Rey 27 tahun,seorang pria kantoran yang hari harinya disibukkan pekerjaan,mungkin bekerja sudah menjadi sebuah hobi baginya.
Hari harinya dihabiskan untuk mencari uang,mungkin uang adalah tujuan dari hidupnya,walau begitu dia bukan orang yang serakah akan dunianya,bahkan dirinya tidak sedikitpun mendekati kata serakah dan tamak akan kekayaan,dia lebih tepat disebut sebagai pekerja keras.
Dia tak tau apa yang akan dibelinya kelak dengan uang yang dia miliki,yang dia fikirkan hanya ingin hidup berkecukupan dan tanpa menyusahkan orang lain sampai dia mati,dia akan hanya sedikit meminta bantuan kepada beberapa orang untuk mengurus jasadnya dan menguburkannya kelak,dan biaya apapun yang dikeluarkan akan dia tanggung sendiri menggunakan uang yang dia simpan.
Setiap harinya dia bekerja di sebuah perusahaan ternama,kedudukannya sebagai otak dari inovasi di perusahaan itu sudah cukup untuk membuatnya menjadi orang berpengaruh disana.
Setiap hari dia selalu membeli sarapan dan satu cup kopi di kedai makanan dekat kantornya itu,dia hidup sendiri di apartemennya tanpa saudara,orang tua,bahkan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.
Kehidupannya sangat sepi tanpa siapapun,karena itu dia hanya bekerja dan bekerja untuk mengisi waktu dan fikirkannya,semua orang menganggap itu mudah karena dia seperti tidak terbebani oleh seorangpun,namun bukan itu yang dirasakan oleh Rey,dia merasa begitu kesepian di dunia ini,bahkan uang yang dimilikinya tidak cukup untuk mmebeli kebahagiaannya di masa lampau.
------
"Aku sangat bosan dengan kehidupan ku saat ini,tidak masalah jika aku bekerja setiap hari,namun dengan uang sebanyak itu aku tetap tidak bisa mengembalikan keluargaku,andai ada kesempatan untuk menukar semua uangku dengan keluargaku,maka dengan senang hati aku akan menukarnya" ucapnya yang membaringkan tubuhnya di ranjang setelah seharian bekerja keras.
Beberapa saat kemudian dia pergi menuju balkon apartemennya dan membuka jendela dengan korden putih itu,matanya memandang jauh entah kemana dia memperhatikan setiap sudut kota itu dan melihat betapa ributnya dunia saat ini,sangat berbeda dengan 15 tahun lalu saat dia masih bersama keluarganya di desa yang sangat indah itu.
Beberapa saat lamunan indah tentang desanya pun terpecah saat selembar kertas kecokelatan itu terbang dan menabrak pelipisnya,Rey pun menunduk dan memungut kertas tersebut.
"Apa ini? Selembar kertas biasa,namun bisa melukai pelipisku" ujarnya ketika menyadari rasa perih di pelipisnya.
"Mungkin karena angin yang kuat telah menerbangkannya" ucapnya yang langsung masuk ke dalam ruangan kamarnya.
Dia berjalan menuju ke dapur dan berniat ingin memuaskan rasa lapar yang telah terpecah di perutnya sedari tadi,dia meremas kertas coklat tadi dan membuangnya di tempat sampah di sudut dapur.
Beberapa menit kemudian dia kembali menuju ke kamarnya dengan semangkuk mie hangat beraroma segar di tangannya,dia duduk di sofa dan menyalakan televisi itu dan kemudian kembali disibukkan dengan makanannya.
Beberapa suap mie hangat dan gurih telah menghibur lidahnya,kemudian dia pergi ke dapur meninggalkan makanannya di sofa untuk mengambil satu kaleng minuman dingin.
Dia kembali ke tempat tadi sambil membawa kaleng dingin di tangannya,dia mengangkat mangkuk mie dan melihat suatu benda yang tak asing di bawah mangkuk tersebut.
"Apa ini? Seperti kertas yang tadi?" ucapnya heran ketika kertas kecokelatan itu berada di bawah mangkuknya.
Dia melihat beberapa tulisan aneh yang ditulis menggunakan gaya huruf kuno yang membuatnya penasaran untuk membacanya.
'penawaran sepesial! Paket perjalanan waktu, paket ini adalah paket penjelajahan waktu yang dibuat oleh ilmuan sekaligus penyihir tingkat tinggi,anda akan mendapatkan pengalaman di masa depan ataupun masa lalu,paket ini tidak tersedia untuk semua orang,hanya orang beruntung saja yang dapat menemukan kami,biaya : 5 dolar, 2 rangkaian bunga lavender dan 10 permen loli,jika anda berminat temui kami di ujung gang 999'
"Apakah ini bocah yang sedang ini menipu? Bahkan Ahli teknologi pun belum menyediakan paket perjalanan waktu,lelucon yang tidak berhasil" ucapnya yang tak percaya.
"Tapi entah kenapa aku tidak sepenuhnya menganggap ini sebuah penipuan" ucapnya yang kembali dengan mie hangatnya.
------
Keesokan harinya,sore hari saat dia pulang dari tempat kerjanya,hari mulai petang saat terlihat sinar jingga yang medominasi di barat sana,dia berjalan sendiri melewati trotoar jalan hingga dia berhenti di sebuah toko bunga.
Dia melihat lavender yang berwarna ungu segar dengan bau yang menenangkan,kemudian seketika dia mengingat penawaran aneh yang dia baca kemarin.
Seperti seorang anak yang penasaran tentang hal baru dan ingin segera mencari taunya,Rey dengan tidak sadar telah membeli dua rangkaian bunga lavender tersebut,dan beberapa saat kemudian dia tersadar dengan apa yang dilakukannya.
"Ada apa denganku? Kenapa aku begitu ingin melahkukanya,ini adalah lelucon anak anak!" ucapnya yang kemudian berhenti.
Tapi rasa penasarannya tidak bisa dihentikan,dia menuju ke toko swalayan dan membeli 10 permen loli disana.
"Baiklah,aku akan mencobanya,toh ini tidak menguras banyak uang" ucapnya.
"Tapi dimana letak gang 999? Baiklah aku akan mencarinya di internet" ucapnya yang kemudian mengambil ponselnya.
Dia berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan,dan beberapa saat kemudian, sampailah dia di sebuah bar tua di belakang gedung gedung besar itu.
"Kurasa tempat ini sudah sangat tua dan tidak tersentuh pembangunan,seharusnya tempat ini berpotensi sebagai salah satu tempat hijau di kota" ucapnya yang mulai memikirkan bisnis.
"Ah sudahlah" ucapnya yang kemudian menyusuri gang dengan panel 999 di depannya.
"Tempat apa ini?" ucapnya ketika melihat sebuah tempat kecil yang sangat bersih,sejuk dan indah itu.
'letakkan biaya disini' begitu tulisan yang tertera di atas box putih di depan Rey,dan tanpa pikir panjang,dia meletakkan bunga lavender,10 permen dan uang 5 dolar di atas box itu.
Setelah dia meletakkannya di atas box,benda benda itu kemudian menghilang dan dia dikejutkan oleh kehadiran seorang anak kecil dibelakangnya.
"Jadi! Apa yang kau inginkan? Ke masa depan atau ke masa lalu? Dan dimana kau akan menjelajah?" ucapnya tiba tiba.
"Ha? Kau seorang anak kecil? Apakah kau akan menipuku?" ucap Rey tertawa.
"Namaku bukan anak kecil,panggil aku master Yuki dan aku tidak akan menipumu karena kau telah membawakan benda benda itu untukku" ucapnya yang memakan permen dan terbang mengelilingi Rey.
"A..apa? Kau bisa terbang?" ucap Rey bingung.
"Hahah! Terbang itu bukan hal yang sulit untukku,baiklah lebih baik kau segera duduk dan membicarakan apa yang kau inginkan" ucap Yuki.
"Ba.. baiklah,aku ingin pergi ke masa lalu dan bertemu dengan keluargaku" ucapnya gugup.
"Hahh..dasar orang tua kuno, tidakkah kau ingin melihat masa depan?" ucapnya meledek.
"Ti..tidak" jawab Rey yang terkejut sekaligus tersinggung
"Baiklah baiklah,tapi ada peraturan yang harus kau lakukan,berjanjilah padaku!" ucapnya.
"Kau hanya diperkenankan melihat lihat, tidak boleh menyentuh manusia atau hewan di zaman itu,jika kau menyentuhnya maka mereka bisa melihatmu dan masa depan mereka akan berubah karenamu!" sambungnya yang menekan.
"Baiklah aku setuju!" ucap Rey.
"Hoaamm!" anak kecil itu mengambil benda hitam berbentuk bundar dari sakunya dan melemparkannya ke tubuh Rey.
Benda itu terpecah menjadi cairan lengket hitam yang mengotori jas yang dikenakkan Rey dan membuatnya marah.
"A!! Apa yang kau lakukan! Jangan coba-coba menipuku!" ucap Rey.
Setelah mengatakan kalimat tadi,dia tiba tiba terjatuh di ruang tanpa ujung berwarna putih itu,beberapa detik kemudian sebelum Rey melihat sekelilingnya dia terhempas dan terjatuh di tengah hutan pinus.
"Hutan ini!? Sepertinya sangat tidak asing" ucapnya yang memperhatikan sekeliling.
Beberapa menit kemudian setelah dia mengingat ingat tempat itu,dia melihat seorang anak laki laki bersama kakak perempuannya membawa beberapa tanaman dari hutan di keranjang kecilnya.
"I..itu! Bukankah itu kak Mai dan..dan aku!!" ucapnya yang sangat terkejut.
Dua anak itu berjalan sambil bersenandung ria melewati hutan pinus itu,mereka melewati Rey begitu saja karena tidak bisa melihatnya.
Rey menangis melihat masalalunya,dia mengikuti kedua anak itu ke rumahnya dan menyaksikan kenangan kenangan indah dalam hidupnya.
Beberapa jam telah berlalu,Rey pun terhanyut dalam kenangan masa kecilnya,dan tibalah waktu sore hari indahnya bersama keluarga.
"Semangka di musim panas terasa segar,terlebih lagi ketika menikmatinya bersama mereka" ucap Rey yang memandangi keluarganya di masa lampau.
Setelah beberapa lama dia melihat kenangan itu,dia mengingat satu hal pahit dalam hidupnya,ketika malah hari setelah berpesta semangka segar,seorang pencuri masuk ke dalam rumahnya dam melenyapkan seluruh anggota keluarga kecuali Rey,hari itulah dia kehilangan semua kebahagiaannya hingga masa depan.
"Mungkin kenangan ini adalah kenangan terakhir aku merasa bahagia" ucapnya.
Malamnya dia melihat keluarganya tidur dengan nyenyak tanpa ada rasa bahwa maut akan mendatangi mereka sebentar lagi.
Dan benar,ketika Rey memandagi foto lama di dinding ruang tamu,seorang pria berbaju hitam mengendap endap masuk ke dalam rumah.
Rey terus memperhatikan gerak gerik pria yang akan melenyapkan seluruh keluarganya itu,Rey semakin tidak tahan untuk tidak mencekiknya,dan tanpa disadari olehnya,dia mendekat dan memukul wajah pencuri tersebut.
"Kau!!! Dasar penjahat!!" ucap Rey yang kembali memukul pria itu.
Pencuri itu kebingungan,darimana datangnya pria yang memukulnya ini,dan keributanpun tak terelakkan hingga membuat seluruh keluarga terbangun.
Sejarah sudah berubah derastis akibat sifat Rey,melihat seluruh penghuni rumah terbangun,dia lari keluar dan hanya mengintip lewat jendela.
Dia melihat keluarganya bersiaga akan apa yang terjadi,pencuri yang sudah babak belur tadi sudah tak berdaya untuk melawan.
Paginya mereka melaporkan pencurian kepada polisi,dan saat Rey ingin mengikuti mereka kembali ke rumah, tubuhnya mulai menghilang dari masa itu.
------
"Ukhh!! Ukhh!!" tubuh Rey terjatuh di tempat dimana dia bertemu dengan anak kecil tadi.
"Hei hei hei! Sudah kubilang jangan pernah mengubah sejarah!! Jika nasibmu malang! Kau bisa menghancurkan dunia!!" ucapnya marah.
"Maafkan aku!" ucap Rey berdiri dan membersihkan pakaiannya?
"Untung saja perbuatanmu tidak mengakibatkan hal fatal! Untung saja hanya merubah beberapa masa depanmu saja!" ucapnya.
"Baiklah terimakasih aku pulang!" ucap Rey.
Rey melihat tempat sekelilingnya yang sedikit berbeda,dia berjalan menuju perumahan di sekitar sana dan masuk ke dalam salah satu rumah.
"Entah kenapa ku pikir inilah rumahku" ucap Rey yang mengetuk pintu salah satu rumah disana.
Seorang wanita tua membukakan pintu dan menyambutnya dengan senyuman hangat dan pelukan yang menyertainya.
Rey masuk ke dalam rumah hangat itu,melihat anggota keluarganya yang bercanda tertawa dan saling berinteraksi sampai masa sekarang.
Rey sekarang hanya seorang staf karyawan kantor karena dia telah mengubah masa depannya,bukan pegawai inti dengan gaji besar lagi,namun dia akan mulai dari awal agar dapat posisi itu lagi,namun dengan keluarga yang untuh dan dukungan penuh mereka.
Sejak kejadian singkat tersebut,Rey hidup bahagia dengan keluarganya yang masih utuh,bekerja keras untuk keluarganya mulai sekarang,dan sejak hari itu juga dia tidak pernah bertemu dengan anak kecil bernama Yuki,dan gang 999 pun menghilang dari kota itu.
-----TAMAT-----