Sosiopat adalah istilah yang mengacu pada perilaku dan sikap antisosial. Penyebab sosiopat belum diketahui secara pasti. Namun, perilaku ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak.
*****
"Ampun pa maafin el." Axel merengek kesakitan.
"Papa sudah bilang jangan nakal jika papa tidak ada di rumah." ujar pak Antonio Brady orang tua Axel.
Axel hanya tinggal bersama papanya semenjak papa dan mama nya bercerai. Bukan tanpa alasan nyonya Widaty menceraikan papa Axel.
Karena sering mendapat perlakuan kasar nyonya Widaty tidak tahan dengan perlakuan kasar suaminya itu yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka. Yang tentu saja membuat hubungan rumah tangga mereka harus berakhir ketika usia Axel masih menginjak 10 tahun.
*****
"Coba sebutkan apa penyebab seseorang dapat merasakan stres berlebihan?." ujar Anastasia putri bertanya kepada mahasiswanya, Yang disambut dengan pekikan keras dari suara Axel yang terbangun dari mimpinya.
"Aaahhh.... " Axel menjerit terbangun dari tidurnya membuat semua mata yang ada didalam ruangan itu tertuju kepada dirinya.
"Axel.... Axel.... Kamu dengar?." Axel masih linglung dan tidak mendengar jelas apa yang di katakan bu Anastasia.
"Maaf bu saya permisi keluar." Dengan hormat Axel meninggalkan ruangan.
Axel tidak mempunyai satupun teman atau sahabat, bukan karena mahasiswa dikampusnya tidak ingin berteman dengan Axel, Melainkan Axel yang enggan berbaur ataupun sekedar menyapa mahasiswa lain.
Mata kuliah telah selesai semua mahasiswa menyebar ada yang ke kantin, duduk-duduk, pacaran dan sibuk dengan urusan masing masing, Tampak dari kejahuan Axel menyepi mencari tenang dalam jiwanya tersandar dibadan pohon dengan sutas kertas dan pensil gambar.
"Hei manusia aneh." ujar Bimo menepuk pundak Axel namun tidak diperdulikan sama sekali oleh Axel.
Bimo adalah satu satunya mahasiswa yang tidak pernah menyerah sama sekali untuk berteman dengan Axel.
"Ayolah pria tampan ini ingin berteman denganmu. Oh tuhan anak ini mungkin dilahirkan tanpa ekspresi." ujar Bimo duduk disamping Axel namun tetap tidak diperdulikan oleh Axel.
Jauh sebelum Bimo datang Anastasia ternyata sudah sedari tadi memperhatikan Axel.
"Heuh? Mengapa aku terlalu memikirkanya?." ujarnya mengernyitkan dahi.
Bukan tanpa sebab Anastasia terlihat peduli terhadap Axel, Sebelumnya Anastasia pernah bertemu Axel di pasar soalayan. Axel yang waktu itu tengah berkelahi dengan seorang penjambret demi menyelamatkan dompet ibu-ibu menjadi pusat perhatian banyak orang, ada juga yang memberinya tepuk tangan dan bahkan pujian. Dari sejak itulah rasa penasaran nya kepada pria baik dan misterius itu dimulai.
***** Keesokan harinya*****
"Oke baiklah saya ingin bertanya kepada teman teman sekalian sebagai penutup mata kuliah kita hari ini." ujar Anastasia.
"Mengapa orang bisa terkena gangguan jiwa? Coba jelaskan secara rinci." Ujar dosen muda itu, Mata nya tertuju kearah Axel.
"Karena stres bu." ujar Bimo berlagak sok pintar.
"Oke boleh. Ada yang bisa menjelaskan secara rinci dan tepat? Axel mungkin bisa menjawab?." Anastasia menunjuk Axel.
Axel berdiri dan menatap mata Anastasia dari kejahuan, karena tempat duduknya agak sedikit jauh kebelangkang Ana menyuruh nya untuk maju dan sekalian menjelaskan kepada teman-teman nya.
"Sakit jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum. Seseorang disebut mengalami sakit jiwa, jika gejala dan tanda gangguan jiwa yang dialami membuatnya tertekan dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. Adapun penyebabnya adalah : Stres berat untuk waktu yang lama, Kekerasan pada anak, Faktor genetik, Kelainan otak, Cedera kepala, Isolasi sosial atau kesepian, Pengangguran atau kehilangan pekerjaan, Kerugian sosial, kemiskinan, atau utang, Mengalami diskriminasi dan stigma, Kematian seseorang yang dekat, Tunawisma atau lingkungan perumahan yang buruk." ujar Axel yang membuat seisi ruangan hening, semua mata memandanginya.
"Baiklah jawaban dari Axel menutup pertemuan kita hari ini. Sampai bertemu satu pekan kemudian." Anastasia merapikan barang-barang nya.
"Wah otak mu encer sobat." Bimo cengengesan dihadapan Axel.
Semua mahasiswa sudah keluar Anastasia sengaja menunggu Axel untuk mengajaknya sedikit berbincang bincang, Semakin lama rasa penasaran nya justru berubah menjadi rasa ketertarikan antar lawan jenis, lagi pula usia mereka tidak terpaut begitu jauh.
"Boleh aku mengganggumu sebentar?." tanya Anastasia.
"Tentu bu." ujar Axel canggung.
"Panggil saja Ana. lagi pula usia kita tidak jauh berbeda. Toh mata kuliah juga sudah selesai." Anastasia tersenyum kepada Axel.
"Apa yang bisa ku bantu?." Axel enggan berlama lama.
"Aku ingin mengundangmu makan malam di apartemen ku. Datang lah ini alamatku." Anastasia meninggalkan kartu namanya seraya tersenyum meninggalkan Axel.
Anastasia ingin mengenal Axel lebih jauh lagi lebih dari itu dia ingin mencoba membantu Axel keluar dari kebiasaannya menyendiri dan antisosial. Anastasia adalah dosen psikologi jadi dia tahu betul apa itu sesiopat. Meski dia tahu secara umum gangguan ini tidak dapat disembuhkan Namun, penderitanya dapat menjalani terapi yang dapat mengurangi perilaku destruktif yang dapat merugikan orang lain.
*****Makan malam*****
"Lagi pula aku menyukainya." ujar Axel bersemangat.
Tidak perlu pikir panjang Axel memenuhi permintaan Anastasia dia benar-benar mendatangi apartemen Anastasia dengan berpenampilan sederhana mengenakan Jeans dan kaos polos warna hitam di balut sweater kesukaannya karena bisa menutupi bagian kepalanya.
Biasanya tubuh Anastasia selalu tertutup dengan pakaian formal, Tapi malam ini Axel tercengang matanya terbelalak menyaksikan pemandangan yang sangat indah, Ternyata tubuh Anastasia sangat lah ideal dan sexi ujarnya dalam hati. Sesekali memperhatikan tubuh Anastasia yang terbungkus 𝘕𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘋𝘳𝘦𝘴𝘴 berwarna putih dengan bordiran bunga berwarna pink muda yang menambah kesan imut dan keibuan.
"Silahkan masuk." Anastasia mempersilahkan Axel.
"Oh ya terima kasih." ujar Axel tersadar dari lamunannya.
Meja makan yang menghadap kaca dihiasi gemerlap lampu kota dan ditambah lagi derasnya hujan yang secara tiba tiba membasahi seluruh kota malam ini. Membuat suasana begitu romantis untuk keduanya. Axel memakan hidangan yang dihidangkan oleh Anastasia, dia menghabiskan nya dengan lahap.
"Em enak, kau pandai memasak." ujar Axel mengelap bibirnya dengan tisu.
"Hehe aku mempelajarinya dari buku masak." Ana senang karena Axel tidak sungkan membuka mulut nya untuk bicara tidak seperti pada saat berada di kampus atau saat mata kuliahnya berlangsung.
"Kau tidak pernah berinteraksi dengan mahasiswa lain kenapa?." tanya Ana
"Em entah lah, Aku merasa risih berada di keramaian." Axel menatap Ana yang membuat nya sedikit salah tingkah.
Dada Axel berdebar kencang saat memperhatikan Ana maklum saja dia tidak pernah berduaan dengan lawan jenis sebelumnya, Apa lagi dalam ruangan tertutup seperti sekarang ini.
"Ada apa? Ada yang salah dari wajahku?." ujar Ana heran karena sedari tadi Axel memandanginya.
Tidak banyak bicara Axel tidak tertahan kan ingin menyentuh bibir Ana, dia bergerak cepat menyambar daging lunak satu itu, yang sontak saja membuat Ana sangat terkejut dengan tindakan Axel kepadanya.
Tangan nya terangkat kaku matanya melotot memandangi mata Axel yang begitu menikmati setiap sentuhan lidah yang terjadi.
Salah satu ciri-ciri umum sesiopat adalah menjadi implusif atau sulit mengendalikan diri saat ada dorongan melakukan sesuatu, Dan mengabaikan mana benar dan salah.
"Kau begitu indah malam ini." Axel memegang kedua tangan Ana.
"Lepaskan Axel. Ini tidak baik." ujar Ana ngos-ngosan nafasnya sudah tidak karuan.
Axel tidak mendengarkan ucapan Ana sedikitpun justru dia semakin semangat mencumbui bibir Ana dengan lembut, Tangannya sudah tidak bisa di kontrol apalagi nafsunya.
Axel menggendong Ana membaringkan nya di atas sofa yang berada tidak jauh dari meja makan, bibirnya terus menyerang mulut Ana tangan nya liar masuk kedalam bagian sensitif Ana dan menyentuhnya hingga membuat suara rintihan Ana mulai terdengar.
"Aahkk.... Aahhkkk... Hentikan Axel." ujar Ana mendesah tak ada perlawanan tubuhnya merespon dengan baik setiap sentuhan dari tangan Axel yang tepat mengenai hyuga nya yang mulai basah.
Tubuhnya dikuasai sepenuhnya oleh Axel, matanya sayu memandangi pria yang mulai membuka kaosnya itu, Antara nikmat dan sedih Ana meneteskan air matanya, tentu saja itu tidak membuat Axel iba kepadanya, Axel justru menaikkan Night Dress yang dikenakan Ana keatas dan memperlihatkan bagian pangkal paha yang begitu mulus.
Axel menurunkan dalaman yang dikenakan Ana beriringan dengan derai air mata yang semakin deras, Perlahan Axel mendorong masuk kurama nya dengan sangat lembut dan menembus dinding kenikmatan milik Ana.
"Aahkk.... Aahhkk...." Ana mendesah sambil menangis.
Axel melakukan pembantaian dengan sangat buas hingga menyebabkan cairan merah mengalir keluar dari hyuga Ana.
Axel mempercepat kurama semampunya hingga membuat tubuh Ana menggeliat seperti cacing kepanasan, Berapa saat kemudian erangan suara keduanya menandakan bahwa pembantaian telah usai yang tentunya di menangkan oleh kurama.
"Aahhk.." Ana merasa kan perih di pangkal pahanya.
Axel memeluknya erat seraya mengecup kening Ana dan mengucapkan maaf kepada dosen muda nya itu.
"Maafkan aku. Aku akan bertanggung jawab." ujar Axel serius.
"Bagaimana bila aku hamil." tanya Ana menangis sejadi jadinya dengan menggigit jarinya.
Axel baru sadar, iya dia baru menyadari jika dia tidak mencabut kurama pada saat berakhirnya pembantaian tadi. "Astaga apa yang sudah kulakukan." ujarnya didalam hati.
"Bagaimana?." tanya Ana menoleh Axel dengan keadaan mata yang sembab.
Dia tidak pernah membayangkan ini sebelumnya apa lagi ditiduri paksa oleh mahasiswa nya sendiri.
"Tenang lah aku tidak akan meninggalkanmu percayalah." Axel memeluk erat tubuh Ana yang tidak mengenakan apa apa itu.
"Benar begitu?." tanya Ana pasrah jikapun Axel meninggalkan nya dan tidak ingin bertanggung jawab.
"Aku akan menikahi mu." Axel meyakinkan Ana.
Keduanya terlelap di atas tempat tidur yang sama. Beberapa minggu kemudian mereka mengejutkan seisi universitas karena menyebar undangan pernikahan yang sangat mendadak.
Kemudian mereka melangsungkan pernikahan dan hidup bahagia, Memiliki sepasang anak kembar. Yang bernama Arka Brady dan Alea Brady.
TAMAT.
Oh ya kakak kakak sekalian jika berkenan mampir ke novel aku ya🥰
👉HE IS MINE👈
Genre : Romantis dewasa🔞
Terima kasih😘