Di siang hari, dalam sebuah rumah terlihat seorang ibu yang sedang menonton tv nya dan juga seorang anak laki-laki yang sedang asik bermain sendiri dengan mainan mobil-mobilan tak jauh berada dari sang ibu.
Tak berlangsung lama, suara musik dan klakson khas pedagang ice cream terdengar, sehingga membuat perhatian sang anak teralihkan dan bersegera menghampiri ibunya.
"Ibu, aku mau beli ice cream..." ucap sang Anak, dengan nada memelas menatap ibunya penuh harap.
"Iya." sahut sang Ibu, dengan mata yang masih lekat ke arah layar Tv tanpa memandang Anaknya.
Sang Anak berjingkrak kegirangan, "Uang nya ada dimana?" tanya nya.
"Di dompet ibu, diatas meja makan."
"Aku ambil sepuluh ribu ya bu?" tanya nya lagi.
"Hmm.." jawab Ibunya mengiyakan, mengambil snack yang ada dihadapannya, sambil menonton serial drama kesukaannya itu. Tanpa menghiraukan sang Anak lebih lanjut.
"Yeayyyy!!!" riang sang Anak, langsung berlari ke dapur dan mengambil uangnya.
Dirinya langsung bergegas untuk keluar rumah menghampiri pedagang Ice Cream langganan nya. Setelah membeli ice cream, awalnya ia berniat untuk segera langsung pulang kerumah. Namun saat melihat teman-temannya yang sedang bermain ria dengan orang yang asing dimatanya, yang kemungkinan itu adalah tetangga baru nya yang baru saja pindah, tiba-tiba terlintas ia ingin bermain bersama teman-temannya yang berada diseberang jalan sana. Sehingga membuatnya menghampiri mereka.
Hari pun menjelang sore, sang Anak masih belum datang sehingga membuat sang Ibu merasa khawatir, namun karena ia masih sibuk dengan urusan memasaknya dirumah, hingga dirinya lupa akan ke khawatirannya terhadap sang anak.
Malam pun datang, dan sang Anak masih belum pulang, hingga membuat sang Ibu bertanya-tanya di mana keberadaannya.... 'Apakah dia diculik wewe gombel?' Kalimat itu tiba-tiba terlintas dalam pikiran buruk sang Ibu. Namun, sang Ibu menggelengkan kepalanya menyangkal keras dan berprasangka bahwa sang Anak sedang menginap dirumah tetangganya seperti biasa nya.
Hingga pagi hari tiba, sang Anak yang biasanya pagi-pagi buta bangun dan langsung pulang ke rumahnya kini tidak kunjung datang. Sang Ibu pun akhirnya berinisiatif untuk menghampiri anaknya di rumah tetangganya, dengan niat untuk menyuruh anaknya itu segera pulang.
"Bu, Anak saya udah bangun?" tanya sang Ibu, pada Ibu tetangga yang berkerabat dekat dengannya.
"Maksudnya apa? Anakmu ngga ada nginep tadi malam." bingung Ibu tetangga, karena memang benar bahwa sang Anak tidak ada menginap dirumahnya.
"Yang bener bu?! Terus dia kemana aja semaleman?" kaget sang Ibu hampir menjerit tak tertahan
Sang Ibu tetangga nampak berpikir sejenak, "Kemaren saya liat dia temenan sama anak tetangga baru itu, jadi kayaknya dia nginap disana deh." ucapnya pada sang Ibu.
Sang Ibu langsung mengangguk paham, "Ohh Iya, makasih ya bu!" balas sang Ibu senang,
Sang ibu berlalu segera pergi mengunjungi rumah tetangga barunya itu untuk memastikan bahwa sang anak berada disana. Namun naas nya, keberadaan sang Anak sama sekali tidak ada berada disana. Hingga akhirnya ia mengunjungi satu-persatu rumah yang berada diwilayah tempatnya, sambil mempertanyakan 'apakah anaknya berada disana?' dan semua jawabannya selalu sama seperti sebelumnya 'tidak ada'.
Tiga hari berlangsung sejak kehilangan jejak sang Anak membuat sang Ibu kelabakan mencarinya hingga melapor kesana kemari agar ikut mencari keberadaan anaknya.
Hingga di hari ke empat, pada waktu sore menjelang malam, sang Ibu tiba-tiba mendapat kabar dari para polisi dan orang-orang yang mencari anaknya.
Bahwa sang Anaknya ada berada disungai, dengan badan yang terbujur kaku dan jahitan tidak rapi, tanpa ada organ-organ di dalam tubuhnya.
anaknya telah tewas menjadi korban jual organ ilegal oleh seseorang
Kira-kira ada pesan ngga dibalik cerita kali ini?
Kalo ada, bisa kalian jelaskan maksud dari pesan nya?
Oke sekian.
Maaf kalo cerita nya rada ngga jelas:D