Viktor friskaza seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga yang terbilang cukup baik, mereka tidak berkekurangan tidak pula berkelebihan.
Viktor memiliki saudara laki-laki bernama Viran dengan usia 13 tahun
Viktor saat ini duduk dibangku kelas 5 SD, ia dikenal sebagai salah satu siswa cerdas disekolahnya.
Pada suatu hari saat disekolah, Viktor terus bolak balik ke toilet lantaran perutnya yang terasa sakit sejak pagi.
Namun saat kembali, terlihat para Guru sedang ramai melakukan Razia dikelas mereka.
"Apa yang terjadi..?" Pikirnya
Setibanya di kelas, semua orang menatapnya.
Tiba-tiba salah satu siswa berdiri lalu menunjuk ke arah viktor dan berkata "Dia...dia pelakunya, aku melihatnya tadi!" Ucap Ian teman sebangku viktor
Dengan cepat seorang guru menarik viktor ke dalam kelas dan memintanya untuk membongkar isi tas nya
Viktor yang jelas tidak mengerti situasi tersebut pun dengan kebingungan membuka tas nya.
Keringat bercucuran, mata memerah, tangan yang gemetaran, viktor bergetar hebat saat melihat sejumlah uang berada di dalam tas nya.
Kedua orangtua viktor saat itu juga dipanggil untuk menghadap.
Viktor hanya duduk dikursi sambil menangis terseduh-seduh...
Ia terus bertanya-tanya dalam benaknya "mengapa uang itu berada didalam tas ku?"
Beberapa guru bertanya kepadanya, namun viktor hanya menanggapinya dengan diam.
Diam nya viktor membuat para guru semakin yakin dan tidak menyangka kalau siswa berprestasi sepertinya dapat melakukan hal tersebut.
Viktor kemudian menghapus air matanya lalu berkata dengan pelan " Jika aku mengatakan aku tidak mengambil uang itu apakah kalian akan percaya? percuma, uang berada didalam tas ku jelas aku lah pelakunya menurut kalian"
Viktor dengan marah kembali ke kelasnya.
Semua teman kini menatapnya, beberapa dari mereka mulai mengejek.
Viktor berjalan menuju bangkunya dan menatap ian yang sedang duduk menatap kosong ke arah buku
Viktor mengatakan sesuatu sambil tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan kelas.
Pihak sekolah tidak mengeluarkan viktor dan memutuskan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
Namun karena malu atas tindakan viktor, kedua orangtua memutuskan untuk memindahkan viktor ke sekolah lain
Dibalik kejadian tersebut, ada seorang guru muda yang memperhatikan viktor secara diam-diam.
Sepulang sekolah, kedua orangtua hanya terdiam dan tidak mengucapkan satu katapun padanya.
Hari demi hari, kini viktor merasa seperti orang asing dirumahnya sendiri, saat ibu, ayah dan saudaranya sedang bercanda senang mereka akan berhenti ketika melihat viktor datang
Viktor merasa sedih.. ia menjadi pribadi yang tertutup
Dia menjalani hidupnya seperti biasa dengan rutin berangkat kesekolah.
Tiba pada hari kelulusannya dari sekolah dasar, viktor meraih peringkat satu.
" Viktor Friskaza, selamat atas keberhasilanmu..." Ucap Kepala sekolah.
Guru meminta agar viktor naik ke atas panggung bersama orangtua dan menerima penghargaan..
Viktor Naik, semua orang memberi tepuk tangan atas keberhasilan dirinya..
Viktor menatap ke arah para murid dan orangtua...
" Viktor dimana ayah dan ibumu? " Tanya wali kelas viktor saat mendapati viktor naik ke atas panggung sendirian.
Semua murid yang meraih peringkat kini berdiri bersama orangtua mereka namun hanya viktor yang sendirian
Viktor menanti kedatangan ibu dan ayahnya, hingga acara berganti pada pengambilan raport, viktor maju dan mengambilnya.
Ia tersenyum dengan manis lalu pergi meninggalkan ruangan.
Tak kuasa menahan kesedihan, viktor menangis hingga tertidur di bangku taman yang tak jauh dari sekolahnya
Viktor tersadar...
" ibu..ayah... aku sangat sedih. Mengapa kalian tidak datang?"
Viktor membuka mata perlahan dan menyadari kalau dia berada diruangan yang asing.
" Apa kau sudah sadar..?" Tanya seorang pria
Viktor terkejut, ia sontak terbangun dan melihat sekililingnya.
Pria itu berbalik dan berjalan sembari membawa makanan menuju ke arah viktor yang sedang kebingungan
" Makan itu.. kau terlihat tidak sehat " ucap pria itu
" Te-terimakasih.." viktor dengan gugup meraih nasi goreng telur yang dibuat oleh pria itu
" Angkat kepalamu! Apa kau mengingatku pencur1?"
Mendengar ucapan tak mengenakan dari pria itu, lantas viktor mengangkat wajahnya dan menatap pria itu
Dengan marah viktor mel3mpar pria itu dengan bantal yang berada didekatnya sehingga nasi goreng yang masih berada ditangan pria itu pun ludes terjatuh
" AKU BUKAN PENCURI!!!! " Viktor tersadar bahwa pria yang di depannya adalah guru bahasa disekolah sebelumnya
Ya guru yang memperhatikan viktor kala itu
Viktor berteriak keras, kepanikan muncul diwajah guru, ia kebingungan sekarang.
Viktor kemudian berdiri dan hendak berlari keluar dan meninggalkan guru.
Guru menahannya namun viktor terus memberontak dan menangis
" Kau jahat, biarkan aku pulang"
" Hey viktor, dengarkan aku dan aku akan mendengarkanmu"
" Tidak! Lepaskan aku. Bapak, ibu, ayah, dan dia kalian semua sama! Aku membenci mereka aku membencimu!"
" apa yang membuatmu membenciku? Apa aku melakukan sesuatu padamu? "
Viktor terdiam, kini dia menatap sedih ke arah guru tersebut
" mereka menuduhku, bapak juga!" Ucap viktor, air matanya kini mengalir deras membasahi kedua pipi kecil itu
" Viktor, bapak mempercayaimu.. maafkan bapak yah, maaf kalau bapak sudah menyakiti perasaanmu "
Viktor mengangguk mengerti.
Tak lupa saat mengantar viktor, dia memberikan alamatnya pada viktor agar viktor dapat menemuinya nanti.
Viktor kembali, saat masuk rumah dia mendapati ayah, ibu, dan saudaranya sedang menonton TV, viktor hanya melihat sekilas dan pergi kekamarnya.
Viktor kemudian menangis, di dalam buku ia mencurahkan segala kesedihannya.
Ia tak tahan lagi, viktor berdiri didepan kedua orangtuanya dan menangis
" Pukvl aku, tetapi jangan diamkan aku seperti ini ayah.. ibu mengapa tak berbicara padaku seperti dulu? Mengapa kalian tidak hadir saat kelulusanku kemarin? Apakah hanya dia saja anak kalian? " Ucap viktor menunjuk ke arah viran, ayah dengan marah, berdiri dan menamp4rnya dengan ker4s lalu meninggalkannya begitu saja
Viktor hanya bisa memegang sebelah pipinya yang sedikit berd4rah terkena tamp4ran keras dari sang ayah
Usai kejadian itu, viktor semakin jauh dari keluarganya.
Terkadang ia merasa depresi bahkan pemikiran untuk bvnvh diri pun terlintas dipikirannya
Namun disela-sela kesedihannya, viktor teringat akan guru bahasa itu Viktor lalu menemui Guru dan memintanya untuk membantu mencari pekerjaan agar viktor dapat membiayai sekolahnya
Guru tersenyum ia tau bahwa viktor akan membutuhkannya, ia lalu mempekerjakan viktor disebuah toko milik kedua orangtuanya
Viktor anak yang baik, dia bekerja keras demi mendapatkan uang untuk biaya hidupnya sendiri.
Diusia yang masih muda, viktor memiliki jiwa pejuang yang cukup besar.
Di asingkan keluarga tidak menjadi hambatan baginya untuk mengejar mimpi
Setelah lulus SMP, kedua orangtuanya tidak hadir untuk pengambilan raport, begitupun saat Viktor lulus dari Sekolah Menegah Atas kedua orangtua tetap tidak hadir
Guru berulangkali menawari viktor agar dirinya yang menjadi perwakilan namun viktor dengan keras menolak.
Waktu berlalu dengan cepat. Kini viktor sudah tumbuh dewasa sendirian. Tak mudah menjalani hidup tanpa bimbingan dari kedua orangtua namun karena adanya dukungan dari guru dan kedua orangtua guru membuat viktor merasa sedikit jauh lebih baik dan kesepiannya pun ikut berkurang
Setelah memiliki tabungan selama 6 tahun, viktor memutuskan untuk keluar dari rumah.
Tak ingin membebankan guru dengan kedua orangtua guru, viktor diam-diam mencarikan kos untuk dirinya, viktor sendiri tau, bahwa jika guru mengetahui kepindahannya maka guru akan mendesaknya untuk tinggal bersama dengan dirinya
Viktor merasa bahwa selama ini dia sudah membebankan guru, maka kali ini dia tidak akan bergantung lagi pada guru dan kedua orangtua guru.
Viktor kemudian pindah dari kota tersebut dan memulai hidup baru, tak lupa ia pamit dari kedua orangtua guru yang dengan setia menjaganya.
Tak lupa viktor meninggalkan sebuah amplob berisikan surat permintaan maaf kepada guru agar guru tidak perlu khawatir akan dirinya.
Viktor kemudian memutuskan untuk berkuliah, ia meninggalkan semua kenangan indah maupun buruk dan menjalani hidup seperti biasa walaupun terkadang dia merasa kesepian dan merinduhkan kedua orangtuanya
Guru yang menyadari bahwa viktor telah pergi pun dengan kesal ingin mencarinya namun kemudian guru menyadari bahwa viktor ingin memulai kehidupan barunya tanpa harus membebankan orang lain.
Seperti pada awalnya, viktor adalah pribadi yang tertutup dan pendiam.
Ia menjadi seseorang yang Anti sosial dan memilih untuk menyendiri.
Hari-hari selalu viktor habiskan dengan bersedih...
Viktor merasa kesepian, ia mengingat guru namun kemudian ia kembali mengingat kenangan-kenangan buruk dirumahnya
" mengapa ibu dan ayah tak bisa bersikap seperti Pak guru? Mengapa mereka tidak bisa mempercayaiku seperti pak guru "
Walaupun sudah cukup dewasa, viktor tetap seperti anak kecil saat dirinya sedang menangis.
Viktor tak punya teman ataupun sahabat, hingga hal itu membuatnya selalu merasa kesepian
Ia kerap di anggap sombong karena tidak tersenyum bahkan tak menyaut ketika disapa.
Ketika tugas kelompok pun ia mengerjakannya sendirian, apa-apa selalu sendirian bahkan ulangtahunpun selalu ia rayakan sendirian, dengan membakar lilin yang diletakan diatas buku lalu api itu padam karena air matanya
........
17 Mei Viktor genap berusia 30 tahun.
Ia bekerja disebuah Rumah Sakit Ternama dikota.
Tak lupa viktor selalu mengirim pesan pada guru yang pada kenyataanya telah meninggal 7 tahun yang lalu karena mengidap sejumlah penyakit berbahaya
Viktor sangat terpukul bahkan mengalami depresi pada beberapa waktu yang kemudian ia dapat menerima kenyataan
Kondisi viktor akhir-akhir ini memburuk, ia selalu merasa pusing dan batuk yang terus saja mengeluarkan darah.
Saat sedang berjalan menuju ruangannya, ia mendapati dua orang tua dengan wajah yang sangat familiar menurutnya
Setelah di ingat-ingat, viktor kemudian menyadari kalau kedua orang tua itu adalah ibu dan ayahnya
"Apa yang mereka lakukan disini? Apa sesuatu yang buruk sedang terjadi?"
Viktor menatap dari kejauhan kedua orangtuanya yang sedang menangis, ingin rasanya ia berlari dan memeluk mereka namun viktor tak memiliki keberanian, ia terlalu takut untuk berhadapan dengan orangtuanya sendiri
Viktor lalu mencari tau apa yang dilakukan kedua orangtuanya dirumah sakit ini.
Setelah mencari tau, ternyata saudaranya Viran dan keluarganya mengalami kecelakaan hebat yang menewaskan sang istri, anaknya kini baik-baik saja, viktor menghela nafas lega
Ia menatap anak perempuan viran yang terbaring tak sadarkan diri..
Viktor kemudian melihat daftar anak itu dan mengetahui kalau anak tersebut bernama Vivi
"Nama yang bagus.." ucap viktor mengelus rambut anak itu lalu pergi.
Setelah 6 bulan dirawat dirumah sakit, akhirnya viran bisa sembuh dan keluar dari rumah sakit, yang mengherankan adalah tagihan rumah sakit dibebaskan padahal jumbalahnya sangat besar
Dokter yang menangani viran pun hanya tersenyum ketika kedua orangtuanya bertanya mengenai siapa yang telah membebaskan segala tagihan rumah sakit
1 tahun kemudian....
Datanglah seorang pria yang terlihat se umuran dengan viktor kerumah orangtua viktor
Akan tetapi ia tidak datang sendirian, melainkan bersama polisi..
Pria itu Lain tak Lain Adalah Frilian alias ian teman sebangku viktor waktu SD dulu.
ian sekarang adalah seorang Narapidana yang akan di hukum mati atas kasus pembvnvhan berencana
Ian bercerita bahwa ia tidak hidup tenang sejak viktor mengucapkan perkataan itu padanya.
Polisi berada disampingnya, memberitakan kebenaran adalah permintaan terakhirnya sebelum di hukum.
Kebetulan mengejutkan datang juga Seorang Dokter yang menangani viran saat itu dan Dokter itu adalah orang kedua setelah guru yang dekat dengan viktor
*Pov ian*
"Hidupku tak tenang, aku sudah hancur saat dia tersenyum sambil mengucapkan kalimat itu..."
Semua orang menatapku bingung..
Aku tidak tau mau memulai dari mana, hatiku benar-benar hancur..
Aku hanya bisa menangis dan kemudian kembali melanjutkan perkataanku sebelum semua ini berakhir dengan penyesalanku
" Aku sering di pukvl ayah karena selalu berada diperingkat dua, ayah juga memukvl ibu karena ibu yang membela ku. Aku iri pada viktor yang selalu meraih peringkat satu. Saat itu aku sedang berjalan menuju ruang guru untuk menemui ibu, ibu juga guru disana, saat masuk aku tak menemukan ibu, aku lalu menuju sebuah ruangan yang berada ditengah-tengah ruangan.
Aku memasukinya dan menemukan tumpukan uang..."
Ibu viktor kini menatapku dengan mata berkaca-kaca, ia menghampiriku dan menggoyangkan tubuh ku yang kini terpaku kebingungan "Lanjutkan! Mengapa kau berhenti?"
Aku menangis dan terus berkata..
" Aku mengambil uang tersebut dan kuletakan di tas vi viktor "
Tangisan dari orangtua viktor pecah seketika itu juga...
" Akhhhh mengapa..? Mengapa kau lakukan itu padanya? kau..!!!" Teriak ibu nya sambil memukvl-mukvl pundak ku
" Sebelum meninggalkan kelas dia menghampiriku dan mengatakan sepatah kata yang membuatku ingin mengakui kalau itu perbuatanku, namun saat itu aku...aku takut untuk mengaku.."
_Trimakasih teman, trimakasih karena telah menghancurkan hidupku_
Itu yang diucapkan viktor padaku
"Maafkan aku viktor.. maafkan aku..."
Aku ingin bertemu sekali lagi dengan dirinya dan meminta maaf untuk terakhir kalinya.
Tuhan memberiku banyak kesempatan menemuinya tetapi aku malah menyia-nyiakan kesempatan itu dan berakhir menjadi orang jahat.
*Pov Author*
Kini orangtua viktor diliputi rasa bersalah yang luar biasa.. mereka terus menangis dan berniat mencari viktor
Namun niat mereka dihentikan oleh Dokter yang sedari tadi memperhatikan mereka
" Biarkan aku menyampaikan berita ini"
Namun kedua orangtua viktor tak menghiraukan dan ingin keluar, namun kemudian langkah kaki mereka terhenti
" Apa kalian tidak ingin tau siapa pendonor kornia mata untuk Pasien Viran Friskaza?" Ucap dokter dengan tenang
Kedua orangtua duduk diam untuk beberapa menit sembari menatap kedua mata Viran yang berwarna coklat terang, mata yang indah, mata itu mengingatkan mereka pada viktor.
" Kau diam dan dengarkan juga!" Ucap dokter pada ian yang hendak pergi
"Kornia mata tersebut di donorkan oleh Direktur Rumah Sakit kami"
"Direktur?? " Tanya viran terheran-heran
"Yah. Inilah beberapa peninggalan dari Direktur kami yang telah meningg4l akibat penyakit kanker yang telah memasuki Stadium 4..
Dia berpesan agar menyerahkan segala warisan dan peninggalan-peninggalanya untuk Saudara Viran.
Sebelum meningg4l, ia meminta ku untuk memberikan kornia matanya kepada pasien bernama Viran, kami Pihak Rumah Sakit Merasa Berat Dan Tidak ingin memenuhi permintaan beliau. Namun beliau membuat pengakuan yang cukup mengejutkan bahwa, Pasien dengan Nama Viran Friskaza Adalah Saudara Laki-Lakinya"
"Beberapa rekaman CCTV yang diambil dari Rumah Sakit Memperlihatkan Dokter.Viktor. yang berulangkali menangis dibeberapa tempat berbeda, ia juga sempat mengunjungi kamar Pasien anak berusia 7 tahun bernama Vivi.
Kami awalnya tidak mempercayainya karena ia tidak memiliki nama belakang, namun kemudian ia menunjukan Foto Keluarganya."
" Catatan penting yang dituliskannya sebelum meningg4l" ucap dokter memberikan sebuah buku yang sepertinya berisi perjalanan hidup Viktor selama ini
Mereka lalu membacanya, dan menangis keras.
Semua sudah berakhir, semua sudah terlambat, terlambat untuk menyadari dan terlambat untuk mengubah segalanya
" Ibu, ayah jangan marah padaku terus yah aku sedih ketika kalian tidak berbicara padaku selama bertahun-tahun. Mungkin sudah menjadi takdir bahwa akhirnya Tuhan mempertemukanku dengan kalian. Setelah ku lihat ternyata kak viran sedang sakit rupanya.
Jangan terlalu bersedih ya ibu, ayah...
Melihat kalian sedih, aku juga merasa sedih..
Aku merinduhkan kalian, mungkin ini sudah terlambat, tetapi.. aku mencintai kalian ibu, ayah dan kak viran.
Kak, sehat-sehat ya... maaf karena hanya mata yang bisa kuberikan padamu, maafkan aku..
Aku mencintai kalian,"
Viran mematung membaca surat tersebut, ia kini menatap anaknya yang memiliki wajah yang begitu mirip dengan adiknya
Viran selama ini selalu memperhatikan viktor, namun melihat viktor yang hanya terdiam dan terus keluar rumah membuat viran tak memiliki kesempatan untuk berbicara
Satu hal yang tidak diketahui viktor adalah, nama anak viran diambil dari nama mereka Vi-ktor dan Viran.
Sesuai permintaan viktor, jasadnya disemayamkan tepat disamping makam seorang pria bernama "Muhammad Alli" dengan tulisan arab
Dan "Viktor Friskaza" Dengan Lambang Salib
Siapa Muhammad Alli? Yah, dia adalah Guru Bahasa yang menyaksikan pertumbuhan Viktor.
Kini orangtua viktor hanya bisa bersedih..
Viktor adalah cerminan anak yang baik. Tak sepatutnya orangtua mengabaikan anak hanya karena ia melakukan suatu kesalahan..
Ada baiknya untuk mencari tau apakah perbuatan itu benar atau tidaknya.
Orangtua viktor yang langsung mengambil kesimpulan tanpa mendengar penjelasannya membuat viktor berakhir menyedihkan.
Peran orang dewasa untuk pertumbuhan anak sangat penting, sehingga hadirlah pak alli yang sedikit mengurangi kesedihan di hati viktor.
Mau bersedih sampai bagaimanapun kenyataan tidak akan berubah.
Tidak ada yang bisa dilakukan, menangis pun tidak akan merubah apapun.