai pemeriksaan dengan beberapa pertanyaan, belum sempat aku bertanya, dia berdiri lalu berkata.
"Dokter, ak..aku.. tt.t...tidak ingin berlama-lama disini, kau akan menyesal jika aku terus berada disini..." Ucapnya terbata-bata.
lalu, dengan entengnya dia beranjak pergi dari ruanganku. Aku menarik napas, lalu mengutuki dirinya yang sudah mengotori ruanganku lalu pergi tanpa pamit.
"Sial!" Ucapku kesal sambil membersihkan noda-noda kotoran sisa makanannya.
Selesai membersihkan ruang praktik ku dan beberapa kali kusemprotkan disinfektan aku menelepon Bryan Untuk protes.
"Hei Bryan! Wanita itu sama sekali tidak punya sopan Santu!" Ucap ku kesal.
"Eh? Oh kau Smith, Lily? ada apa memangnya?" Jawab Bryan.
"Wanita Gemuk Sialan itu..." Belum sempat aku melanjutkan Bryan memotong.
"Oh Ibunya, kukira ada masalah dengan Lily.." Ucap Bryan.
"Tunggu! Ibunya? Apa maksudmu?!" Tanya ku heran.
"Iyaa Ibunya Lily, Maria. dia wanita tergemuk dan terbesar yang pernah kulihat kawan, memang aneh kan? Lily yang begitu kurus bisa memiliki ibu sebesar itu haha" Jawab Bryan.
-BRAK!!-
Aku Menjatuhkan Gagang telepon, terdengar suara Bryan berhalo-halo,kakiku lemas.
Berarti....
Aku lemas dan tak sanggup membayangkan apabila wanita itu masih ada disini.
Dan yah, Winter tahun ini terasa semakin dingin dan kelam Untukku.
The Doctor: Lily [END]
Yah itu merupakan Salah satu cerita dari Pengalamanku, Percayalah masih banyak cerita yang kumiliki dan akan kuceritakan Padamu Nanti kawan! Sampai Jumpa! Tetaplah hidup dalam Ketakutan 👻
P.S: Terimakasih sudah membaca Cerpen Pertamaku >,< Jika Kalian Suka jangan Lupa Like Yaa😍
Next Story tetap Berjudul The Doctor namun dengan tittle yang berbeda yaa.
Jika ada Ide atau Saran boleh Dm ke Instagram @_imrfky atau Whatsapp :0895703082020
Salam Horror👻