Turunnya hujan yang begitu deras di malam hari
"tik...tik...tik.."suara hujan yang begitu deras .
"Milaa.. isi air hujan itu ke kamar mandi"
Ucap ibuku, yang menyuruh ku untuk melakukan yang di perintahkan ibu dan ketika aku di kamar mandi menajaga air tiba-tiba
"Mila......" Suara yg memanggil namaku dengan keras
"Iyaaa......" Akupun menuju ke ibuku dan berkata,
"adapa? Mengapa memanggilku"
"Siapa yang memanggilmu"
"Tadi kita berteriak memanggil saya"
"Mungin kamu salah dengar"
Tidak mungkin aku salah dengar dengan suara yang begitu keras memanggilku seperti dengan marah terhadap ku, lalu akupun kembali ke kamar mandi dan mengisi air dan lagi-lagi
"Milaa........" Suara bisikan di telingaku dan akupun kebingungan
"Ha.. sapa sih panggil-panggil apa orang di luar"
Akupun keluar dan bertanya-tanya ke orang rumah siapa sj yang memanggil ku dan alhasil tidak ada yang memanggil dan akupun kembali lg
"$**#*#@*..." Suara bisikan itu terus ku dengar di telingaku tetapi ucapannya itu kurang jelas akupun tidak menghiraukannya tetapi malah menjadi semakin banyak suara bisikan itu...
"Aaaaaaa............... siapa ituu kenapa berisik sekali" sontak aku teriaaak sekeras mungkin tetapi suara itu tidak hilang suara yang seperti seseorang yang sedang bergosip dan bergerumuh di telingaku
"Mila... Kau bisa mendengar ku dan tak bisa melihatku kecuali aku memperlihatkannya hi..hi...hi.. " suara ini yg berbisik telingaku aku diam dan memikirkan kan apakah ini halusinasi? Atau bagaimana suara ini terberbisik di telingaku tanpa henti. Setelah selesai menjaga air akupun ke kamarku lalu mengambil handphone dan memasang headset ke telingaku sambil mendengarkan musik lalu suara itupun tak lagi kudengarkan. Akupun tertidur,
"hey.. bangun dan lihatlah, aku sudah menampakkan wujudku" aku merasa mendengar lagi suara bisikan itu
" Mila... bangunlah"
"Hi..hi..hi.. bangun la dan lihat aku"
Seketika pun aku membuka mata ku dan menoleh ke atas ku
"Aaaa............"
Suara teriakan ku yang begitu keras tetapi tak ada yang mendengar dan tiba-tiba tubuh ku juga tidak bergerak dan tetesan darah jatuh ke wajahku, melihatnya begitu sangat mengerikan sosok perempuan dengan wajah yang penuh luka dan ia melihatku sambil tersenyum, akupun sekuat tenaga agar bisa bebas dari ketindihan dan akupun menutup mata lalu setelah bisa bergerak akupun langsung bangun dari tempat tidur dan melihat wajahku ke arah cermin tetapi noda darah yang jatuh kewajahku tadi tidak ada
"Apakah ini mimpi?... Ha ngak mungkin tadi jelas-jelas aku melihatnya"
Lalu aku pergi mencuci mukaku dan kembali tidur dan lagi-lagi ketika aku tidur seperti ad yang merabah di tubuhku akupun membuka mataku dan yaaa aku melihat tangan yang sedang memeluku dan aku mendengar suara seperti acak-acakan di bawah ranjang ku dan sosok mahluk yang begitu hitam di samping ku sambil memangku akupun melotot kehadapannya karena kaget ketika aku berhadapan dengannya akupun ingin lari dari kamarku tetapi aku tidak bisa bangkit dari ranjang ku lagi-lagi aku ketindihan akupun hanya bisa menutup mata dan berdoa saja, setelah bebas akupun lari... Ke kamar ibuku dan tidur bersamanya tanpa ku ceritakan apa yang terjadi
Kesokan harinya
"Sejak kapan kamu tidur di sini" kata ibuku
"Tadi malam"
Lalu akupun menceritakan semua kejadian semalam yang ku alami kepada ibuku akan tetapi ibuku tidak mempercayai semacam hal yang begituan, haripun mulai gelap dan hujan pun turun dengan deras dan suara Guntur yang bergerumuh
"$**#*$*^¢^¢®" suara bisikan itu kembali muncul tanpa terdengar jelas apa yang dia bisikan di telingaku
"Diam..... Kenapa mengangguku teruss" sambil teriak
"Karena hanya kau yang bisa mendengar suara ocehan kami hi....hi...hi..." Akupun mengambil headset dan memasang ketelingaku sambil memutar musik dengan volume tinggi dan suara bisikan itu tak lagi kudengarkan, beberapa saat kemudian akupun mematikan lampu kamar ku yang berada di depan cermin tiba-tiba
"Brak....brak...brak..." Suara barang-barang ku yang jatuh dan ketika mengambil dan menyimpannya di tempat semula tiba-tiba aku melihat di cermin yaitu sosok wanita yang kemarin kulihat muncul di belakangku dan akupun pelan-pelan menoleh kebelakang ternyata dia tidak ada di belakangku
"Ah... Mungkin hanya perasaanku saja" akupun pergi ke ranjang ku untuk tidur dan ketika aku baring tetesan darah itu berjatuhan di wajahku
"****** Ah... Astagfirullah" aku terdiam sejenak melihatnya dan sontak langsung kaget akupun lari pergi ke kamar ibuku
"Tok...tok...tok.. ibu buka pintunya ibu....' sambil ketakutan dan setelah pintu kamar ibuku terbuka
"ibu.... Apa kau melihat noda darah di wajatuhku"
"Dimana? Tidak ada apapun di wajahmu, kenapa tengah malam seperti melihat hantu saja"
Akupun menceritakan lagi kejadian yang ku alami dan ibukupun mulai mempercayai perkataanku
"Besok pagi saya panggilkan orang yang bisa lihat hal seperti itu(ustadz)" dan akupun tidur di kamar ibuku lagi dan keesokannya pun kamarku di periksa dan alhasil tidak ada yang di dapatkan, mengapa bisa seperti itu, apakah itu hanya halusinasi ku saja? Tapi itu hal yang nyata yang terjadi di kehidupanku bukanla yang ku buat-buat
"Tidak ada apa-apa mungkin hanya mimpi saja" ucap ibuku.
Dan beberapa kali pun aku ceritakan tak akan bisa di percaya dan hari-hari kulewati sendiri dan setiap Minggu mungkin ada 3 atau 4 hari aku ketindihan dan mendengar suara tangisan, ketawa, dan melihat sosok seperti bayangan hitam walaupun ku ceritakan tak akan ada yang percaya karena hanya aku yang bisa melihatnya dan kadang kala aku dibawa ke dunianya untungnya aku masih bisa kembali dan ya hari-hari itu terus ku jalani sampai sekarang aku hanya bisa melawan itu semua dengan diri sendiri.
end "kisah nyata"
by: Sarmila Hasanuddin