Di malam yang gelap gulita, seorang pria berusia 22 tahun sedang di kejar-kejar polisi. Pria tersebut bernama jack, dia adalah seorang kriminal.
Di tempat lain seorang wanita berusia 19 tahun duduk melamun di kamar yang gelap gulita. Wanita tersebut bernama vivi.
Ibu vivi pergi bekerja, sedangkan kakak nya pergi berjalan-jalan dengan teman-temannya.
Jam menunjukan 02:00 AM, jack terpaksa harus mencari tempat persembunyian agar bisa bertahan hingga besok pagi.
Jack pun memutuskan bersembunyi ke rumah gelap yang berada di sebelah tempat nya berdiri.
Tanpa di duga jack bisa masuk ke rumah itu tanpa harus membobol pintu tersebut.
Jack pun masuk dan mencari pemilik rumah tersebut untuk menjadikan sandera jika polisi menemukan nya.
Jack mengeluarkan pisaunya dan masuk ke kamar satu persatu, kamar pertama yang di masuki oleh jack kosong, begitupun kamar kedua. Jack mengira rumah itu kosong dan menurunkan penjagaan nya, saat jack masuk ke kamar ketiga jack menyalakan lampu kamar tersebut.
Saat lampu di nyalakan jack melihat seorang wanita yang duduk di pojok kamar sembari melamun, jack mendekati wanita tersebut dengan menyodorkan pisau agar membuat wanita tersebut takut dan tutup mulut.
Namun, saat jack melakukan itu sang wanita hanya diam dan perlahan menatap wajah jack dengan wajah datar yang tak lain adalah vivi.
"Siapa...?" tanya vivi dengan suara rendah.
"Angkat tangan mu atau aku akan menusuk mu!," ucap jack semakin menyodorkan pisaunya.
"Aku... tidak mau, keluarlah tidak ada yang bisa kamu curi di sini," ucap vivi hampir tidak terdengar.
"Sudah ku bilang angkat tangan mu!, jangan coba-coba menelfon polisi!,"
Suasana menjadi hening, vivi tak bersuara selama beberapa menit lalu berdiri.
"Ponsel ku rusak... lihat," ucap vivi menunjukan ponselnya.
"Baiklah, aku akan tinggal di sini selama sehari, jika kamu mencoba melaporkan ku, aku tidak akan segan-segan untuk membunuh mu!," ucap jack menyimpan pisau yang di pegangnya.
"Baiklah, apakah kamu haus? Aku akan membuatkan mu minuman," ucap vivi berjalan keluar kamar.
"Hei!, jangan coba-coba untuk lari!," ucap jack berdiri lalu mengejar vivi.
Vivi berbalik dan mengatakan akan membuatkan minuman untuk jack.
"Di mana orang tua mu?," tanya jack untuk berjaga-jaga.
"Ibuku pergi bekerja di luar kota, ibuku pulang minggu depan." ucap vivi tetap berjalan ke dapur.
"Apakah ada orang yang mempunyai kunci rumah ini selain kamu dan ibumu?" tanya jack lagi untuk jaga-jaga.
"Ya, kakak ku, tapi dia pergi bersama teman nya, biasanya dia akan tidur di rumah teman nya jika ibuku ke luar kota, tenang saja di rumah ini hanya ada aku," ucap vivi sembari membuatkan teh.
"Ayah mu?" tanya jack menurunkan kewaspadaan nya lalu duduk di kursi makan.
"Ayahku sudah menikah lagi," ucap vivi membawakan teh untuk jack.
"Hmmm...," jack melihat vivi dengan tatapan tidak percaya.
"Jika kau tidak percaya aku bisa mempelihatkan kartu keluarga ku kepadamu," ucap vivi duduk di kursi bersebrangan dengan jack.
"Aku percaya," ucap jack melihat teh tersebut.
"Tenang saja itu tidak beracun, jika kau tidak percaya aku bisa meminumnya duluan," ucap vivi.
"Tidak perlu," jack pun menghabiskan teh tersebut.
"Kau sungguh aneh," ucap jack.
"Aneh?, apa yang aneh dariku?" tanya vivi.
"Kenapa kau seolah tidak terganggu dengan kedatangan ku?, apakah kamu tidak takut aku membunuh mu?" ucap jack
"Aku takut...," gumam vivi.
Jack terdiam sejenak mendengar pernyataan wanita tersebut, jack berpikir wanita itu tak memiliki rasa takut karena respon nya yang tidak terganggu sama sekali dengan kedatangan jack.
"Lalu kenapa kau membiarkan ku di sini?," sekarang jack bertanya bukan atas dasar waspada tapi penasaran.
"Aku memang takut padamu... tapi aku lebih takut sendirian," ucap vivi membaringkan kepalanya di atas meja.
"Jika kau takut sendirian kenapa kau tidak pergi seperti kakak mu?,"
"Aku tidak mempunyai teman seperti kakak ku." gumam vivi.
"Siapa nama mu?" tanya jack.
"Vivi, indah bukan? itu nama yang di berikan paman ku," ucap vivi.
"Yah nama yang indah, nama ku jack,"
"Jack... itu nama yang bagus," ucap vivi.
Jack memutuskan untuk tinggal di rumah tersebut selama seminggu hingga ibu vivi pulang, selain untuk menemani vivi jack juga ingin tinggal hingga polisi benar-benar tidak berpatroli di sekitar daerah itu.
Hubungan vivi dan jack sekarang sudah seperti teman akrab.
"Jack aku akan pergi sementara untuk membeli bahan-bahan makanan," ucap vivi, memakai sepatu.
"Baiklah, maaf aku tidak bisa membantumu,"
"Tidak apa, kamu juga pasti kesulitan untuk keluar karena polisi masih berkeliaran di luar sana,"
"Baiklah aku pergi dulu," ucap vivi lalu pergi.
Setelah beberapa saat polisi mengetuk pintu rumah vivi.
Tok...Tok...Tok...
"Kami sedang melakukan pemeriksaan, jika anda tidak keluar dalam 10 menit kami akan mendobrak pintu ini," ucap polisi.
Jack berpikir vivi menghianati nya dan melaporkan jack ke polisi saat pergi belanja.
Namun, tiba-tiba terdengar suara wanita yang berbicara dengan polisi yang tidak lain adalah vivi, setelah beberapa saat polisi pun pergi meninggalkan rumah tersebut.
"Jack..., di mana kau?" tanya vivi saat masuk ke dalam rumah.
"Dia di sana atau ku bunuh kau!" ucap jack menyodorkan pisau dari belakang vivi.
"Jack?..., apa yang kau lakukan?" tanya vivi heran.
"Kau melaporkan ku bukan?," ucap jack.
"Melaporkan?, oh kau pasti membicarakan polisi di depan rumah?"
"Kau kan sudah tahu, polisi sedang melakukan patroli, aku juga kaget saat melihat polisi di depan rumah jadi aku bergegas ke sini," jelas vivi.
"Begitu?, baiklah maafkan aku," ucap jack menurunkan pisau nya.
"Tentu, tidak masalah,"
Setelah itu jack dan vivi berbaikan dan menjalankan kehidupan mereka selama beberapa minggu dengan sangat akrab hingga tiba hari jack harus pergi.
"Kalau begitu selamat tinggal vivi, senang bisa bertemu dengan mu," ucap jack.
"Yah semoga kau selamat sampai tujuan mu," ucap vivi.
"Aku ingin kamu mengabulkan permintaan pertama dan terakhirku," ucap jack.
"Apa itu?...,"
"Jam 16:00 PM, aku ingin kamu melihat berita di tv." ucap jack.
"Baiklah, aku akan memenuhi permintaan itu," ucap vivi.
Jack pun pergi. Namun, bukan pergi bersembunyi tapi jack pergi ke kantor polisi, jack menyerahkan dirinya.
Jack adalah kriminal yang telah membunuh satu keluarga nya kecuali dirinya sendiri, dia mengaku dengan harapan tidak dijatuhi hukuman mati.
Walaupun jack tidak dijatuhi hukuman mati. Namun, jack di penjara selama beberapa tahun. Itu di beritakan di tv pada jam 16:00 PM. Atas permintaan jack.
Dalam berita juga terdapat pesan dari jack. Jack mengatakan. "Kepada teman baik ku selama seminggu, maaf kan aku karena menyerahkan diriku ke polisi padahal kamu sudah berusaha membantu ku untuk bersembunyi, tapi aku melakukan ini karena aku menyukai mu, aku ingin menyatakan cintaku padamu..., tapi aku malu karena kejahatan yang aku lakukan karena itu aku menyerahkan diriku, aku berharap kamu bisa bertemu dengan pria yang baik dan hidup bahagia dengan pilihan mu,"
Pesan jack yang di sampaikan melalui tv membuat vivi menangis, tidak di sangka vivi juga menyukai jack.
Vivi pun mencari kantor polisi yang menahan jack dan menemukan nya. Vivi pun mengatakan bahwa dia juga menyukai jack dan akan menunggu jack hingga keluar dari penjara dan hidup bersama.
"Jack kau adalah orang baik, tidak peduli apa yang orang katakan,"