pada suatu hari aku memandangmu. Angin yang menerpa wajah dan rambutmu begitu menarik perhatianku, tidak bisa kualihkan sekalipun dari kebisingan dunia karna bagiku, kamu adalah duniaku. walauku tau kau tak akan pernah tau aku begitu mencintaimu angkasa.
"Bunga woi ngeliatin angkasa ya hayo ngaku sampe ngelamun gitu mana sambil senyum-senyum lagi wkwwk"
Dia ayu sahabatku tempat aku berkeluh-kesah dia juga tau aku suka sama angkasa.
"Eeeeh ayu enggak gak gitu"kataku sambil merona.
"Hahah ngaku aja kamu bunga udah sampe merona tuh pipi sampe keleher" ayu pun memegang pundakku sambil berdiri aku dan ayu pergi untuk pulang karna jam pulang sekolah sudah usai.
"Kenapa sih gak ngaku aja sama si angkasa kamu suka sama dia, aku akan sangat mendukung kalau kamu sama angkasa dia pria sederhana,baik ,ramah jugak walaupun dia nakal sering bolos
sih"
"gak deh yu aku masih belum berani kamu kan tau aku gak berani pacaran walau aku sangat mau pacaran aku sudah janji sama orangtuaku aku gak akan pacaran sampe aku tamat sekolah, lagipula emang kalo aku ngaku aku suka Ama dia emang akan dibales apa"kataku sambil lemas karna aku pun tau akan susah bagiku untuk bersamanya.
Kami pun diam selama perjalanan ke rumah,oh ya aku sama ayu jalannya searah karna rumah kami berdekatan.
"Eh bunga aku duluan ya dah sampe nih babayyyy"
"Okeee"
Aku pun terus berjalan sesekali menendang batu-batu kecil dan menendangnya karna memang itu kebiasaan ku.tak terasa aku pun sampai di perkarangan rumahku yang sederhana.
"Bu,yah" panggil ku
Aku pun melepas sepatu ku dan menaruh ditempat nya.
Bisa aku lihat ayah sedang minum kopi
"Yah"panggilku aku pun menyalaminya"
"Eh dah pulang kamu sana ganti baju terus makan"ucap Ayah tangannya yang satunya yang tidak memegang kopi mengusap kepalaku.
"Aye aye kapten hehehe"
"Haha anak ini"
"Eh iya yah ibu mana" sesekali aku jelingak jelinguk mencari ibu.
"Oh ibu lagi pergi keluar katanya mau beli sesuatu.
"Oh gitu" aku pun menganggukan kepala tanda mengert.
Seperti bisa aku melamun menatap atap atap kamarku Berkhayal seperti biasa.
Angkasa andai kau tau aku begitu suka semua yang ada di diri kamu mulai dari sikapmu semua yang ada di diri kamu aku suka angkasa.dan aku berharap kita bisa bersama, doaku sebelum tidur.
Pagi menjelang ayam berkokok aku beranjak dari tempat tidur ku dan melangkahkan kakiku ke kamar mandi selesai dengan kegiatan di kamar mandi lantas ku ambil baju dan berganti pakaian.
Kulangkahkan kakiku ke ruang tamu.
"Pagi yah,Bu"sapaku dengan senyuman teduh
"Pagi sayang" salam ku yg di balas mereka berdua
Aku dudukan diriku di samping ibu lantas tanganku mengambil lauk pauk yang tersedia di meja.
"Yah,Bu aku berangkat dulu ya aku pun menyalami mereka.
Kulangkahkan dengan pelan kakiku sesekali bersenandung ria, dari sini aku sudah bisa melihat rumah ayu. rumah ayu masih lah rumah sederhana yang terdapat pohon mangga yang begitu banyak. Haha aku tertawa karna teringat dengan ayu yang pernah jatuh dari pohon dengan tidak elitnya. Tak terasa aku pun sampai di perkarangan rumahnya.
"Eh nak sini masuk" sambut ibu ayu yang memang mengenal dekat aku karna aku sering mampir kesini entah itu tugas kelompok atau ingin bermain dengan ayu.
"Iya buk" seperti biasa aku menyalaminya pertanda aku menghormati yang lebih tua.
"Ayunya ada gak buk"
"Itu di dalam lagi makan sana gih masuk aja"
"Okeh buk"
"Ayuuuuu woiiii yuk masuk"teriakku
"Elah sabar Napa" bisa kulihat ayu merotasikan mata nya. Haha aku tertawa karna muka kesalnya itu begitu lucu
Ku ambil tempat duduk di samping ayu sesekali aku memeriksa hp takutnya ada yg chat atau telpon walau aku tahu gak ada yang ngechat sama telpon karna memang aku gak terlalu punya banyak kontak di hp ku.
"Udah yuk berangkat"ucap ayu yang bisa mengalihkan pandanganku dari hp yang ku pandang.
"Ehhh iya ayukk"
Aku pun berjalan beriringan dengan ayu sesekali aku mengobrol hal random tak terasa kami pun sampai di sekolah. Bisa kulihat angkasa dia sudah sampai di sekolah lebih dulu kupandaangi dia yang bagiku begitu tampan.
"Woiii bunga ngelamun aja pasti ngeliatin angkasa ya hayo ngaku"goda ayu kepadaku.
tak ku hiraukan ayu yang terus mengoceh di samping ku. ku langkahkan kakiku menuju kelas karna sebentar lagi jam 6.30 pelajaran akan dimulai. Bisa kulihat angkasa di sudah duduk di tempatnya. Kuupandangi terus dia, kurasa dia sadar aku terus memandanginya dia menatap ku sambil tersenyum ku balas menatapnya tersenyum ku alihkan pandangan ku yang semula menatapnya balik ke depan karna tempat duduk nya disamping jendela. Bisa ku rasakan jantung ku terus menerus berdetak bayangan dia menatap ku begitu membekas.
Jam pelajaran berganti jam istirahat murid murid pun keluar untuk mengisi perut nya yang begitu keroncongan. Aku dan ayu pun bergegas ke kantin karna takut kami tidak kebagian tempat duduk.
"Bunga kamu yang mesen aku cari tempat duduk yah nih, ayu menyerahkan uang dua puluh ribu"kepadaku
"Okeh"
"Nihhh pesenan kamu"
Kami pun makan dengan hikmat sampaiiiii
"Permisi aku sama temen ku boleh gak duduk di sini gak ada tempat duduk nih"
"Eh iya boleh" sahut ayu
Sedangkan aku membatu karna dia angkasa dan temannya yang aku tau bernama Galang.
Kami pun berbicara hal random sambil sesekali aku melirik angkasa sampai mata kami bertubrukan dan lagi lagi langsung kualihkan mataku bisa kurasakan jantung ku berdetak begitu kencang.
"Ehemmmm"deheman Galang bisa mengalihkan perhatian ku ku tatap Galang yang saat itu sedang ingin bicara.
"Jadi gini kan kita jam kosong nih guru gak datang"
"Eh masa"sahutku
"Iya"
"Gimana kalo kita main truth or dare setuju gak?
"Aku setuju"
"Setuju"
Sekarang semua mengarah kepadaku aku tidak punya pilihan lain selain setuju
"Setuju"
Galang pun mengambil botol bekas itu dan memutarnya. Bola itu berhenti di ayu
"Truth or dare" kataku
"Hem truth aja deh"
"Okeh okeh sekarang siapa nih yang mau bikin pertanyaan" kataku
"Aku aku" ucap galang
"Awas kamu kalo sampe aneh aneh"bisa kulihat ayu mengepalkan tangannya main-main
"Haha tenang aja"
"Apa hal memalukan yang gak perna kamu lupakan"
Sekarang semua mata mengarah ke ayu yang sedang menunduk mungkin malu mengingat kembali kenangan memalukan nya haha jadi penasaran.
"Aku pernah ketahuan kentut sama pacar ku mana suaranya keras bau lagik" kata ayu sambil menutup mukanya dengan tangannya dan kami tidak bisa menahan tawa kami
Hahahaha gimana tuh malunya wkwkw
Hahahah
Hahah
"Udah2 kasian tuh dia malu lanjut lanjut"kataku
Permainan itu terus berlanjut sampe ke giliran ku
"Hem jadi bunga truth or dare"
"Aku…
"gimana kalo dare aja bunga setuju gak?
"Setuju tuh"
2
"Eh gak gak"
"Ayolah bungaaa" kulirik ayu yang menampilkan senyum yang kelihatan begitu aneh kutahu ada yang dia pikirkan nih yakin aku.
"Boleh deh pasrah ku"
Horeeeee
Yeeee
"Kulirik ayu, seneng banget kelihatan nya "sinis ku
"Biarin wleee"
Semua mata mengarah kepadaku dan tatapan angkasa membuat ku begitu gugup.
"Apa cepetan elah"bukan cuma aku yang penasaran angkasa dan Galang juga sama seperti ku.
"Baiklah"
"Bunga aku mau kamu menyatakan cinta mu sekarang juga"
"Duaarrr jantung ku seperti mau pecah rasanya. diam diam kulirik angkasa yang saat itu sedang memperhatikan ku
"gak gak mau" kataku
"Cemen kamu bunga"
"Ayukkkkk siapa penasaran nih" Kata angkasa disaat seperti ini rasanya mau banget aku gemplang kepalanya sekarang.
Perhatian semua mengarah kepadaku jantungku berdebar begitu kencang apalagi saat angkasa menatap ku.
Huhhh aku menghela nafas dan mendekat ke arah angkasa ku pegang tangan nya angkasa menatap ku terkejut wajah terkejut nya begitu terlihat bukan cuma angkasa Galang pun juga sama terkejutnya.
"Angkasa i love you 💘" ku langsung pejamkan mata pikiran negatif mulai hinggap di hatiku dan ku rasakan ada yang mengusap kepalaku saat ku mulai membuka mataku bisa kulihat angkasa yang tersenyum. Detik itu juga aku mendengar sesuatu yang membuat aku begitu kaget.
I love you to bunga💘
Bisa kurasakan air mata ku jatuh dan pelukan yang begitu hangat kurasakan.
"Kenapa"kataku pada angkasa
"Kau tau bunga aku pun sama seperti mu selalu melihat mu diam diam memperhatikanmu tingkah mu yang begitu sederhana membuat ku suka dengan mu dan tak kusangka kau pun sama.
"Bunga maukah kau menjadi pacar ku"
Aku tak bisa berkata apa-apa selain memeluknya impian ku dari dulu terwujud terimakasih tuhan.
"Aku mau"
sometimes hope can be disappointing sometimes it's so happy My message is keep hoping Never give up keep the spirit. 💪