"selamat pagi Daniel" sapa Misya
"Pagi Sya" jawab Daniel tanpa menoleh kearah Misya
"Hai Daniel apa kamu mau ke Mading?" Tanya Misya menyamai langkahnya dengan Daniel
"Iyaa, aku mau lihat dimana kelasku" kata Daniel ramah
"Wah kebetulan sekali aku juga mau kesana" kata Misya senang
Misya memiliki persamaan terhadap Daniel dari awal masuk SMA, hingga mereka sama sama kelas 12. Misya tidak pernah menyatakan perasaannya pada Daniel.
Hanya Anna yang menjadi teman curhatnya, teman nangisnya saat Daniel jadian dengan perempuan lain. Ya Misya cantik, sangat manis, ramah, dan juga termasuk cewek populer.
Jadi gak heran banyak yang menyukai Misya, tapi Misya mengacuhkan semuanya, karena dia hanya menyukai Daniel.
Daniel memang tampan dan pintar, dia juga baik dan ramah, jadi gak heran kalau bukan hanya Misya yang tertarik dengan Daniel.
Hanya saja sifat Daniel yang suka mengganti ganti pacar, setelah putus dari pacarnya maka ada saja perempuan yang mendekatinya dan tak lama mereka pacaran seperti itulah.
Dan Daniel tipe cowok baik dan perhatian, tapi dia begitu kesemua orang.
"Daniel liat kita satu kelas" kata Misya menahan rasa girangnya
"Wah iya, gak nyangka kita akan satu kelas" kata Daniel tersenyum
"Daniel, bagaimana kalau kita duduk bersama?" Kata Misya
"Ya itu bagus akan lebih bagus kalau kamu jadi teman duduk aku" kata Daniel
"Oh ya Sya ini ada titipan surat dari Rio" kata Daniel mengeluarkan surat dari dalam tasnya
"Rio temenmu kah?" Tanya Misya mengambil surat dari Rio
"Misya setidaknya kamu terima salah satu dari mereka, dengan begitu kamu tidak akan menerima surat setiap hari" kata Daniel
'kalau aku meminta mu untuk menjadi kekasih ku apa kamu mau?' gumam Misya
"Aku tidak tertarik dengan mereka, ada seseorang yang sudah mengisi hati ku" kta Misya tersenyum
"Ohh benarkah, siapa dia, apa aku mengenalnya?" Tanya Daniel penasaran
"Emmm entah lah, itu rahasia ku" kata Misya
"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi" kata Daniel berjalan dibelakang Misya
"Daniel bagaimana kalau disini saja" kata Misya menujuk meja didekat jendela
"Ya dimana saja itu tidak masalah" kata Daniel
Hari ini Misya sangat senang karena dia bisa sekelas dan semeja dengan Daniel, dan lagi dia selalu pulang bersama dengan Daniel karena mereka pulang searah.
Hari hari, Misya selalu mendapatkan surat cinta, dan Daniel tetap sama selalu baik pada semua perempuan.
"Daniel coba kamu cicipi masakan ku ini, aku membuatnya sendiri niatnya ini untuk seseorang, tapi aku tidak berani memberikannya, jadi tolong kamu cicipi dulu" kata Misya beralasan
"Wahh pagi pagi sudah dikasih sarapan" kata Daniel senang
"Kalau kau suka kau boleh menghabiskan" kata Misya
"Baiklah akan aku cicipi" kata Daniel
"Ini enak, apa benar benar kau yang membuat" kata Daniel
"Iya apa kau suka?" Tanya Misya
"Iyaa aku yakin dia akan menyukai masakan mu" kata Daniel.
Setiap seminggu sekali Misya membuatkan sarapan untuk Daniel. Mengerjakan tugas bersama jalan bersama, dan selalu bersama, hingga sore itu.
"Sya mau gak jadi pacar ku" kata Daniel
"Daniel kamu gak bercanda kan?" Tanya Misya tak percaya
"Enggk aku serius, aku suka sama kamu"
"Iya aku mau, aku juga suka dengan mu" kata Misya
Lalu Misya menceritakan semuanya rasanya dari awal, Daniel tak percaya selama ini Misya memendam rasa suka terhadap dirinya.
Ya gak mungkin kan setiap hubungan berjalan mulus pasti saja ada berantem nya begitu juga dengan hubungan Daniel dan Misya.
Sering kali Daniel mengecewakan Misya. Seperti dia sudah janji dengan Misya akan nemenin Misya nonton Minggu ini tapi tiba tiba Daniel membatalkan janji itu, dengan alasan menemani mamahnya belanja, tapi Misya melihat Daniel sedang menggandeng perempuan lain ke restoran, awalnya Misya memahami itu walau dia sendiri terluka
Sekali dua kali Misya masih bisa menahan sakitnya, sampai ketika Daniel ketauan menerima cinta dari seorang adik kelas.
Disitu Misya sangat terluka, dia mendatangi Daniel yang sedang berpelukan. Saat melihat Misya Daniel buru buru melepaskan pelukannya.
"Misya dengarkan penjelasan ku dulu" kata Daniel
Misya menerima penjelasan Daniel walau dia tahu Daniel sedang berbohong, entahlah Misya terlalu mencintai Daniel.
Hubungan mereka selalu seperti itu, selalu Misya yang terluka. Walau begitu Misya tetap memaafkan Daniel bagaimanapun Daniel menyakitinya.
Setelah lulus SMA Daniel dan Misya melanjutkan di salah satu universitas ternama di kota nya, lagi lagi mereka satu kampus.
Saat ini entah kenapa Misya sangat ingin bertemu dengan Daniel, berkali kali dia menelepon namun Daniel tidak mengangkat, Misya memutuskan untuk pergi ke apartemennya Daniel
Karena dia mengetahui pin sandi apartemen Daniel, dia langsung saja membukanya. Hari itu dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, air matanya mengalir membasahi pipinya.
Misya melihat Daniel tengah bercumbu mesra dengan Anna, dan lagi mereka tak mengenakan pakaian.
Misya sangat terluka, sampai sampai mulutnya tak bisa berbicara apapun, hanya air mata yang terus mengalir, Misya langsung keluar dari apartemen Daniel sambil berlari.
Daniel mengejar Misya, namun Misya sudah keburu naik taksi.
Hari ini Daniel membuat kesalahan besar, dan dia tahu itu.
Misya tidak masuk kampus selama 1 Minggu dan dia tidak berada dirumahnya. Selama seminggu ini Misya berada di puncak.
Daniel bingung mencari Misya kesana sini, ditelpon gak pernah aktif dan kerumahnya Misya gak ada.
Ini pertama kalinya Daniel merasa kehilangan seseorang yang selama ini selalu ada untuknya.
Misya memutuskan untuk kembali lagi ke Jakarta, untuk memulai dari awal.
Dikampus seperti biasa Misya mengikuti setiap pelajaran dan pertemuan. Hanya saja kali ini dia lebih tenang, ya tepatnya pendiam, dan cuek.
Tak ada lagi Misya yang ramah dan murah senyum, semua itu hilang dalam 1 Minggu.
Daniel melihat Misya ditaman sedang asik membaca, dari kejauhan Daniel menatap sosok Misya yang anggun.
Entah kenapa sekarang dia baru menyadari bahwa Misya, begitu cantik, pintar dan pandai. Dia baru menyadari bahawa selama ini dia selalu menyakiti Misya, dan Misya selalu memaafkan, semua kesalahannya.
Tak lama dia melihat Bisma mendatangi Misya, dan duduk disamping Misya. Bagi Misya Bisma bukanlah orang asing, dia sudah lama mengenal Bisma semenjak Anna mengenalkan bisma sebagai pacarnya
Daniel tak suka dengan pemandangan ini. Daniel mendatangi keduanya dan tiba-tiba Daniel memukul Bisma
"Jahuin pacar ku!" Kata Daniel emosi
Bisma memegang ujung bibirnya yang sobek dan mengeluarkan cairan merah.
"Daniel, kamu apa apaan sih?" Kata Misya yang mencoba membantu Bisma berdiri
"Bisma, kami gak papa?" Kata Misya
"Iya aku baik baik saja, Sya aku pergi dulu" kata Bisma pergi tanpa melihat kearah Daniel
"Misya tentang kemarin aku minta maaf" kata Daniel seperti biasanya.
Meminta maaf tanpa ada rasa bersalah, hal ini membuat Misya sangat muak.
"Daniel kita sudahi saja hubungan ini" kata Misya tanpa ekspresi
"Misya aku minta maaf, aku khilaf" kata Daniel, memohon
"Aku sudah cape dengan semua kelakuanmu yang selalu membuat ku kecewa, aku tidak tahu berapa banyak wanita yang kamu tiduri, tapi kali ini kamu dan Anna sangat keterlaluan" kata Misya tanpa melihat Daniel.
Daniel terdiam sesaat memikirkan semua kesalahannya.
"Kita baru akan menyadari betapa berharganya seseorang setelah orang itu pergi dari kehidupan kita" kata Misya berjalan pergi tanpa melihat kebelakang
Daniel terduduk di kursi taman menerawang jauh, membayangkan kenangan dulu, dimana dia selalu mendapatkan maaf dari Misya walau dia sering melukai hati gadis itu.
Sekarang bahkan Misya tidak mau melihatnya lagi. Daniel tahu kesalahan kali ini sangat fatal. Seharusnya dia biasa saja karena toh masih banyak wanita yang ingin menjadi kekasihnya.
Kalau Daniel mau dari dulu dia sudah putus dari Misya dan mencari wanita lain, tapi setiap kali dia melukai Misya mulutnya selalu ingin mengucapkan kata maaf.
Dan kalau dia mau dia bisa saja memaksa meniduri Misya tanpa harus berganti ganti wanita. Daniel tak ingin menodai wanitanya. Mungkin tanpa sadar Daniel mencintai Misya.
Dan untuk pertama kalinya Daniel menetes air mata untuk seorang wanita. Sangat terasa suara Misya nengiang ngiang dikepalanya
'kita baru akan menyadari betapa berharganya seseorang setelah orang itu pergi dari kehidupan kita'
"Misya aku benar-benar minta maaf, maaf" gumamnya pelan penuh penyesalan
Setelah kejadian itu Misya tak lagi berhubungan dengan Daniel ataupun dengan Anna
"Misya" sapa Anna
Anna duduk di kursi kafe, Misya tak menyahut, dia sudah malas berhubungan dengan Anna.
"Misya tentang aku dan Daniel aku minta maaf" kata Anna tertunduk
"Sudahlah Anna yang berlalu biarlah berlalu tak usah kau ingatkan kembali" kata Misya
"Aku benar-benar bodoh tak seharusnya aku melakukan hal itu dengan pacar sahabat ku sendiri" kata Anna mulai menangis
"Ya aku sangat kecawa dengan mu, tapi berkat kau aku menyadari banyak hal, aku sadar tidak baik terlalu percaya pada orang lain sekali pun dia sahabat kita, karena terlalu percaya membuat kita sangat kecewa" kata Misya acuh
"Misya tak bisa kita ulangi dari awal, dan melupakan semua yang telah terjadi" kata Anna
"Mungkin kau belum pernah merasakan kecewa dihianati oleh pacar dan sahabatmu dalam waktu yang bersamaan, aku menyarankan untuk tidak lagi menemuiku, permisi" kata Misya pergi keluar kafe
Semenjak itu Misya dan anna tak pernah lagi saling berhubungan satu sama lain. Untuk Daniel Misya sudah melupakannya, entahlah rasa kecewa itu lebih besar dari rasa sayang nya.
Jadi dengan mudah Misya melupakan Daniel, dan sekarang Misya tengah menyiapkan pernikahannya dengan Bisma, orang yang sama-sama terluka dan kecewa disatukan dalam sebuah pernikahan.
~Tamat~