Setiap tahun rey dan keluarganya pada saat hallowen pergi kerumah neneknya. Dan tahun ini juga begitu, sekarang setelah mereka berkunjung mereka memutuskan untuk pulang.
Akan tetapi saat perjalanan pulang terdapat kabut yang menghalangi pandangan pengemudi sehingga Rey dan keluarga memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan. Dan mereka beruntung karena saat akan menepi dan mencari tempat yang tepat untuk berhenti mereka menemukan sebuah penginapan.
Dan disinilah mereka sekarang disebuah penginapan dengan gaya eropa klasik. Dan entah karena bangunan itu sudah tua atau jarang dimasuki orang sehingga membuat penginapan itu terlihat suram dan menakutkan.
Penerangan yang ada juga sedikit remang-remang di dindingnya juga ada beberpa lumut yang tumbuh maupun sulur merambat semakin membuat bangunan itu terlihat menyeramkan. Ditambah lagi ornamen-ornamen hallowen yang ada dipenginapan itu semakin menambah kesan horror disana.
Pada saat masuk kedalam penginapan itu mereka disambut oleh seorang lelaki yang menggunakan jas khas karyawan penginapan pada umumnya. Dia tersenyum ramah dan menyapa dengan sopan akan tetapi ada sesuatu dibalik senyuman itu yaitu sesuatu yang misterius dan membuat bulu kuduk berdiri.
Laki-laki itu kelihatan seperti umur tiga puluh tahun wajahnya juga lumayan tampan untuk orang seusianya. Akan tetapi lelaki itu di mata Rey mempunyai sejuta misteri dibalik semua sikap dan senyumnya itu.
Rey melihat orang tuanya berbincang dengan laki-laki tadi. Lalu Rey , ayah, dan ibunya diantarkan lelaki tadi kesebuah kamar yang ada di penginapan. Fasilitasnya bisa dilihat lengkap akan tetapi ada satu hal.
“ Wahh...fasilitasnya lengakap ya. Eh? Akan tetapi kamar mandinya disini tidak ada ya? Apakah terpisah?” tanya ibu Rey pada lelaki tadi.
“Iya itu benar untuk fasilitas kamar mandi terpisah yaitu ada di ujung lorong sana.” Ucap lelaki tadi sambil menunjukkan lorong tempat kamar mandi berada.
“ Ah begitu. Iya kami tidak masalah dengan itu lagi pula kami hanya akan bermalam disini malam ini saja sampai kabutnya hilang besok pagi.” Ucap ayah Rey
“ Bailklah kalau begitu selamat malam dan selamat beristirahat tuan dan nyonya juga adik kecil yang manis ini.” Ucap lelaki tadi sambil membungkukkan badannya mensejajarkan dirinya dengan Rey saat dia menyapa Rey.
“ Iya terima kasih” ucap ayah dan ibu Rey
“Baik kalau begitu saya pamit undur diri dan bila ada sesuatu yang dibutuhkan kalian bisa menelpon bagian resepsionis.” Ucap laki-laki tadi setelah itu ia pamit undur diri sambil sedikit membungkuk dan tangannya bersidekap didepan dada.
Setelah itu laki-laki tadi berjalan meninggalkan ruangan itu dan menjauh hilang diantara kegelapan yang ada di lorong penginapan.
Rey sebenarnya dari tadi ingin kekamar mandi dan berharap di kamar penginapan ada kamar mandinya. Akan tetapi niat itu dia urungkan setelah tahu bahwa kamar mandinya terpisah. Ditambah lagi letak kamar mandinya yang ada diujung lorong yang gelap itu. Semakin dia urungkanlah niatnya itu.
Karena siapa yang tahu ada apa di balik kegelapan lorong itu, karena meskipun itu hanya kegelapan biasa bagi orang yang memandangnya. Akan tetapi bagi rey dibalik kegelapan itu ada sesuatu yang akan membuatmu bergidik ngeri.
Jadi rey pun memutuskan untuk istirahat saja bersama ayah dan ibunya sambil menahan dan melupakan keinginannya untuk kekamar mandi.
Tik Tok Tik Tok Tik Tok
Suara jam mengema bersatu dengan sunyinya kegelapan malam. Lalu jam itu berdentang keras menandakan pergantian jam yang menunjukkan sekarang pukul satu pagi.
Rey gelisah dalam tidurnya dia begerak ke kanan dan kekiri hingga akhirnya dia memutuskan untuk bangun, dia benar-benar sudah tidak tahan lagi. Dia benar-benar ingin ke kamar mandi sekarang.
Dia mencoba membangunkan ayah dan ibunya untuk mengantarnya ke kamar mandi akan tetapi ayah dan ibunya sama sekali tidak ada yang bangun.
Rey yang sudah diambang batas pun akhirnya memutuskan untuk pergi sendiri ke kamr mandi. Dia pun membuka pintu kamar penginapan itu secara perlahan. Kepalanya ia timbulkan untuk melihat lorong yang ditunjukkan lelaki tadi.
Sangat gelap batinnya , akan tetapi mau bagaimana lagi ia sudah tidak tahan. Dan akhirnya rey memberanikan diri untuk keluar dan berjalan di lorong itu.
Rey bisa merasakan hawa dingin menusuk kulitnya yang dibalut baju rajut. Ia mengedarkan pandangan yang ada di lorong itu. Saat dia ada dilorong itu rasanya seperti ada banyak pasang mata yanga melihat kearahnya.
Dan entah kenapa rasanya lorong yang dilewatinya itu sangat panjang , setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya dia sampai di pintu yang ia yakini sebagai kamar mandi. Dan benar saja saat ia membuka pintu itu didalamnya benar sebuah kamar mandi.
Dia memutuskan untuk memasuki salah satu bilik yang ada di kamar mandi itu. Setelah dia menuntaskan hal yang dia lakukan. Rey pun membersihkan tangannya di wastafel. Di depannya ada sebuah cermin besar yang menamoilkan pantulan dirinya. Dia melihat ke arah cermin itu lalu tiba-tiba dia dikejutkan oleh tangan yang memegang pundaknya.
Rey pun refleks langsung berbalik dan disana ia mendapati laki-laki tadi berdiri di hadapannya. Dia bertanya-tanya bagaimana bisa laki-laki ini masuk tanpa menimbulkan suara dan dia tadi saat melihat kaca tidak melihat laki-laki tadi apakah mungkin laki-laki ini.............
Suara dari orang didepannya membawa rey kembali dari pikirannya.
“ Apa yang kau lakukan sendiri disini?” ucap laki-laki itu
“ Aku baru saja dari kamar mandi.” Ucap rey
“Ah begitu. Kau benar-benar pemberani ya berjalan sendiri ke kamar mandi.” Ucap laki-laki itu
“ Iya itu karena aku sudah tidak tahan lagi paman.” Ucap rey
“ Ahahaha begitu ya. Baiklah kalau begitu ku antar kau ke kamarmu.” Ucap laki-laki itu dan berjalan di depan rey
Rey melihat ke arah kaca, disana ada bayangan laki-laki ini tapi kenapa tadi dia tak melihatnya saat dia menatap cermin. Apakah mungkin itu karena dia tidak menyadarinya dan terlalu tenggelam dalam pikirannya.
Tak mau memikirkan hal itu terlalu dalam dia memutuskan untuk berjalan menyusul laki-laki tadi ke ke kamarnya.
Saat di perjalanan menuju ke kamarnya lai-laki itu berbicara dengan rey
“ Siapa namamu adik manis? “ tanya laki-laki tadi
“ Namaku Rey. Dan paman sendiri siapa?” tanya rey
“ Namaku alex dan kau bisa memanggilku kak alex saja karena kalau memanggil paman aku merasa benar-benar tua ahahaha.” Ucap laki-laki itu
“ Baik kak alex.” Ucapnya lalu tak ada lagi percakapan diantara mereka hingga mereka pun sampai di depan kamar Rey.
Sebelum masuk kamar rey bertanya pada Alex.
“ Emm.....kak alex?! Aku ingin bertanya kakak disini sendiri? Dari tadi aku tidak melihat siapapun selain kak alex.” Ucap rey
Alex pun tertawa mendengar pertanyaan rey lalu dia membungkuk dan mensejajarkan diri dengan rey dan berkata
“ Kata siapa kakak sendiri. Kakak punya banyak staff disini hanya mungkin kau tidak melihatnya.” Ucap alex
“ Atau sebenarnya kau sudah melihatnya hanya kau tidak menyadarinya.” Bisik alex pada Rey
“ Eh? Maksud ka- “ belum sempat rey bertanya perkataannya di potong oleh alex
“ sekarang masih malam lebih baik kau tidur saja. “ ucap alex sambil mengusap kepala rey dan berlalu pergi.
Lalu rey pun memutuskan untuk pergi tidur kembali. Hingga malam pun berganti pagi dan kabut semalam juga sudah hilang.
Dan sekarang mereka ada di lobi untuk registrasi dan anehnya semalam penginapan yang sepi dan hanya ada Alex sekarang ramai. Banyak staff lain dan pengunjung selain keluarganya.
Saat Rey bergelut dengan pikirannya dia tidak menyadari sosok yang ada di depannya hingga saat ornag didepannya bersuara barulah rey sadar.
“ Apa yang kau pikirkan rey? “ ucap Alex
“ Tidak ada , hanya aku merasa penginapan ini sangat ramai pada pagi hari.” Ucapnya
“ Ahahaha begitukah? Iya kurasa kau benar. Ah iya aku sampai lupa ini permen untukmu karena ini masih haallowen kan. Kurasa kau pantas nedapatkannya karena menjadi anak yang pemberani.” Ucap alex sambil menyerahkan permen pada rey
“ Wah....terima kasih kak.” Ucap rey dan dibalas anggukan oleh Alex
Lalu rey dan keluarganya pun pergi meninggalkan penginapan itu. Saat dia menoleh dia bisa melihat alex melambaikan tangan padanya dan rey membalas lambaian tangan itu dibalik mobil.
Lalu rey pun menghadap kedepan dan mobil ayahnya melaju meninggalkan penginapan itu yang hilang bersamaan dengan kabut.
Di dalam mobil rey membuka permen yang diberikan oleh Alex dan dibungkusnya tertulis sesuatu
“Jangan berkeliaran sendiri di kegelapan karena dibalik kegelapan itu ada sesuatu yang tak kau ke tahui. Tricks or treath........”
[THE END]